
Setelah Han Bing dan yang lainya meninggalkan lokasi kuil langit, Yin He segera masuk ke bangunan yang berbentuk pagoda tersebut, Yin He tercengang dengan keindahan dari ornamen ornamen yang terukir di dinding dan ting dari pagida kuil langit, Mata Yin He tertuju ke sebuah Altar sembahyang, dia menuju alter tersebut dan melakukan sembayang, tiba tiba ada hawa energi yang membuat tubuhnya bergetar, Yin He merasakan tubuh halilintarnya bergetar, Yin He mencari sumber energi yang memancing reaksi dari tubuh petirnya, pandangan Yin He tertuju pada empat buah ukiran bunga teratai dilangit langit pagoda, dan tiba tiba sebuah pintu dimensi terbuka, "Ini adalah waktunya, itu pintu dimensi gerbang Jiwa." Yin He langsung melompat dan melesat masuk kedalam pintu dimensi tersenut, disaat yang bersamaan, para biksu dan pengawal istana masuk kearea kuil langit, ketua biksu pun terhenti saat dia merasakan adanya perubahan energi yang berada didepan gerbang kuil langit, dan benar saja saat masuk dipelataran kuil, kepala biksu tersebut merasakan adanya perubahan dari energi yang dirasakanya, sepertinya energi dati diding sembilan naga dan juga pancara dari energi batu langit pun tidak ada, sepertinya energi tersebut sudah menghilang.
Kepala biksu itupun segera menuju dalam kuil, dia tidak menemukan siapapau didalamnya. "Kurang ajar, sepertinya sembilan naga dan pusaka Vajra juga sudah menghilang, sebenarnya apa yang terjadi, karena aku tidak merasakan formasi Yuan yang ku buat tidak ada kerusakan apapun, ini pasti ada yang salah." kepala Biksu itu pun segera memerintahkan prajurit dan yang lain keluar untuk berjaga jaga.
Sedangkan Yin He yang berada diruang Jiwa, dia berada di sebuah taman bunga yang indah dengan puluhan gadis cantik juga memghiasi taman tersebut, gadis gadis tersebut sepertinya bukan gadis biasa, mereka bisa melayang diudara berpindah dari ranting satu ke ranting lainya, mata Yin He hanya terpesona dengan pemandangan yang ada disana.
"Hai pemuda tampan, apa yang kau cari disini?" Lamunan Yin He pun buyar manakala sekarang ada gadis cantik yang sedang melayang turun dari atas kepala Yin He, Yin He hanya tersentak tidak bisa berkata apapun, tubuhnya terasa tidak bertenaga, hal membuat hati kecil yang paling dalam meronta, memberitahukan kepada akal fikirinya, kalau yang terjadi ini bukanlah hal yang baik.
Akan tetapi fikiran Yin He menolak kenyataan yang diberikan oleh hati kecilnya, karena Yin He semakin menyadari gadis di depanya benar benar gadis yang cantik, sehingga gikiranya mengabaikan apa yang diberitakukan oleh hati kecilnya tersebut.
Tenaga Yin He semakin lama semakin melemah, semakin bertambah lemahnya kekuatanya, kini oara gadis yang tadi tersenyum kepadanya berubah sikap, mereka menyeringai kepada Yin He, dan berubah menjadi galak, tidak ada lagi senyum manja dan sikap lemah lembut yang mereka tunjukan tadi.
"Ada apa pemuda tampan? kami tidak semenarik dan secantik tadi? hahahhaaha itu karena hawa murnimu sudah tidak ada lagi pemuda tampan, jadi kami harus menyerap jiwamu sebagai gantinya." Gadis gadis cantik dihadapan Yin He berubah menjadi gadis siluman dengan cakar yang panjang dan runcing, tubuhnya berbalut dengan sisik sisik hitam dengan lendir yang bau dan menjijikan, Yin He yang sudah tidak bisa lagi bergerak hanya terpejam melihat hal ini, akan tetapi tiba tiba dalam tubuhnya muncul cahaya yang menyilaukan mata, cahaya dari ketiga api suci yang sudah menyatu dengan tubuhnya, energi dari api suci menyeruak dan melinyelimuti tubuhnya, tubuh Yin He seperti mendapat suplay energi cadangan yang sangat besar, dan jiga dengan kembalinya energinya secara bersamaan energi api suci juga menyerap hawa murni di ruang dimensi dan diberikan kepada Yin He, hawa murni yang diserap oleh api suci kini memenuhi lautan energi tubuh Yin He 5x lipat hal ini karena api suci menyerap semua hawa murni yang disimpan oleh para siluman tersebut selama ini.
Melihat hal ini para gadis siluman menjadi sangat marah, dan mereka lalu menyerang Yin He dengan membabi buta. Yin He segera bangkit dan menangkis semua serangan para gadis siluman tersebut, dia mengaktifkan tubuh petirnya dan membuat ledakan pada para siluman yang menyetuhnya.
"Sebenarnya siapa para siluman ini? mengapa mereka bisa menyerap banyak hawa murni disini." Yin He menjadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi, dia melepaskan butiran butiran petir yang membuat para gadis siluman kocar kacir menghindarinya.
__ADS_1
Dengan meledaknya para siluman tersebut, Yi. He melihat adanya bola bola berwarna putih bersih keluar, bola bola tersebut kemudia berwujud gadis gadis siluman tersebut akan tetapi jiwa silumanya sudah tidak ada, melihat hal ini membuat Yin He bersemnagat untuk menyelamatkan banyak jiwa yang terbelengggu hawa hitam siluman.
Kali ini Yin He tidak hanya menggunakan tubuh oetirnya saja, akan tetapi pedang matahari dan pedang rembulan pun segera melesat membantai para siluman wanita tersebut, jeritan kesakitan memenuhi telinga Yin He, akan tetapi demi membebaskanya mereka, Yin He tidak peduli lagi dengan jeritan kesakitan para siluman tersebut, Yin He bersama kedua pedangnya terus membantai para siluman yang berjumlah ribuan tersebut, setelah beberapa lama, para siluman tersebut terbantai, tinggal satu siluman yang sedari tadi berada dibelakang hanya memperhatikan.
Tiba tiba siluman wanita tersebut menyibakan rambutnya yang kemudian melilit tubuh Yin He, dengan tubuh petirnya Yin He mencoba melepasknya akan tetapi tidak berhasil, pedang matahari dan pedang rembulan langsung menebas rambut tersebut akan tetapi tidak berhasil, akhirnya Yin He memerintahkan kedua pedangnya untuk menusuk bagian kepada dan dada dari siluman tersebut, beberapa kali kedua pedang tersebut mencoba akan tetapi tidak berhasil, Yin He yang tubuhnya terlilit rambut kemudian terbang dengan tubuh masih terlilit rambut, dan sontak saja, siluman tersebut terkejut dan kedua pedang Yin He berhasil menancap di bagian kepala dan dada siluman tersebut.
Rambut yang melilit tubuh Yin He tiba tiba hilang hanya sebuah asap putih yang tertunggal bersamaan lenyapnya rambut tersebut. dan tubuh siluman wanita tersebut memancarkan banyak sekali bola bola jiwa, setelah semua jiwa tersebut keluar, tiba tiba ada bola keemasan yang keluar dan tubuh siluman tersebut meledak.
Bola keemasan tersebut membentuk wanita cantik, "Terima kasih anak naga, kau telah memurnikan jiwa kami, untuk gerbang selanjutnya ada di batu jade langit biru ini, ambilah." Yin He segera mengambil batu tersebut.
Sebelum aku pergi, sebenarnya ini jiwa siapa dan mengapa kau juga berubah menjadi siluman?" Yin He meluapkan rasa penasaranya dengan bertanya kepada wanita tersebut.
"Sebenarnya siapa dalang dibalik ini semua, apakah murni dari kaisar atau ada seseoramg dibalik ini semuanya?" Yin He mengepalkan tanganya.
"Biksu dari kuil iblis baratlah yang membuat kaisar berubah menjadi seperti ini sekarang, dan dia sedang menunggumu, sepertinya dia sudah menyadari hal ini, kau berhati-hatilah.
"aku akan memancing dia keluar kuil ini, tidak ingin dia memakai banyak tameng manusia yamg tidak bersalah." Yin He segera keluar dari dimensi gerbang jiwa, dan benar saja seorang lelaki dengan penampilan seperti biksu sedang memandang Yin He penuh dendam.
__ADS_1
"Siapa kau anak muda, beraninya kau merusak energi persembahanku?" Ujar lelaki tersebut.
"Namaku Yin He, dan aku akan memusnakanmu dan juga sekte iblis barat yang kau pimpin pak tua." Yin He segera menyerang dan juga mendaratkan beberapa pukulan kepada Biksu iblis barat. biksu tersebut langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya, melihat hal tersebut Yin He langsung melesat menuju hutan dimana Han Bing dan yang lainya menunggu Yin He. Yin He mengabari Han Bing melalui telepati dia meminta agar Han Bing dan yang lain bersiap menghadapi musuh.
Benar saja, Biksu iblis barat yang sudah terbakar emosi langsung memerintahkan seluruh anak buahnya mengejar Yin He. Biksu Iblis barat dan anak buahnya mempunyai kemamampuan meringankan tubuh yang begitu cepat, sehingga mereka dengan cepat dapat mengejar Yin He yang telah berada dilokasi tempat Han Bing menunggu.
Sesuai intruksi Yin He, Han Bing dan lainya segera bersembunyi agar mereka tidak menimbulkan kecurigaan, dan setelah Biksu iblis barat dan anak buahnya sampai dia langsung menyerang Yin He dengan cepat.
Yin He menggunakan ilmu seribu bayangan dan dengan cepat dikombinasikan dengan pukulan mengguncang semesta, membuat para anak buah biksu iblis barat seperti mainan buat Yin He.
Tanpa banyak bicara Yin He memenggal seluruh anggota biksu tersebut, melihat anak buahnya terbunuh membuat biksu iblis barat marah, dia menyerang Yin He dengan kecepatan yang sangat cepat, Yin He memang sengaja membakar rasa marah dari biksu tersebut, Saat Yin He melayang diatas kepalan Biksu tersebut , Yin He membabatkan pedang mataharinya dan langsung membuat tubuh biksu iblis barat langsung terbelah dua.
Akan tetapi tubuh biksu yang terbelah tersebut tidak ambruk, akan tetapi kedua belahanya tumbuh sel baru sehingga yang berdiri dihadapan Yin He adalah 2 orang biksu iblis barat.
Sesuai dengan yang diperkirakan Yin He sebelumnya, sehingga dia menggiring biksu iblis barat keluar istana. " Siapa yang mau berlatih dengan biksu ini, sangat lumayan ada objek untuk melatih kekuatan kalian." Biksu Iblis Barat terkejut dan terheran dengan apa yang dikatakan oleh Yin He barusan, tapi keterkejutan biksu iblis barat langsung hilang saat dua orang melesat kearahnya , yaitu Hanzu sang manusia api dan Kalden sang pendekar petir.
"Bagus Hanzu dan kau Kalden, sekarang kalian menggunakan kekuatan spirit naga yang barusan kalian dapatkan, Biksu Iblis Barat ini akan membimbing kalian..hahahaha."
__ADS_1
Yin He segera melesat kearah sebuah dahan yang besar sambil beristirahat.