
Kun Yi menatap kosong ke arah luar menghadap bukit mong.
Ada rasa getir ketika dia menyebutkan nama kelompok pembunuh bayaran "Harimau Hitam."
**Flash Back 5 Tahun Silam**
Hujan deras yang turun dari pagi sampai dengan sore kemarin menyisakan kesejukan di pagi hari itu.
Semua anggota Sekte Elang Putih berkumpul untuk menggelar acara penerimaaan calon murid baru dan kenaikan tingkat untuk para anggotanya.
Suasana sejuk hari itu menambah kemeriahan dan ditambah lagi dengan beberapa hiasan yang tampak berjejer menghiasi dibeberapa sudut jalanan sekte elang putih
Acara penerimaan segera dimulai, Sekte Elang Putih adalah sekte yang besar, hampir lebih besar dari Sekte Lembah Wisma Giok,
Para calon anggota baru yang sebagian adalah lelaki remaja berumur 13 tahun keatas, ada beberapa gadis juga nampak dalam barisan.
Tetua Elang Putih Ang Hao berdiri membuka peresmian penerimaan anngota baru.
Belum sempat Ang Hao selesai memberikan peresmian, sebuah ledakan yang besar membuat separuh calon anggota baru tewas mengenaskan.
Semuanya tercengang selama beberapa detik, dan jeritan kesakitan dari anggota maupun calon anggota yang terluka.
Ang Hao segera melesat ke atas tepat dari titik ledakan tersebut.
Sebuah cambuk dengan pangkal cakar elang melesat dan terjadila sebuah ledakan saat cabuk tersebut membentur sebuah dinding tak kasat mata.
beberapa bayangan melesat menyerang Ang Hao.
Dengan sekali serangan, Ang Hao bisa menangkis serangan dari formasi kelima bayangan tersebut.
Sedangkan dibawah tampak beberapa pendekar dengan baju serbah hitam menyerang seluruh anggota Elang Putih.
"Jie Kun, amankan para calon anggota kita"
Jie Kun yang sedang menebaskan pedangnya segera ke tengah lapangan, semua para calon anggota Elang Putih segera dibawahnya kesebuah lorong dibelakang bangunan depan lapangan.
Cambuk Ang Hao mengeluarkan suara yang menggelagar, menembus formasi dari 5 bayangan tersebut.
"Cambuk Peremuk Tulang, melesat dan menghantam sesosok bayangan didepanya.
Brukkk..!!
__ADS_1
Fey Ying..!
Teriak salah seorang bayangan yang melihat temannya jatuh.
"Kabut Ilusi"..
Mendadak semua menjadi gelap, salah satu dari bayangan tersebut menggunakan teknik ilusi.
Ang Hao yang tidak menyadari hal ini, melihat musuh semakin banyak dan berkerumun seolah olah hendak menyerangnya.
"Amukan Elang"
Ang Hao mengayunkan cambuknya yanh sudah dialiri dengah tenaga dalam yang kuat.
Cambuk terus membantai seluruh orang yang berada di depan Ang Hao.
Byyarr..!!
Kemudia keadaan kembali seperti semua, akan tetapi apa yang dilihat Ang Hao akan menjadi penyesalanya seumur hidup.
Dilihatnya mayat mayat yang ditergeletak ditanah dekat dirinya adalah pada anggota Elang Putih sendiri.
Melihat hal ini, Jiwa Ang Hao terguncang atas apa yang dilihatnya.
"Ha..hah...haha"
Ang Hao tertawa, karena kesedihan dan juga guncangan atas dirinya.
sementara itu disudut lain, 5 orang tersenyum puas. dengan senyum yang mengerikan.
"Xin xin, bagaimana kondisi anggota yang lain"? tanya Yun Jun kepada Xin xin.
"Mereka aman, langsung aku pindahkan melalui, teknik perpindahan ruang" ujar Xin xin
"sekarang kita segera pergi, tugas kita sudah cukup dilakukan oleh tetua Ang Hao hehehehhe. " Yun Jun menatap Ang Hao dengan penuh kemenangan.
Yun Jun segera membopong Fey Ying yang terluka karena terkena sabetan cambuk Cakar Elang.
"Tampaknya tulang punggungmu akan cacat adik Fey."
Yun Jun memeriksa sekali lagi tubuh Fey Ying.
__ADS_1
Setelah Yun Jun melakukan pemeriksaan ditemukan tulang punggung Fey Ying patah di beberapa tulang punggungnya.
****
Sementara Ang Hao yang terguncang tertawa dan terus mencambukan senjatanya kesegala arah.
Sebuah bayangan melesat ke arah Ang Hao
Sreett Srertt.
Banyangan tersebut melakukan menotok syaraf Ang Hao, sehingga tetua Elang Putih pun tak sadarkan diri.
Tetua Byu Fao, memandang sedih dengan apa yang terjadi, dia merasa bersalah datang terlambat setelah mendengar suara ledakan dari sektenya.
Byu Fao dan para anggota yang tersisa melakukan pemeriksaan disegala penjuru Sekte Elang Putih.
Didapatkan sebuah lencana hitam berbentuk harimau, dari salah satu mayat yang melakukan penyerangan.
" Harimau Hitam"
Byu Fao meremas lencana itu hingga hancur berkeping keping.
Semenjak saat itu Byu Fao mengambil alih menjadi tetua sekte Elang Putih.
Dan Tetua Ang Hao sampai saat ini masih belum bisa ditemui, hanya tetua Byu Fao yang mengetahui dimana sekarang Tetua Ang Hao
****
Jie Kun menghela nafas mengingat kejadian tersebut.
"Sekarang kita tidak bisa mengandalkan hanya dengan kekuatan dan tenaga dalam kita, tapi kita juga harus tahu teknik dan formasi yang mereka gunakan." Suara Han Bing memecah keheningan.
Sementara itu. Yin He yang berhasil menembus masuk ke dalam kawasan Kaldera di buat kagum dengannya.
**Pengumuman**
***Sebelumnya saya mohon maaf, karena hampir satu minggu jarang melakukan update novel "Legenda Pedang Langit" dikarenakan Deadline pekerjaan yang tidak memungkinkan saya membagi fikiran.
mungkin di awal Maret saya bisa kembali aktif menulis, untuk beberapa hari kedepan saya tidak bisa berjanji untuk melakukan update.
Salam***
__ADS_1
.