
Ketiga Wei bersaudara pun semakin terkejut manakala melihat Chen Yin menaiki arena bertarung, akan tetapi pada saat yang sama, Chen Yi juga tidak mengetahui dengan siapa dia akan bertarung, saat diumumkan siapa yang akan menjadi lawanya adalah ketiga paman gurunya, membuat Chen Yi tidak bisa berkata apa apa, peraturan tetaplah peraturan, dia tidak bisa mengelak dari pertempuran ini.
Ketiga Wei bersaudara pun sudah mendapatkan perintah untuk menekan sekuat mungkin terhadap Chen Yi, para tetua yakin ada sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh Chen Yi.
Wei Ryuza pun mendekati kedua kakaknya, "Sepertinya segel ditubuh Chen Yi terbuka lebih awal, karena kekuatanya telah menggetarkan spirit naga milik kita, aku yakin Kalden, Jetsan dan Xiao bersaudara pun merasakanya." Ujar Wei Ryuza sambil menatap lekat kearah Chen Yi.
Tetua Tuoli pun memerintahkan Chen Yin untuk memilih dengan siapa dia bertarung terlebih dahulu, akhirnya untuk yang pertama kalinya dia memilih bertarung dengan paman guru yang tertua yaitu Wei Hanzu.
Keduanya pun memasang kuda masing masing, Chen Yi langsung menggunakan mata langitnya yang membuat dia bisa melihat pergerakan jurus dari lawan lawannya.
Chen Yi pun memulai menyerang dengan jurus tinju ombak milik Jingmi ibunya, jurusnya ini menggabungkan kekuatan dan juga kecepatan, sedang Wei Hanzu langsung menangkisnya dengan jurus tarian elang api yang di ajarkan Han Bing kepadanya.
Beberapa kali Wei Hanzu hampir menerima pukulan dari Chen Yi, kecepatan dan startegi bocah ini tidak dapat diprediksi.
Setelah ratusan jurus telah beradu, akan tetapi kekuatanya masih sama, sampai pada akhirnya satu pukulan dari tarian elang api menghantam dada Chen Yi.
Hantaman pukulan tarian elang membuat Chen Yi langsung ambruk jatuh sambil memegang dadanya yang terkena pukulan tersebut.
Akan tetapi hal ini lah yang membuat Chen Yi semakin kuat, karena keinginanya untuk membuktikan bahwasanya dia bukanlah sampah.
Akan tetapi orang orang sudah terkagum kagum dengan kemampuan Chen Yi saat ini, sangat jauh berbeda dengan beberapa bulan kemarin.
Karena sekarang Chen Yi sanggup untuk menerima serangan bahkan juga mampu menyerang adalah sesuaitu yang sudah membuat seluruh anggota Wisna Giok tidak akan ada yang meremehkannya.
Chen Yi mencoba menggunakan ingatan yang ada di fikiranya untuk mencoba menggunakan jurus dan juga elemen api, manakala Chen Yi menggunakan elemen api, membuat semua terkejut, bagaimana tidak, elemen api yang dikuasai oleh Chen Yi adalah pengusaan elemen api tingkat suci.
Simbol di dahi Chen Yi adalah tandanya, bahkan Yin He pun tidak memilikinya, sekarang ada sekitar tujuh bola api yanh berada disamping tubuh Chen Yi.
Wei Hanzu pun tidak mau kalah, akhirnya dia menghunus pedang matahari miliknya, pedang tersebut langsung berkobar dan langsung menyerang ke arah Chen Yi.
Dengan mata langit CHen Yi sangat terbantu sekali sehingga setiap kali serangan dari Wei Hanzu tetap bisa ditangkis, akan tetapi karena pengalaman bertarung yang sangat minim, sehingga, walaupun Chen Yi mempunyai mata langit sekalipun, Chen Yi tidak dapat menahan serangan dari pedang matahari Wei Hanzu.
Walaupun kalah akan tetapi dari sisi Wei Hanzu, Chen Yi dapat tiket untuk lulus, mendengar kata lulus, membuat hatinya sangat gembira.
Akan tetapi kegembiraanya tidak lama, karena Kakek Tuoli memerintahkan untuk mendapat tiket dari Wei Yanzu dan juga Wei Ryuza, hanya dengan begitu baru para tetua akan mengizinkan dia untuk berkelana didunia persilatan sendirian.
Mendengar hal tersebut, Chen Yi pun menyanggupinya , setelah beberapa saat beristirahat akhirnya tibalah saatnya dia untuk menghadapi Paman guru yang lainya yaitu Wei Hanzu.
Saat bertarung dengan Wei Yanzu arena yang digunakan sebagai medan pertarungan langsung berubah menjadi es, hawa disekitar mereka juga sekarang berubah dingin, dengan menggunakan pedang rembulan keduanya langsung bertempur diatas medan es tersebut.
Demi tidak terpengaruh dengan hawa dingin tersebut, Chen Yi menggunakan elemen api untuk melindungi dirinya dari hawa dingin yang mengancamnya, dan dia pun mengeluarkan pedang Hati Es, pedang hati Es ini lansung menyebarkan hawa dingin berpuluh kali lipat dari dinginya hawa dari pedang rembulan.
Hal ini juga membuat terkejut para tetua, karena Chen Yi juga mengusai elemen air, dengan pedang ditanganya yang memancarkan energi dingin yang sangat kuat sekali.
Wei Yanzu mengangguk manakala Tetua Tuoli memberi tanda agar dia bertarung dengan maksimal, walau itu akan sangat berat bagi ketiga Wei bersaudara, karena kedekatan mereka dengan Chen Yi sudah seperti anak mereka sendiri.
__ADS_1
Setelah memastikan kondisi dari Chen Yi bisa melanjutkan pertarungan, maka dengan cepat Wei Yanzu menyerang dengan serangan es yang berbentuk tombak tombak es yang sangat tajam.
Tapi diluar dugaan Chen Yi dapat menghalau semua serangan dari Wei Yanzu dan malah bisa menyerang dan menekan Wei Yanzu.
"Anak ini sangat cerdas, dia bisa belajar dari kesalahan saat melawan Wei Hanzu, sekarang Wei Yanzu mendapatkan perlawanan yang sengit."Ujar Tetua Tuoli dalam hatinya, dan hampir semua tetua dan juga para senior dari Wisma Giok.
Pertarungan antara Wei Yanzu yang menggunakan pedang rembulanya Chen Yi yang menggunakan pedang hati es, membuat semua berdetak kagum bagaimana tidak, jurus pedang hati es miliknya membuat semua terpana, gerakanya lembut tapi penuh energi yang kuat, sambaran pedangnya seperti tarian elang api tapi dalam bentuk es, dan lebih lincah dan indah.
Dan beberapa kali ledakan terjadi saat kedua pedang tersebut berbenturan, "Aku harus segera mengahirinya, sebelum tenagaku semakin melemah." Bathin Chen Yi, dan akhirnya dengan cepat Chen Yi menggunakan tombak naga yang langsung muncul ditanganya.
Kemunculan tombak benar benar sangat membuat terkejut semua yang ada disana, tidak terkecuali ketiga Wei bersaudara.
"Ah..Anak ini benar benar ajaib, Bahkan Chang Mao saja tunduk terhadapnya." Ujar Wei Ryuza dan juga Wei Hanzu sambil mereka tersenyum sendiri melihat pertarungan Chen Yi dan juga Wei Hanzu.
Tidak butuh waktu lama bagi Chen Yi untuk menghancurkan es yang ada disekitarnya, Api dari tombak naga langsung melelehkan Es dari Wei Yanzu.
Tetua Tuoli langsung menyudahi pertempuran, karena Chen Yi sudah dianggap mampu untuk melewati ujian dari Wei Yanzu.
"Tetua Tuoli sangat bijak, jika diteruskan, kemungkinan seri atau bahkan Chen Yi mungkin bisa mengalahkan Paman Gurunya, hal ini harus segera dihentikan kalau tidak ingin membuat nama baik Wei Yanzu jelek dimata yang lainya." Ujar tetua Zhang kepada para tetua yang lain.
Sekarang giliran dari Wei Ryuza, akan tetapi kali ini Wei Ryuza tidak ingin bertarung akan tetapi dia memberikan sebuah permainan, dimana permainan itu adalah sebuah Ilusi fikiran, dimana dalam waktu yang telah ditentukan Chen Yi harus bisa keluar sebelum waktu yang ditentukan, dan jika itu berhasil maka dia lolos.
Wei Ryuza langsung membuat sebuah dimensi ruang dimana ilusi sebuah hutan yang dipenuhi oleh monster ganas yang sangat banyak.
Dan dalam sekejab Chen Yi langsung di kepung oleh beberapa monster yang ada dalam hutan tersebut, ada beberapa serigala biru dan juga para singa siluman. para monster tersebut langsung menyerang ke Chen Yi dengan serangan yang sangat ganas.
Dengan tombak naga ditanganya Chen Yi menebas semua para monster dihutan dimensi yang dibuat oleh Wei Ryuza.
"Sial banget, kenapa para monster ini tidak ada habisnya, aku juga tidak habis fikir, mengapa monster monster ini mampu membuatku bergetar takut, ada beberapa hal yang sepertinya membuat tubuhku semakin lama semakin melemah." Ujar Chen Yi dalam hatinya.
Wei Ryuza memang memberikan ilusi pada Chen Yi, sedikit saja rasa takut yang dia punya saat memasuki dimensi ruang tersebut, maka monster tersebut akan menghisap rasa takut dan juga energi hawa murni dari Chen Yi tersebut, yang dia lakukan sebenarnya adalah keluar dengan cepat dari dimensi ruang yang diciptakan oleh Wei Ryuza.
Sedangkan Chen Yi sendiri merasakan makin lama makin terasa lemah sekali, "Aku harus segera keluar, akan tetapi monster monster ini banyak sekali aku tidak mungkin menghadapinya semuan." Gumam Chen Yi.
"Chen Yi, ini adalah sebuah ilusi belaka, coba kau kosentrasikan fikiranmu dan gunakan mata langitmu untuk melihat apa sebenarnya yang ada didepanmu." Ujar Chang Mao.
Chen Yi segera mengkosentrasikan fikiranya dan juga membuka mata langit miliknya, mata biru yang indah tersebut berubah merah sepenuhnya. Dan sekarang yang tampak dimata Chen Yi adalah sebuah ruang kosong yang tidak ada apapun pada ruangan tersebut.
Chen Yi mencoba mencari dimana pintu keluarnya akan tetapi ruangan tersebut tidak ada pintu keluarnya, bahkan pintu masuk yang awal juga tidak ada.
"Yang berwujud adalah tidak berwujud, semua hanya lah keinginan hati." Chen Yi langsung memajamkan matanya dan mencoba berkosentrasi akan tetapi semuanya sia sia, sedangkan waktu tinggal sedikit lagi.
"Hemmbb..Aku mengerti, karena ada adalah tiada dan hampa adalah ada, maka sebenarnya ruangan ini hanya fikiranku saja yang menyekat, jika fikiranku bilang ada maka ruang tersebut akan ada dan pintunya juga ada." Ujar Cheb Yi
Chen Yi pun akhirnya mengkosentradikan fikiranya dan mengatakan dia tidak ada ruang dimensi tersebut. Dan benar ruang dimensi ini telah kosong.
__ADS_1
"Selamat Chen Er, kau telah lolos, karena kau bisa keluar dari dimensi ruang ilusiku, dan kau adalah yang pertama kali yang bisa mematahkan ilusiku ini." Ujar Wei Ryuza.
Semua tertegun, mereka sekarang tidak bisa lagi memanggil Chen Yi sebagai tuan muda sampah.
"Kakek, para tetua dan juga paman guru, terima kasih atas bimbingan selama ini, dan ijinkalah saya untuk berkelana sendirian, saya ingin mencari jati diri saya ."ujar Chen Yi.
*Hutan Berdarah Sekte Pertapa*
"Siapa kalian? cepat menyerah atau kalian akan berhadapan dengan sekte pertapa." ujar seorang murid dari sekte pertapa.
"Kalian mau menangkapku, hahahhahaa, aku adalah Iblis Jiwa Hitam, tapi sebelumnya akan aku hisap jiwa kalian, aku sangat membutuhkan jiwa jiwa murni seperti kalian. hahahahhahah." Ujar Iblis Jiwa Hitam tersebut.
Kedua murid sekte pertapa pun segera menyerang dengan gesitnya, mereka menyerang dengan pukulan pukulan beruntung, tapi serangan mereka seperti hanya menyerang ruang kosong, iblis jiwa hitam tersbeut hanya terkekeh melihat kejadian tersebut.
"Kalian tidak akan bisa melawanku, aku disini hanya singga, akan tetapi mencium aroma jiwa kalian, aku jadi lapar." Iblis jiwa hitam tersebut langsung melesat kearah kedua murid sekte pertapa.
Kedua murid tersebut hanya pasrah saat lehernya dicekik dan hawa kehidupanya mulai dihisap, tapi sebuah sinar biru menyambar tubuh iblis jiwa tersebut.
Sinar tersebut menggulung seluruh tubuh iblis tersebut, dan membuat suara yang sangat mengerikan terdengar dari dalam gulungan sinar biru tersebut, suara tulang yang patah dan juga jerit kesakitan yanh tertahan dari iblis tersebut.
"Hanya seorang iblis rendahan saja berani mengganggu murid sekte pertapa, lelaki tersebut mendekati iblis tersebut dan memasukan sebutir pil putih kedalam mulut sang iblis.
Setelah menelan pil putih, iblis tersebut meronta ronta dan jeritannya lebih memilukan dari yang sebelumnya, Ternyata pil tersebut adalah sebuah pil khusus yang bisa mengambil energi kehidupan manusia yang telah dihisap oleh iblis dan jika manusia yang hawa kehidupanya dihisap.masih hidup maka, hawa kehidupanya akan kembali, akan tetapi jika sudah meninggal akan berubah menjadi semua energi penguat jiwa, energi penguasy jiwa ini langsung ditampung ditempat khusus dan berguna untuk mengobat orang yang sekarat.
"Sekarang giliran hawa kehidupanmu aku murnikan iblis jahanam, saat lelaki berjubah tersebut akan menarik hawa kehidupan dar iblis tersebut, tiba tiba sebuah petir biru menghantam tubuhnya hingga lelaki tersbeut terpental.
"Raja Iblis!" Ujar Iblis jiwa hitam tersebut sangat ketakutan.
Sesosok lelaki dengan muka dan tatapan yang sangat dingin, warna rambutnya merah dan panjang dengan pedang panjang dan lebar ditanganya.
Sosok yang dipanggil sebagai raja neraka tersebut langsung membebaskan iblis jiwa hitam dari sinar yang membelenggunya, akan tetapi sepertinya iblis jiwa hitam tersebut malah menampakan rasa ketakutanya.
"Kau..Tunggu hukumanku di dunia iblis." Sang Raja iblis tersebut menguarkan sebuah rantai iblis yang langsung terlilit dileher iblis jiwa hitam tersebut.
Iblis Jiwa hitam kini hanya bisa pasrah saat akan diseret oleh dua orang yang tiba tiba muncul dihadapan raja iblis dan langsung saja menghilang.
Para anggota sekte pertapa tidak bisa berbuat apa apa, sebuah tekanan energi yang sangat kuat membuat mereka tidak berkutik dengan kehadiranya.
Raja neraka sosok yang sangat berwibawa, dengan auranya yang sangat kuat tidak ada iblis yang mampu keluar dari incaranya, dan yang lebih mengejutkan adalah cerita tentang raja iblis yang kejam akan tetapi saat melihat langsung energi yang dipancarkan tidak ada hawa membunuh.
** Sekte Wisma Giok**
Setelah berhasil melewati ujian yang diberikan oleh tetua Tuoli, tidak ada yang memandang rendah lagi Chen Yi, semua berubah sangat drastis, banyak murid yang lain yang mau berteman dengan Chen Yi.
Keadaan yang seperti ini sangat dirindukan oleh Chen Yi, semuanya sesuai seperti yang diharapkan, akan tetapi dunia luar begitu sangat menggoda
__ADS_1