LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Formasi Siluman Puncak Awan _ Siluman Beruang Darah


__ADS_3

Setelah mengalahkan siluman serigala es, malam itu juga mereka melanjutkan perjalanan, karena jalan diberikan tidak bisa menunggu mereka, jalan yang dilalui sekarang tidak seperti jalanan saat menemui siluman kera api dan siluman serigala es, kali ini jalanan menanjak dan beberapa kali harus menaiki tebing yang dengan kemiringan 90 derajat, mereka dituntun oleh sembuah sinar merah, hari menjelang pagi akan tetapi perjalanan sepertinya masih panjang, beberapa saat ketika mereka selesai memanjat sebuah tebing yang tinggi, sampailah mereka pada dataran dengan panorama yang indah, embun pagi bak mutiara berkilauan diterpa sinar matahari pagi, semburat merah dari pantulan sinar matahari menambah warna pemandangan pagi yang rupawan.


Yin He menatap hamparan padang rumput yang begitu hijau, dengan tumbuhan dan rerumputan yang tumbuh subur, akan tetapi ada hal yang membuat risau Yin He dari pemandangan tersebut, "Apakah ini masih terlalu pagi, sehingga tidak ada satupun hewan yang datang untuk merumput disini, sedangkan di hamparan sebelah sana, rumputnya tidak banyak akan tetapi mengapa banyak hewan yang merumput.


"Zhao er coba kamu lihat padang rumput disana, kenapa tidak ada satu hewanpun yang berani merumput disini, aku harap kau menemukan informasi yang berguna, sedangkan kalian berdua, tetap berjaga jaga, dan perhatikan barangkali kita ada petunjul untuk melajutkan perjalanan atau tidak, karena sinar merah tiba tiba hilang di tengah tengah padang rumput tersebut." Yin He pun segera melesat memeriksa arah sebelah ujung tempat sinar merah tersebut lenyap.


Xiao Zhao melangkah memasuki area padang rumput, dipadang rumput dimenemukan banyak jamur beracun yang tumbuh dibawah rerumputan dan yang paling mengejutkan ternyata pada rumput ini adalah rumput dengan bunga berwarna ungu, "bukankah itu rumput dewi kematian?" Xiao Zhao mengambil rumput dan bunganya sekaligus, karena tubuh Xiao Zhao sudah kebal dengan racun sehingga dia berani langsung mencabut dengan tangan tanpa bantuan apapun, dengan segera Xiao Zhao juga mengambil beberapa jamur beracun yang Tumbuh dekat dengan rerumputan.


Yin He yang telah kembali sedikit memicingkan matanya untuk memastikan kembali apa yang dibawah oleh Xiao Zhao, "Bukankah itu rmput paling mematikan, rumput dewi kematian, karena dari semuanya yaktu akar batang daun dan bunga semua mengandung racun." Yin He menganalisa mengapa banyak hewan yang tidak merumput disekitar padang rumput ini, karena keberadaan dari rumput dewi kematian. Xiao Zhao juga menyerahkan jamur jamur yang dia temukan tumbuh direrumputan, ini adalah jamur kenangan, jamur ini memang mempunyai khasiat yang unik, yaitu orang yang memakan jamur kenangan ini akan dibawah ke kenangan yang paing sedih atau kenangan yang paling membuat dia bahagia tergantung seberapa kuat kenangan tersebut berada dimemori yang menggunakan, jamur ini seperti pedang dengan dua sisi mata pedang.


"Xiao Zhao, bawalah sebanyak banyaknya jamur tersebut dan buatlah campur dengan rumput dewi kematian, untuk menetralisir baunya kau bisa menggunakan biji ini, Yin He mengeluarkan beberapa biji bijian yang bisa menyerap bau racun yang menyengat, aku merasa kita nantinya akan membutuhkan pil tersebut dalam dalam.jumlah yang banyak." Ujar Yin He.

__ADS_1


"Baiklah kak, aku akan membuat pil tersebut." kemudian Xiao Zhao kembali ke padang rumput untuk mengumpulkan jamur kenangan dan rumput dewi kematian, sedangkan Xiao Yan dan Xiao Zhuang berburu dipadang rumput sebelah, mereka membawa satu ekor rusa yang besar.


"Kita makan besar nih kak, hehehehehe." Xiao Yan yang memang paling suka makan diantara kedua adiknya tersenyum bahagia, dia bersemangat sekali untuk mamanggang rusa tersebut, dengan sedikit sentuhan dari tangan Yin He dengan mengalirkan energi panas, dalam sekejab rusa tersebut sudah siap disantap.


Yin He memanggil Xiao Zhao yang masoh sibuk mengumpukan rumput dewi kematian dan jamur kenangan. Xiao Zhao segera bergegas menghampiri kedua kakaknya dan Yin He, akan tetapi Yin He menyegahnya dan menyuruhnya membasuh tanganya dengan air ditebing bawah, karena racun dewi kematian sangatlah kuat, Xiao Zhao melesat kebawah dan mencuci tanganya, dan kembali naik menemui Yin He dan kakak kakaknya.


Mereka makan rusa bakar dengan lahab sesekalo mereka berkelakar satu sama lain, Yin He hanya tersenyum melihat keakraban mereka, tiba tiba sebuah badai angin yang sangat kencang berhembus, membuat suatu pusaran angin yang melaju ke arah mereka berempat.


"ikuti aku, itu adalah jalan menuju formasi penjaga awan puncak." Yin He segera melesat menuju pusaran angin yang bertiup kencang dan diikuti oleh ketiga Xiao bersaudara. Keempatnya berputar di pusaran angin yang kencang sampai disuatu tempat pusaran tersebut berhenti disebuah hutan.


Ketiga Xiao bersuadara tersebut terkejut, dengan ukuran tubuh yang besar akan tetapi kecepatan gerakan yang hampir tidak terlihat oleh mata biasa. Xiao Zhao pun bergegas melesat untuk memberi pukulan tambahan, akan tetapi siluman beruang darah menghindar dan berubah wujud menjadi seoramg manusia tambun dengan kulit yang merah seperti darah.

__ADS_1


Xiao Zhao pun bertukar beberapa pukulan, beberapa pukulan Xiao Zhao dapat ditangkis dengan mudah dan manusia beruang tersebut dapat menyarangkan cakar dan tinjunya ke dada Xiao Zhao, akan tetapi cakar dan tinjunya melepuh saat mengenai tubuh Xiao Zhao.


"Kurang ajar, tubuhnya dipenuhi racun, kuku kuku tanganku melepuh dan telapak tangan bagian atas serasa panas dan kebas." Siluman Beruang mundur dan mengalirkan tenaga dalam untuk menghalau racun yang masuk melalui pembuluh darahnya.


Seakan tak memberi kesempatan musuhnya Xiao Zhao segera memberikan sebuah tendangan memutar kepada siluman beruang darah, siluman tersebut memilih menghindar tanpa harus bersentuhan fisik.


Siluman beruang darah mengatupkan kedua tanganya didepan dadanya, siluman tersbeut membaca mantra pemanggil, dan dalam sekejab diujung tanganya terbentuk sepeti gumpalan darah, gumpalan pun akhirnya membentuk sebuah pedang yang diberih nama pedang darah.


"Anak mudah, darahmu pasti mengandung banyak energi yang sangat dahsyat, aku ingin menjadikan santapan siangku hahahaha." Teriak siluman beruang darah tersebut sambil mengarahkan serangan pedangnya kearah Xiao Zhao.


Walaupun Xiao Zhao adalah saudara terkecil, akan tetapi Xiao Zhao adalah pemimpin regu pendobrak pasukan khusus raja serigala merah, tidak heran keberanian dan taktik dalam bertarung lebih menguasai dari pada kedua saudarnya.

__ADS_1


Pedang darah siluman beruang darah pun ditangkisnya hanya dengan kepalan tanganya, dan akibat benturan tersebut keduanya terpental kebelakang.


"Sial kurang ajar, aku akan lebih cepat untuk membunuhmu." Teriak siluman beruang dengan geram.


__ADS_2