
Tubuh Liu Xie bergetar merasakah hawa aura raja yang dikeluarkan oleh Yin He, belum lagi tapak iblisnya tidak mampu menahan tapak matahari yang barusan dia coba menahanya.
Yin He yang sudah memuncak amarahnya menggunakan jurus Marah Matahari Darah, jurus yang belum sempat dia selesaikan dan baru selesai dipelajarinya saat dia berada di Sekte Bukan Sabit.
"Mau kemana kau nenek tua, ajalmu ada di tanganku, jangan kau coba untuk kabur." Yin He segera menggunakan jurus amarah matahari tingkat satu, jurus ini akan menghasilkan panas selevel panas magma gunung berapi, dan pada level 9 jurus ini dapat menyerap atau memusnakan ilmu dari musuhnya. dan jurus ini akan lebih berbahaya jika digunakan dengan tiga pusaka, pusaka dewa tingkat rendah adalah pedang matahari, pusaka dewa tingkat menengah adalah pedang phoenix api, dan pedang pusaka tingkat tinggi adalah pedang langit.
"Bocah busuk, jangan kira aku takut dengan mu, kau belum tau kekuatanku yang sebenarnya." Liu Xie segera mengiris pergelangan tangan dan lehernya, darah segera mengucur deras dari lengan dan lehernya, tiba tiba cahaya merah menyelimuti tubuhnya, kelopak matanya sudah menjadi berwarna merah semua, gigi taring wanita itu tumbuh dan tulang di pundaknya pun muncul seperti tulang berbentuk sebuah cula di kiri dan kanan, kukunya memanjang dan beberapa sisik kemerahan perlahan mulai muncul di bagian tubuhnya.
"Yin He hati hati dia menggunakan teknik terlarang tubuh iblis, lebih baik kau segera menggunakan tubuh penjaga elemen." Ujar Xia Yuan dari ruang jiwa Yin He.
Yin He pun segera menarik nafasnyanya dan mengalirkan energinya untuk membuka gerbang cakra ketujuh, dan sinar keemasan mengelilingi Yin He, tubuhya sekarang berubah lebih kekar, sebuah sayap api dengan warna hitam kebiruan muncul dibalik punggungnya, pada tubuh Yin He sekarang muncul sisik naga keemasan dan disekitar tubuhnya dipenuhi letupan energi listrik dan dikakinya seperti ada pusaran angin yang membuatnya bisa bergerak lincah kemanapun Yin He mau.
Perubahan Yin He dan Liu Xie membuat semua orang yang sedang bertempur berhenti sejenak, mereka terpana dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh keduanya.
Jendral Tian Su dan tetua Hong sudah mulai sadar saat Yin He dan Liu Xie mengeluarkan kekuatan masing masing. Jendral Tian Su masih belum tau bahwa yang menggunakan tubuh penjaga elemen adalah Yin He.
Keduanya hanya terpana sembari mencoba untuk memulihkan tubuh mereka, Xiao Zhua juga sudah memberikan penawar racun yang ditambah dengan akar naga yang berfungsi untuk menyembuhkan dan manyambung kembali meridian ditubuh sang jendral yang sudah putus.
Yin He dan Lie Xie saling beradu beberapa jurus, Yin He segera melesat mencari tempat luas dimana pertempuran mereka tidak akan mengakibatkan kerusakan untuk sekitarnya, Yin He berhenti diatas hutan yang luas, pukulan Liu Xie disambut dengan cepat oleh Yin He, kecepatan gerakan mereka tidak bisa diikuti oleh mata biasa, karena sangat cepatnya.
__ADS_1
Sesekali Liu Xie melihat kesempatan datang, dia menyarangkan pukulanya kedada dan tubuh Yin He, akan tetapi sisik naga di tubuh Yin He melindunginya dari pukulan Liu Xie.
"Sungguh kecepatan yang menakutkan, jika aku tidak ada sisik naga ini, kemungkinan tubuhku sudah hancur." Bathin Yin He.
"Cukup aku bertahan, sekarang terimalah seranganku." Dengan segera Yin He menyerang dengan es dan kekuatan petir, Yin He menciptakan medan pertarungan dengan hawa dingin yang pekat, sehingga diatas hutan tersebut seperti ada balok es yang besar mengambang, dan ditengah tengahnya ada dua orang yang sedang bertarung, Petir dan tombak es menyerang tubuh Liu Xie, beberapa kali Liu Xie terpental karena sambaran petir Yin He, dan juga tombak es yang menghujaninya, akan tetapi tubuh iblis memang sangat kuat, serangan Yin He tidak berakibat apapun padanya.
"******* bocah ini sangat kuat, aku tidak bisa terus menggunakan tubuh iblis ini, waktuku sudah mau habis, aku harus segera mengahiri pertempuran ini."
Liu Xie meletakan kedua tangannya kedada, dengan segera melontarkan semburan api beracun yang membuat medan pertarungan yang di ciptakan Yin He hancur, Yin He dengan sigap menghalaunya dengan pedang matahari, setelah beberapa saat terdengar ledakan yang sangat besar, yang bisa terdengar ber mil mil jauhnya.
Asap yang mengepul pekat kini telah hilang, Yin He tidak lagi menemukan sosok Liu Xie, Yin He segera menyisir daerah hutan dibawahnya akan tetapi tidak menemukan tubuh Liu Xie.
Tetua Tung Fey yang masih dalam keadaan terluka hanya bisa menunduk saat dia bawah kehadapan Jendral Tian Su.
"Dasar Penghianat, inikah balasanmu atas persahabatan antar sekte selama ini? Tetua Hong menahan amarahnya.
Yin He yang melihat tiga pemimpin prajurit langsung menghabisi ketiganya, tetua Hong, Han Bing, dan Jendral Tian Su hanya bisa menarik nafas dengan apa yang dilakukan oleh Yin He.
Bahkan ketiga Xiao bersaudara bergidik melihat ekspresi Yin He saat membunuh pimpinan prajurit tersebut.
__ADS_1
"He'er mengapa kau bunuh mereka?" bukankah kita bisa mengorek informasi dari mereka." Ujar Han Bing.
"Tidak perlu paman, aku lebih percaya mata mataku dari pada keterangan para iblis ini." Ujar Yin He Tegas.
"Saranku buat Jendral dan tetua Hong, penggal Tung Fey sekarang juga, agar yang lain tidak berani melakukanya."
Wajah Tung Fey langsung pucat pasih tatapanya kosong dan
Sreetttt.....
Kepala Tung Fey menggelinding tepat dihadapan para pengikutnya yang sekarang menjadi tawanan.
Tak lama semua anggota elang merah diberi kesempatan masih bergabung atau bernasib sama dengan Tung Fey, dan semua memilih untuk bergabung dengan sekte bintang perak.
Hal itu agar bisa menggantikan anggota sekte bintang perak yang telah gugur karena pertempuran tersebut.
Sementara itu Liu Xie yang melarikan diri saat dia menemukan celah saat ledakan tersebut terjadi, dia terluka cukup parah dan sebagian energinya hilang karena terlalu lama menggunakan teknik terlarang yaitu Tubuh Iblis.
"Bocah busuk, tunggu pembalasanku." Bathin Liu Xie
__ADS_1