
Chen Yi terkejut ketika dua naga kecil membelit tangan kanannya dan berubah menjadi sebuah gelang dengan ukiran naga hitam dan putih dengan kepala dan kepala saling bertemu.
Sedangkan naga hitam yang menjadi gelang, diambil oleh Chen Yi. Ternyata fungsi gelang selain untuk menetaskan telur naga Yin dan Yang, ini adalah kunci portal dimensi."
Chen Yi segera keluar dari ruang jiwa miliknya dan membuka matanya, tatapanya kini mengarah ke gambar Array pentagram yang berada diatas kota hitam.
Chen Yi meraih gelang hitam miliknya dengan mengalirkan Qi miliknya dan tiba - tiba gelang tersebut berputar dengan sangat cepat terbang diatas gambar pentagonal tepat diatas gambar pentagram.
Putaran gelang tersebut lama kelamaan membentuk pusaran hitam yang makin besar dan besar.
"Tuan..i..ini adalah portal dimensi?" Ujar Bai Cuan.
"Kau benar Bai Cuan, tapi aku harus menambah beberapa elemen yang dibutuhkan, karena kalau tidak saat kita berada di lorong waktu, kita tidak bisa menghadapi badai yang bisa membawa kita ke ruang dimensi yang lain."
"Bb..bagaimana bisa tuan mengerti dengan sangat detail, dan di lengan tuan adalah hewan spiritual ya? Naga Yin Yang?
Chen Yi berkosentrasi menarik dan menutup kembali portal yang dibentuk oleh gelang naga hitam.
"Kau jeli juga pak tua, ini adalah naga kembar Yin dan Yang, dan aku mengetahui segala hal dari buku yang telah kau berikan kepadaku, dan kemampuan alchemist ku juga semakin meningkat. Terima kasih." Ujar Chen Yi sambil menepuk pundak Bai Cuan.
"Bai Cuan, kenapa kau menatapku seperti tidak suka dengan apa yang kukatakan?" Chen Yi terkejut melihat ekspresi Bai Cuan yang makin tak enak dilihat.
"Tuan, tuan, wajahnya berubah karena tuan telah mengatainya tuan, padahal penampilan dia sekarang seumuran dengan Tuan Muda, tapi masih saja Tuan Muda memanggilnya orang tua." Ujar Nana sambil terkekeh melihat ekspresi dari Bai Cuan.
Chen Yi kemudian tertawa sambil memegang perutnya, tidak sangka perkataanya membuat Bai Cuan agak marah.
"Kau terlalu sensitif" seketika tawa Nana dan Chen Yi lepas. "Hahahahhaha"
Bai Cuan dan Nana masih belum tahu, sejak pemahaman Chen Yi meningkat dikarenakan pengetahuan dari Kitab Jiwa hitam dan putih, Chen Yi berhasil menemukan potensinya yang sangat luar biasa.
Yaitu potensi dari mekuatan bertarung dari Chen Yi sudah mencapai Dewa Raja, Kultivasi yang sudah melesat jauh dari tingkat yang sekarang, akan tetapi kekuatanya tersebut hanya bisa digunakan maksimal 1 jam, kalau lebih dari 1 jam maka akan me ghancurkan tulang dan meridianya.
Oleh sebab itu, hal ini akan menjadi kartu Truft bagi Chen Yi.
+++++
Pagi hari di Kota Hitam.
Alun alun kota hitam sekarang sudah penuh sesak, dari pihak kerajaan membuat tribun yang yang tinggi dan juga jauh dari arena pertempuran, diarena pertempuraj ada 10 arena dan 1 arena khusus ada di tengah tengah.
Jarak arena dan penonton telah diberi pagar pelindung dari Arrai tingkat tinggi, agar nantinya para penonton aman melihat jalanya pertandingan.
Tempat duduk para peserta dan para penonton dibedakan, para peserta berada disamping sisi belakang, samping kanan dan kiri diisi oleh tamu dan para penonton, untuk bagian depan diiisi oleh tamu kehormatan kaisar Huang.
Setelah beberapa saat seorang dengan perawakan tua dan kurus akan tetapi memancarkan aura yang sangat kuat dia adalah Jendral Jin Yun.
"Selamat datang semuanya, ini adakah pertadingan yang sudah ratusan kali diadakan dikota hitam, saatnya siapa yang terkuat dia yang akan mendapatkanya."
__ADS_1
"Aku ingatkan kembali tidak ada peraturan khusus dalam pertarungan hari ini, jika kalian mati di arena pertarungan, maka nama kalian akan dikenang sebagai pendekar yang pernah bertarung di ajang yang sangat bergensi."
Semua penonton dan peserta terdiam kecuali Chen Yi, Nana dan Bai Cuan yang ajuh tak acuh , Mereka tetap santai tak menanggapi aturan yang diutarakan oleh Jin Yu.
Jin Yun menyuruh para peserta untuk mengambil nomor secara acak, hampir ada 200 peserta yang mengikuti acara pertandingan, setelah beberapa saat mereka sudah memegang nomor masing - masing.
"Dari no 1 sampai 20, maka kalian akan betarung dengan orang dari no 20 sampai dengan 40, dan no 41 sampai dengan 60 akan bertarung dengan 61 sampai dengan 80 dan seterusnya."
Chen Yi yang mendapatkan no 40 akan bertarung di sesi pertama bagian terakhir, sedangkan Nana dan Bai Cuan berada di urutan 10 dan 16.
Mereka tersenyum lega karena mereka tidak saling berhadapan di babak penyisihan ini, semua peserta dari no urut 1 - 10 akan bertemu dengan no urut 21 - 30.
"Nana Bagianmu sekarang, naik dan berhati hatilah." Ujar Chen Yi.
Nana mengangguk dan tersenyum dan langsung menempati arena yang ditentukan. Seperti yang telah disebutkan, bahwa disediakan 10 arena pertarungan dan 1 pertarungan khusus.
Semua telah berdiri berhadapan dengan lawanya masing masing. Nana kini berhadapan dengan seorang yang berperawakan tinggi besar dengan tubuh yang gempal.
"Menyerahlah nona cantik, aku yakin kau akan senang menjadi wanitaku."
"Cuih, lelaki lemah sepertimu tak pantas untuk bicara."
Ucapan Nana membuat kuping lelaki tersebut memerah dan langsung menyerang Nana dengan pedang panjangnya.
Dengan cepat nana menghindar dan langsung memberi lelaki tersebut dengan beberapa pukulan telak.
"Hanya sebegitu kemampuanmu, tidak sehebat sesumbar yang kau ucapkan. Dasar Sampah!"
Tekanan lelaki dihadapan Nana semakin meningkat, langkahnya berat akan tetapi tanah yang dipijak mengalami retak dan ambles.
Nana hanya tersenyum sinis, dengan cepat dimelesat dan memukuk dengan segenap kekuatan penguasa level 5.
BANG..!
Tubuh Nana mundur beberapa langkah, akan tetapi lelaki tersebut terpental hingga 7 meter kebelakang.
Dadanta menghitam, darah hitam langsung keluar dari mulut, hidung, mata dan telinganya.?
Semua mata yang melihat hanya bisa tertegun diam, mereka tidak menyangkah bahwa wanita bercadar putih yang terlihat lemah mampu membuat lawanya tak berdaya, dan tiba tiba lelaki terus jatuh dan langsung tersungkur.
Yang lebih mengerikan adalah tubuh dari lelaki tersebut yang tiba tiba mengembung dan meledak, bau busuk langsung tercium aroma busuk, dan sebelum para penjaga hendak mengambil mayat lelaki tersebut, mayat tersebut telah mencair.
"Biar aku bantu kalian mengurus mayat tersebut." Kemudian Nana langsung menggunakan teknis api miliknya dan mayat tersebut kering dan menjadi debu yang diterbangkan oleh angin pertarungan disamping arena Nana.
Dari sudut tempat para peserta duduk, seseorang duduk dengan menahan amarah yang tertahan, "Tunggu pembalasan ku wanita jal*ang, aku akan membunuhmu, kau telah berurusan dengan kelompok Elang Merah". Batin Feng Long
Setelah ditetapkan menjadi pemenang, Nana langsung berjalan ke tempat duduk Chen Yi dan Bai Cuan.
__ADS_1
Nana juga melewati barisan tempat duduk Feng Long, matanya tidak sengaja beradu pandang, tatap penuh kebencian dan hawa membunuh yang kuat terpancar dari tatapan mata Feng Long.
"Kau hebat Nana, hanya dengan kurang dari 3 jurus kau mengirimkan musuhmu untuk beristirahat, apa kau tidak takut seseorang akan balas dendam padamu?" Ujar Bai Cuan yang sengaja memprovokasi Nana, karena Bai Cuan tahu Feng Long menatap penuh dendam kearah Nana.
"Hahahaha, kau bercanda Bai Cuan, kalo dia bisa bertemu denganku, maka dia harus me galahkanmu, atau kau memang lemah dan bisa dikalahkan olehnya." Ujar Nana yang lalu membisikan no undian dari Feng Long.
"Apa..! hahahhaha aku pastikan dia akan kulahkan sebelum dia menyerangku, hahahahaha." Ujar Bai Cuan
Ucapan Bai Cuan terdengar jelas di telingah Feng Long membuat lelaki tersebut dan berdiri.
Akan tetapi tatapan Jin Yun yang mengamati dari atas membuat dirinya mengurungkan niatnya. Feng Long berjanji akan menghabisi Bai Cuan.
Chen Yi hanya menanggapi ulah pengikutnya dengan senyuman yang sangat dingin, mereka pantas berlaku seperti tersebut, karena siapa yang kuat dia yang berkuasa.
"Nana mengapa kau membunuhnya, bukankah kau tidak membunuh jika tidak ada alasan."
Nana menghembuskan nafas yang berat, dia mengingat pada hari kemarin saat mereka berpisah setelah melakukan pendaftaran pertandingan.
"Kemarin hambah melihat lelaki yang hamba bunuh tersebut memperkosa seorang pendekar wanita yang sepertinya kalah bertarung."
"Mengapa kau tidak menyelamatkanya? seharusnya kau bisa menyelamatkanya bukan."
Nana hanya tertunduk "Hamba datang terlambat, ketika hamba menemukanya, mereka telah selesai memperkosanya, dan hamba berpapasan dengan lelaki tersebut sebelum saya menemukan wanita yang diperkosa tersebut."
"Karena menanggung malu dan tidak ingin bertemu dengan kekasihnya, wanita tersebut bunuh diri dihadapan hamba, oleh sebab itu hamba bersumpah akan membunuhnya jika hamba bertemu dengan lelaki tersebut"
Chen Yi dan Bai Cuan pun tersenyum, mereka sadar jika Nana bukaah seorang pembunuh yang berdarah dingin, hanya sebab yang tak termaafkanlah yang membuatnya punya alasan untuk membunuh.
Bommm..!
Sebuah serangan yang membentur Array perlindungan, sebuah kekuatan yang sangat besar sehingga dapat menggoyahkan Array pelindung yang dibuat oleh seorang master Array.
Semua peserta mengalihkan pandangan mereka ke petarungan di arena 5 dimana 2 orang laki laki yang sama kuatnya sama terpental.
"Wang Cun, aku akui seranganmu memang Dahsyat, tapi kau telah membunuh kekasihku, kau harus mati ditanganku sekarang." Ujar Kang Wu.
"Sudah aku katakan, aku tidak membunuh apalagi memperkosanya, aku harus mengatakanya berapa kali."
Percakapan mereka terdengar oleh Nana, hal tersebut membuatnya khawatir mereka akan membunuh, sepertinnya mereka dari 2 keluarga besar dikota hitam ini.
Nana melompat kearah meraka berdua, " Aku tahu siapa yang memperkosa kekasihmu dan juga yang membuatnya bunuh diri." ujar Nana yang langsung menghentikan pertarungan antara Kang Wu dan Wang Cun.
Kang Wu langsung terdiam, dia melihat dari atas sampai kebawah. Dia tidak menyangkah akan menemukan titik siapa yang membunuh kekasihnya.
"Hahahhahaha Wang Cun, sekarang mau mengelak apa lagi, gadis ini juga melihat perbuatan kejimu. Benar bukan begitu nona?"
"Tidak bukan dia, akan tetapi lelaki yang telah aku bunuh dan masih ada satu yang tersisa." Nana menunjuk nari telujuknya kearah Feng Long.
__ADS_1
"Dialah yang memperkosa sehingga kekasihmu bunuh diri karena tidak mau kau menahan malu."
"Sekarang selesaikan pertandinganmu dengan akal sehat, agar kau punya waktu untuk balas dendam"