LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Siluman Serigala Biru


__ADS_3

Setelah melalui jalan sihir untuk bisa masuk kedalam sekte Pagoda Hitam, dimana anggota pagoda hitam ini adalah bukan merampok harta akan tetapi akan langsung membunuh dan menyerap jiwa jiwa dari orang yang dibunuhnya, anggota pagoda hitam ini, adalah orang-orang dengan kemampuan yang diatas rata rata.


Yin He dan semuanya meningkatkan kewaspadaanya, karena musuh yang akan mereka hadapi dalah orang mengusai api suci dan sihir tingkat tinggi, dalam keheningan sambil mencari jalan untuk masuk pagoda, tiba tiba mereka dikejutkan dengan segerombolan serigala biru, dengan ukuran sebesar banteng, taring taringnya panjang, cakar kakinya mengeluarkan asap racun biru yang membuat orang yang menyentuhnya ataupun hanya terpapar asapnya akan meninggal dunia dengan sangan mengenaskan,


Bola mata yang kuning dengan garis tegak, membuat pengelihatan serigala biru adalah salah yang terbaik, mereka menatap kearah rombongan Yin He dengan tatapan yang penuh kebencian, hal ini terlihat dengan erangan dan desisan suara  yang mereka keluarkan saat melihat rombongan Yin He


Segera gerombolan serigala biru tersebut mengeroyok Yin He dan teman temanya,  Yin he menggunakan pedang rembulan untuk menghadapi 2 serigala sekaligus, sedangakan Xue Zhao dengan pedang camarnya menebas serigala biru tersebut, akan tetapi selalu bisa di hindari, sedangkan Xaio Zhuan dengan cepat mengeluarkan api yang berasal dari manusia harimau, ternyata sinar energi tersebut dapat di bentuk ulang, dengan cara dimasukan kedalam tubuh hewan atau manusia.


Xiao Huang melihat beberapa serigala terlah mati ditangan Yin He,dan kemudian dia mengambil dua  tubuh serigala tersebut dan diberikan tetesan darahnya, dan energi atas manusia harimau tersebut dimasukan kedalam butuh serigala biru.


Serigla biru siluman punya Xiao Huang dua kekuatan sekaligus yaitu es dan api, dua kekuatan tersbeut adalah gabungan dari inti Es dan juga inti api, dengan cepat dua serigala buatan Xiao Huang melesat kepertempuran, dan membuat serigala yang lain menjadi bingung,karena mereka diserang oleh para anggota mereka sendiri, bahkan Yin He tak menyadari keberadaan serigala yang mempunyai 2 kekuatan berbeda milik Xiao Huang.


Dengan adanya 2 serigala jelmaan dari manusia harimau, memaksa para gerombolan serigala biru tersebut mundur, dan dengan lolongan yang sangat keras, mereka berubah mujut menjadi manusia dengan bulu  dan cakar yang panjang, akan tetapi mempunyai bentuk wajah dan tubuh layaknya manusia.


Mereka segera menciptakan pedang api dari kekuatan sihir mereka, dan langsung menerjang Yin He dan yang lain. Yin He yang sadar adanya dua serigala yang berada disisi Xiao Huang, dan sekarang mengerti dipihak mana kedua serigala tersebut. "Huang'er kenapa kau tidak merubah kedua serigala tersebut untuk berubah menjadi manusia serigala?" Tanya Yin He sambil mnangkis serangan dari manusia serigala.


"Aku masih belum keemampuan tersebut, sehingga aku belum bisa membuat mereka melakukan transformasi kedua serigala tersebut, aku membutukan banyak energi alam untuk bisa membuat mereka berkultivasi." Jawab Xiao Huang.


Sedangkan sang pendekar camar, terus menebas para manusia serigala tanpa ampun, pedang camar miliknya mempunyai kemampuan menetralkan sihir dalam jarak 1 meter, sehingga saat ampuh saat bertepur jarak dekat, karena serigala serigala tersebut akan kehilangan kekuatanya saat berdekatan dengan pedang camar merah miliknya,

__ADS_1


Dan ketajaman pedang camar merah adalah diposisi ke lima setelah pedang rembulan dan matahari, hal ini yang membuat pendekar camar tersebut dapat membantai kawanan serigala dengan sangat mudah. Yin He pun terkagum dengan apa yang dilihatnya.


Xiao Yan, membabat para siluman serigala dengan jurus langkah bayangan hitam, banyak siluman yang tidak menyadari bahwa tubuhnya telah dikuasai oleh Xiao Yan, sehingga mereka sendiri yang tekah membabat habis para anggotanya, sedangkan Xiao Zhao, melakukan perlawanan dengan santai, berkat beberapa sumber daya yang diberikan oleh Yin He kepadanya dan kemampuan alkemisnya meningkat di tingkat ke 2, kini dia sudah bisa membuat racun yang sangat efektif untuk melumpuhkan musuh musuhnya.


Sementara itu, Yin He segera mencari cara agar secepatnya dapat melumpuhkan semua manusia serigala ini, karena jumlah yang datang dan terbunuh sudah mencapai ratusan . " Adik Zhao'er, ikut aku." Yin He melambai kepada Xiao Zhao dan segera melesat keatas untuk melihat adalah apakah ada hubunganya dengan sihir  atau bukan, karena jumlah yang selalu bertambah dan tidak pernah berhenti,


Yin He dan Xiao Zhao ahirnya menemukan sebuah portal sihir yang menghubungkan tempat satu dengan tempat yang lain, segera Yin He kan menghancurkan portal tersebut dengan pedang matahari, kemudian Yin He mengayunkan pedang matahari ke arah  portal tersebut, maka porta tersebut langsung hancur berantakan.


Dengan hancurnya portal tersebut, semakin banyaknya yang terbunuh dan gerombolan serigala biru pun semakin menyusut jumlahnya, dengan cepat Yin He menyabetkan pedang mataharinya dan lidah api hitam yang keluar dari pedang matahari tersebut menyambar dan membunuh semua serigala yang tersisa, sambaran pedang matahari pun mengejutkan pendekar pedang camar, pendekar tersebut baru menyadari anak muda yang ada dismpingnya bukanlah anak muda biasa, begitupun dengan tiga Xiao bersaudara, walaupun secara kemampuan masih berada jauh dibawah Yin He.


Setelah para serigala biru lenyap, tiba tiba langit berubah menjadi gelap, seperti ada gumpalan awan hitam yang menutup matahari, akan tetapi energi yang dirasakan oleh Yin He mengatakan lain, semuanya mendekat padaku, kemudian YIn He mengaktifkan perisai sisik nega es, dan benar saja dalam sekejab, dari atas langsit yang seperti awan hitam yang menggulung, tiba tiba meluncur dengan cepat sayap sayap api dengan kecepatan yang sangat cepat, dengan kecepatan tersebut, sayap sayap tersebut seperti pisau terbang, apalagi dengan material sayap api yang dapat menembus apapun termasuk sisik es naga milik Yi He.


Yin He menyuruh Xue Zhao, dan tiga Xiao bersaudara mundur dan segera mengalirkan hawa murninya, YIn He segera menggunakan jurus Auman Singa, dengan jurus ini maka suara yang dihasilkan membuat panik para siluman elang dan mereka saling bertabarkan, alhasil para anggota pagoda yang jatuh mejadi sasaran empuk panah sihir Xiao Zuang,


"Zuang'er gabungkan panah sihir dengan elemen es yang kamu dapatkan, kondisikan hawa dingin sampai ketinggian meraka, aku akan memanggil petir alam, agar kita lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kita menghadapi panglima iblis."


Xiao Zuang segera mengalirkan hawa dingin yang sangat dingin, sampai dengan titik menjadi es, membuat anggota pagoda hitam yang tidak mempunyai energi tenaga dalam yang cukup akan mengalami kedinginan dan jatuh, sedangkan anak panah Xiao Zuang sudah menunggu dibawah.


Yin He memanggil petir alam yang langsung menyambar para siluman burung elang tersebut, hal ini membuat banyak siluman elang mati terbakar petirnya Yin He dan mambuat para anggota pagoda hitam yang turun langsung disambut dengan panah sihir Xiao Zhuang,

__ADS_1


Sedangkan sisa anggota yang selamat, langsug disambut oleh Xue Zhao, Xiao Yan dan Xiao Zhao sehingga tidak ada kesempatan mereka untuk bersiap siap, semua anggota pagoda hitam yang diatas maupun yang dibawah tidak ada yang selamat, para xiao bersaudara sibuk mengumpulan mustika siluman elang, sebagi perbekalan meyerapan energi, Yin He membiarkan hal ini karena Yin He sudah memberitahukan bagaimana caranya untuk memurnikan hawa siluman  mustika dari siluman, sehingga aman untuk diserap energinya.


Yin He mengajak rombonganya untuk beristirahat dan memulihkan energi mereka yang seharian terkuras dengan pertempuran yang terus menerus, Xiao Huang menawarkan mustika siluman yang telah dinetralkan kepada Xue Zhao, awalnya dia menolak, akan tetapi setelah Yin He memberitahukan bahwa mustika tersebut sudah dimurnikan barulah Xue menerimanya dan mulai menyerapnya.


Xiao Zuang mendapatkan permata paling banyak, karena butuh energi unuk anak buahnya yaitu dua ekor serigala biru agar nantinya dapat melakukan kuktivasi. Setelah melakukan penyerapan energi, mereka istirahat sambil menungu esok, semoga menang


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2