LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Legenda Roh Empat Elemen


__ADS_3

Setelah selesai dari kota Lasha, Yin He dan rombongan segera melesat kepondok Kakek Huang, "He'er mengapa kau berikan kedua pedang tersebut kepada mereka, apakah kau tidak membutuhkanya lagi?”  Yin He tertawa, kemudian mendekati Kakek Huang, dan segera dia mengibaskan tanganya ke arah pohon besar, pohon tersebut langsung terbakar terkena sambaran petir. "Dengan kemampuan segel nirwana aku mampu memanggil spirit dari siapapun, apalagi pedang yang pernah aku sentuh." Ujar Yin He


Dengan kemampuan Yin He yang sekarang memang dia sekarang tidak membutuhkan pedang, akan tetapi nantinya, jika pedang langit berada ditanganya maka kekuatanya tidak akan tertandingi, Kakek Huang menghela nafas, “He’er sebelum kau berangkat menuju gerbang langit, aku akan menberitahukanmu, apa itu Ras Naga Langit dan semua yang berhubungan denganmu, kenapa kau disebut anak pembawa takdir langit, mungkin selama ini kau hanya mendengar tanpa mengetahui secara mendetail." Ujar Kakek Huang.


Yin He terdiam kemudian bertanya kepada Kakek Huang, “Memang selama ini saya ingin mengetahui sejarah awalnya Kek, sehingga saya tahu awal mula kejadianya, dengan demikian nantinya saya akan tahu tujuan saya kemana, dan juga jika saya tahu awal kejadianya, kemungkinan akan menjadi suatu petunjuk nantinya." Jawab Yin He.


Kemudian Kakek Huang bercerita awal kejadian dunia ini kepada Yin He, Jingmi dan keempat Xiao bersaudara. “Pada awalnya tidak ada di alam semesta kecuali kekacauan tak berbentuk. Namun kekacauan ini berkoalisi menjadi telur kosmik untuk 18.000 tahun. Di dalamnya, prinsip-prinsip sempurna menentang dari Yin dan Yang menjadi seimbang dan akhirnya Pangu muncul (atau bangun) dari telur kosmik tersebut.”


“Pangu digambarkan sebagai orang primitif, raksasa berbulu dengan tanduk di kepalanya dan dibalut bulu. Pangu mengatur tentang tugas menciptakan dunia, ia memisahkan Yin dari Yang dengan ayunan kapak raksasanya, menciptakan Bumi (keruh Yin) dan Langit (jelas Yang). Untuk menjaga mereka terpisah, Pangu akhirnya berdiri di antara mereka dan mendorong Langit keatas.”

__ADS_1


“Hal ini dilakukan sampai 18.000 tahun dengan setiap hari langit tumbuh sepuluh kaki lebih tinggi, Bumi sepuluh kaki lebih luas, dan Pangu sepuluh kaki lebih tinggi. Dalam hal ini, Pangu dibantu  oleh empat binatang yang mewakili empat elemen inti dunia, yaitu Kura-kura, Qilin, Phoenix, dan Naga.”  Setelah 18.000 tahun telah berlalu, Pangu berbaring untuk beristirahat. Napasnya menjadi angin, suaranya guntur, mata kiri matahari dan mata kanan bulan, tubuhnya menjadi pegunungan tinggi dunia, dari  darahnya terbentuklah sungai, otot-ototnya menjadi tanah yang subur,  rambut di wajahnya menjadi  bintang-bintang dan gugusa galaksi Bima Sakti, bulunya menjadi semak-semak dan hutan, tulangnya berubah menjadi mineral berharga, tulangnya sumsum menjadi  berlian suci, keringatnya jatuh sebagai hujan, dan kutu pada bulu nya dibawa oleh angin menjadi ikan dan hewan di seluruh negeri.”


"Empat hewan yang membantu pangu pun moksa menjadi roh empat elemen yang membuat elemen elemen di dunia ini tetap terjaga, Naga yang mewakili elemen Angin, Burung Hong (Phoenix) yang mewakili elemen  Api, Qilin mewakili elemen  Tanah dan tumbuhan serta Kura kura mewakili elemen Air, keempat elemen ini beresonasi satu sama lain, sehingga satu sama lain bisa bersatu dan bersinergi, sebagai contohnya ada energi panas di dalam air yang dingin, dan juga Api juga bisa menjadi dingin, angin juga bersinergi dengan Api dan juga Air, tanah dan sebaliknya.


“Untuk Naga sendiri ada empat ras yang perlu kau ketahui, yaitu Tien Lung atau terkenal dengan julukan Naga Langit yang bertugas menjaga langit dan istana dewa, Shen Lung atau banyak yang menjulukinya sebagai Naga Spiritual atau naga pertapa, yang berkuasa atas angin dan hujan,  Ti Lung atau banyak disebut sebgai Naga Bumi yang berkuasa atas lautan dan juga seluruh air di permukaan bumi, serta yang terakhir adalah Fucang Lung atau Naga dunia bawah bumi, yang menjaga harta karun.”


“Darah yang mengalir pada dirimu adalah darah dari naga langit, naga dengan ras yang paling tinggi, akan tetapi kamu jangan berbangga hati terlebih dahulu, karena naga dunia bawah bumi adalah naga juga dengan kekuatan yang besar dan menjadi musuh bebuyutan dari naga langit, ras mereka adalah para iblis.”


“Dan sepertinya dengan kau menyatukan dua gerbang yaitu gerbang utara dan gerbang selatan, maka kau juga membangkitkan para pengikut dari pangeran kegelapan yaitu pada iblis kuno, kekuatan para iblis kuno, menurut sejarah yang pernah aku dengan adalah hampir menyamai dengan kekuatan dari pangeran kegelapan, dan aku rasa mereka telah bangkit dan akan mengikutin kalian, untuk mengatasi hal ini kalian harus menemukan roh api yang disebut dengan Kung-kung dan roh air Chu-jung, agar kalian bisa menghadapi pangeran kegelapan atau anggota iblis kuno sebelum kau bisa mencabut pedang langit itu sendiri.”

__ADS_1


“Tapi dimana aku bisa menemukan Roh Api dan Roh Air kakek?” pertanyaan Yin He dibalas dengan senyuman oleh Kakeh Huang, “Kau punya api suci teratai biru, putih dan hitam, api suci ini lah yang akan akan menuntunmu menemukan roh api, dan roh air keberadaannya akan tidak jauh dari roh air, karena mereka adalah satu kesatuan.”


“Kau tahu Yin He kekuatan dari Roh Api dan Roh Air dapat dapat menghancurkan apapun yang berada disekitarnya, akibat pertempuran keduah Roh tersebut, kebakaran dan hujan menghancurkan tanah. sehingga terjadi banjir  bandang yang teramat besar, ini akibat dari pertempuran Roh air dan Roh api. Selama penciptaan langit dan bumi, pertempuran berikutnya antara Roh Air, Kung-kung dan Roh Api, Chu-jung telah meninggalkan lubang besar di langit dan kekacauan di dunia . Untuk menjaga keutuhan dunia akibat pertempuran Roh Api dan Roh air, Dewi Nuwa  memilih batu di dasar sungai, batu dengan 5 warna berbeda yang sempurna untuk mengisi lubang dilangit dan juga bumi akibat pertempuran tersebut, dan dengan memakai kaki-kaki kura-kura sebagai pilar untuk menambal lubang tersebut, sekaligus meredakan bencana di bumi.”


Kakek Huang memandang sedih kearah Jingmi, karena dia akan kehilangan murid satu satunya dan kesayanganya, karena memang sudah menjadi jalan pendekar untuk melanglang buana, “Jing’er aku ada hadiah buatmu!” Kakek Huang pun membuka kedua tanganya tiba tiba sebuah sinar berada ditanganya dan membentuk sebuag pedang biru yang sangat bagus. “Inilah pedang burung Hong atau Phoenix, pedang ini adalah pedang yang sangat kuat selain pedang matahari, rembulan, Halilintar atau pedang Bintang, Pedang ini adalah pedang dari mustika burung Hong.”


“Terima Kasih Kakek Guru, Jingmi membungkuk hormat kepada Kakek Huang, “Jika kau ingin tau sosok roh phoenix, kau bisa meminta Yin He menunjukanya kepadamu, karena dalam tubuh Yin He ada sepasang pedang phonix dari dua ras yang berbeda, yaitu Phoenix api dan Phoenix es, keduanya sudah berapa dalam tubuh Yin He.”


“Kakek untuk Qilin dan Kura kura bagaimana Kek, kami juga ingin mengetahuinya, siapa tau ini akan menjadi petunjuk bagi kita, Ketika Kakek Huang hendak bercerita, sebuah pisau daun melayang tepat diarah Yin He, dan dengan cepat Yin He manangkapnya dan melemparkanya ke arah sumber datangnya pisau daun tersebut.

__ADS_1


“Kurang Ajar!” Ujar Yin He


__ADS_2