
Chen Yi menyeringai dingin, matanya berbinar senang karena semua pengganggunya sudah dimusnakan semua.
"Bai Cuan, apakah kau tidak melihat perubahan dari tuan kita, dia sekarang tidak punya rasa ampun dan sedikit sadis." Bisik Nana pada Bai Cuan.
"Hahahahha, kau telat memperhatikanya, tuan sudah berubah sebelum masuk kedalam dunia peri, tapi itu adalah wajar, karena dia adalah reinkarnasi dari dewa penghancur."
"Dan asal kau tahu Nana, ada 2 dewa yang tidak terikat apapun kecuali oleh sang pencipta, yaitu dewa kematian dan dewa penghancur."
"Dan aku yakin, saat ini adalah penempaan Chen Yi untuk menjadi kuat dan tidak memihak, tegas dan juga tanpa ampun."
Nana dan Bai Cuan sontak terdiam, saat mata tajam Chen Yi menetap mereka. "Jangan sekali lagi membicarakanku dibelakang, atau kalian akan aku hukum." Ujar Chen Yi.
Sebenarnya Chen Yi hanya bercanda, kepada kedua bawahanya yang setia, mana bisa dia marah, tapi dia merasa senang melihat perubahan mimik muka keduanya yang pucat pasi saat dia melotot kearah mereka.
Setelah beberapa saat mereka sudah berada ditepian kota hitam, beberapa meter didepan adalah gerbang kota hitam, kota ini sangat besar dan gerbang kota telah dipasang Array yang berlapis lapis guna mengamankan warganya dan juga adanya pertandingan yang akan diadakan di kota hitam ini.
Ketiganya berjalan dengan posisi Chen Yi didepan, Nana dan Bai Cuan mengikutinya dari belakang.
"Berhenti, untuk bisa masuk kota hitam kau harus melalui dua tahap, yang pertama, setiap pendatang wajib membayar uang masuk adalah 2 keping emas untuk tiap orangnya dan kedua adalah kalian lolos jika batu didepan kau sentuh dan tidak mengeluarkan cahaya merah, jika keluar cahaya merah, maka ada niat tidak baik dan tersembunyi, maka kalian akan kami tangkap."Ujar salah satu penjaga.
"Nana jangan meremehkanya, rata rata penjaga disini berada ditahan nirwana level 4,bukan masalah levelnya akan tetapi jumlahnya banyak sekali." Ujar Bai Cuan kepada Nana yang sedari awal sudah tidak suka pada penjaga gerbang.
Chen Yi segera mengeluarkan 1 kantong emas, dimana kantong emas ini ada sekitar 10 keping emas.
"Silahkan tuan, pasti orang baik." Penjaga tersebut mengantarkan Chen Yi , Nana dan juga Bai Cuan untuk menempelkan tanganya dibatu jade warna putih tersebut.
Penjaga tersebut membuat jalan khusus agar Chen Yi, Nana dan Bai Cuan bisa langsung melakukan test dibatu tersebut.
Saat Chen Yi menempelkan tangan tersebut, batu tersebut mengeluarkan warna biru dan hijau yang lembut dan tiba tiba mengeluarkan warna pelangi yang indah.
__ADS_1
Saat Nana dan Bai Cuan menempelkan tangan mereka, batu jade putih tersebut bergetar, dan tiba tiba mengeluarkan warna hitam , kuning , emas dan biru.
Semuanya hanya terdiam, ketiga orang tersebut membuat yang lain terpana, biasanya hanya 1 warna yaitu hijau atau merah, akan tetapi ketiganya memancarkan lebih dari 1 warna.
Agar tidak menimbulkan banyak keributan, para penjaga langsung mempersilahkan ketiganya masuk kedalam kota hitam.
Penampilan ketiganya tidak hanya membuat tercengang orang orang yang akan masuk kedalam benua hitam, akan tetapi ketampanan Chen Yi dan juga kecantikan Nana membuat para penduduk heboh, para wanita seperti hilang rasa malunya, mereka langsung mendekati Chen Yi dan menyatakan rasa sukanya.
Hal ini membuat Bai Cuan hanya tertawa tak tertahan, beda Chen Yi beda lagi dengan Nana, dia tidak bisa luput dari pandangan para lelaki yang melihatnya.
melihat hal tersebut, Chen Yi dan Nana segera mencari tempat sepi dan segera mereka membeli sebuah caping dengan kain yang panjang mengelilingi topi bambu tersebut.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya menemukan penginapan dan juga sekaligus rumah makan, mereka memesan tempat yang agak sepi, pelayan menyarankan mereka di lantai 3 dimana yang makan dan minum disana tempat VIP dengan pelayanan terbaik
Chen Yi mengangguk setuju dan memberikan sekantung uang kepada pelayan tersebut. " Aku pesan 3 kamar untuk satu bulan dan juga makan selama sebulan, jika uang tersebut kurang kau bisa memintanya lagi padaku."
Pelayan tersebut terbelalak saat menerima sekantor uang emas. "Iiiini lebih dari cukup tuan muda." Ujar pelayan tersebut.
"Nana, sepertinya wajahmu sangat menarik perhatian, aku sarankan kau menggunakan cadar, agar tidak menjadi pusat perhatian, dan sedangkan aku sendiri akan menyembunyikan aura perinya agar tidak menjadi pusat perhatian.
Chen Yi mengedarkan persepsinya dengan mata birunya, dengan adanya kekuatan peri, mata birunya bisa menembus sampai dengan jarak yang tidak terbatas, akan tetapi semakin jauh maka makin banyak Qi yang digunakanya.
"Kalian bersiaplah sepertinya ada beberapa orang yang akan kemari, kalian jagalah sikap kita tidak tahu apa meraka cari."
Dan benar sekali tidak lama setelah Chen Yi berkata kepada Bai Cuan dan Nana, ada sekitar 20 orang berpakaian putih dengan motif teratai biru dipunggung jubah mereka.
Mereka terdiri dari 15 orang masih sangat muda dan 5 orang lainya sudah berumur kisaran 60 tahunan.
Saat mereka tiba di lantai atas, mereka segera mengeluarkan aura mereka yang sangat kuat sehingga membuat orang orang yang berada disana tidak bisa berkutik.
__ADS_1
Bai Cuan langsung membuat pelindung mereka bertiga, mereka tetap seakan akan menganggap keberadaan mereka tidak ada.
"Guru, mereka bertigalah yang membunuh anggota kita," Ujar salah satu dari mereka.
"Kurang sepertinya kita telah diremehkan, mereka tidak menganggap kehadiran kita sama sekali."
"Tetua Bong, bagaimana ini? sepertinya aura kita berlima tidak berpengaruh kepada mereka."
Seseorang yang disebut Tetua Bong langsung memberikan kode kepada 15 orang dibelakang mereka.
Dengan cepat kelima belasnua langsung menyerang kearah meja Chen Yi.
Tanpa menunggu lama, ketiganya langsung melemparkan sumpit mereka, sumpit sumpit tersebut berterbangan dan langsung menancap di mata para penyerang mereka, tidak hanya itu, sebua sinar merah langsung menyambar leher mereka dan yang terjadi hal yang sangat menyeramkan.
Kepala 15 murid teratai es tersebut berjatuhan. " Keparat, kau habisi kalian." empat dari kelima orang tersebut langsung menyerang kearah Chen Yi.
Nana pun langsung mengambil alih untuk menangkis serangan keempat orang itu, suasana dilantai tiga langsung tegang, hawa dingin langsung menyapu dilantai tiga tersebut.
Nana langsung menyerang keempatnya dengan lincah, dia berkelit menghindari formasi dari empat pedang es yang menyerang dari empat arah angin.
Nana hanya mengandalkan Array nya untuk bertahan dia menjentikan jari manisnya dan sebuah lingkaran array terbentuk dan menahan serangan keempat pedang es tersebut.
"Baiklah, kalau kalian berkehendak membunuh kami, maka jangan salahkan aku akan mencabut nyawa kalian lebih dahulu."
Nana langsung membuat formasi ditanganya dan sebuah lingkaran api kecil menuju tanganya dan membentuk sebuah pedang dengan kobaran api yang menyala nyala.
Keempat tetua dari teratai es pun terkejut karena kobaran api tersebut adalah api level 4 dari teratai api.
"Bagaimana mungkin kau mempunyai api tersebut?"
__ADS_1
"Jangan banyak bacot terima kematian kalian.,"
Slicee.......!