LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Hutan Kematian Bag.3


__ADS_3

Yin He dan tiga Xiao bersaudara bergegas melesat meninggalkan hutan tersebut. Insting Yin He mengatakan akan ada bahaya yang besar mengancam jika mereka tetap disana.


Benar saja tidak selang berapa lama setelah mereka pergi meninggalkan hutan tersebut, kawanan siluman harimau datang dengan jumlah yang sangat banyak, kedatangan mereka karena adanya energi mustika alam yang telah diserap oleh tiga Xiao bersaudara.


Xiao Yan sangat senang dengan energi yang sekarang mengaliri tubuhnya, dia melesat paling depan, melihat hal ini Yin He hanya tersenyum melihatnya, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka masih anak anak yang beranjak dewasa.


Mereke melesat melewati beberapa kawasan hutan dan gunung, hutan kematian berada diujung perjalanan mereka sudah tampak, hutan dengan kabut yang tebal karena berada di puncak pegunugan yang tinggi, dari jarak jauh hutan ini tampak cantik dengan pepohonan yang hijau dengan batang pohon yanh besar tinggi menjulang, karena keangkeranya tidak banyak manusia atau bahkan tidak ada yang melewatinyaz kebanyakan mereka memutari hutan tersebut untuk sampai di tempat tujuan mereka.


"Coba lihat dibawah, ada sebuat kilatan cahayan merah berkali kali, energinya sangat besar sekali, bolehkan kita melihat mereka sejenak? Ujar Xiao Zhang.


Yin He dan yang lainya yang merasakan pancara energi tersebut menganggukan kepala mereka bersamaan. Mereka segera melesat kebawah ke arah sumber energi yang sangat besar tersebut.


Setelah beberapa saat mereka turun, maka terlilhat jelas pertempuran dua orang pendekar, kondisi pertarungan yang sudah tidak seimbang, dengan susah payah pendekar yang terdesak tersebut berdiri dengan pedang yang terhunus, kakinya bergetar saat penopang tubuhnya, aura energinya sekarang mulai meredup, tidak ada harapan lagi untuk menang bagi lelaki tersebut.


Sedangkan musuh dari lelaki tersebut adalah seorang pemuda dengan energi yang sangat kuat dengan pedang terarah ke pria lemah tersebut.


"Kurang ajar sekali pemuda tersebut, beranin menindas yang lemah. ayo kita serang dia." Ujar Xiao Yan. ketika Xiao Yan akan menyerang tapi Yin He mencegahnya, "Terkadang kebenaran mata itu adalah ilusi, jangan terpengaruh terlebih dahulu, kalian harus melihat dari banyak arah agar apa yang terlihat adakah sesuai kondisi yang sebenarnya." Yin He menasihati mereka.


Terdengar beberapa kali rintihan dari lelaki yang tubuhnya dipenuhi luka. "Jika kau ingin bunuh aku, segeralah bunuh aku." Ujar Lelaki tersebut.

__ADS_1


Xiao Yan yang sedari tadi ingin turun dan membantu, tidak dapat lagi membendung amarahnya. Xiao Yan melesat dengan cepat dan melakukan serangan tendangan bayangan ke arah pemuda tersebut, dengan sigap pemuda pemuda tersebut menyambut dengan ayunan pedangnya.


Xiao Yan dan pemuda tersebut beradu jurus sampai beberapa jurus, tanpa disadari lelaki yang ditolong oleh Xiao Yan sudah meninggalkan lokasi tersebut.


Pemuda yang sadar bahwa buruannya telah pergi, akhirnya menumpahkan amarahnya kepada Xiao Yan, dia menggunakan jurus pedang camar merah, jurus yang tidak hanya sangat cepat tapi juga bisa mengunci semua titik pergerakan musuh, dan dalam beberapa jurus, akhirnya Xiao Yan mendapatkan beberapa pukukulan telak, yang mengakibatkan luka memar di beberapa wajahnya, pendekar tersebut sengaja menggunakan ujung gagang pedangnya, dan memang sengaja tidak melukai Xiao Yan.


Melihat saudaranya terkena pukulan telak, Ziao Huang dan sang adik Xiao Zhang langsung melesat turun dan bertarung dengan pendekar tersebut, mereka bertukar jurus, Xiao Zhang dengang lingkaran sihirnya membuat anak panas yang banyak tidak ada habisnya sedangkan Xiao Zhang menggunakan teknik ilusi yang membuat pendekar tersebut seakan akan sudah terkepung oleh banyak musuh.


"Hentikan!" Suara Yin He menggema dan membuat ilusi dari Xiao Zhang hilang dan Xiao Huang juga menghentikan panah sihirnya.


"Maafkan kami tuan, sebelumnya saya minta maaf jika adik adik hamba telah lancang mengganggu jalanya pertarungan tuan, dan sama melihat dari atas, tuan hanya menghindar dan tidak ada niat membunuh, kalaupun tuan berniat membunuh pasti tafi adik saya Xiao Yan sudah tewas di tangan tuan pendekar."


"Nama saya Pendekar Camar Xue Zhao, dan lelaki tadi adalah buronan saya, mereka adalah anggota Pagoda Hitam, mereka telah keluarga saya dan juga melakukan konspirasi dengan teratai darah untuk menghancurkan Sekte Bulan Suci."


"Apa Pagoda Hitam?" Ketiga Xiao bersaudara secara serempak terkejut, ada rasa bersalah karena telah membuat anggota sekte pagoda tersebut dapat melarikan diri.


Xiao Yan pun mendekati pemuda tersebut, "Tuan maaf saya tidak tahu kalau lelaki tua tersbeut adalah anggota pagoda hitam, saya kira tuan telah menganiaya seseorang yang tidak berdaya, maafkan saya."


Pemuda tersebut hanya tersenyum kecut, dan melesat meninggalkanYin He dan tiga Xiao bersaudara dengan rasa bersalah yang teramat dalam.

__ADS_1


Yin He mendekati Xiao Yan, "Aku sudah katakan kepadamu, tahan diri, selidiki siapa mereka, terkadang kebenaran mata bukan kebenaran yang mutlak, aku ingin ini menjadi pelajaran buat kalian, agar kalian berhati hati dalam bertidak, jangan bersikap arogan, sekarang kalian mengerti?"


Xiao Yan dan kedua saudaranya menganggukan kepala tidak berani menjawab apalagi menatap mata Yin He, kalau dulu mereka bisa bersikap sesuka hati mereka, dan tidak ada yang menegur, kalau ada yang tidak suka kepada mereka maka hukumanya adalah "MATI".


"Sekarang tujuan kita tidak hanya untuk mendapatkan api suci, akan tetapi kalian balaskan dendam orang orang telah dibantai oleh kelompok pagoda hitam." Ujar Yin He


"Baik Kak He'er, kami akan balaskan dan tumpas sekte pagoda hitam." Ujar tiga Xiao kompak.


Mereka kembali melesat kearah hutan kematian menuju tempat sekte pagoda hitam, dengan kecepatan tinggi mereka melesat agar bisa sampai ketempat tujuan.


Sesaat sebelum mereka sampai mereka melihat Xue Zhao sang pendekar camar melesar diantara ranting pohon, walau dia tidak punya kemampuan terbang akan tetapi ilmu meringankan tubuhnya bisa dibilang sangat bagus.


"Kakak, apakah kita akan mengikuti Xue Zhao atau kita langsung menuju hutan kematian?" Tanya Xiao Zhuag.


"Kita langsung menuju hutan kematian, semoga tujuan dari pendekar Zhao dengan kita sama yaitu hutan kematian, jodi kekuatan kita akan lebih kuat dengan adanya pendekar Zhao." Jawab Yin He tegas.


Dengan cepat mereka meninggalkan Xue Zhao yang masih melintasi ranting pohon satu ke pohon lain menuju hutan kematian.


Yin He dan tiga Xiao bersudara telah sampai di tepi hutan kematian, hutan kematian terletak lereng sebuah pegunungan yang disebut pengunungan siluman, karena banyaknya siluman yang mendiami tempat ini.

__ADS_1


Yin He segera mengeluarkan 4 butir pil berwarna hijau dengan bau yang sangat menyengat, "cepat makanlah ini, kita tidak tahu didepan itu, kabut beracun atau tidak."


__ADS_2