LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
PRAHARA TURNAMEN EMPAT ELEMEN Bag.5


__ADS_3

Yin He tetap tidak bisa merasakan aura pembunuh ataupun aura elemen dari lelaki yang dihadapanya. "Hahahahahhaha, kalau aku tidak menolong mereka mungkin kau yang akan menolongnya anak naga.


"Perkenalkan namaku Yan Hou, orang orang memanggilku dengan Pendekar Pengelana, aku datang kesini khusus untuk memintamu bertarung denganku anak naga."


Yin He berfikir sejenak, dia tidak bisa menolak ataupun menghindar dari tantangan pendekar ini, "Paman, aku menerima tantanganmu, tapi dengan dua syarat, yang pertama aku akan melayani tantanganmu setelah turnamen berakhir, syarat yang kedua, aku mohon bantuan paman jika pada saat turnamen besok ada serangan yang ini menghancurkan turnamen tersebut, aku ingin paman membantuku, bagaimana paman?"


Yan Hou terdiam, kemudian dia tertawa, "Hahahahahaha, untuk syarat pertama aku terima tapi untuk syarat yang kedua, mengapa aku harus membantumu? beri aku alasan yang bisa aku terima."


"Paman, kalau aku sampai terluka saat pertarungan dengan para perusuh saat turnamen, maka aku tidak akan bisa memberikan pertarungan seperti yang paman inginkan." Yin He memberikan alasan yang logis, kepada Yan Hou, seorang pendekar pengelana adalah mereka yang berkelana untuk mencari lawan yang dianggap layak untuk bertarung denganya. Mereka tidak lagi memperdulikan tentang berumah tangga atau percintaan.


"Baiklah kalau begitu, gunakanlah ini jika kau ingin bantuanku." Yin He menerima sebuah tongkat warna keemasan. "Ini apa paman? dan bagaimana menggunakanya?" Yin He membolak balikan tongkat tersebut.


"Arahkan tongkat ini keatas, kemudian tarik ujung bagian bawah dari tongkat tersebut." Ujar Yan Hou sambil mempraktekan cara menggunakan tongkat tersebut.


Setelah mengajari Yin He, Yan Hou segera menghilang, yang membuat Yin He semakin kagum adalah kecepatan ilmu meringankan tubuh Yan Hou ada di titik sempurna.

__ADS_1


Yin He segera kembali ke penginapan menemui Han Bing dan juga Fei Fei, sesaat setelah sampai disana, Yin He dikejutkan dengan kedatangan dari sekte kuil perak, akan tetapi sosok yang dicarinya belum terlihat. "Yin He, kemana saja kau, aku sudah lama menunggumu." Yin He menoleh ke asal suara tersebut, "Paman Fang, aku kira aku tidak bisa bertemu denganmu lagi paman."


"Oh iya, aku dengar kau diangkat menjadi tetua Wisma Giok?" tanya Fang Ang kepada Yin He.


"Paman dengar dari mana kabar itu paman?" Tanya Yin He, sebenarnya Yin He masih belum siap menjadi seorang tetua. "Kami telah menerima surat resmi dari Sekte Wisma Giok, bahwa mereka mengumumkan ada tetua baru yang bernama Yin He.


"Aku sempat kaget, tapi saat namamu yang disebut, aku sangat senang, karena menurutku kau memang pantas menjadi tetua." Ujar Fang Ang.


"Paman, apakah paman sudah bertemu dengan paman Bing dan Bibi Fei Fei?"


"Owh..rupanya mereka berdua lagi dipenginapan yang sama?" tanya Han Bing. "Aku tidak tau paman, saat kami sedang makan, Bibi Fei Fei kemudian datang.


Han Bing yang melihat kedatangan Fang Ang segera berdiri. "Fang Ang kapan kalian sampai disini?" ujar Han Bing kepada teman nya tersebut.


Fang Ang bergabung dalam satu meja dengan Han Bing, Yin He dan Fei Fei, mereke bercerita tentang banyak hal, tak lupa Yin He juga memberitahukan terkait dengan sekte iblis yang ingin membunuh semua jenius muda dari semua kalangan dikekaisaran, agar mereka dengan leluasa dapat menggulingkan kekaisaran yang sekarang.

__ADS_1


Mereka juga sudah mengatur siasat dan menghubungi para aliasi aliran putih yang lainya, "Kuharap pergerakan kita tidak terbaca oleh Sekte Iblis." Ujar Han Bing.


Hari mulai petang, mereka segera turun dan menuju kamar masing - masing. "Paman, boleh aku bicara sebentar dengan paman?" Han Bing mengangguk tanda setuju. "Aku taruh barang-barang terlebih dahulu dikamar, kau juga He'er. taruh perlengkapanmu terlebih dahulu, kita bertemu disini."


"Baiklah paman." Yin He dan Han Bing menuju kamarnya masing masing, tak lama selang beberapa menit Han Bing telah keluar, disusul oleh Yin He yang juga keluar dari kamarnya.


Mereka kemudian berjalan keluar kearah taman depan penginapan, disana Yin He menceritakan kepada Han Bing tentang pertemuanya dengan pendekar pengelana Yan Hao, dan juga bagaimana Yan Hou tahu tentang gelar anak naga yang di sandangnya padahal dia tidak pernah keluar Sekte kecuali pada saat di lembah kematian bersama Han Bing.


Han Bing terkejut, selama ini dia hanya mendengar cerita tentang seorang pendekar pengelana dan tak pernah sekalipun bertemu. Tapi mendengar tentang apa yang dituturkan kepadanya membuat dia khawatir, Walaupun secwra kemampuan Yin He adalah yang terbaik akan tetapi secara pengalaman bertarung dia masih sangat minim.


"Kalau masalah pengalaman bertarung, Paman Bing tenang saja, aku mempunyai ingatan dari kakek Zhao," Sekali lagi Han Bing lupa kalau Yin He juga bisa mendengar kata hatinya.


"Paman aku juga meminta pengembara pengelana itu untuk mmbantu kita untuk melawan sekte iblis!"


"Apa! bagaimana bisa kau minta bantuanya?" Yin He tetap tenang menghadapi ketengangan Han Bing. "Aku bilang pada pendekar tersebut, kalau aku sampai terluka di pertarungan itu, maka aku gak akan bisa bertarumg denganya dengan maksimal, dan dia menyetujuinya."

__ADS_1


Han Bing tersenyum sambil memegang pundak Yin He, "Kau memang hebat Yin He, tapai paman khawatir saat nanti.dia bertarung denganmu, kemampuanya pasti jauh diatas pendekar pendekar biasa."


"Tenang Paman. aku bisa jaga diri, sekarang kita fokuskan pada pertandingan besok saja." Han Bing dan Yin melangkah masuk ke penginapan dan beristirahat.


__ADS_2