
Jierui tewas dengan mengenaskan, tidak ada yang tersisa dari tubunya, Hanzu pun tersenyum, dan segera mengakhiri teknik magmanya, akan tetapi dia terkejut karena dua saudaranya, Han Bing dan Yin He tertawa
terpingkal pingkal, Hanzu masih belum sadar,bahwa saat menggunakan teknik magma dan tubuh apinya telah membakar seluruh pakaianya.
Setelah sadar bahwa dirinya sekarang tidak berpakaian, Hanzu segera berlari menuju rumah pasir diujung untuk mencari pakaian.
Sementara itu disisi lainya, Fang Ang dan Kangjian terdiam menahan amarahnya, mereke tidak mennyangka bahwa Jierui dapat dikalahkan dengan mudah oleh Hanzu.
''Yanzu, sekarang giliranmu." Teriak Han Bing kepada Yanzu yang sedari tadi sudah tidak sabar menunggu pertarunganya.
"Baik senior." Yanzu segera melesat kearah pertandingan, diikuti oleh Kangjian yang sudah diselimuti oleh amarah atas kematian jierui.
Tanpa aba aba dimulainya pertandingan, Kangjian langsung melesat dengan pukulan es, hawa disekitar pertarungan berubah menjadi sangat dingin, karena keduanya merupakan pengendali elemen air yang menggunakan Teknik Es.
__ADS_1
Yanzu tak tinggal diam, dia mengunci semua pukulan Kangjian yang terarah kepadanya dengan mudah, karena Kangjian sedang emosi yang meledak meledak, sehingga pukulanya menjadi kacau dan tidak terarah.
Yanzu dan Kangjian sudah bertukar puluhan beberapa ratus jurus, keanehan mulai dirasakan oleh Yanzu, pukulan pukulan dari Kangjian semakin liar dan semakin cepat, seolah olah kekuatanya tidak ada habisnya, walaupun pukulan dan gerakanya telah dia kunci akan tetapi masih belum bisa menghentikan Kangjian.
"Aneh, kenapa pukulanku sekarang semakin tek berarah? sepertinya aku memukul sebuah bayangan!" Bathin Yanzu.
Bhuk..Bhuk..
beberapa pukulan Kangjian mendarat telak didada dan juga muka Yanzu, hal ini membuat Yanzu langsung terpental dan tersungkur, tak lama kemudian Yanzu memuntahkan darah segar.
"He'er, apakah kau yakin Yanzu bisa mengalahkan dia, sedangkan selain menggunakan Teknis Es, dia juga menggabungkanya dengan Teknik Ilusi." Han Bung yang mulai khawatir bertanya kepada Yin He, sedangkan raut muka Yin He sedari tadi masih tenang seolah olah tidak ada rasa khawatir terhadap hasil pertarungan Yanzu.
"Tenang Paman, situasinya memang tidak bisa kita anggap remeh sekarang." Tapi aku juga ingin melihat kemampuan Yanzu saat dia dalam kondisi paling buruk, karena seorang pendekar yang hebat akan masih tetap berfikir yang jernih dan tidak panik dalam menghadapi situasi apapun." Ujar Yin He, Han Bing pun tersenyum dan memahami pola pikiran dari Yin He, dia juga ingin melihat seberapa besar kemampuan Yanzu dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1
Yanzu segera bangkit, dadanya teramat sesak karena menahan hawa dingin yang merasuk didalam dadanya, kini dia sadar apa yang di ucapkan oleh Yin He benar benar terjadi!, dimana sekarang dia bisa mengimbangi kecepatan pukulan dari musuhnya, akan tetapi setiap pukulanya tidak mengandung kekuatan yang bisa membuat lawannya takut. "Tidak, aku harus segera merubah pola seranganku, aku yakin ini adalah semua adalah sebuah Teknik Ilusi." Bathin Yanzu,
Yanzu segera meloncat ke udara, dia membuat perisai dari es yang mengelilingi arena pertandingan, Es yang diciptakan sangat padat, sehingga bisa memantulkan bayangan seperti cermin orang yang ada di hadapanya. Han Bing yang melihat hal tersebut masih bingung dengan jalan pikiran Yanzu, lain halnya dengan Yin He yang tersenyum saat Hanzu menciptakan perisai perisai tersebut. "Paman, pertandingan yang sesungguhnya baru saja akan dimulai." Ujar Yin He kepada Han Bing, Han Bing yang masih belum paham dengan jalan pikiran Yanzu hanya tersenyum simpul dengan segala pertanyaan yang ada dikepalanya.
Kangjian yang melihat Yanzu membuat perisai hanya tersenyum "Bocah sialan, apapun yang kau buat, kau tidak akan mampu mengalahkanku, saatnya aku akan mengirimmu ke neraka, bersiaplah !" Kangjian Langsung menyerang Yanzu dengan pukulan butir butir esnya, Kangjian melesat cepat kearah Yanzu yang sedari tadi tidak bergerak , namun dia memperhatikan disekelilingnya.
Pada saat Kangjian hanya beberapa centi saja dihadapanya, Yanzu dengan kecepatan yang sangat cepat, bergeser kearah samping kiri , kemudian mencengkram tangan kanan Kangjian kemudia membekuakan dan mematahkanya.
"Arrrrrrrgghhhhhhhhhhhhhhhhhhh." Jeritan kesakitan dari Kangjian sesaat setelah tanganya hancur. Dia masing belum bisa percaya, musuhnya dapat menghancurkan teknik ilusinya, sehingga dia mengetahui dimana letak tubuh Kangjian sesungguhnya.
"Setan kau!" Pekik Kangjian, dan segera membekukan ujung lenganya yang hancur dengan hawa dingin agar tidak banyak darah yang keluar.
Han Bing yang baru sadar tentang apa yang direncanakan oleh Yanzu,kini tersenyum bangga, karena pola bertarung dan kemampuan dari salah satu dari tiga Wei bersaudara sekarang bertambah pesat.
__ADS_1
"Tenang paman, katanya kau ingin mengirimku ke neraka, akan tetapi kau tidak tau paman, akulah malikat pencabut nyawamu." Tatapan Yanzu sangat mengintimidasi, membuat Kangjian sedikit bergetar.