LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Formasi Siluman Puncak Awan _ Siluman Singa Emas Bag 02


__ADS_3

Setelah memasuki sinar sihir teleportasi, keempat pemuda tersebut dibawah sebuah dimensi yang tidak tahu dimana keberadaanya.


Setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah ngarai yang membentang dengan pemandangan indah dikanan kirinya, sebuah pemandangan yang sangat indah seperti disebuah dunia imajinasi, sesaat mereka menikmati pemandangan ngarai, dari kejauhan terdengar sebuah auman yang sangat keras terdengar sampai bebatuan disekitar mereka bergetar.


"Dialah siluman singa emas, apakah kalian takut? jika kalian tidak jadi bertempur dengan mereka biarkan spirit singa emas punyaku yang akan melakukan perlawanan dengan siluman tersebut." Ujar Yin He sambil memicingkan sebelah matanya, tanda bahwa dia bercanda.


Suara auman tersebut semakin dekat, bebatuan dan tanah sekitar tidak hanya bergetar tapi beberapa retak dan kemudian pecah, Yin He memperingatkan ketiga Xiao bersaudara agar berhati hati karena musuh akan segera datang.


Tak lama setelah Yin He memperingatkan ketiga Xiao bersaudara sebuah dentuman yang sangat keras membuat tanah sekitar mereka bergetar, dan munculah seekor singa dengan bulu keemasan, surainya yang tebal menambah kesan gagah dan ganasnya singa tersebut.


"Kaliankah manusia yang sudah memasuki formasi ke 5 puncak awan? jangan harap kali ini aku akan melepaskan kalian." Seekor singa besar tengah berbicara kepada Yin He dan ketiga Xiao bersaudara.


"Jangan terlalu besar mulut, tuan singa yang terhormat, lebih baik kau menyerah, kami akan memberikan kesempatan untuk hidup." Ujar Xiao Yan.


"Hahahahahahaha, jika aku belum mati maka jalan menuju formasi keenam tak akan pernah terbuka." Ujar siluman singa emas.


"Kalau begitu kami tidak akan sungkan lagi membunuhmu singa tua." Ujar Xiao Zhao.

__ADS_1


"Kalian manusia tolong yang hanya ingin mati dengan cara terhormat, baik akan aku berikan keinginan kalian tersebut.


Singa emas mengibaskan surainya dan juga ekornya, tiba tiba dari belakang muncul dua ekor singa yang serupa dengan singa yang didepan.


"Sekarang keadaanya imbang, jadi aku juga gak perlu report report untuk mengurus yang tidak penting bagiku." Ketiga singa itu maju dihadapan Xiao bersaudara, singa emas mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat, hal ini membuat ketiga Xiao bersaudah seperti ditimpa batu besar diatas kepalanya.


Akhirnya mereka menggunakan energi tenaga dalam murni untuk menyerang siluman singa emas tersebut, dengan sekali hentakan dari ketiga Xiao bersaudara tekanan hawa tenaga dalam murni mampu membuat ketiga siluman singa emas tersebut meraung kasakitan.


Setelah itu ketiga singa emas tersebut langsung menyerang Xiao bersaudara, dengan kecepatan jurus seribu bayangan, pisua terbang bulu perak, membuat jurus seribu bayangan milil Xiao Yan dan menyanyat dna menancapkan beberapa pisau perak ditubuh singa emas tersebut, akan tetapi keanehan yang terjadi adalah bekas luka ditubuh singa emas seperti sebuah halusinasi, sehingga dalam sekejab sajuga tersebut sudah tidak berbekas.


Tetapi hal tersebut tidak berlaku dengan Xiao Zhao, dengan racun jamur kenangan dan rumput dewi kematian, Xiao Zhao dapat dengan mudah menghabisi siluman singa emas yang menjadi lawanya, setelah beberapa saat singa tersebut terlihat bahagia akan tetapi setelah itu tubuhnya ambruk mulai meleleh, auman yang menyedihkan datang dari singa yang telah meregang nyawanya dengan cara yang mengenaskan.


Auman dari singa ketiga yang telah meregang nyawa membuat kedua singa emas yang tersisa mengamuk, sebenarnya siluman singa emas adalah terdiri dari tiga siluman singa emas kembar, sehingga ketika salah satu dari mereka ada yang terbunuh, maka hal itu menyulut api kemarahan dari kedua singa yang tersisa.


Xiao Yan dan Xiao Zhuan tidak menyia nyiakan keadaan..mereka menggunakan kekuatan jurus masing masing, akan tetapi setelah beberapa jurus beradu, akhirnya singa emas diatas awan, secara kekuatan dan kecepatan mereka lebih diatas Xiao Yan dan Xiao Zhuang, demi membalaskan dendam saudara mereka keduanya sangat berhati hati salam menangkis dan juga memberikan pukulan, mereka tidak ingin semua yang mereka lakukan sia sia.


"Kakak Yin, menurutku kedua singa tersebut mempunyai taktik yang lebih pintar dari yang terlihat, aku rasa kedua kakaku harus sesegera mengahiri pertempuran ini." Ujar Xiao kepada Yin He.

__ADS_1


Yin He kagum kepada Xiao Zhao walaupun secara umur dia adalah yang paling kecil akan tetapi secara analisa dan juga kemampuan membaca situasi dia adalah yang paling ahli, pantas saja dia menjadi ketua tim pendobrak dipasukan khusus raja serigala merah.


"Zhao Er, menurutmu apa yang harus segera dilakukan oleh kedua kakakmu untuk segera menyelesaikan masalahnya?" Tanya Yin He kapada Xiao Zhao terkait ilmu pertempuran. Yin He ingin tahu seberapaa hebat analisa dari seorang Xiao Zhao.


"Seharusnya yang dilakukan oleh kakak Xiao Yan adalah menggunakan seribu bayangan tapi jangan menggunakan pisau lempar, kalau saranku harusnya dibuat sebagai belati, saat kakak Xiao Yan menjelma menjadi bayanganya, dan saat sudah bisa di bayangan, maka saat itu juga dia bisa langsung menyayat leher musuhnya." Ujar Xiao Zhao


Yin He semakin kagum pada Xiao Zhua, dia mengingatkan kepada Wei Ryuza, dengan umur yang masih muda akan tetapi sudah menjadi jenius di Wisma Giok.


"Sedangkan untuk kakak keduamu, Xiao Zhuang, seharusnya apa yang harus dilakukan?" Tanya Yin He kembali kepada Xiao Zhao.


"Untuk kakak kedua, seharusnya dia mempunyai banyak peluang, sihir yang dia punya sebenarnya banyak sekali versinya, akan tetapi yang menjadi fokus dia adalah saat musuhnya sepertinya dapat dikalahkan dengan spirit maka dia akan mati matian menggunakan spirit, dan satu lagi, setelah dia mendapatkan pemahaman hawa murni dan juga tenaga dalam spirit dan juga tenaga dalam murni, sekarang harusnya bisa mengeluarka energi dingin, tidak terpaku pada energi panas yang selalu iya lakukan." Yin He mendengarkan secara langsung, analisa dari Xiao zhao sangat detail, sehingga dapat menjelaskan kemampuan dari kedua kakaknya dan menganalisa sebenarnya apa yang harus diperbuat.


"Sekarang kau jelaskan kepada kedua kakakmu terkait analisamu, bilang jika ingin cepat mati jangan turuti kemampuanmu." Ujar Yin He kepada Xiao Zhao.


Akhirnya Xiao Zhao memberikan analisanya kepada kedua kakaknya, dan untungnya kedua kakaknya cepat paham dan mengerti.


Xiao Yan menggunakan jurus seribu bayangan, setelah beberapa kali tidak menangkap adanya peluang, maka Xiao Yan mencoba dengan menggunakan saran dari sang adik dari Xiao Zhao, dimana dengan sengaja agar dia dan siluman singa emas bisa melakukan kontak fisik yaitu berupa pukulan kepada Xiao Yan, dengan begitu akan ada jarak yang dekat, sehingga akan ada kesempatan bagi Xiao Yan untuk mencabut belatinya secara diam diam dan kemudian menancapkan secara berulang ulang di leher siluman singa emas.

__ADS_1


__ADS_2