
Yin He berhasil memberikan pengertian kepada para pemuda penghuni dipenampungan tersebut, Yin He malam ini
menunggu hasil dari mata mata yang dia kirimkan saat salah satu pemuda, dipenampungan tersebut dijemput.
Yin He sengaja tidak langsung beraksi, karena dia tahu, kemampuanya di kerajaan Song masihlah belum apa apa
di bandingkan pendekar kerajaan Song, dia harus melihat situasi dan mengenal kemampuan para pendekar di daratan Song. Sehingga dia tidak menggunakan teknik elemenya sembarangan.
Oleh sebab itu, Yin He mengasah kemampuan dan tenaga dalam dan memperkuat aliran chakranya, karena di daratan Song, banyak yang mempunyai kemampuan untuk melakukan penyegelan elemen seseorang, sehingga para pengendali elemen tidak akan mempunyai kemampuanya, hal ini akan menjadi ancaman, disaat pengendali elemen tersebut tidak memiliki keahlian beladiri dan jurus tenaga dalam , oleh sebab itu Yin He bertekat untuk
mengasah jurus selain pengendali elemenya, sehingga Yin He tidak lagi menggunakan elemenya kecuali dalam keadaan terpaksa.
Yin He tekejut, disaat mendapatkan penglihatan dari burung mata matanya, dia melihat pemuda yang
dijemput dibawa kesebuat tempat dimana disana telah berkumpul orang – orang dengan menggunakan jubah merah dan didepan mereka terdapat sebuah altar persembahan. Pemuda yang dijemput tersebut nampaknya dalam keadaan yang sedang tidak sadar sepenuhnya, kesadaranya dikendalikan oleh orang yang memegangnya.
“Tidak mungkin, apakah ini yang sekte Mawar Hitam?” Bathin Yin He, karena mengingat pertempuran kemarin di
Lembah Kesunyian yang mengakibatkan tetua mawar hitam tewas.
Orang – orang yang berkumpul tersebut berdiri dan menari nari manakalah pemuda yang dijemput tadi
dibaringkan di sebuah altar, kaki dan tanganya telah di ikat dengan kuat, ketika kesadaran pemuda tersebut telah pulih, dia hanya bisa meronta tanpa bisa menjerit karena mulutnya telah di bungkam dengan sebuah kain hitam.
Ketika para anggota mawar hitam dalam keadaan larut dalam ritual menari untuk melakukan persembahan, tiba tiba
__ADS_1
sebuah sesosok bayangan hitam muncul didekat sebuah tungku api dekat dengan altar persembahan.
Ketika sesosok itu muncul api yang berada ditungku dekat altar langsung berkobar lebih besar, serentak semua
anggota mawar hitam tersebut yang sedang menari berhenti, dan membungkuk menyembah sesosok hitam tersebut.
Kondisi pemuda yang berada dalam altar tersebut, mukanya pucat, matanya melotot, saat pakaianya mulai di buka,
kini terlihat bagian dan perut pemuda tersebut. Dengan secepat kilat sosok hitam tersebut mendekati pemuda tersebut, tubuh pemuda tersebut bergetar hebat, manakala melihat kuku kuku tajam sosok hitam tersebut diarahkan keperutnya.
Dengan secepat kilat kuku sosok hitam tersebut merobek perut pemuda tersebut, tubuh pemuda itu mnggelepar,
matanya melotot menahan kesakitan yang sangat parah, darah mengalir deras saat usus perut pemuda tersebut dipaksa keluar, dan kemudian dadanya dibelah untuk diambil jantung dan hatinya.
tersebut langsung melempar organ tubuh tersebut pada tungku api yang ada di dekat altar tersebut, saat organ – organ tersebut masuk kedalam tunggu, api langsung menyala sangat besar, dan langsung disambut dengan teriakan histeris dari seluruh anggota mawar hitam, suasana di tempat tersebut mendadak menjadi
sangat menyeramkan, tubuh pemuda yang menjadi persembahan segera menjadi rebutan para anggota mawar hitam, mereka mencari tetesan darah dari tubuh pemuda tersebut, sekarang tubuh dan bahkan
kepala dari pemuda tersebut nyaris tak berbentuk.
Yin He segera menutup matanya, baru kali ini dia menyaksikan sebuah kejadian yang sangat mengerikan, “Harus
segera dihentikan, dan aku sepertinya tau siapa sosok hitam tersebut.” Gumam Yin He. Yin He mengingat kejadian saat bertempur dengan pendekar pengelana Yan Hou, saat tubuh yan Hou menjadi abu, ada sesosok bayangan hitam yang keluar dari tubuh Yan Hou.
Yin He memberitahukan apa yang diketahuinya kepada pemuda yang ada dipenampungan, akan tetapi banyak dari para pemuda tersebut tidak percaya, walau ada ketakutan yang terpancar dari kata kata mereka, “Aku harap aku yang akan dijemput, aku ingin bisa melakukan perlawanan untuk membasmi mereka.” Ujar Yin He.
__ADS_1
“Jangan – jangan ini adalah cerita bualanmu saja Yin He, agar kau bisa dengan cepat keluar dan bekerja di
istana, Hah! “ Ujar salah satu pemuda yang menentang Yin He.
Yin He hanya diam, percuma dia menjelaskan kepada yang lain, jalan satu satunya adalah bagaimana membuat dia terpilih untuk segera menjadi salah satu yang dijemput. Pada pagi hari, para petugas dari perbatasan melakukan pengumuman, untuk sore nanti akan ada dua pemuda yang akan dibawah ke istana untuk mejadi seorang prajurit, pemuda tersebut adalah Yin He dan Hongli pemuda yang kemarin menentang Yin He.
Suasana penampungan pun riuh gemuruh, mereka memberikan selamat kepada Yin He dan Hongli , Yin He melakukan meditasii, dia harus bersiap diri dengan apa yang akan dihadapinya nanti, sampai dengan sore hari tiba, ada sebuah kereta kuda yang datang untuk menjemput mereka, Hongli terlihat begitu gagah dan rapi, sementera Yin He sengaja untuk tiidak memakai pakaian yang bagus, akan tetapi hanya memakai pakaian sisa kemarin.
Kereta kuda yang membawa Yin he dan Hongli telah sampai pada sebuah bangunan yang besar, bangunan dengan hawa yang sangat pekat, membuat orang biasa termasuk Hongli akan langsung mengalami
sesak nafas. “Ayo kalian cepat turun kalian telah tiba istana jiwa.” Ujar salah satu pengawal yang ikut menjemput Yin He.
Yin He dan Hongli segera dibawa kesebuah ruangan yang sangat gelap, disana sudah ada seseorang lelaki tapi
dengan dandanan dan tingkahnya seperti layaknya wanita, dia tersenyum terkekeh melihat dua pemuda tampan yang ada didepanya, terutama Yin He yang mempunyai kharisma yang sangat tinggi. “Selamat datang di Istana Jiwa pemuda pemuda tampan, kalian akan suka dengan istana ini, minumlah dulu agar kalian lebih segar.” Ujar laki laki yang bernama Yaoshan tersebut.
Hongli nampak berkeringat dingin, dalam fikiranya, apa yang dikatakan Yin He kemarin adalah sebuah fakta
bukan sebuah bualan, ingin rasanya dia melarikan diri, akan tetapi tubuhnya seakan akan tidak punya daya apapun. Yin He tetap tenang, dia menyembunyikan seluruh kekuatanya agar tidak dicurigai.
Yaoshan segera mendekati Yin He dan Hongli dengan membawa dua gelas yang berisi minuman, dan memberikannya kepada Hongli dan Yin He. Tubuh Yin He yang kebal akan segala jenis racun
segera meminum minuman tersebut, sedangkan Hongli dengan tampak ragu meminumnya.
Beberapa saat setelah Hongli dan Yin he meminum, tubuh Hongli serasa ringan, begitu pulah dengan Yin He, Yaoshan pun mendekat dan mengajak mereka berjalan kesebuah ruangan, Hongli yang kesadaranya sudah diambil alih Yaoshan, hanya menurut saat diajak berjalan kesebuah ruangan, begitu juga Yin He, yang berpura pura tidak sadarkan diri, sekarang mereka dibawah kesebuah ruangan besar dimana para anggota mawar Hitam berkumpul.
__ADS_1