
Shi Ren dan Xia Yuan bergantian menjelaskan pedang langit dan golok naga, dan juga beberapa pedang lainya seperti pedang rembulan, pedang matahari, pedang bintang dan pedang halilintar, keempat pedang tersebut mewakili empat elemen didunia ini.
"Pedang halilintar akan lebih kuat dengan orang yang mempunyai tubuh petir atau tubuh penjaga elemen, kau sudah mempunyai keduanya Yin He, tidak usah takut melawan kekuatan pedang tersebut, kau pasti bisa melawanya apalagi dengan kekuatan tiga api suci." Shi Ren mencoba menguatkan Yin He, Shi Ren tahu, sekelas kakek Huang saja bisa dibuat tergeletak dengan mudah, berarti kekuatan pedang tersebut tidak boleh dianggap remeh.
Kondisi Jingmi sangat mengenaskan, darahnya diambil sebagai racun yang ditambahkan dipedang para pengawal dari Klan Penjaga Gerbang Utara, darah Jingmi mempunyai kekuatan racun yang sangat pelat apabila kondisi tubuh atau jiwanya tersakiti.
Setiap hari akan ada siksaan yang sangat mengerikan ditubuh Jingmi, membuat darahnyaa semakin pekat memproduksi racun, hal tersebut mengakibatkan kondisi tubuh Jingmi memburuk.
"Ayah, hamba menghadap, ada laporan dari penjaga di kolam petir, sudah berapa kali kolam petir bergejolak." Ujar Kalden.
"Hembb.. kolam petir tersebut bergejolak, apakah legenda tersebut anak naga itu benar benar menjadi kenyataan." Tanseng termenung dalam lamunanya.
"Anaku, kulihat kultivasimu sudah jauh meningkat di level kaisar petarung perak, segeralah kau berlatih dalam kolam petir tersebut agar levelmu bisa dipuncak kaisar petarung." Ujar Tanseng pada anaknya, tanpa pikir panjang Kalden pun menyetujui saran ayahnya, "Memang sekarang kemampuanku harus segera ditingkatkan, seandainya tanpa pedang halilintar ditanganku, akupun belum tentu mengalahkan gadis racun tersebut."
Kolam petir adalah tempat keramat yang dimiliki oleh Klan keluarga penjaga gerbang utara, kolam petir adalah suatu kolam didaerah perbukitan, disana dinamakan kolam petir karena petir menyambar disana hampir setiap 2 tau 5 menit sekali, dikolam petir inilah para pendahulu dan leluhur dari Klan penjaga gerbang utara, kolam ini dapat membentuk kekuatan meridian dan juga membuka meridian ke tingkat yang akan membuat tingkat kultivasi aman lebih tinggi.
Saat itu juga Kalden segera memasuki perbukitan terlarang Klan Penjaga Gerbang Utara, setelah beberapa saat dia melesat, tibalah dia disebuat gua yang dijaga oleh 4 orang penjaga Klan Penjaga Gerbang Utara, para menjaga tersebut membungkuk hormat dan mempersilahkan Kalden masuk setelah Kalden memperlihatkan lencana dari Klan Penjaga Gerbang Utara.
"Silahkan tuan muda berlatih, kami akan menjaga diluar sini." Ujar salah satu penjaga tersebut dan mempersilahkan Kalden masuk kedalam gua.
Didalam gua yang sempit dan lembab, banyak binatang melata berbisa, akan tetapi tidak menyurutkan langkah Kalden untuk mencari letak kolam petir, dia terus melangkah sampai dengan di keluar dari gua tapi sisi ujungnya, diluar dia melihat sesuatu yang berbeda, sebuah padang rumput yang tidak terlalu luas dan dikelilingi pepohonan.
"Dimana kolam petir tersebut, sesuai petunjuk harusnya kolam petir ada disini." Saat Kalde melangka ketengah padang rumput tersebut, tiba tiba ada yang aneh dengan padang rumput yang diinjaknya, teryata di tengah padang rumput terdapat sebuah kolam, akan tetapi seluruh permukaanya tertutupi dengan gangang hijau, sehingga kalau dilihat dari kejauhan sangat mirip dengan padang rumput disekitarnya.
__ADS_1
"Tempat ini terlalu sepi, tidak seperti yang diberitakan, bahwa kolam petir bergejolak, belum sempat Kalden melangkah tiba tiba sambaran petir yang sangat besar menyambar kolam yang berwarna hijau tersebut, air dalam kolam langsung bergejolak seperti mendidih, sambaran petir pun silih berganti menyambar gelegar suaranya sangat menyeramkan.
"Aku harus masuk dan melatih diriku dalam kolam petir tersebut." Gumam hati kecil Kalden. Dengan cepat Kalden memasuki kolam petir tersebut, rasa sakit yang sangat luar biasa menjalar saat kakinya menyentuh air kolam tersebut.
Tapi Kalden mencoba untuk terus bertahan dengan rasa sakit yang semakin menjalar keseluruh tubunya, rasa sakit tidak hanya dirasakan di sekujur tubuhnya akan tetapi terasa sampai kesumsum tulangnya, Kalden mencoba tetap tenang dengan apa yang dia rasakan, dia mencoba mengatur nafasnya pelan pelan, dan mengalirkan energi petir yang merasuk kedalam tubuhnya ke aliran cakra dan meridian yang tepat agar energi petir tersebut dalam diserap dengan maksimal.
Sambaran petir yang terus menerus membuat energi dalam kolam petir semakin bertambah kuat, Kalden tetap mencoba menyerap energi petir sampai dengan titik terkuat tubuhnya menampungnya.
Sudah hampir tujuh hari Kalden berada di kolam tersebut, tapi tidak ada tanda tanda Kalden keluar, Tanseng pun berkunjung ke goa kolam petir untuk mengetahui kondisi putranya, setegas apapun Tanseng, hati seorang ayah akan menggerakannya untuk sekedar bertanya kabar atau mengetahui kondisi Kalden.
Tiba tiba terdengar gemuruh sambaran petir yang sangat besar, "Jika suara gemuruh diluar gua saja begitu besar, pastinya didalam akan lebih dahsyat lagi." Bathin Tanseng.
Berita Kalden sedang menempa dirinya di kolam petir telah terdengar juga oleh Klan Keluarga Penjaga Gerbang Selatan. "Yan Fei segera selidiki, sebenarnya ada apa di Klan penjaga gerbang utara, ssbenarnya apa yang mereka rencanakan, selidiki pula mengapa akhir akhir ini prajurit mereka menjadi lebih kuat." Tuan besar Klan penjaga gerbang selatan akhir akhir ini dikejutkan oleh berkembangnya perkembangan dari pengawal dari Gebang Utara.
Bukit bintang adalah perbukitan yang dikuasai oleh keluarga penjaga gerbang selatan. dinamakan bukit bintang dikarenakam saat ditemukan bukit, ada bintang jatuh di daerah bukit tersebut, dan sesuatu yang aneh pun terjadi, ada kekuatan dari hawa murni muncul dari bukit bintang tersebut, sehingga sampai dengan sekarang perbukitan tersebut sebagai tempat latihan dari Klan penjaga pintu gerbang selatan.
Keadaan Kakek Huang dan ketiga Xiao bersaudara sudah berangsur pulih, kekuatan mereka sepenuhnya sudah membaik, Dengan ilmu perpindahan ruang Yin He beserta Kakek Huang dan ketiga Xiao bersaudara segera menuju darata Tibet tepatnya kota Lasha.
Yin He menggunakan media baju dari pengawal Yin He yang telah meninggal dannjuga baju dari Jingmi, dengan merasakan resonasi dari kedunya maka dengan menggunakan ilmu perpindahan ruang, Yin He dapat menemukan titik kota Lasha dan dimana Jigmi ditahan.
Yin He, kakek huang dan ketiga Xiao bersaudara, kedatangan kelimanya membuat pengawal yang berjaga di tempat Jingmi ditahan terkejut, akan tetapi sekali tebas kepala mereka telah terpisah dari tubuhnya.
Yin He segera menerobos masuk kedalam banginan tersebut akan tetapi tidak menemukan Jingmi yang disekap, saat mereka akan berbalik, tidak Xiao Yan memegang pajangan yang ada meja sebelahnya, dan tiba tiba lantai diruangan tersebut terbuka, ada jalan masuk kedalam ruang rahasia. ruangan tersebut sangat gelap dan mengeluarkan bau racun yang pekat.
__ADS_1
"Disini! Jingmi pasti ditahan disini, karena pekatnya racun ini, pasti Jingmi mendapatkan siksaan yang tidak manusiawi." Yin He dan Xiao Zhao turun kearah pintu rahasia, sedangkan kakek Huang dan kedua kakak Xiao Zhao tidak ikut masuk, karena sangat berbahaya, racun yang menyebar dari tubuh Jingmi sangat berbahaya.
Yin He dan Xiao Zhao turun dan masuk kedalam ruangan bawah tanah, dimana Jingmi disekap, pemandangan yang sangat memilukan, dimana ditubuh Jingmi terdapat luka sayatan yang banyak dan beberapa luka yang masih mengalirkan darah.
Yin He melihat disekeliling alat yang dibuat untuk menyiksa Jingmi, dari cambuk kulit berduri, dan juga besi panas, melihat hal tersebut dada Yin He bergejolak, akan tetapi yang penting adalah Jingmi, Yin He melepaskan ikatan Jingmi, dan tubuh Jingmi yang dipancang diantara kedua tiangpun ambruk dan tahan oleh Yin He.
Jingmi sedikit tersadar, dia merasakan bau tubuh Yin He yang menyelamatnya, matanya nanar tapi tetap tidak bisa menangis.
"Jingmi, minumlah ini, agar kau secepatnya pulih, dan aku bantu mengalirkan tenaga dalamku kepadamu, secepatnya kamu juga tahan emosimu agar racun dalam tubuhmu tidak menyebar." Kemudian Yin He menyalurkan hawa murni ketubuh Yin He.
Setelah kekuatan tubuh Jingmi pulih, kemudian memberikan salep untuk mengeringkan luka ditubuhnya, dan Yin He meminta Jingmi untuk mengganti pakaian dan segera keluar dari ruangan tersebut.
Setelah Yin He dan Xiao Zhao keluar tak berapa lama Jingmi pun keluar, walau sudah menutupi segala luka fisiknya, namun keletihan dan kesedihan masih terpancar di mata Jingmi.
"Ayo kita hancur kan klan ini." Yin He yang sudah emosipun tak bisa menahan diri, akan tetapi kakek huang meminta Yin He jangan gegabah, Kakek Huang mereka dibagi menjadi 2 tim, Yin He dan ketiga Xiao bersaudara boleh langsung menyerang, kakek Huang dan Jingmi, akan mencari tempat makan, kakek Huang tau bahwa selama ini Jingmi hanya disiksa tidak diberi makan, karena tidak ada yang akan mampu masuk menahan racun yang menyebar dari tubuhnya.
Yin He pun mengangguk dan juga diikuti oleh ketiga Xiao bersaudara, segera meraka pergi mencari kediaman ketua Klan penjaga gerbang utara. Kakek Huang dan Jingmi segera mencari rumah makan dan juga penginapan, Jingmi segera membersikan badanya agar tidak terlalu mencolok penampilanya yang kumuh, dan setelah itu Jingmi langsung menemuai kakek Huang yang sudah memmesan makanan yang banyak untuk muridnya tersebut.
"Kakek guru, terima kasih, maafkan telah merepotkanmu." Ujar Jingmi yang sekarang sudag jauh lebih segar,
"Bagaimana perasaaanmu dan kondisimu."Tanya kakek Huang kepada Jingmi, Jingmi menceritakan bahwa kondisi tubuhnya sudah mulai pulih sepenuhnya, luka luka disekujur tubuhnya punya mulai mengering, dan sebagian hanya tinggal bekas luka.
Sedangkan Yin He langsung membuat keributan didepan rumah kediaman dari ketua klan penjaga gerbang utara, puluhan pengawal langsung mengepung Yin He, kan tetapi hanya dengan sekali hentak dari kedua tanganya, puluhan pengawal tersebut sudah menjadi mayat.
__ADS_1
"Pengawal yang tidak ikut mengepung Yin He, semua gemataran melihat tatapan Yin He. "Dimana tuan besar kalian suruh dia keluar, kalau tidak aku akan menghancurkan kediamanya." Yin He segera mengerahkan sedikit tenaga dalamnya, maka rumah besar di depanya sebagain telah hancur.