LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kitab Pedang Langit _ Jurus Segel Langit


__ADS_3

Xiao Yan yang tiba tiba panik membuat terkejut Kakek Huang, ternyata apa yang yang menjadi ketakutan dari kakek Huang pun Terjadi.


"Kakek siapakah mereka? dari cara mereka berpakaian mereka bukanlah dari kekasiaran Tang maupun Song. dan apa maksud kedatangan mereka kesini?" Tanya Xiao Zhuang yang masih menunjukan sikap tenangnya.


"Mereka berasal dari Lasha, salah satu kota terbesar di dataran Tibet, mereka kesini ingin mencari kitab pedang langit yang sekarang sedang dipelajari Yin He." Ujar Kakek Huang,


"Aku paham sekarang Xioa Yan tentang kepanikanmu barusan, mereka pasti telah menekanmu dengan aura mereka." Xioa Yan hanya mengangguk.


"Hai kakek tua, akhirnya kami bisa menemukanmu, cepat serahkan kitab tersebut kami akan bertindak kasar." Sesosok laki laki muda sekitar 20 tahunan berbicara dengan lantang kepada kakek Huang.


"Kitab itu sudah aku serahkan kepada yang berhak, kalian tidak usah lagi mencari kitab terasebut." Bentak kakek Huang dengan tegas.


"Setan.!  Dasar kau tua bangka, akan ku habisi kalian semua.  "Pemuda itu, walau dengan umur yang masih muda, akan tetapi kekuatan dan kemampuanya sepertinya tidak kalah dengan kakek Huang." Gumam Xiao Yan dan disetujui oleh kedua adiknya dan Jigmi.


"Sepertinya kita bisa berdiam diri saja, kita harus bantu kakek Huang, Selain pemuda tersebut kemampuan orang orang yang bersamanya sepertinya sudah dilevel tingkat kaisar petarung, memang tidak mudah tapi kita harus mencobanya." Ujar Xiao Zhuang.


Sementara itu pertempuran dahsyat pun tak terelakan antara Kakek Huang dan pemuda dari daratan tibet, mereka  telah melesat dengan kecepatan penuh dan mereka sudah bertukar ratusan jurus akan tetapi belum ada satupun yang terkena pukulan.


Pemuda yang bernama Kalden tersebut tersenyum sinis, “Sampai berapa lama kau bisa bertahan tua bangka? Aku akan menguburkan bersama murid muridmu, kecuali gadis cantik itu, dia memiliki sesuatu yang menarik, tapi aku belum tahu apa. Hahahahahahahah.” Kalden terus menghajar Kakek Huang dengan berbagai pukulan dan juga beberapa jurus spirit.

__ADS_1


“Kurang ajar, bisa bisa aku akan terbunuh disini, kekuatanya sangat besar, sebenarnya apa yang mereka inginkan sehingga mereka jauh jauh dari daratan tibet sampai ke daratan Song, kalau hanya untuk sebuah kitab langit.” Gumam bathin kakek Huang.


“Apa yang kau fikirkan kakek tua?” Kalden dengan cepat melesat ke arah kakek huang, kecepatanya lebih dari pada saat pertama dia menyerang, sebuah pukulan medarat ditubuh kakek Huang, akan tetapi ternyata pukulanya hanya mengenai sebuah bayangan. “Kurang ajar kakek tua!” Belum sempat Kalden berbalik arah, sebuah tedangan beruntun mendarat keras di dada dan bagian perutnya ,membuat dia terjatuh dan terhuyung.


Sedangkan disisi lain, Jingmi yang menghadapi seorang kakek tua dengan jenggot panjang mennjuntai, dari tatapanya, sang kakek merupakan seorang ahli sihir/spiritual seperti Xiao Zhuang, dan benar dugaan Jingmi, dia melakukan formasi pembentukan formasi spiritual, cahaya keperakan menyelubungi seluruh tubuhnya, dari cahaya tersebut muncuk sesosok bayangan sebuah raksasa merah dengan wajah yang amat garang yang menyerang Jingmi.


Dengan cepat Jingmi menangkis serangan dari raksasa merah itu, dan dengan cepat melakukan pukulan Tinju Ombak, sosok raksasa tersebut tubuhnya tiba tiba bias seperti asap yang diterpa angin akan tetapi langsung terbentuk lagi dengan kekuatan yang lebih kuat.


“Tidak bisa seperti ini, setiap seranganku sepertinya tidak akan berarti, aku akan menggiring raksasa ini berada tepat didepan kakek tua tersebut.” Kemudian Jingmi menggiring raksasa tersebut kearah dimana kakek tua tersebut mengendalikan raksasa dari formasi spiritual.


Jingmi kemudia mengeluarkan seluruh cakramnya yang sudah diberikan racun paling kuat dari tubuh dewi racun, kemudian dengan cepat di mengarahkan ratusan cakram tersebut kearah raksasa merah tersebut. dengan cepat cakram tersebut membuat putaran pada cakramnya dan membentuk pusaran cakram yang sangat kuat, dan saat cakrak yang berputar sangat cepat, Jingmi mengalirkan tenaga tinju ombak kedalam pusaran tersebut. dan dengan sekali hentakan, cakram tersebut berpencar kesegala arah, dan menembus pertahanan dari lelaki tua yang sedang mengendalikan cakram tersebut.


Jingmi segera menarik kembali ratusan cakramnya kembali keruang hampa, kini dia mengerti untuk menang dalam pertempuran tidak hanya di butuhkan kekuatannya akan tetapi dibutuhkan kepandaian untuk meliat situasi dan menganalisa kekuatan dan kelemahan lawan. “Pelajaran kakek Huang sangat berharga, hufft,,kenapa aku tiba – tiba teringat dengan kak Yin He, semoga dia baik baik saja.” Mata Yin He menerawang jauh, dia melihat Kakek Huang yang sedang menghadapi Kalden, dengan cepat dia menuju Kakek Huang untuk membantunya.


Xiao Yan sedang menghajar 2 dua orang dari darata Tibet, keduanya juga menggunakan senjata pedang akan tetapi tidak dapat menandingi kecepatan dari pedang Xiao Yan, dengan jurus seribu bayangan kecepatan ayunan pedang Xiao Yan bagaikan kecepatan cahaya mencabik tubuh kedua orang tersebut, keduanya hanya merasakan panas yang sangat atas sabetan Xiao Yan.


Xiao Yan yang awalnya tersenyum karena dapat menyabetkan beberapa luka dan tendangan kearah kedua musuhnya kini harus berkeringan dingin menyaksikan kedua lawanya kini bersatu membentuk sebuah tubuh baru, hal ini membuat kekuatan keduanya bersatu dan membuat tekanan diskitarnya meningkat drastis. Xiao Yan hanya menelan ludah melihat hal tersebut,  mata Xiao Yan terpejam dia mencoba untuk menyakinkan dirinya mampu untuk menghadapi musuh yang ada dihadapanya sekarang.


Xiao Yan mengarakan pedangnya keatas, bayangan naga air spirit muncul memutari tubuh Xiao Yan, tekanan yang dihasilkan oleh spirit naga air sangat besar hingga mampu untuk membendung tekanan dari lawanya, kemudian tubuh Xiao Yan mengalirkan hawa murninya sehingga bersatu dengan kekuatan pedang naga airnya, dan kekuatan naga air pun bertambah dengan kekuatan kera api, menghasilkan dua energi yang memancarkan sinar warna biru kemarah merahan.

__ADS_1


Xiao Yan langsung menyerang musuhnya yang terlah bersatu membentuk sosok yang bertubuh besar dan kuat, kekuatan pedang yang saling beradu membuat tekanan yang kuat, membuat Xiao Zhuang dan Xiao Zhao berhenti melakukan pertempuran.


Xiao Zhuang dan Xiao Zhao pun tersenyum dengan peningkatan kekuatan Xiao Yan, dalam beberapa jurus Xiao Yan dapat menangkis dan menyerang lawanya, pedang lawanya yang memancarkan hawa hitam menekan sangat kuat akan tetapi masih tidak bisa menahan pedang Xiao Yan.


Akhirnya pedang Xiao Yan dapat membelah tubuh musuhnya dengan sekali tebasan, hal ini membuta orang – orang tersisa termasuk Kalden pun akhirnya mencari cara untuk mundur, karena saat ini kekuatan mereka tidak akan sanggup melawan Kakek Huang, dan ketiga Xiao bersaudara, apalagi dengan adanya Jingmi yang mempunyai kekuatan yang tidak terduga.


Kalden dan pengawalnya segera melesat pergi menjauh dari hutan tersebut, mereka segera melesat kearah selatan hutan tersebut, dalam hati Kalden masih belum percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.


Sementara itu di Kaldera Mong, Yin He telah menyelesaikan pelatihan terakhirnya untuk segel kematian, dia harus benar benar mengulang dari awal, dan sosok seperti dirinya kembali muncul, kemunculan ini sangat ditanggu oleh Yin He , dengan cepat dan tenang dia langung menyerang sosok yang mirip dengan dirinya dan dengan ketenangan yang lebih dari yang sebelumya.


Akan tetapi Yin He juga sudah mendalami  esensi jalan pedang dengan tenang juga menangkis seluruh serangan dengan tenang dan bahkan bisa membalas serangan dengan kekuatan yang lebih kuat,  Yin He pun memejamkan mata dan menhirup nafas dalam dalam, dan sekali tebasan dia dapat mengalahkan sosok yang mirip dengan dirinya, kemudiaan dia merasakan aura keemasan dari sosok tersebut masuk kedalam tubuhnya, tubuh Yin He bergetar dan merasakan tubuhnya semakin berenergi, dan juga sekarang dalan fikiranya melintas untuk jurus segel langit.


“Akhirnya aku dapat mengalahkannya, secepatnya harus sampai dengan level segel nirwana.”Gumam Yin He, Yin He merasakan sesuatu yang mengusik fikiranya.


Setelah kepergian para pendekar tanah Tibet, Kakek Huang segera mengajak ketiga Xiao bersaudara dan Jingmi kembali kepondoknya. “Kemajuan kalian sangat pesat, terutama kau Jingmi, bahkan ahli spiritual yang mencapai level 3 bisa kau kalahkan dengan cepat, aku yakin kalian akan menjadi para pendekar yang mengguncang dunia.” Kakek Huang mengamati keempatnya dan menghela nafas, dia telah mendapat bibit bibit unggul.


Sekarang Yin He telah mempelajari tahab kedua dari kitab pedang langit, untuk tahab segel langit Yin He harus merasakan kesakitan dari ujung kaki sampai dengan ujung kepalanya, Yin He merasakan ada aura yang akan meledak setiap dia melakukan gerakan dan formasi segel langit, tidak lama kemudian tubuh Yin He ambruk dan tidak bergerak lagi, beberapa pasang mata telah mengamati Yin He sedari tadi, beberapa pasang mata tersebut datang mendekati tubuh Yin He yang tidak bergerak sama sekali, puluhan gerombolan dari singa dari dalam hutan kaldera mong mengepung tubuh Yin He yang sekarang terkulai tidak bergerak sama sekali, hanya detak jantung dan nafasnya yang teratur walaupun lemah.


 

__ADS_1


 


__ADS_2