LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Ras Naga Langit _ Mustika Matahari Bag. 04


__ADS_3

Han Bing yang melihat perubahan dari Liu Xie, tidak berfikir panjang lagi, karena perubahan tersebut adalah perubahan yang sangat mengerikan manakala dia saat datang ke sekte Bintang Perak menyaksikan Liu Xie dengan perubahan tubuh iblisnya.


Dengan jurus pemanggil petir alam, Han Bing berkosentrasi agar untuk memamggil kekuatan alam yang dahsyat, Liu Xie yang melihat Han Bing masih dalam setengah perjalanan memanggi petir alamnya, Lui Xie berinisiatif untuk membunuh Han Bing pada saat itu, akan tetapi sang naga yang mengawasi gerak gerak Liu Xie langsung menghadang dengan liukan tubuhnya agar serangan serangan dari Lui Xie tidak mengenai Han Bing, Semburan api biru sang naga tidak membuat membuat semburan api dari Liu Xie  berkurang, dengan sisik merah ditubuhnya Liu Xie mampu menanahan kobaran api dari sang naga.


Dan tiba tiba petir yang sangat dahsyat menyambar tubuh Liu Xie, gelombang energi petir tersebut mampu mementalkan tubuh Yin He dan Huan Xun yang sedang bertarung beberapa meter didekat Han Bing dan Liu Xie, Tubuh Liu Xie ambruk dengan luka bakar yang mengerikan, tanpa ampun sekali lagi Han Bing mengarahkan petir kearah tubuh Liu Xie, Hua Xun yang melihat hal tersebut langsung menyerang Han Bing, dengan cekatan Han Bing mengarahkan petirnya  kearah selir Hua Xun.


Hanya dengan satu tangan selir Hua Xun menahan petir tersebut, akan tetapi hal ini menjadikanya lebin kuat dari yang sebelumnya. Han Bing terkejut melihat Hua Xun menahan sambaran petirnya dengan tangan kosong lebih mengejutkanya lagi sambaran petir tersebut sepertinya malah mengisi energi dari tubuhnya.


Yin He segera melesat kearah Han Bing, “Paman segera habisi Liu Xie dan biarkan aku yang mengurus wanita iblis ini, energi listrik sangat bagus untuk tubuhnya, karena dalam tubuhnya tersimpan mustika matahari, dimana aliran petir akan memulihkan energi tubuhnya dan menambah kekuatan dari mustika matahari.” Han Bing mengerti, dan di langsung menyambarkan petirnya ke arah tubuh Liu Xie yang sudah tergelatak tidak berdaya, ada rasa kasihan, akan tetapi melihat situasi dan mempertimbangkan yang lainya, maka Han Bing memutuskan untuk menghabisi


nyawa dari Liu Xie.

__ADS_1


Hua Xun yang mencoba menghalangi petir Han Bing tidak bisa berbuat apa apa, manakala Yin He menghajarnya dengan sabetan pedang matahari, sekarang posisi Yin He berada diantara Han Bing dan selir Hua Xun, mata Hua Xun tidak dapat lagi membendung amarahnya, melihat Liu Xie yang terkapar membuatnya meneteskan air matanya.


“Bocah, sungguh kau telah membuatku murka, tidak akan ku maafkan dirimu, akan tetapi seluruh rakyat song harus menanggung penderitaan karena ulahmu. Hua Xun menempelkan telapak tangannya dengan posisi terbuka di dadanya, dengan menarik nafas dalam dalam, dan tiba tiba terdapat pusaran hawa yang sangat panas muncul


dari telapak tangan Hua Xun, sebuah mustika yang merah menyalah berada di telapak tangan Hua Xun.


Seperti yang dikatakan oleh Shi Ren, Yin He telah berhasil memancing Hua Xun menggunakan mustika matahari, Yin He segera mengeluarkan hawa dingin untuk melindungi dirinya dan juga sekitarnya, “ Paman, saya harap paman meninggalkan tempat ini membantu yang lainya, saya pastikan saya bisa menyelesaikan pertarungan ini, akan tetapi saya minta paman pergi agar saya lebih leluasa untuk bertindak dan tidak memikarkan yang lainnya.” Pinta Yin He kepada Han Bing, dengan perlindungan hawa dingin dari Yin He meninggalkan tempat tersebut sampai dengan hawa panas tidak menyentuhnya.


Yin He mengaktifkan jurus matahari darah yang di kombinasikan dengan jalan pedang mengguncang semesta, dalam sekali serang Yin He mampu membuat goresan pada wajah Hua Xun, “Kurang ajar bocah sialan, mati kau.” Hua Xun menyerang dengan mengibaskan tanganya, sebuah sinar seperti sinar laser yang berjumlah puluhan menghujani Yin He, dengan cepat dan lincah karena menggunakan jalan pedang jurus mengguncang semesta, Yin He dengan mudah menghindar dan mengayunkan pedang mataharinya ke arah tubuh Hua Xun.


Dengan cepat Hua Xun menangkisnya dengan pedang energi yang terbentuk dari energi dari kekuatan mustikan matahari, kekuatan yang dihasilkanya dapat menangkis pedang matahari dengan kekuatan tiga api suci.

__ADS_1


Beberapa kali Yin He mundur untuk menghindar sekaligus mencari celah dimana letak lengah meneteskan darahnya ke mustika matahari tersebut, Yin He tersenyum sinis dia menemukan suata cara akan tetapi sangat beresiko tinggi terhadap dirinya. Hua Xun merasa diatas angin kerena melihat gerakan Yin He yang semakin melambat, hal ini membuat Hua Xun semakin bergairah mengarahkan serangan ke arah Yin He, dan setelah beberapa kali bertukar jurus, pedang energi mampu menyabet lengan kiri Yin He yang melindungi tubuhnya dari sabetan pedang Hua Xun.


Tanpa disadari Hua Xun, darah Yin He menetes ke mustika matahari, dan mustika tersebut langsung memancarkan energi merah keemasan. Melihat perubahan mustika matahari yang semakin menguat, Hua Xun semakin senang makin percaya  diri, Yin He segera merapalkan mantra pemanggil mustika matahari yang diajarkan oleh Shi Ren, setelah selesai merapalkan mantra tersebut tiba tiba mustika  matahari yang berada di tangan Hua Xun memancarakan energi yang membuat hawa panas di sekitarnya bergejolak, tiba tiba mustika tersebut berputar dengan putaran yang sangat cepat dan melesat lepas dari tangan Hua Xun menuju ke arah Yin He.


Yin He merentangkan kedua tanganya, dan membiarkan mustika tersebut menabrak tubuhnya, Hua Xun pun terkejut dengan apa yang terjadi, “ Dia pikir dia bisa menahan energi mustika matahari didalam tubuhnya, kita lihat aja pertunjukan yang menyenangkan,” Bathin Hua Xun sambil tersenyum sinis kearah Yin He.


Yin He yang merasakan tubuhnya serasa terbakar karena masuknya mustika matahari kedalam tubuhnya, akan tetapi karena didalam tubuhnya sudah ada api abadi dan jugamustika rembulan membuat tubuhnya dapat menerima energi dari mustika matahari dan malah membuat energi tubuhnya mengalir keseluruh meridian dengan sangat lancar, membuat pancaran cakranya semakin kuat.


Hua Xun yang melihat kejadian tersebut wajahnya langsung pucat, tanpa energi mustika matahari dirinya bukanlah apa apa, hanya wanita dengan kemampuan sihir terbatas, pedang energi ditanganya pun mulai memudar, tenaganya juga menurun, hal ini disadari oleh Yin He, tanpa menunggu lama, sabetan pedang Yin He langsung memisahkan kepala Hua Xun dari tubuhnya.


Dengan terbunuhnya Hua Xun segala sihir yang tersegel dengan darahnya pun hilang, termasuk dengan ingatan kaisar Song,  Yin He dengan pedang mataharinya kemudian menjebol tembok sihir yang sudah hilang segelnya sehingga dengan mudah dapat dihancurkan.

__ADS_1


Didalam, Yin He melihat Xioa Zhao sudah membuat kaisar Song terlihat segar dan ditambah kesadaranya yang sudah pulih. Mereka berempat keluar dari ruangan bawah tanah tersebut, hal ini membuat semua prajurit yang awalnya membela permaisuri Hua Xun langsung menciut karena Yin He datang sambil membawa kepala permaisuri Hua Xun.


__ADS_2