
Chang Yuan, menggerakan tangan nya, kini tanganya memancarkan cahaya hijau terang yang sangat terang, walau keaadan siang hari, warna hijau masih bisa terlihat karena sangat pekat.
Langit berubah mendung, awan awan dilangit seperti ada yang memerintah dan mereka membentuk sebuah siluet seperti bunga teratai.
Chen Yi merasakan gejolak dari naga Yin, kini mereka sudah terlepas satu sama lain, naga Yin langsung menggeliat sepertinya tak sabar dengan kekuatan teratai tersebut.
“Mati kau!”
Boommm.. Bommm Dhuuuuaarrrrrrrrr.
Sekali lagi semuanya terpana dengan kondisi yang ada, dimana ledakan sebuah ledakan yang begitu nyata terdengar dan terasa energinya, tiba tiba menghilang tanpa jejak, kekuatan ledakan tersebut sepertinya tidak menyentuh bidang apapun, baik disekitar Chen Yi atau disekitar arena pertandingan.
Hal tersebut terjadi karena kekuatan ledakan tersebut hanya sepersepuluh, dikarena selruhnya telah dihisap habis oleh naga Yin milik Chen Yi.
Chang Yuan pun terkejut melihat apa yang terjadi, akan tetapi semuanya belum berakhir, karena teratai es masih berada menggantung di langit, kilatan petir dan suara gemuruhnya saling bersahutan.
Panah Suci Es Petir...!
Dari langit muncul panah es yang jatuh ke arena pertempuran Chen Yi dan Chang Yuan, Panah panah tersebut melesat dengan sangat cepat, dan yang lebih mengejutkan panah panah tersebut selain mengandung unsur es yang mampu membekukan apapun dalam sekejab, juga mengandung ungsur petir yanng juga bisa menghancurkan sesuatu dalam sekejap.
Hal ini menjadi perpaduan yang sangat kuat, akan tetapi hal ini akan menjadi sangat menyedihkan karena yang dihadapinya adalah Chen Yi,
Selain Naga Yin, kini Naga Yang juga menggeliat dengan cepat merasakan energi dari petir yang sangat kuat.
Kedua Naga milik Chen Yi lansung melesat membentuk sebuah Array yang langsung menahan dan menghisap masuk semua es dan juga petir petir yang turun.
Tidak hanya itu, kedua naga tersebut juga langsung membantuk sebuah formasi Naga berbentuk cahaya dan langsung menyerang teratai milik Chang Yuan.
Teratai tersebut bergetar dan memancarkan cahaya hijau dengan kilatan petir putih saat seekor naga melilitnya, akan tetapi lilitan Naga Yin Yang milik Chen Yi sangat kuat, dan teraiat tersebut tidak hancur akan tetapi lama lama menyusut dan hilang.
Chang Yuan sangat terkejut karena itu adalah artefak tingkat bumi yang kuat, akan tetapi kini harus hancur dan terserap begitu saja oleh Naga Yin Yang.
Chang Yuan yang marah langsung berteriak kencang dan langsung melancarkan serangan pukulan es kearah Chen Yi. Kekuatan pukukan Esnya mampu membekukan hampir kesembilan arena yang lain, hal ini membuat para petarung yang lainya langsung menyingkir terlebih dahulu.
Para petarung yang lainya terkejut dan langsung membuat perlindungan diri sendiri dari kuatnya pukulan Es Chang Yuan.
Chang Yuan terus menyerang Chen Yi dengan agresif dan tanpa memberikan celah sedikitpun terhadap musuhnya. Akan tetapi hal ini hanya di tanggapi dengan senyuman sinis dari Chen Yi.
“Chang Yuan, sayang sekali, kekuatan kultivasimu sangat tinggi akan tetapi kau tidak tidak bisa menyelaraskan pukulan es dan petir milikmu, jika kau bisa menyeleraskan keduanya kemungkinan kau tidak akan menjadi yang kedua akan tetapi menjadi patrick dari Teratai Es.” Ujar Chen Yi dengan sinisnya
“Tahu apa kau anak muda, kau masih belasan tahun, mau mengguruiku yang sudah 80 tahun, Cuihh..aku tidak sudih mendengarkanmu walaupun yang kau katakan adalah suatu kebenaran.” Balas Chang Yuan angkuh.
Sebenarnya Chang Yuan sangat terkejut ketika Chen Yi mengetahui kelemahan seranganya, memang dia sudah bisa menggabungkan serangan es dan petir, akan tetapi untuk menyelaraskanya adalah hal yang sangat susah, karena butuh pemahanan kedua elemen yang berbeda tersebut.
Tapi karena keangkuhanya dan juga karena merasa malu hal tersebut malah diketahui oleh orang seumuran Chen Yi yang masih 13 tahun.
“Begitu, aku akan mengajarimu sekarang, agar angkuhnya hatimu tidak terlalu keras, akan tetapi jika masih sangat keras, maka aku tidak akan segan segan untuk menghajarmu.”
Chen Yi langsung berdiri tegab dan memasaang kuda kudanya, dengan cepat dia melesatkan pukulanya, “Tinju Ombak dan Pukulan Matahari.”
Chang Yuan pun dengan cepat menahan dengan pukukan teratai es miliknya, akan tetapi hal tersebut diluar ekspektasi dari Chang Yuan, pukulan esnya tidak mampu lagi menahan pukulan gabungan dari pukulan matahari dan tinju ombak milik Chen Yi.
Semua mata tertuju pada sisa jasad dari Chang Yuan, mereka yang dari bangku penonton pun merasakan kekuatan yang dikeluarkan oleh Chen Yi, secara walau dia kultivasinya berada di tingkat penguasa level 5, akan tetapi kekuatan jurusnya sekuat orang di level Raja Dewa, oleh sebabnya Chen Yi sangat tenang.
Sekarang yang bisa menandingi minimal setara pukulanya hanya Bai Cuan dan Nana, tapi hal ini adalah kartu Truft yang dimilikinya, karena penggunaan kekuatan tersbeut hanya bertahan 1 Jam saja.
Semua Hening, tidak ada satupun yang berkata kata, semua melihat kearah Chen Yi , menatap dan menelisik siapa sebenarnya pemuda yang mempunya kekuatan yang sangat dahsyat sekali.
Chen Yi yang diawal tidak dilihat sama sekali, kini menjadi seseorang yang paling di kagumi oleh para penonton, ketampanannya pun tereskpos sehingga banyak perempuan yang mengelu elukan karena ketampanan dan kemisteriusanya.
__ADS_1
Pertandingan pun tetap berlanjut sampai dengan babak kedua yang tersisa hanya 100 orang, dari babak kedua orang yang melawan Chen Yi langsung menyerah tidak melanjutkan pertandingan.
Berbeda dengan Nana dan Bai Cuan, mereka asyik melemaskan otot otot mereka dengan melakukan pertempuran.
Hal tersebut membuat iri Chen Yi, dimana seharusnya yang sering bertanding adalah dirinya, ,malah sekarang tidak ada yang mau bertanding dengan dirinya.
Akhirnya terpilih 10 orang yang masuk babak semi final tersebut, kali ini Chen Yi mengharapkan akan bertanding dengan musuh yang bisa membuatkan meregangkan otot ototnya.
Pada pertandingan 5 besar, giliran Nana yang tidak bertanding dia mendapatkan angka 3 dimana nantinya dia tidak akan bertanding , Dan saat Chen Yi mengambil no, dia mendapatkan nomor 2, dimana dia akan melawan seseorang yang dari tadi menatapnya dengan tatapan tajam.
Sedangkan Bai Cuan bersorak gembira, karena sekarang yang didepanya adalah sesosok wanita yang sangat cantik akan tetapi berbeda dengan Xiao Lin, perempuan ini sangat elegan dan menawan.
Yang menjadi lawan dari Chen Yi adalah Meng Ong, lima tahun lalu dia adalah pemenang kelima dan satu satunya pemenang yang bisa keluar dari reruntuhan kota kuno tersebut.
Meng Ong langsung berjalan kearah panggung, kerumunan para pendekar dan para penonton yang lain mengangkat kepalannya , karena Meng Ong tidak berjalan, akan tetapi melayang, dengan kepulan asap hitam berkumpul di bawah kaki dan juga sekitar tubuhnya.
Tampaknya Meng Ong, mengerti siapa yang menjadi musuhnya saat ini, oleh sebab itu dia ingi mengintimadasi Chen Yi.
Prak..!
Meng Ong mendarat di panggung dan suasana arena pertandingan sangatlah tegang. “Tidak kusangka, aku menemukan orang dengan 2 elemen sekaligus, dan itu adalah elemen kegelapan dan cahaya.”
“Kau beruntung bertemu dengan ku anak muda, aku akan membuatmu tidak lama disini, dan langsung bertemu dengan kematian.”
“Kau yang akan ku kirim menuju kematianmu tua bangka, kau terlalu naif dapat membunuhku, jangan harap dengan kau berendam dikolam kematian dan menyerap energi hitam kematian, kau begitu berbangga hati.”
Meng Ong terkejut, tidak ada satupun yang mengetahui bahwa dia telah berendam di kolam kematian, saat itu dia dikejar oleh hewan iblis tingkat penguasa puncak, dia tergelincir dan masuk kedalam sebuah jurang yang terjal.
Akan tetapi Meng Ong beruntung karena tubuhnya ditahan oleh batang sebuah pohon yang hidup ditebing tersebut, setelah dia sadar dia menemukan sebuah gua yang berada tidak jauh dari pohon tersebut.
Lobang Gua teresebut sangat sempit, sehingga kalau dilihat dari atas atau dari bawah, tidak akan terlihat ada sebuah gua di tebing tersebut.
Meng Ong langsung bergetar, tubuhnya telah meminum air kolam tersebut langsung berkelojotan karena rasa panas yang sangat panas terasa diseluruh urat nadinya
Dan sebuah energi aneh pun mengalir dalam setiap meridian dan mengisi Dentianya, dengan kondisi fikiran yang masih sadar, Meng Ong mencoba untuk menyerap dan mengalirkan setiap energi tersebut kedalam tubuhnya dan merubahnya menjadi Qi.
Setelah itu dia tidak tersadar dalam 2 hari, setelah tersadar dia merasakan tubuhnya kini telah kembali pulih dan juga tenaganya pun bertambah, akan tetapi dia menyadari akan ada aura hitam yang kini masuk kedalam tubuhnya.
Akhirnya Meng Ong memntuskan untuk berendam dan didalamn kolam tersebut yang dia namakan dengan kolam kematian. Karena setelah dia menyelesaikan penyerapanya, dia mencoba melihat isi dalam kolam tersebut, dia melihat banyak tengkorak manusia dan juga binatang ibilis berserakan didasar kolam tersebut.
__ADS_1
+
Meng Ong pun langsung menyerang dengan kekuatan Qi Gelapnya, pukulanya membuat getaran di arena yang paling tengah di buat khusus untuk pertarungan babak terakhir.
Kekuatan Meng Ong memang luar biasa, hal ini dapat menekan kekuatan dari Chen Yi, secara dasar kekuatan Chen Yi memang masih di penguasa level 5 Puncak, sedangkan Meng Ong berada di tingkat Dewa Biasa.
Oleh sebab itu Chen Yi merasakan getaran yang membuat sekujur tubuhnya seperti dipukuli orang tanpa jeda.
Mengapa Chen Yi tidak menggunakan tubuh peri? Kan lebih cepat mengalahkan lawan, akan tetapi Chen Yi telah diingatkan oleh Bai Cuan untuk tidak menggunakan kekuatan tersbeut jika tidak dalam hal yang paling penting.
Dan juga dia tetap bisa menggunakan kemampuan fisiknya yang telah mencapai tulang naga langitm dimana penempaan tulang milik Chen Yi adalah yang terkuat.
__ADS_1
Bai Cuan meberikan saran untuk memaksa kekuatan Chen Yi sampai dengan titik puncaknya, karena ada sebuah rahasia besar yang tersembunyi yang harus dia pecahnya sendiri dari tubuh yanbg dia miliki.