LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Hutan Kematian


__ADS_3

"Baiklah kalo begitu perjalanan kita sekarang adalah ke sekte Pagoda Hitam, sampai disini masih ikut bersamaku atau kalian mau berpisah." Sekali lagi Yin He memberi kebebasan untuk Xiao Yan, Xiao Huang dan Xiao Zhang, untuk memutuskan tetap ikut dengan Yin He atau mereka akan mengembara sendiri,  karena pastinya perjalanan Yin He tidak lah mudah, banyak marabahaya yang menghadang,


"kakak Yin He, jangan bertanya itu lagi, seklai kami memutuskan, maka seteruskan kami akan pegang keputusan tersebut, kami akan mengikuti kakak He'er kemanapun dan bagaimanapun kondisinya." Xiao Yan sebagai saudara tertua diantara saudara yang lain, bersikap sangat dewas, begitupun dua saudaranya yang lain, Yin He merasa sangat bahagia, dn berjanji akan melindungi mereka.


Nanti setelah misiku selesai, akan aku bawa kalian ke Sekte Wisma Giok, kalian disana akan diterima dengan baik, karena disana adalah kakeku yang menjadi tetuanya. Yin He sengaja menyembunyikan bahwa dia juga seorang tetua di Sekte Wisma Giok.


Yin He bertanya kepada pemilik kedai, dimana dia dapat mencari kuda yang bagus, hal  ini membuat tiga Xiao bersaudara tertawa terpingkal - pingkal, Yin He yang melihat tingkah mereka menjadi bengong, "kenapa kalian tertawa, apa ada yang salah dariku?". Tanya Yin He dengan muka kebingungan.


"kak He'er, mengapa kita naik kuda kak?"  tanya Xiao Zhang sambil memegang perutnya. Yin He yang mendengar pertanyaan tambah bingung tambah dibuat bingung dengan sikap mereka.


"Kita butuh kuda, agar perjalanan kita lebih cepat." Jawab Yin He singkat.


"Kak He'er, kenapa kita tidak terbang saja, kami kira itu adalah cara yang tercepat," Ujar Xia0 Huang sambil menahan tawanya.

__ADS_1


Kini Yin He yang ikut tertawa, dia lupa bahwa Xiao bersaudara adalah para pendekar yang mempunyai kemampuan diatas rata -rata, " maaf, aku lupa kalian bisa terbang, kalau begitu biar tidak menyita waktu, ayo kita berangkat sekarang?". Yin He langsung melesat dan diikuti oleh Xioa bersaudara.


Perjalanan mereka adalah ke Hitam Pagoda Hitam,  dekat dengan hutan kematian, daerah perbatasan kota Fuyang, sekitar 100 Km dari tempat markas serigala merah, jika menggunakan kuda, maka perjalanan yang akan ditempuh adalah sekitar 2 minggu dengan istirahat yang sedikit. itulah yang membut Xiao bersauadara memilih untuk terbang, dengan terbang kemungkinan   seminggu mereka sudah sampai diperbatasan hutan kematian.


Yin He tidak menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dengan maksimal, karena takutnya Xiao bersaudara tertinggal, akan tetapi lagi lagi Yin He dikejutkan dengan kemampuan mereka, karena bebrapa kali Yn He harus memaksimalkan kemampuan meringankan tubuhnya agar tidak terkejar oleh Xiao bersaudara. setelah dua hari terbang tanpa beristirahat, Yin He mengajak mereka beristirahat dekat dengan aliran sungai di tengah hutan, Yin He menggunaan teknik elemen tanah untuk menciptakan tempat yang aman untuk beristirahat, dan Xiao Yan  datang dengan beberapa ekor ayam hutang dan kelinci yang besar besar, Xiao Zhang, datang dengan buah buahan yang segar dan ranum.


YIn He membuat Api untuk membakar ayam dan kelinci, sambil menikmati buah buahan sebelum makan malam dimulai, mereka mengobrol tentang kehidupan mereka saat mereka menjadi pasukan khusus, sampai denga semua ayam dan kelinci matang, akan tetapi Xiao Huang sampai saat ini belum muncul.


"Maaf Kak He'er dan yang lainya, tadi aku ingin mencari ikan di sekitar aliran sungai ini, akan tetapi, aku merasakan banyak sekai energi yang tersembunyi di hutan ini, jadi aku berburu mustika alam, dan hasilnya aku dapat banyak, semoga ini bisa membantu meningkatkan energi kita." Ujar Xiao Huang


"Baguslah, sekarang kailan makan dulu, jangan sampai cacing diperut kalian marah marah hehehehe." Canda Yin He, Perhatian dan cara Yin He memperlakukan Xiao bersaudara inilah yang membuat ketiganya merasa nyaman berada dekat Yin He dan menganggap Yin He adalah saudara sendiri.


Setelah selesai makan, Yin He mengajak mereka mengobrol. " Aku akan buatkan kalian ruang hampa ditubuh kalian,fungsi ruang hampa adalah, untuk meyimpan perbekalan atau senjata dan apapun, sehingga kalian tidak perlu report report membawa banyak perbekalan."

__ADS_1


"Dan satu hal lagi, nantinya aku ingin melihat kemampuan kalian, aku mau kalian meningkat kemampuanya selama bersamaku, karena kita tidak tahu kekuatan dari musuh yang akan kita hadapi, oleh sebab sebelum tidur kalian seraplah mustika alam yang dibawah oleh Xiao Huang, besok kita berlatih sehari disini, hutan ini cukup bagus untuk latihan, karena energi alam dan juga persedian makanan juga melimpah.


Xiao bersaudara segera menyerap mustika alam yang diperoleh oleh Xiao Huang, Yin He tidak ikut menyerap mustika tersebut, YIn He menyerap mustika bulan yang dia simpan diruang hampa. Setelah mereka menyerap mustika alam, mereka pun tertidur dalam cungkup tanah yang dibuat oleh Yin He, cungkup tersebut cukup nyaman dan hangat, sehingga mereka terlelap sampai menjelang pagi.


Pagi harinya sebelum tiga saudara tersbeut bangun, Yin He telah mencari makanan buat mereka, Yin He membawa beberapa ekor ikan dan juga seeokor rusa yang besar, dengan ingatan dari kakek zhao,Yin He meracik beberapa bahan di hutan tersebut, membuat aroma ikan bakar dan rusa bakar tersebut membuat  ketiga bersaudara terbangun, mereka terkejut dengan hidangan yang telah disiapkan oleh Yin He. segeralah bersih bersih dan makan, setelah itu kita akan berlatih disini. "Baik Kak He'er." Jawab mereka kompak.


Setelah mereka selesai bersh bersih dan menyantap ikan dan rusa bakar yang disiapkan oleh Yin He, segera mereka bersiap siap untuk berlatih, Yin He segera membuat perisai disekitar mereka, agar tidak membuat kerusakan dihutan tersebut.


Xiao Yan segera melesat kearah Yin He, dan meyerangnya, kecepatan Xiao Yan patut diperhitungkan, dengan jurus langkah bayangan, membuat dia mempunyai kemampuan meringankan tubuh yang paling baik diantara para sudaraya.serangan Xiao Yan lebih ke tangan kosong, akan tetapi kecepatan dan kekuatan pukulanya membuat Yin He berdecak kagum, "Xiao Yan, keluarkan jurus andalanmu sekarang." Ujar Yin He.


Xiao Yan, segera melakukan persiapan da kuda kuda untuk jurus andalanya, dengan sekejab tubuhnya menghilang, Yin He yang mulanya terkejut, kini hanya tersenyum, karena saat dia bergerak bayanganya tidak bergerak sesuai dengan kecepataan, Yin He memadatkan udara sekitarnya dan melemparkan kearah bayanganya, dan terdengar suara jeritan saat bola udara padat tersebut mengenai bayanganya.


" Ada jurus lainya?" Tanya Yin He, setelah itu tiba tiba Xiao Yan muncul dan berubah menjadi Yin He. Yin He terkejut dengan jurus penyamaran Xiao Yan.

__ADS_1


__ADS_2