
Han Bing meneruskan latihan jurus barunya, setelah beberapa kali tubuhnya terus disambar petir langit, kini tubunya sudah terbiasa dan juga Han Bing sudah mengerti pola dari petir langit atau petir alam saat akan turun, sehingga tubuh Han Bing tidak lagi gosong saat petir langit tersebut datang.
Han Bing juga sudah bisa memanggil dengan cepat petir langit serta mengarahkannya untuk menyerang musuh atau object yang dikehendakinya.
"Paman, paman sudah mengusai jurus tersebut dengah baik, tinggal paman menyelaraskan kekuatan petirnnya saja, paman bisa menyesuaikan dengan keinginan paman besar kecilnya petir tersebut." Kata Yin He.
"Iya dari tadi aku sudah mencari untuk bisa mencari cara agar aku bisa mengggunakan kekuatan petir langit sesuai dengan kebutuhanku, akan tetapi sampai saat aku belum tau caranya, bisa kah kau membantuku He'er.?" Ujar Han Bing kepada Yin He
Yin He tersenyum dengan pertanyaan pamannya, dia berdiri dan memberi contoh kepada Han Bing, Yin He kemudian membuat kuda kuda terlebih dahulu. "Paman, kosentrasi dan atur nafas, selaraskan tarikan nafas dengan fikiran paman, saat paman inginkan energi yang besar, maka paman harus menyelerasakan tarikan nafas paman dan kekuatan tubuh paman sebagai medianya dengan menambah kekuatan media tubuh paman, maka petir yang paman inginkan juga akan semakin besar datangnya, oh ya paman, petir langit juga tergantung dari wilayah atau daerahnya paman! semakin tinggi magnet didaerah tersebut, maka petir akan semakin kuat, banyak dan dahsyat, sepeti ini paman caranya."
Yin He mengangkat tanganya, langit langsung bergemuruh hebat, tujuh petir besar dengan cahaya perak keemasan meluncur dari langit seperti pilar yang besar suaranya menggelegar, hal ini membuat Han Bing hanya tercengang hebat, "sebenarnya seberapa besar kekuatan anak ini?" Bathin Han Bing.
"Paman jangan tanya berapa besar kekuatanku, paman juga nanti pasti mempunyai kekuatan yang tinggi." Han Bing tersentak, ternyata dalam kondisi seperti ini Yin He masih bisa mendengar isi hatinya, rasa malu menyelimuti Han Bing, akan tetapi Yin He yang menyadari perubahan dari Han Hing mendekatinya.
"Paman tidak usah malu kepadaku, aku sudah anggap paman seperti pamanku sendiri." Hehehehe Yin He tersenyum kepada Han Bing.
__ADS_1
*****
Sementara itu di Lembah kesunyian, Sekte Mutiara Hitam tengah sibuk untuk persiapan Turnamen Empat Elemen yang akan dimulai besok pagi, pagi ini Lembah Kesunyian telah ramai dengan datangnya para pendekar dari aliran putih, hitam dan juga netral.
Mereka yang mempunyai dendam pribadi harus mau meredakan ego masing - masing karena di pertarungan empat elemen membuat malu lawan adalah hal yang lebih menyakitkan dari pada membunuhnya.
Tetua atau Patriack Wang Yi mengumpulkan semua senior dan tetua Mutiara Hitam yang lain, mereka membahas kesiapan keseluruhan untuk turnamen besok.
"Hua She, bagaimana kondisi keamanan lembah kesunyian, apakah kau bisa memastikan bahwa acara ini bisa berjalan tanpa adanya gangguan dari kelompok yang menginginkan turnamen ini gagal?" Tanya Wang Yi.
"Aku harapkan semua akan baik baik saja, Oh ya, bagaimana hasil pelacakanmu tentang pertempuran disisi barat lembah kesunyian kemarin?"
"Maaf Tetua Wang, setelah kami melakukan penyelidikan, memang ada aura petarungan yang sangat kuat, akan tetapi kamu tidak menemukan apapun disana." Jawab Hua She.
Wang Yin hanya mendengus, dia kemudian mengelus jangut putih panjangnya, matanya menerwang jauh, ada binar kekhawatiran yang tidak dapat disembunyikanya.
__ADS_1
"Baiklah, aku harap semua bertugas sesuai dengan intruksi yang telah disepakati, masing masing sudah diberitahukan tugasnya masing masing, aku harap turnamen kali akan lancar dan lembah kesunyian mendapat nama yang bagus dimata anggota sekte dan pendekar yang lain.
Sementara itu disebelah timur sisi penginapan, sekte Perawan Suci yang di pimpin oleh Fei Fei, tengah duduk melingkar dibawah pahon besar yang ada ditaman lembah kesunyian. Tesirat kemarah yang terpancar jelas dimatanya.
"Kalian semua dengarkan, kita harus berhati hati, tadi Sekte Mawar Hitam telah menginjak harga diri kita sebaga Sekte Perawan Suci."
Fei Fei terus menjelaskan tentang Turnamen Empat Elemen ini kepada anggota yang besok akan turut bertanding, Taman Lembah Kesunyian adalah taman yang sangat besar dan tedapat pohon pohon besar yang rindang, sangat cocok membicarakan sebuah misi atau latihan.
Biasanya semua senior dari Mutiara Hitam berlatih dan merundingkan misi sebelum berangkat di pohon besar lembah kesunyian.
Rombongan Han Bing sudah sampai di gerbang pertama lembah kesunyian, kedatangan mereka disambut dengan ramah dan segera dipersilahkan untuk masuk ke lembah kesunyian.
Setelah mereka sampai Yin He dan tiga Wei bersaudara berdetak kagum atas keindahan dari lembah kesunyian yang sangat indah dan asri, banyak tumbuhan besar dan bunga bunga, jalanan bersih dan rapi.
"Paman, aku berjalan mencari informasi terlebih dahulu, paman mau melakukan pendaftaran ulang turnamen dulu kan?" Yin He tersenyum sambil menepuk pundak Han Bing.
__ADS_1