LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Bangkitnya Segel Tubuh YinYang Jingmi


__ADS_3

Chen Yi ingin berlari menuju area Yin, akan tetapi Bai Cuan dan Nana segera menariknya dan hanya dapat melihat tubuh sang Ibu sedikit demi sedikit lenyap.


Sedangkan Yin He sendiri yang fikiiranya terbagi dengan kondisi di Wisma Giok mengirimkan beberapa pesan yang akan bisa langsung diterima oleh kedelapan temannya.


 


Jingmi yang sepenuhnya telah masuk kedalam dunia kecil Yin tiba tiba tersadar dia merasakan dia aliran yang sangat nyaman sekali masuk kedalam meridian dan dentianya.. aliran tenaga alam begitu lembut masuk kedalam fikiranya.


"Dimana aku, dunia apa ini dan mengapa semua memandangku seakan aku adalah seseorang makhluk yang mengirimkan" Gumam Jingmi dalam hatinya karena sekarang dia dikelilingi oleh berbagai makhluk dengan bentuk dari yang mengerikan.


"Hai kau manusia, siapa kau? Pergi.! "


Seorang makhluk dengan postur tinggi besar bertanduk rusa dengan wajah kuda, kulitnya merah berkilau bersisik seperti ikan mas, kakinya menyerupai kaki kuda dengan tangan bercakar yang sangat tajam.


Tanpa berbicara, makhluk tersebut langsung menyerang Jingmi dengan serangan jarum es, sontak Jingmi terkejut meloncat kebelakang untuk menghidar.


Bhukkk.


Tanpa disadari makhluk tersebut sudah berdiri dibelakang Jingmi dan memberikan pukulan dan cakaran ke arah Jingmi, tak ayal lagi tubuh Jingmi langsung tersungkur dengan seteguk darah keluar dari bibir nya.


"Siapa kalian, mengapa kalian menyerangku?"


Jingmi tidak lagi menghindar.. dia langsung menggunakan kemampuan tubuh racunnya, akan tetapi dia terkejut karena dia tidak mampu mengeluarkan kemampuan racunnya.


"Ada apa ini, kenapa ada yang aneh dengan tubuhku? " saat telapak mananya terbuka, maka bola api sebesar kepala kerbau dengan warna merah kehitaman dan dikelilingi percikan percikan petir biru yang sangat ganas.


Semua makhluk yang mengelilingi nya terkejut dan mundur perlahan, akan tetapi hal ini hanya sebentar, tanpa diduga mereka bertambah semangat untuk meyerang Jingmi.


"Penjara Air" teriak sesesok makhluk yang menyerupai wajah monyet akan tetapi seluruh tubuhnya dipenuhi sisik dengan dominasi warna biru keperakan.


Tiba tiba tanah yang dipijak oleh Jingmi pun mengeluarkan air yang sangat deras dan kuat, dan langsung membentuk sebuah kurungan bulat.

__ADS_1


Jingmi melotot, karena dia terkejut merasakan kekuatan air yang mengurungnya.


"Tidak, aku tidak boleh menyerah, mereka ingin membuatku tidak bisa bernafas dengan penjara air ini, jika aku menggunakan air atau petir tidak akan bisa banyak membantu."


Jingmi mencoba kekuatan air miliknya, lagi lagi dia terkejut karena bukan kekuatan air yang muncul akan tetapi kekuatan angin, angin biasanya tidak berwarna akan tetapi pusaran angin tersebut berwarna kehijauan.


"Sebenarnya apa yang terjadi, dimana Yi Er dan suamiku, apakah mereka baik baik saja.?


Jingmi menahan lonjakan detak jantungnya, karena semakin tipin oksigen yang tersuplay, maka semakin semakan akan menekan jantungnya.


Mata Jingmi terbelalak, dia menjerir kuat.. di belakangnya kini terlihat sebuah sayap hijau terang yang cantik kedua tanganya berelemen kan api dan angin.


Jingmi memutarkan tubuhnya dan hempasan angin dari sayap dan tubuhnya berubah menjadi bilah bilah angin yang sangat kuat, sehingga bisa dia bisa keluar dari penjara air tersebut.


Dengan cepat dia menggunakan kekuatan airnya untuk menyerang makhluk makhluk yang mengepungnya


Gerakan Jingmi sangat cepat.. perpaduan antara angin dan petir sehingga menciptakan gerakan yang sangat cepet, membuat semua musuh yang mengelilingi nya harus cepat menghindar.


"Keparat, makhluk rendahan sepertimu beraninya membunuh rakyatku."


Seluruh tubuh makhluk berwajah kuda bergetar. udara disekitar langsung membeku, dia mengeluarkan sebuah pedang pedang warna kebiruan, pedang dengan kekuatan yang mengerikan.


Sayap milik Jingmi semakin diperkuat untuk menahan dingin dari makhluk waja kuda tersebut.


Tiba tiba Brukk.


Jingmi terjungkal jatuh ke tanah yang sudah berubah menjadi es.


beberapa es yang runcing menusuk tubuh Jingmi, banyak darah yang keluar, kawasan tersebut langsung memerah oleh darah Jingmi.


Dengan mata sayu Jingmi mencoba bangkit, wajar hal ini terjadi karena tubuhnya semakin tidak seimbang.. ada kekuatan lain yang seakan akan memaksa masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


"Rasakan ini"


Makhluk bermuka kuda langsung mengarahkan pedang esnya kearah tubuh Jingmi yang masih mencoba melepaskan diri dari beberapa es yang menusuk tubuhnya.


Ctaaanng..


Semua tercengang dengan apa yang mereka lihat, sebuah selubung es yang sangat tipis tiba tiba menyelubungi tubuh Jingmi, bahkan pedang es milik tuan mereja tidak sanggup menembus selubung es tersebut.


Yang mencengangkan adalah tiba tiba tubuh Jingmi bangkit dengan aura yang sangat menekan, semuanya tertekan sehingga bersujud karena tertekan aura dari Jingmi.


"Aura ini, ini aura dewi kematian, tidak.. aku tidak akan membiarkan dewi kematian membunuh semua rakyatku."


"Kau.. akhirnya aku membuka identitasmu sendiri, kau adalah dewi kematian, dari aura yang kau pancarkan.. tidak salah lagi pasti dewi kematian.


Jingmi tidak bergeming sedikitpun, tangan kirinya diangkat dan sebuah kepulan asap hitam keluar dan menabrak sebuah pohon besar dan langsung mencair.


tidak hanya itu, Jingmi melambaikan tanganya dan semua tumbuhan di samping kanananya membeku dan pecah terkena sambaran petir.


tubuhnya melayanh, pada saat bersamaa mahkluk kepala kuda menyerangnya dibantu semua rakyatnya.


Mata Jingmi nyalang dan hanya tersenyum tipis.


"Mati"


Maka ledakan yang sangat kuat terjadi, tanah yang sebelumnya membeku karena es. sekarang menjadi lva denga bentuk yang sangat mengenaskan.


"Formasi Yin"


Kepala kuda memerintahkan kepada bawahanya untuk menyerang dengan Formasi Yi.


Jingmi melesat dengan cepat, akan tetapi sebuah serangan penjara air dan racun langsung menahan serangan yang dilontarkan oleh manusia kuda

__ADS_1


__ADS_2