
Xiao Yan, memberikan isyarat kepada Yin He yang berada di belakanngnya, keempatnya segera turun dibelakang gerbang paviliun, Xiao Yan, memberi tahu apa yang tadi dilihatnya, bahwa ada seorang wanita yang keluar dari dinding dibelakang paviliun, dan sepertinya dinding tersebut telah disegel dengan sihir.
Mereka berempat mengendap kearah belakang paviliun, dan dengan cepat sudah berada di belakang pavilium, “Xiao Zhuang, tolong segera buka segel sihirnya.” Ujar Yin He kepada Xiao Zhuang, saat segel akan dibuka, tiba tiba terdengar tepuk tangan dan munculah seorang wanita cantik akan tetapi dengan tatapan yang sangat menyeramkan. “Hahahahahahaha, empat orang pemuda yang tampan, rupanya kalian tidak sayang dengan nyawa kalian.” cekikikan yang keluar dari bibir wanita cantik tersebut mampu menggetarkan sisi takut dari ketiga Xiao bersaudara, melihat hal tersebut Yin He melawan tekanan dari selir Hua Xun dengan mengeluarkan aura
raja, sehingga membuat tekanan dari selir Hua Xun berkurang dan ketiga Xiao bersaudara dapat mengatasi rasa takut dihati mereka. “Kemampuan wanita ini sangatlah kuat, auranya langsung menyerang spirit terlemah, sehingga akan muncul ketakutan di dalam diri orang yang dituju.” Gumam Yin He dalam hati.
Yin He memberikan kode kepad Xiao Zhuang untuk
mempercepat membuka segel atas pintu dinding tersebut, melihat hal tersebut,
Hua Xun langsung menyerang dengan sambaran energi panas yang sanggup melelehkan
baja sekalipun, Yin He menangkisnya dengan perisai api suci teratai biru, “Kurang
ajar, dia mempunyai api suci, jangan jangan kau yang telah membunuh raja
__ADS_1
serigala merah dan juga panglima iblis.” Tatapan mata selir Hua Xun sangat
tajam, dengusan nafasnya sampai terdengar, menandakan wanita iblis tersebut
sedang menahan amarahnya.
Xiao Zhuang berhasil membuka segel pintu rahasia yang berada di dinding belakang pavilun,
Yin He segera menyuruh Xiao Zhao dan Xiao Zhang masuk untuk mencari tahu keberadaan Kaisar, sedangkan Yin He dan Xion Yang berada di luar untuk menghadapi selir Hua Xun.
wajah Yin He dengan penuh amarah.
Yin He menarik sebuah tabung kecil pemberian jendralcTian Su, ketika tabung itu ditarik tutupnya sebuah cahaya keluar dan dan membentuk sebuah bentuk naga yang sedang mengaum, dan dalam hitungan menit suara riuh peperangan terdengar di semua penjuru istana kekaisaran Song.
Han Bing dan Jendral Tian Su serta para tetua memerintahkan seluruh prajurit dan anggotanya menyerang istana, semua sesuai dengan strateti awal, dimana jika ada naga mengamuk, bahwa Yin He tidak berhasil membawa keluar sang kaisar. Mereka segera melesat kearah sumber ledakan yang Yin He buat, tidak selang bebarapa lama mereka berdua sudah berada dalam pertempuran antara Yin He dan Xiao Yan melawan para Jendral Selir Hua Xun.
__ADS_1
Yin He segera berhadapan dengan selir Hua Xun segera mencabut pedang matahari saat menahan serangan dari Selir Hua Xun, hal ini sengaja dilakukan oleh Yin He, walaupun saat ini dia tidak bisa mengendalikan sepenuhnya pedang matahari karena dia telah memindahkan api suci tingkat empat dan lima yaitu api suci teratai putih dan teratai hitam, akan tetapi dengan menahan serangan dari Hua Xun akan memurnikan api suci teratai putih dan
teratai hitam, karena setiap pukulan dari Hua Xun mengandung energi dari mustika matahari yang mampu menetralisir hawa spirit hitam dari api suci tersebut.
Han Bing yang menghadapi Liu Xie, melakukan serangan dengan sang naga, naga yang melingkat di leher Han Bing akhirnya merubah wujud menjadi ukuran yang semestinya, naga tersebut langsung mengaum dan menyemburkan api birunya kepada Liu Xie, saat Liu Xie menghindari semburan api biru sang naga Han Bing, pedang Han Bing menyambutnya dengan sabetan yang secapat kilat, hingga membuat rambut panjang dari Lui Xie harus rela terpangkas oleh pedang Han Bing.
Kemarahan Liu Xie memuncak, dia mengerahkan pukulan kedua tanganya kearah pedang Han Bing
dan naganya, benturan kuat antara dua energi yang saling berbenturan membuat ledakan yang hebat disekelilingnya, hal ini mengakibatkan rusaknya paviliun milik selir Hua Xun, tubuh Liu Xie terpental jauh, selain terkena efek benturan kekuatan dia dan naga serta Han Bing, tubunya juga dihajar oleh sang naga dengan ekornya, membuat beberapa tulang rusuknya patah, luka dalamnya parah membuat dirinya susah untuk bergerak.
Luka yang dialaminya sewaktu bertarung dengan Yin He membuatnya tidak boleh menggunakan jurus terlarang yaitu tubuh iblis, karena hal ini akan berakibat fatal baginya, kalau tubuhnya tidak kuat menahan kekuatan tubuh iblis, maka tubuhnya akan langsung meledak. “Tidak, aku tidak boleh menggunakan tubuh iblis dulu, akan
etapi pria brengsek ini harus diberi pelajaran, aku yang mati atau dia yang mati.” Liu Xie sudah menentukan pilihanya dia yang mati atau Han Bing yang mati.
Sedangkan Han Bing sendiri, hanya beberapa jengkal terhampas dari tempat dia berdiri, akan tetapi, kedua pedang kembarnyamengalami keretakan yang teramat parah. “ Kurang ajar perempuan iblis ini,
__ADS_1
tekanan pukulanya bisa membuat pedangku sampai retak seperti ini, jika saja tidak ada sang naga, kemungkinan aku yang terdesak cukup besar.