LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
TURNAMEN EMPAT ELEMEN Bag.5


__ADS_3

Han Bing dan Yin He beristirahat setelah seharian menempuh perjalanan naik naga, tiga anggota muda dari Wisma Giok yang akan mengikuti turnamen empat elemen adalah tiga bersaudara Wei, yaitu Wei Hanzu pengendali Api, Wei Yanzu pengendali Air dan yang paling kecil adalah Wei Ryuzu Pengendali Angin, mereka adalah tiga jenius dari Wisma Giok, dan yang paling menonjol adalah yang paling bungsu yaitu Ryuzu pengendali angin.


setelah makan malam, Han Bing mengajak semua berkumpul untuk memulai latihan, mereka ada waktu semalam 5 hari untuk berlati sebelum turnamen berlangsung. "Kuharap kalian akan bersungguh sungguh untuk berlatih, aku dan tetua Yin He akan mengawasi sekaligus akan menilai hasil latihan kalian." Han Bing menerangkan secara detail beberapa peraturan yang harus mereka ketahuai di turnamen besok, Yin He juga mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Han Bing.


Sekarang kita akan berlatih, mulai dari kamu Hanzu, coba perlihatkan kepada kami kemampuanmu, "Baiklah senior Bing." Hanzu meloncat dan bersalto beberapa putaran di udara dan mendara dengan bagus tepat di tengah tengah tempat yang telah disiapkan oleh Yin He.


Hanzu segera memperagakan beberapa jurus api, beberapa gerakan mendapat koreksi dari Han Bing maupun Yin He terutama saat menciptakan energi petir, karena kurang fokusnya Hanzu petir petir yang di ciptakan kurang bertenaga, tiba tiba Yin He menyerang ke arah Hanzu,  Hanzu yang terkejut mendapat serangan tiba tiba pun meloncat ke udara menghindari serangan Yin He, dengan tangkas dia menyerang Yin He dengan gelang gelang api yang berjumlah ratusan, gelang gelang itu berputang dengan bara yang sangat panas, Yin He tetap tenang, dia menggunakan pelindung es untuk menangkal serangan dari Hanzu, "Jangan setengah setengah denganku Hanzu, karena aku juga tidak akan segan untuk melukaimu."


Yin He mengepalkan kedua tanganya dan menciptakan bola bola petir yang digabungkan dengan jarum es, secepat kilat jarum jarum itu melesat menghajar Hanzu, "Hanzu tetap fokus, jangan sampai lengah." Teriak Han Bing menyemangati Hanzu.


Hanzu berusaha tetap tenang, walaupun dia sedikit khawatir dengan serangan Yin He, karena kecepatan dan kekuatan yang dikeluarkan oleh Yin He tidak main main, jarum jarum es tersebut menerobos pertahanan gelang gelang api Hanzu, Hanzu yang melihat ini merubah pola menyerang menjadi bertahan terlebih dahulu, dengan merubah gelang gelang api menjadi kobaran api sehingga seluruh tubuh Hanzu berubah menjadi kobaran api yang sangat panas, sehingga jarum jarum es  Yin He berikan dapat di tangkis oleh Hanzu,


Dhuar...Dhuarr..

__ADS_1


Hanzu terpental tubuhnya meronta kesakitan, Hanzu terlambat menyadari, bahwa jarum jarum es Yin He hanya sebuah alat untuk mengalihkan perhatianya, serangan yang sebenarnya adalah petir petir yang disamarkan dengan jarum jarum es tersebut.


Yin He segera melesat ke arah tubuh Hanzu dan  memberikan sebuah pil kepada Hanzu, setelah menelan pil dari Yin He, tubuh Hanzu dalam sekejab sembuh, luka dalam maupun luka fisiknya tiba tiba sembuh.


"Terima kasih tetua Yin He, luka luka saya sembuh, bahkan luka dalam karena latihan kemarin juga sudah sembuh." Yanzu membungkuk memberi hormat kepada Yin He. "Sudahlah jangan berlebihan, sekarang beristirahatlah dulu." Yin He meraih tangan Yanzu dan mengajaknya ke tempat Han Bing.


Yin He kemudian memberikan penjelasan mengenai teknik double serangan, hal ini jika bagi Yin He akan mudah, karena dia bisa menguasai semua elemen, akan tetapi hal ini juga bisa dilakukan oleh orang yang hanya mempunyai satu elemen, seperti teknik api, bisa digabungkan dengan senjata fisik yang lain, seperti yang  Yanzu miliki yaitu gelang api, bisa di sandingkan dengan senjata berupa cincin besi, dimana saat kobaran api bisa di padamkan, tapi senjatanya masih bisa digunakan.


Dengan kemampuan penciptaaanyam Yin He membuat biji biji besi tersebut menjadi ratusan  gelang gelang yang menyerupai cakra, dimana setiap sekelilingnya mempunyai gerigi. "Aku hadiakan ini kepadamu, Yanzu dan Ryzhu, aku juga akan memberikan kalian sebuah senjata, tapi aku masih belum terfikir senjata apa yang cocok buat kalian, karena aku belum, melihat kemampuan kalian."


"Hanzu kesinilah, aku akan menciptkan ruangan dimensi ditangan kanan dan kirimu untuk menyimpan senjata senjata ini,"  Hanzu pun mendekat ke arah Yin He, Yin He meraih kedua tangan Hanzu dan menciptakan sebuah ruang hampa untuk penyimpanan senjatanya.


Yin He pun mengajarkan bagaimana untuk menutup dan membuka ruang hampa yang ada di tanganya, ruang hampa ini hanya untuk benda mati, benda hidup tidak dapat dimasukan kedalam ruang hampa.

__ADS_1


"Paman, aku pergi dulu, ada urusan yang harus aku selesaikan." Yin He yang merasakan ada sesuatu yang aneh disekitar mereka segera melesat keluar untuk memeriksanya. Han Bing menyuruh tiga Wey bersaudara berjaga dan berhati hati.


Yin He yang sudah di luar segera mengeluarkan pukulan angin, diberapa titik, dan benar saja, kini dihadapanya telah ada puluhan orang dari aliran hitam.


"Tidak kusangka, anak naga memang luar biasa, bisa mengetahui kebaradaan kami, xixixixixixixixi." seorang lelaki tingga besar melangkah ke arah Yin He.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2