
Ctinggg.!
Pedang Hati Es langsung terpental, tangan Chen Yi bergetar saat oedang hati es seperti membentur sebuah perisai yang sangat kuat.
"Beraninya kau melukai pelayanku, peri murahan." Sesosok Iblis dengan wajah yang lebih menyeramkan dari pada iblis elemen yang telah menghalangi Chen Yi.
Dan yang lebih mengejutkan adalah cara iblis tersebut menghalangi tebasan Pedang Hati Es hanya dengan menjapit pedang tersebut dengan kedua jarinya dan menghempaskanya begitu saja.
"Hahahahahaha..ternyata hanya sesosok Jendral dari Iblis Langit tua yang tidak berguna." Ujar Chen Yi.
Kata kata Chen Yi membuat Bay Cuan yang berada di ruang jiwa miliknya menjadi terkejut. "Tuan, kenapa kau membuat masalah dengamya, dia adalah jendral dari Kaisar Iblis, harusnya tuan mencari cara menyelamatkan diri, bukan malah membuat masalah semakin besar" Ujar Bay Cuan.
"Diam kau Bay Cuan, aku tidak akan mengingkari janjiku, apapun yang terjadi aku percaya dengan kekuatan orang orang yang mempercayaiku." Kata kata Chen Yi menghentak Bay Cuan, sehingga Bay Cuan tidak bisa lagi berkata kata lagi.
"Tapi Tuan dia adalah Hei Mowang, dengan kultivasi Iblis Neraka tingkat 5, walau tuan punya tubuh Peri sejati, tapi kultivasi tuan bukanlah apa apa buatnya."
"Diam kau Bay Cuan! " Chen Yi membentak Bay Cuan dan langsung menyerang Hei Mowang dengan sabetan hawa dingin yang sangat kuat dari pedangnya.
Tidak hanya itu, Tombak Naga Api juga seakan mengerti kemarahan tuanya sehingga dia berputar dengan cepat dan menghasilkan pusaran api yang sangat kuat.
"Elemen Yin Yang. Tapak Langit!" Chen Yi dengan cepat melesat keatas dan dengan kekuatan Elemen Yin Yang dia mengerahkan Tapak Langit, ditambah kekuatan dingin dan api dari pusaka langit membuat tapak Yin Yang berbentuk telapak tangan raksasa memancarkan lima warna sekaligus.
Dhuaaaarrrr..!
Sebuah ledakan yang sangat dahsyat hingga mengguncang seluruh dunia peri, para penduduk kota putih yang sedang berkulitivasi langsung terhenyak, akan tetapi beruntungnya perisai dari array yang diciptakan dari kekuatan empat pilar tersebut. mampu menahan guncangan tersebut.
Sedangkan diluar kota putih, sebuah kawah yang sangat besar tercipta, dua sosok terkapar ditengah kawah tersebut. yaitu iblis elemen dan juga Jendral Iblis Langit Hei Mowang.
Sedangkan Chen Yi sendiri juga terluka parah disisi atas kawah tersebut dengan darah yang dimuntahkan dari dalam mulutnya.
Dengan susah payah Chen Yi mencoba untuk bangkit, akan tetapi karena luka yang sangat parah membuatnya kembali pingsan.
__ADS_1
Kedua pusaka miliknya langsung berdengung manakala merasakan energi tubuh dari Chen Yi.
Keduanya berputar putar diatasnya dan membiaskan energi yang membuat tubuh Chen Yi sangat nyaman.
Sedangkan di tengah tengah kota, para penduduk satu demi satu telah selesai berkultivasi, Naraz bisa merasakan kekuatan para penduduk tersebut.
"Semuanya dengarkan, kita tidak bisa membiarkan tuan kita sendirian melindungi kita sendirian, aku perintahkan kalian menyalurkan menyalurkan kekuatan kalian masing masing untuk membantu tuan kita."
Semua penduduk mengangguk, menyalurkan Qi mereka menyatukan energi mereka ke batu jade langit yang berada ditengah tengah empat pilar legendaris tersebut.
Chen Yi yang masih belum sadarkan diri mulai merasakan sesuatu bergejolak dalam tubuhnya.
Sedangkan Hei Mowang sendiri sudah sadarkan diri dsn langsung menyerap energi dari iblis elemen yang sudah tidak berdaya disampingnya.
"Lebih baik kalian binasa tapi berguna buatku dari pada hidup membuat malu aku." Iblis Hei Mowang langsung mengambil mutiara kehidupan milik pengikutnya.
Tiba tiba kekuatanya kultivasinya pun langsung naik tingkat, dari level enam sekarang berada di level tujuh awal.
"Hahahahaha..harusnya sedari dulu aku serap kristal kehiduapan kalian, aku sekarang bisa merasakan kuatnya kultivasi yang aku rasakan sekarang."
"Tidak ada gunanya kalian memberikan energi bagi yang sekarat dan tidak berguna seperti dia, dari pada terbuang sia sia, kalian bersatulah denganku."
Seketika sebuah cahaya hitam melesat dari tangan Hei Mowang kearah kedua pusaka milik Chen Yi.
Sepertinya kedua pusakan milik Chen Yi memang memiliki Jiwa dan kemauan tersendiri.
Keduanya langsung berdengung dan tiba tiba dari dalam tubuh Chen Yi muncul dua cahaya yang muncul dan keempatnya menjadi satu dan menjadi sebuah pedang yang membuat Hei Mowang langsung terkejut.
Pedang tersebut sebuah perisai yang menahan kekuatan dari Hei Mowang dan tidak hanya menangkis kekuatan tersebut tapi juga mengembalikan serangan kekuatan yang sangat dahsyat.
"Pedang Mahadewa, aku harus mendapatkanya, bocah lemah sepertinya tidak pantas untuk mendapatkanya."
__ADS_1
"Jika aku mendapatkanya aku akan menjadi yang terhebat di tiga dunia hahahaha."
Hei Mowang sepertinya terlalu meremehkan pedang mahadewa, pedang tersebut memancarkan cahaya ungu dan keemasan yang memancar kearahnya.
Crasshhhh....
Tubuh Hei Mowang dengan mudahnya ditembus oleh cahaya dari pedang tersebut.
Jerit menyayat keluar dari mulut Hei Mowang dan tubuhnya langsung meledak berkeping keping.
Pedang Mahadewa pun berputar dan berubah menjadi empat buat pusaka, yaitu Pedang Langit, Golok Neraka, Tombak Naga Api dan Pedang Hati Es.
Keempatnya langsung melesat kembali masuk kedalam tubuh Chen Yi. Dan sedetik kemudian Chen Yi bangun dati pingsanya sambil terbatuk batuk.
"Tuan..syukurlah tuan akhirnya bangun." Bay Cuan yang tidak bisa melakukan apa apa karena kekuatanya masih tersegel ditubuh Chen Yi.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bay Cuan, dimana iblis tersebut?" Tanya Chen Yi kepada Bay Cuan.
Bay Cuan pun menceritakan bagaimana Hei Mowang hampir saja membunuhnya, akan tetapi Chen Yi dilindungi oleh empat pusaka dalam tubuhnya yang bersatu dan membentuk pedang mahadewa.
"Akan tetapi bagaimana mungkin pedang mahadewa bisa keluar, bukanya harus sampai tingkat tertentu pedang tersebut dapat diaktifkan." Tanya Chen Yi keheranan.
"Tuan, energi dari seluruh penduduk kota peri inilah yang membangkitkan segel dari pedang Mahadewa, energi Qi dan Energi pengharapan dan keyakinan merekalah yang membuat pedang Mahadewa bangkit." Ujar Chen Yi
Chen Yi pun segera bangkit, tubuhnya sudah pulih kembali sehingga dia langsung menuju Aula kota putih dimana Naraz dan Nana.
Kehadiran Chen Yi di elu eluka oleh seluruh penduduk kota putih, "Terima kasih semuanya, kalian memberikan sesuatu yang aku rindukan, yaitu keluarga." Semua terdiam, mereka terkejut dengan kata kata yang terucap keluar dari bibir Chen Yi.
"Kaulah pemimpin yang ditakdirkan,.sesuai dengan ramalan yang menyatakan, akan datang pemimpin yang akan menjaga kalian layaknya keluarga." Ujar Naraz yang tidak bisa membendung air mata bahagia dan berlutut dihadapan Chen Yi di ikuti Nana dan juga para penduduk yang lain.
"Semuanya dengarkan aku, aku saat ini tidak bisa bersama kalian, karena ada beberapa tugas yang harus segera aku selesaikan, karena kultivasi kalian sudah berhasil, aku tidak aka. khawatir lagi"
__ADS_1
"Semuanya aku akan kasihkan kepemi.pinan sementara kepada Naraz, ikuti semua perintahnya."
"Nana ayo segera kita pergi."tatap Chen Yi