LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
TURNAMEN EMPAT ELEMEN Bag.2


__ADS_3

Yin He terdiam setelah mendengar penjelasan dari kakeknya tentang Gerbang Naga.


"Selesai turnamen aku akan mencari gerbang naga, mengenai informasi tentang pertikaian antara kaisar Tang dan Song, aku akan memberi tahu kepada kakek setelah aku menjalani latihan.


***


Para tetua Rumah Giok berkumpul membahas rencana terkait Turnamen Empat Elemen, mereka mengajukan kandidat yang akan ikut turnamen tersebut.


"Aku mengusulkan Yin He untuk ikut beserta 4 murid lainya." Tetua Hua Lie mengusulkan nama Yin He dengan alasan akan menaikan pamor dan juga kekuatan Wisma Giok.


Tuoli berdiri dan memandang keluar. "Aku kurang setuju jika Yin He yang akan ikut bertarung, bukan aku tidak ingin menaikan pamor dan kekuatan Wisma Giok, akan tetapi kemampuan dari Yin He bisa akan menjadi bahan pembicaraan karena dia mengusai lebih dari satu elemen."


"Hal tersebut akan menjadi tanda tanya terbesar para semua sekte, dan keberadaan Yin He akan menjadi incaran para aliansi aliran hitam."


"Dan bukan karena aku takut bertempur dengan aliansi hitam, tapi aku mau banyak anggota kita meninggal, penyerangan gabungan sekte iblis,bambu hitam dan lainya masih jelas penderitaan yang dialami oleh anggota kita."


Tuoli kemudian duduk dan menceritakan tentang apa yang dialami oleh Yin He di lantai kelima di pagoda merah.


Semua mata menatap Tuoli, mereka mengangguk pelan tanda setuju.


"Baiklah kalau begitu, Yin He tetap ikut, akan tetapi dia akan bersama Han Bing untuk mengawasi jalanya turnamen, sekalian mancari info atas soal isu pilitik yang saat ini makin memanas." Ujar tetua Hua Lie.


****


"He'er kemarilah, kakek akan menunjukan sesuatu kepadamu." Tuoli mengajal Yin He masuk kedalam salah satu ruangan didalam rumahnya, kemudia Tuoli menggeser kemudian memutar sebuah guji besar dan tiba tiba dinding didalam ruangan tersebut terbuka.


Yin He yang terkejut melihat ada sebuah tangga turun kedalam bawah tanah, segera mengikuti langkah kakeknya turun melewati tangga tersebut.


Pintu ruangan tersebut tertutup, Tuoli menyalakan api hanya sakali sentuh, lentera disetiap dinding pun menyala semua.


"Ruangan apa ini kek, dan kayaknya ini sebuah ruang rahasia?"


"Memang ini sebuah ruang rahasia Wisma Giok, hanya para tetua yang tahu hal ini."


Sesampainya diruangan yang cukup besar, Yin He sangat terkejut karena para tetua yang lain juga sudah berkumpul disana.


mereke duduk bersila mengelilingi sebuah batu giok besar yang berbentuk seperti manusia yang sedang duduk bersila, batu dengan warna hijau muda memancarkan energi yang berbeda, terkadang panas terkadang.

__ADS_1


"He'Er duduklah, kamu semua sengaja berkumpul dan memanggilmu karena ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan."


"Mengenai apa itu kek?


"Saat kau berada di lantai kelima pagoda merah, kami ingin kau menceritakannya kembali kepada kami.


"Baiklah Kakek dan para tetua yang lain, aku akan ceritakan semua." ujar Yin He


Yin He mulai menceritakan dirinya setelah menyelesaikan elemen angin pada lantai 4, dirinya meliha ledakan yang sangat hebat.


Ketika Yin He akan turun keluar pagoda, ada suara yang memanggil di lantai 5 pagoda tersebut.


"Bagaimana ini, situasinya sangat genting." Bathin Yin He.


Saat Yin He memutuskan akan keluar pagoda, terdengar suara gaduh dalam ruang lantai 5, akhirnya Yin He yang penasaran, melangkah masuk untuk memeriksa kedalam ruangan tersebut.


Sesampaikan didalam ruangan, Yin He merasakan aura yang sangat aneh, aura yang tidak pernah dirasakan.


Hampir saja Yin He larut dalam suasana ruang tersebut.


Yin He pun terkejut dengan apa yang dirasakanya, tapi saat dia ingin kembali dalam kesadaranya, seperti ada kekuatan yang menariknya jauh ke dalam fikiranya yang terdalam.


Yin He melihat empat bayangan dirinya berdiri mengelilingi satu bayangan hitam, bayangan itu berputar untuk mengisap seluruh bayangan yang lainya.


Yin He yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi masih terdiam, "Yin He cepat, panggil dan bersatulah dengan empat bayanganmu!" Teriak Zhuanglong kepada Yin He.


Yin He tersadar saat Zhuanglong berteriak yang kesekian kalinya.


"Hai para bayanganku, masuklah kedalam tubuhku."


Suara Yin He seperti magnet yang kuat, sehingga bisa menarik langsung keempat bayanganya yang hampir saja bersatu dengan bayangan hitam yang menyerapnya.


Bayangan hitam tersebut menatap tajam ke arah Yin He, matanya merah menyala, dan tubuhnya mengeluarkan petir merah yang mengerikan dan menghantam tubuh Yin He.


Yin He yang sudah bersatu dengan empat bayanganya hanya terpental beberapa meter kebelakang.


Yin Hen langsung memutar dan kemudian mengangkat tangan kanannya kedepan, dia merasakan ada suatu kekuatan yang mengerakan tubuhnya.

__ADS_1


Dan tiba tiba api hitam keluar dari tubuh Yin He, api tersebut langsung menyambar bayangan hitam, akan tetapi api sama sekali tidak mengenai bayangan hitam tersebut.


Beberapa kali Yin He bertukar jurus dan elemen. akan tetapi selalu kalah telak.


Tubuh Yin He terhuyung tatkala pukulan dari bayangan hitam diarahkan ke tubuhnya.


Bayanga tersebut melesat ke arah Yin He, tubuhnya seperti asap yang langsung menyelimuti Yin He, Yin He merasakan dirinya seakan akan terhisap kekuatan yang sangat besar.


Yin He..!


Yin He merasakan sebuah panggilan yang sangat lembut, panggilan suara wanita dilihatnya saat dirinya di ruang lantai 1 pagoda merah.


Yin He terkaget dengan apa yang terjadi, panggilan tersebut, membuat dia tersadar dan mengosongkan semua fikiran.


Teknik Pembalik


Traaaannggggg...!


Yin He terkejut, saat dia menggunakan teknik pembalik semua berhenti dan sekarang yang terjadi bayangan tersebut mulai memudar.


seiring dengan menghilangnya bayangan tersebut Yin He tersadar bahwa yang dihadapinya adalah ilusi fikiran.


Dia melangkah ke arah batu altar didepanya, kemudiaan memegang batu tersebut, ada energi yang nyaman masuk mengaliri semua tubuhnya.


Setelah aliran energi yang masuk berhenti, Yin He segara keluar dari pagoda dan menolong Kakek Tuoli.


Para tetua yang mendengarkan semua menganguk dan saling memberikan isyarat.


"He'Er..sekarang letakan kedua tanganmu diatas batu ini." Ujar Tuoli.


Saat Yin He hendak bertanya, Tuoli menyuruh dia dan menunggu beberapa saat.


Tidak lama cahaya hijau dan kebiruan menerangi seisi ruangan.


Dan tiba tiba batu tersebut berputar dan semua tetua terkejut dengan hal tersebut.


"Berarti semua ini bukan sebuah dongen belaka!

__ADS_1


__ADS_2