
Setelah melakukan perjalanan ke masa lalu, membuat tubuh Yin He merasa sangat kelelahan, Mata Yin He menatap dengan lekat kearah Iblis Api yang juga mulai tersadar, Iblis Api pun merasa risih saat tatapan Yin He yang dengan lekat terus menatapnya. "Aku sepertinya mengenal tekanan dan cara menatapnya, Ya Raja Iblis, tatapan mata itu adalah milik Raja Iblis, tapi tidak mungkin, sedangkan pedang langit bersemayam dalam tubuhnya." Pikiran Iblis Api melayang jauh, dia tidak sadar Yin He mendekat kearah Iblis Api.
"Aku mengucapkan terima kasih atas kesediaan kalian untuk menjagaku saat aku masuk ke dalam masa lalu pangeran kegelapan, dan kini tubuhku butuh asupan untuk memulihkan kekuatanku kembali." Tatatan Yin He mengarah ke Iblis Api dengan tajam, Iblis tubuhnya mulai bergetar, hawa panas yang mulai memanas saat kesadaranya telah pulih kembali perlahan menjadi dingin kembali dan tiba tiba tangan Yin He sudah berada di dada Iblis Api tersebut, Hal ini membuat tubuh sang Iblis api kemudian bergetar dan perlahan lahan kobaran api di tubuh Iblis Api padam secara perlahan. Setelah tubuh Iblis Api menghilang meninggalkan sebuah Mutiara Api yang sangat panas, setelah itu Yin He mengambil Mutiara Api tersebut dan menetralkan hawa iblis dari mutiara iblis tersebut.
"Tunggu sebentar aku akan ambilkan sebuah pusaka bagi kalian yang belum punya pusaka, Wei Ryuza aku akan mengambilkan sebuah pusaka yang Iblis Api saja tidak akan berani mengambilnya, karena kalau dia mendekat maka otomatis dia menyerahkan nyawanya.” Setelah Yin He setelah menyerap Iblis Api, tenaga nya langsung pulih kembali dan lebih kuat dari sebelumnya, hal ini karena setiap elemen akan mempunyai iblis elemen, dan sekarang Yin He sudah menyerap 2 elemen dari iblis elemen, maka hal ini tidak akan berpengaruh kepada Yin he terkait dengan karakternya, yang menjadi perhatian adalah jiwa dari Raja Iblis yang telah menyatuh dalam diri Yin He.
Yin He segera terjun ke dalam kawah yang membara panas tersebut, di langsung menyelam kedalam palung yang sangat dalam, palung dasar kawah seperti labirin labirin yang sangat rumit, akan tetapi mutiara dari Iblis Api lah yang memandunya sehingga dia sampai pada batas yang sangat tipis antara kawah berapi dan sebuah dasar samudra yang sangat luas.
Akan tetapi dengan kekuatan mutiara rembulan Yin He bisa melintasi batas antara kawah berapi yang berkobar menuju ke samudra yang maha luas, Yin He terus menuju sebuah palung yang sangat luas dan dalam, dia terus berenang dengan melawan arus dalam lautan yang ternyata sangat deras, Yin He terus mencoba melawan derasnya arus lautan, awalnya Yin He mencoba sekuat tenaganya, akan tetapi arus dalam lautan semakin kuat, ditambah ada dua arus yang betemu membuat sebuah pusaran air didalam samudera dengan kekuatan yang sangat kuat, Tubuh Yin He tidak dapat menahanya, mungkin didarat Yin He bisa dengan mudah untuk menggunakan semua elemenya, akan tetapi di dalam air samudera dengan tekenan air yang sangat kuat membuat tubuhnya benar benar dititik paling lemahnya.
Tiba tiba tubuhnya ditarik oleh seseorng wanita yang sangat cantik, wanita tersebut berenang dengan tenang melawan arus laut yang sangat deras, dengan kecepatanya dan kelincahanya, dia, membawa tubuh Yin He menjauh dari arus laut tersebut, dan juga dia menlesat kesebuah celah palung dan masuk, air disana lebih hangat dan tenang, dengan keindahan air laut yang sangat menawan, banyak ikan warna warni, karang karang indah yang menghiasinya, Yin He yang setengan sadar masih bisa melihat dengan jelas dimana dia sekarang berada. Dan perempuan tersebut dengan kuat membawa tubuh Yin He ke atas, dan ternyata setelah sampai dipermukaan, Yin He sangat lah terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia melihat dia berada disebuah gua, yang ditengah tengahnya seperti kolam biru yang sangat bening sekali.
__ADS_1
Dan yang paling mengejutkan adalah wanita tersebut adalah setengah ikann dan setengan manusia, Dia cantik, akan tetapi jika tersenyum maka akan nampak gigi gigi yang runcing dan berderet rapi,semua tubuhnya ditutupi sisik sisik ikan berwarna kekuningan dan ada garis biru ditengah tengah, telapak tangan seperti manusia akan tetapi jari jarinnya seperti kaki bebek dengan kuku yang runcing, wanita tersebut mendesis seperti memberi suatu isyarat kepada Yin He akan tetapi karena Yin He masih belum sempurna kesadaranya sehingga beberapa kali Yin He bengong menatap perempuan bertubuh setengah ikan tersebut.
Yin He terkejut manakala salah satu tangan dari perempuan tersebut telah berada di kepalanya dan setelah beberapa detik ada kepulan asap puth yang keluar dari telapa tangan yang menyentuh kepala Yin He tersebut, dan betapa terkejut Yin He manakala dia mendengar ucapan dari perempuan tersebut. “Namaku Lutita, aku adalah seekor duyung, siapa kau manusia, kenapa kau bisa berada disini, hanya seseorang yang bisa menembus perisai pemisah antara lava panas tersebut dengan air samudra ini, apa yang kau cari wahai manusia? Apa kau mencari tombak naga?” Yin He sendiri hanya bisa tertegun dia masih tidak percaya dengan yang terjadi.
“Bagaimana kau bisa tahu aku mencari tombak naga? Dan kau juga bisa berbica bahasa manusia?” Yin He mencoba mengusai kepercayaan dirinya, karena setelah kejadian melawan pusaran air yang sangat kuat, dia merasa sangatlah kecil yang tidak melawan kekuatan alam yang sangat besar, dan dia baru tahu bahwa banyak sesuatu yang belum dia kenal , seperti sosok Lutita, bagaimana sosok manusia setenga ikan itu bisa langsung mengusai bahasa manusia, dan juga aura kekuatanya yang sangat besar yang Lutita pancarkan membuat tubuh Yin He bergetar, sehingga butuh beberapa saat untuk dirinya untuk menguasai keadaanya.
Lutita pun tertawa, akan tetapi senyumanya membuat telinga Yin He sangat sakit sekali, suara tertawa Lutita seperti lengkingan kuda tapi dengan nada yang lebih tinggi dan memekakan telinga, Yin He mengalirkan tenga dalamnya untuk membuat dirinya tetap tenang, dan juga dirinya langsung menyerap hawa murni disekitar agar dia bisa menambha kekuatanya, beruntung ada kekuatan panas dari Iblis Api sehingga dia bisa bertahan di tengah tengah hawa yang pengap dan dingin gua tersebut, “Mengapa kau diam saja Yin He, aku bisa mengetahui semua apa yang ada difikiranmu dan juga mengetahui jurus jurusmu dan juga Pedang yang ada dalam tubuhmu, bahkan separuh jiwa iblismu juga aku mengetahuinya, jadi kau tidak usah memperkenalkan dirimu.” Ujar Lutita.
“Mengapa kau tidak mengambilnya sendiri? Dan mengapa kau meminta sebuah kalung mutiara tersebut? apa kau percaya padaku?” Ujar Yin He yang sudah mulai berani menatap balik Lutita, dan melihat Yin He seperti tersebut membuat Lutita tersenyum sendiri, “Hai kau Manusia, aku sudah melihat isi kepala dan mengatahui segalanya tentangmu, tenaga dalammu, jika kau macam macam dengan mudah aku bisa mengalahkan mu, jadi buat apa aku tidak percaya kepadamu, dan lagian aku hanya menginnginkan mutiara itu kembali lagi kepadaku, karena denggan mutiara tersebut aku bisa kembali kekerajaanku di tengah samudra, karena mutiara tersebut adalah kunci untukku pulang.”
“Dan mengapa aku tidak bisa melakukanya sendri, karena ada suatu formasi yang membuat kaum sepertiku tidak dapat mendekati tempat itu, hanya kamu sepertimu yang bisa mendekati dan mengambilya. Aku akan membantumu melewati pusaran air tersebut dan sampai ke titik teraman kau bisa memasuki area tersebut. dan aku akan pastikan kondisimu tidak ada gangguan dari makhluk yang lain, jika kau setuju maka jangan tunda waktu lagi, karena teman temanmu diatas sungguh pastii akan sangat menghawatirkanmu.” Yin He menganngguk pelan, karena apa yang dikatakan manusia setengah ikan tersebut semuanya benar, dan tidak akan repot baginya untuk mengalahkan Yin He, tapi bukan untuk itu dia membawa Yin He ke gua tersebut.
__ADS_1
Dengan cepat keduannya masuk kedalam kolam di gua tersebut yang ternyata adalah gua bawah laut, dan langsung menuju kearah arus yang berlawanan dan juga memiliki dua hawa yang berbeda, yaitu hawa dingin dan hawa panas, hal ini lah yang membuat pusaran yang sangat kuat, Yin He pundaknyaa langsung dipegang oleh Lutita, dan lutita berenang diatas tubuh Yin He dan benar saja tiba tiba arus langsung menjadi pusaran yang sangat kuat. “ Yin He kau siap siap ya, akan aku lempar kau kearah belakang arus tersebut.” Yin He hanya tersenyum dan mengangguk, dan dengan kuat Lutita langsung melempar tubuh Yin He kearah belakang pusaran tersebut.
Halo para Readers :
KUNJUNGI NOVEL TERBARUKU
TITISAN DEWI **RENGGANIS
Dewi Rengganis , nama yang indah, akan tetapi tak seindah dengan jalan hidupnya sekarang, Dewi Adalah gadis yang pemalu dan jarang bergaul keluar rumah, hal ini dipicu karena adanya kekuatan yang dimilikinya, kekuatan yang telah merenggut mamanya, sehingga saang ayah menyalahkan Dewi, setelah kematian sang ibu, Dewi tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, sedangkan ayahnya selalu saja uring uringan dan menyalahkan Dewi, setiap apa yang dilakukan akan selalu salah dimata sang ayah.
"Kau anak pembawa sial, gara gara kamu ibu kamu meninggal," Dewi tidak bergerak hanya mengepal menahan sesuatu yang seakan akan meledak didadanya, sebuah perasaan yang telah ditahanya sejak lama, semakin keras sang ayah memarahinya maka semakin keras Dewi mencengkram tanganya, akan tetapi semua ada batasnya, dadanya mulai sesak, Dewi berdiri menatap tajam kearah sang ayah, Wahyu, nama ayah dewi hanya bisa terdiam melihat tatapan aneh anaknya, Wahyu sadar dia telah membangkitkan sesuatu yang telah lama tidur didalam diri Dewi**.
__ADS_1