
Setelah berfikir dan menimbang segala hal, terutama keselamatan dari perguruan Pertapa Sakti.
"Sepertinya inilah saatnya aku benar benar harus menentukan arah dan langkah hidupku sendiri." Gumam hati dari Chen Yi.
Chen Yi segera menuju perpustakaan Roh Bintang dimana dia akan menemui kakek Sion selalu disana.
Dan benar, hari ini kakek Sion sedang membersihkan rak rak buku dari perpustalaam Roh Bintang.
"Ku harap kau tidak pergi sampai dengan seleksi masuk ini selesai, para calon murid sudah berada di hutan berdarah, untuk mengikuti tahab kedua."
"B..bagaimana kakek tahu keinginanku?" Chen Yi heran, mengapa Kakek Sion bisa tahu maksud hatinya.
"Apa kau lupa , bahwa siapapun yang memasuki perpustakaan ini, aku bisa mengetahui maksud dan tujuanya."
Chen Yi hanya tersenyum malu, "Jadi kakek mengizinkanku?"
"Demi kebaikanmu dan juga kebaikan kita semua, aku tidak akan menahanmu lebih lama disini, disini pun kau tidak akan bisa berkembang, sekarang aku dan kamu hampir ditingkat yang sama." Kakek Sion menghela nafas panjang, karena kalah dengan anak 10 tahun.
"Besok adalah sleksi tahab terakhir, aku ingin kau memberikan motivasi bahwa pengendali Roh, adalah sama sama terbaik dari dua pengendali yang lain."
Pada hari kedua setelah pertemuan dengan kakek Sion, Seluruh murid baru telah berkumpul di lapangan didepan aula besar perguruan.
Semua murid berkumpul untuk dibagi sesuai dengan bakat mereka masing dari 90 murid hanya 10 orang yang masuk kedalam Pengendali Roh Bintang, yang lainya adalah Pengendali Spirit dan juga Elemen.
Untuk tahun ini pengguna Sprit adalah yang paling banyak hampir 60 orang masuk kedalam pengendali Spirit, 20 orang masuk kedalam elemen dan hanya 10 yang masuk pengendali Roh Bintang.
Para murid baru di Pengendali Roh, bertemu dengan Chen Yi, Kha Chung serta Beng Ong, mereka yang awalnya pesimis karena telah masuk Pengendali Roh Bintang.
Tapi setelah tahu bahwa Chen Yi adalah juara ditahun lalu dan juga Beng Ong dijuara ke 5 serta Kha Chung sebagai juara 3, membuat semangat mereka kembali bangkit.
Dihari itu Chen Yi memberi semangat dan sekaligus pamit karena ada misi rahasia lagi yang harus dikerjakanya.
Pernyataan Chen Yi membuat kedua kakak tingkatnya terkejut, terlebih baru sebulan Chen Yi kembali pulang.
***
Setelah berpamitan kesemuanya Chen Yi lansung melesat meninggalkan perguruan pertapa sakti.
__ADS_1
"Tuan Muda, sebaiknya tuan muda mencari tempat berlindung, karena ada yang harus tuan muda kuasai sebelum mencari ketiga makhluk legenda tersebut." Ujar Bay Cuan yang tiba tiba keluar dari ruang jiwa Chen Yi.
Chen Yi hanya meengangguk dan menuruti perkataan Bay Cuan, m3mang saat ini dia tidak mempunyai tujuan pasti harus kemana.
Setelah beberapa saat Chen Yi menemukan sebuah tempat yang nyaman untuk dia berlindung dan beristirahat.
Sebuah Gua yang nyaman dan sangat cocok untuk dijadikan tempat berlindung bahkan sebagai tempat tinggal.
"Sangat aneh, kenapa tempat yang begitu nyaman akan tetapi tidak ada hewan buas yang berani mendekat, padahal tempat ini sangatlah strategis dan sangat nyaman."
Chen Yi kemudian turun dan melangkah masuk, tapi sebelumnya Nana dan Bay Cuan keluar dan mengikuti langkah Chen Yi menuju gua didepan mereka.
"Tunggu Tuan," Nana kemudian melangkah didepan Chen Yi, kemudian dia melakukan sesuatu persis didepan mulut gua tersebut.
"Tuan, didepan adalah portal masuk kedalam alam peri, apakah tuan tetap ingin masuk kedalam?" Ujar Nana kepada Chen Yi.
Sebelum Chen Yi menjawab, Bay Cuan mendekati Nana. "Apakah alam Peri adalah Dunia para Peri ?"
"Benar sekali, akan tetapi untuk masuk alam peri,hanya yang mempunyai darah peri yang bisa masuk, jika tuan ingin masuk, maka akan saya beri esensi darah saya kepada tuan." Ujar Nana.
Nana memejamkan matanya dan dari tubuhnya keluar cahaya putih terang ditengah tengah cahaya tersebut, setetes dari esensi darah peri milik Nana.
Kulit Chen Yi semakin putih, dengan mata Biru dan rambut hitam panjang milik Chen Yi pun berwarna perak menambah ketampanan dan wibawa dari dirinya.
Yang lebih mengejutkan adalah sayap perak dengan garis serat seperti sulur tumbuhan menghiasi sayap Chen Yi.
Sedangkan di atas lautan Qi milik Chen Yi terlihat didalam Qi Dingin miliknya kini muncul aliran Vena Qi Panas, dan kedua Vena langsung dibungkus oleh Qi Gelap dan Qi Cahaya.
Hal tersebut terjadi secara otomatis karena Chen Yi sudah menguasai Elemen Yin dan Yang.
Saat Chen Yi mau melangkah tiba tiba tubuhnya seperti mau meledak, ada gejolak dalam lautan Qi, dalam lautan Qi milik Chen Yi muncul cahaya warna warni yang sangat menyilaukan.
"Sepertinya tidak ada lagi, Tuan Muda kau harus segera memusatkan energi tubuhmu, sepertinya esensi kekuatan salah satu makhluk legenda telah muncul dalam tubuhmu."
"Nana, tolong berjaga jaga, dan jangan sampai ada satu apapun yang menganggu jalan proses penyatuan, aku tak menyangkah, esensi darah milik peri telah memicu salah satu dari makhluk legenda."
Chen Yi langsung duduk bersilah dan langsung mengatur semuanya, dia menutup seluruh indranya saat dia akan malakukan penyatuan kekuatan dari makhluk legenda.
__ADS_1
Tubuh Chen Yi memancarkan sinar aura yang aneh, setelah sinar tersebut memancar terjadi sesuatu yang aneh, semua hewan dalam hutan menjerit sepertinya akan ada kejadian sangat besar.
Dan benar saja, hewan hewan menjadi liar, sepertinya keliaran hewan hewan tersebut, di kerahkan oleh satu kekuatan yang sangat besar.
Sepertinya Bay Cuan sudah memprediksi akan hal ini, kini tempat yang awalnya sepi telah dikepung oleh hewan liar, Nana dengan cepat langsung membantai dan memukul mundur kawanan hewan hewan liar tersebut. dari yang melata sama sampai buaya pun menyerangnya.
Mungkin menghadapi ratusan hewan liar bagi nina bukanlah suatu masalah besar, akan tetapi sekarang yang dihadapinya adalah para siluman yang mencium aroma dari tubuh Chen Yi.
"Nana sepertinya kau harus lebih berhati hati, aku belum bisa membantumu, karena tubuh murniku belum terbentuk, kalau sudah terbentuk, bahkan apara dewa pun tidak akan sanggup mengalahkanku." Ujar Bay Cuan yang hanya di tanggapi oleh nana dengan sikap yang dingin.
Dan benar saja, para siluman ini adalah hewan hewan yang sudah bertapa bertahun tahun, ketika mereka merasakan aroma dari aura tubuh Chen Yi yang memancarkan energi YANG yang sangat kuat.
Hal ini membuat para siluman dan juga para iblis akan mencoba membunuh seseorang dengan energi YANG yang sangat kuat.
Walapun Nana berada di Puncak Nirwana, akan tetapi jika lawanya terlalu banyak akan menguras tenaga Nana.
Para siluman terus menyerang dan tidak ada hentinya, walau meraka berada setingkat gerbang jiwa dan pertapa, akan tetapi jumlah dan formasi menyerang dari segala arah membuat Nana kewalahan.
"Terpaksa aku harus menggunakan ini, Walaupun akan mengundang banyak iblis, aku yakin yang mulia sudah selesai proses penyatuan tubuhnya."
Nana menggunakan racun pelahab mimpinya, tubuhnya yang kecil bersinar kemerahan segera berputar dengan kecepatan cahaya dan tiba tiba seluruh siluman meraung dan meraka saling menyerang satu sama lain.
Pertempuran tidak dapat dielakan lagi, Nana sendiri langsung mendekati Chen Yi untuk melindungi dari racun pelahab mimpi miliknya.
Dan apa yang ditakutkan Nana menjadi kenyataan, karena kekuatan dari para siluman tidak terkontrol lagi dan beberapa dari para siluman pun tidak sengaja membuka portal antara dunia iblis dan dunia manusia.
Para siluman terus bertempur sampai diantara mereka tidak ada yang tersisa lagi, akan tetapi hal ini tidal membuat Nana tersenyum.
Nana hanya tersenyum sinis saat dia melihat sebuah retakan pada sebuah pohon besar dihadapanya, dan benar saja seorang iblis yang berwujud manusia berwujud katak merah yang sangat besar keluar dari lubang retakan pohon tersebut.
Katak tersebut langsung menyerang ke arah Nana, lidah nya langsung melilit tubuh Nana.
Tubuh Nana yang kecil hampir tidak terlihat karena terlilit penuh seluruh tubuhnya, Namun Nana terlihat dia mengeluarkan racun pelahap mimpinya, akan tetapi sia sia.
Manusia katak tersebut lebih beracun dari pada racun pelahan mimpi.
"Racun murahan mu tidak akan bisa mempengaruhiku, walau tingkatanku dibilang dibawahmu satu tingkat, akan tetapi masalah racun. aku jauh diatasmu." Ucap manusia katak tersebut.
__ADS_1
Nana kemudian berubah menjadi kecil tubuhnya dan berhasil lolos dari manusia katal tersebut, dan langsung menghantam manusia katak dengan pukulan mengenai mata sebelah kanan.
Grooorrrrfrrr...