LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
GERBANG KEMATIAN


__ADS_3

Yin He dan Han Bing telah sampai di wilayah dekat dengan perbatasan daratan Song.


Akan tetapi tidak ada tanda tanda kehidupan yang terlihat.


Yin He menggunakan teknik hewan buas untuk mengamati dan mencari informasi wilayah tersebut.


"Aneh tempat ini seolah olah tidak ada tanda tanda kehidupan manusia" Bathin Yin He.


Tiba tiba langit berubah menghitam, Awan seperti saling berkejaran


"He"er awas!"


Han Bing yang melihat awan yang hitam ada ribuan anak panah yang meluncur ke arah mereka.


Yin He mengibaskan tanganya pusaran angin membentuk cangkang yang melindungi Yin He dari serbuan anak panah.


Sedangkan Han Bing membuat badai api untuk melindungi diri, badai api yang diciptakan Han Bing membuat seluruh anak panah langsung menjadi abu.


Aaaauuummmmrrhhhhh....


Singa Api mengaum dengan auman yang sangat keras, dan tiba tiba dari arah timur mereka, tepatnya arah datangnya anak panah yang menyerang Yin He dan Han Bing.


Krrrttekkk..


terlihat sebuah lapisan bening yang retak.


"Sudah kuduga, pasti ada yang bersembunyi dibalik ini." Yin He tersenyum sinis.


Yin He terus menahan anak panah yang terus menyerang mereka dengan tangan kirinya,


sedangkan tangan kanannya kini terbentuk bola bola petir yang dilapisi dengan api biru yang menyala-nyala.


Yin Hen melemparkan bola bola api ke arah timur mereka.


Bhummmm.Bhummm..Dyarrrrr..!


Hujan anak panah tiba tiba berhenti, terdengar suara jeritan dan teriakan dari kelupan asap tepat diarah Yin He melemparkan bola bola petir.

__ADS_1


Tampak beberapa laki laki dan seorang perempuan setelah asap petir tersebut memudar.


"Kikikikikiki, boleh juga kau anak muda" ujar lelaki tua yang sudah bungkuk, menatap tajam Yin He.


"Jadi kalian dalang dibalik semua ini? Han Bing langsung melontarkan petirnya.


"Kik kik kik."


Lelaki tua hanya terkekeh, seorang gadis dengan paras cantik dengan rambutnya terurai, mengangkat tanganya dan menangkap serangan petir Han Bing dan petir tersebut menghilang.


Han Bing dan Yin He pun terkejut.


Bhummmmmm..Dyaarrrr..


Tiba tiba sebuah serangan petir menghantam Yin He dan Han Bing dari arah belakang.


"Teknik Pemindah"...bukankah ini teknik yang sudah lama hilang." Bathin Han Bing sambil bangkit dan mengusap darah yang mengalir di bibirnya.


Yin He tidak terluka karena Singa Emas yang mempunyai insting hewan yang sensitif langsung melindungi Yin He dari serangan tersebut.


"Paman, gadis itu mempunyai teknik elemen yang hebat dan dia juga mempunyai teknik pencipta juga, dari semua tekniknya aku rasa dia pengendali elemen tanah"


Yin He segera menjejakan kakinya dan membuat sebuah "teknik pencipta".


Yin He menciptakan puluhan prajurit tanah, yang langsung menyerang,


Dan juga tiba tiba puluhan burung elang pun tercipta dan menukik langsung ke arah mereka.


Laki laki tua tersebut melihat ke arah gadis tersebut. "Xin Xin urus mereka..lempar mereka ke lubang dimensi lain"


"Baik paman."


Tapi sebelum gadis tersebut membuka ruang dimensi, tiba tiba tubuhnya tidak bisa digerakan. Matanya melotot dengan semua urat urat di leher dan wajahnya menonjol.


"Apa ! ini teknik pengendali darah." Lelaki tua itu terkejut dan melempar sebuah gulungan.


Dhuuaarrr...

__ADS_1


Sebuah ledakan tercipta akibat lemparan gulungan tersebut dan membuat guncangan yang sangat hebat.


"Dimana mereka?" Yin He terkejut, gadis dan empat lelaki bersamanya telah lenyap, mereka melarikan diri.


setelah mereka melarikan diri, dari arah timur lebih jauh dari tempat lima orang tadi, nampak puluhan orang berjalan memutar seperti mencari arah.


"itu prajuri kerajaan Tang, dan juga dari sekte kuil perak dan perawan suci, tapi apa yang sedang mereka lakukan" Han Bing mengenali beberapa orang yang kebingungan adalah dari Sekte aliansi putih.


"Mereka terkena teknik ilusi paman, biar aku bantu melepaskan teknik tersebut" Yin He kemudian mendekat ke Singa Emas, dan Singa Emas mengaum keras.


Aauurrmmmngrrrr..


Berkat auman singa emas, para prajurit dan anggota aliansi aliran putih tersadar dan langsung terduduk kelelehan.


Han Bing dan Yin He mendekati mereka.


"Saudara saudara sebenarnya apa yang terjadi? dan mengapa kalian ada disini?


Seorang anggota kuil perak yang mengenal Han Bing pun berdiri dan bercerita tentang apa yang terjadi.


"Jadi disini adalah gerbang kematian itu" setiap orang yang melewatinya tidak akan pernah kembali hidup-hidup."


"Jadi kalian sudah berapa lama disini? Tanya Han Bing.


"Kami disini sudah hampir 5 hari disini, disini kami mencari jalan keluar tapi selalu bertemu dengan musuh, jadi kami bertarung sampai kehabisan tenaga." Ujar biksu dari Kuil Perak.


"Sebenarnya yang kalian bunuh bukan musuh, tapi teman kalian sendiri, kalian masuk dunia ilusi, mereka cara ini agar tidak harus menggunakan peperangan dengan pasukan yang banyak.


karena kalau kalian masuk di dunia ilusi kalian akan saling membunuh, dan yang menang pun tidak menemukan jalan keluar dan akhirnya mati.


Semua orang terperanjat dengan penjelasan Yin He. dan setelah mereka melihat jumlah anggota masing masing, ternyata yang dikatakan pemuda tersebut adalah benar.


"Tuan Han Bing, terima kasih pertolonganya..dan siapa pemuda ini?


semua menatap tajam ke arah Yin He, setelah mendengarkan penjelasan darinya, pastilah dia bukan pemuda biasa.


Walau secara umur dan penampilan pemuda ini masing sangat belia.

__ADS_1


"Dia adalah Yin He, cucu dari Tetua Wisma Giok Tuoli.


Semua orang terperanjat mendengarnya.


__ADS_2