LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Tubuh Dewi Kematian


__ADS_3

Setelah beberapa minggu Chen Yi keluar dari pelatihanya, kini tubuhnya dipenuhi dengan aura alam dan spiritual yang semakin padat, Nana segera menghampirinya dan mengatakan maksudnya agar Chen Yi dapat membantu sang ibunda walau tidak sepenuhnya.


“Kau benar Nana, esensi dari tubuh peri dapat membantu ibuku untuk mengobati luka dijiwa dan juga akan membentuk tubuh yang sangat kuat.”


Chen Yi segera menghampiri sang ibu yang sedang bermeditasi, sedangkan Yin He sendiri sedang pergi mengelilingi dunia kecil tersebut bersama Singa kepala Naga.


Chen Yi memandangi sang ibunda dengan seksama, ada bulir bulir keringat yang berjatuhan di kening sang ibunda, walau terlihat tidak terjadi apa apa, akan tetapi Jingmi menahan semua rasa sakit yang teramat sangat.


Setelah beberapa saat menunggu, Jingmi membuka matanya. “Yi Er, ada apa kau menatap ibumu ini? Apa kau membutuhkan sesuatu nak?” Tanya Jingmi lembut sambil tersenyum kepada Chen Yi.


“Ibu, saya punya sedikiti solusi akan tetapi saya tidak yakin apakah solusi dapat menyembuhan ibu, akan tetapi saya yakin akan dapat menahan rasa sakit dan juga tubuh ibu bisa bertahan sampai beberapa tahun.” Ujar Chen Yi sambil menatap sang ibu, berharap ada sebuah keyakinan yang muncul di hati Jingmi.


“Ibu percaya, akan tetapi alangkah baiknya menunggu ayahmu, nanti kita bisa diskusikan lebih detailnya bersama ayahmu.” Jawab Jingmi sambil meyakinkan sang putra.


Chen Yi mengangguk tanda setuju, dan setelah beberapa lama menunggu, Yin He dan Singa kepala Naga kembali ke Gua mereka.


Jingmi segera menceritakan semuanya kepada Yin He, tak lupa Chen Yi juga menceritakan bagaimana tubuhnya juga menjadi seorang peri dan juga beberapa perubahan yang didapatkan.


“Tunggu sebentar, hanya seorang peri sejati yang bisa memberikan esensi darahnya, sedangkan Nana sudah memberikanya kepada Chen Yi” Ujar Singa kepala Naga.


“Tuan Singa Kepala Naga sangat benar, hanya para peri sejati yang bisa memberikan esensi dara perinya, dan Chen Yi adalah pemimpin para peri dari Peri Hitam maupun peri golongan Putih.” Jawab Nana.


Jingmi memandang putranya seraya takjub, begitu pula dengan Chen Yi dan juga Singa Kepala Naga. “Ini adalah sebuah keberuntungan, aku tidak pernah menduga rangkaian takdir yang sangat terikat seperti ini.” Singa kepala Naga kemudian mengeluarkan sebuah mutiara dari dalam mulutnya.


“Jingmi, ini gunakan sebagai perisai dan kekuatan tubuh saat kau menyerap esensi darah peri, karena aku yakin dibutuhkan kekuatan penuh untuk menyerapnya, saat ini kondisi kekuatan dan Qi dan tubuhmu belum stabil, apalagi kau tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual sama sekali, dan semoga ini akan membantumu.”

__ADS_1


Saat Jingmi akan menerima mutiara tersebut, Jingmi menghentikanya, “Maaf Tuan Singa kepala Naga, aku tahu, mutiara ini adalah ini kehidupanmu, kenapa kau memberikanya kepada istriku, itu berarti kau menyerahkan hidupmu.”


Semuanya tercenganng menatap Singa kepala Naga tersebut bahkan Jingmi tidak bisa berkata apa apa, karena mereka awalnya tidak saling kenal, akan tetapi Singa kepala Naga mau memberikan mutiara kehidupanya.


“Untuk alasanya nanti kalian akan tahu, secepatnya dilakukan proses pemberian esensi darah peri tersebu.” Semuanya mengangguk, walau masih bertanya tanya sebenarnya apa yang mendasari Singa kepala Naga tersebut memberikan mutiara kehaidupanya.


Chen Yi duduk bersilah didepan Jingmi yang duduk bersilah dengan posisi teratai, setelah itu Chen Yi meraih kening Jingmi dengan tangan terlujuknya, setetes darah yang berwarna keemasan keluar, darah tersebut mempunyai aura yang sangat menekan sekali.


Grrrooarrr... Grrooooarrr..(diikuti guncangan dan suara gumuruh yang sangat dahsyat)


“Istriku, cepatlah serap esensi darah peri tersebut, akan melihat keluar, Yin He menatap kearah Singa kepala Naga. “Tuan Singa, kali ini aku yang akan pergi dan tolong tetaplah disini, semua akan baik baik saja.” Yin He tahu bahwa Singa kepala Naga dalam kondisi lemah karena mutiara kehidupanya sudah diserahkan kepada Jingmi.


Jingmi segera menyerap esensi darah tersebut, tubuhnya berguncang dan mengeluarkan aura yang sangat kuat.


Dooooarrr...Bhooommmmm.


Semua terdiam, karena sosok Jingmi sekarang memancarkan sebuah keagungan yang absolut, dengan aura yang membentuk bunga teratai 16 kelopak, Jingmi duduk dengan tenang diatasnya.


Aura keemasan juga memancar di sekeliling tubuh Jingmi. “Akhirnya ! sesuai dengan dugaanku, bahwa tubuh Jingmi tidak biasa, dan kini dewi kehidupan sudah muncul, energi asal mula yang sangat kuat begitu terpancar, seandainya kekuatan spiritualnya tidak terluka, kemungkinan dunia kecil ini tidak akan mampu menampung energinya.”


“Semuanya sudah menjadi hukum alam, seandainya tidak terlukan, maka Jingmi tidak akan bisa menyadari potensi yang ada dalam dirinya.” Gumam Singa kepala Naga.


Yin He juga mendengar dan merasakan ledakan yang sangat kuat dari arah gua tempat tingga mereka, segera di melesat kearah gua tersebut, akan tetapi saat ledakan yang kedua, Yin He juga tidak dapat menahan daya dorong ledakan tersebut, sehingga tubuhnya terpental jauh.


Saat Jingmi sudah sepenuhnya menyerap esensi darah peri, muncul sayap putih keemasan yang sangat indah, hal ini membuat semuanya terpana takjub melihat perubahan wujud Jingmi.

__ADS_1


Kecantikanya benar benar memukau, kulit tubuhnya semakin halus, keanggunan dan juga keagungan yang terpancar seperti dewi khayangan.


Sedangkan Bai Cuan tidak henti hentinya memandang wajah dari Jingmi. “Dewi Yin Yang, apakah mataku tidak salah lihat, aku kira hanyalah sebuah legenda didunia nirwana, akan tetapi hal tersebut adalah sebuah kenyataan.”


Jingmi membuka matanya dan merasakan tubuhnya lebih segar dan juga kekuatan yang melimpah didalam tubuhnya, akan tetapi saat melihat reruntuhan gua yang diakibatkan oleh ledakan kekuatanya, tiba tiba ada rasa iba yang sangat kuat sehingga air matanya menetes.


Wunnnnnggggg... Whussssssss...


Tiba tiba sebuah hembusan angin menyapu tempat gua yang meledak tersebut, dan lagi lagi membuat semuanya takjub, gua yang meledak kini telah kembali utuh seperti semula, seolah olah tidak ada kejadian ledakan dalam gua tersebut.


Brruukkk..


Tiba tiba tubuh Jingmi yang melayang langsung jatuh, aura yang berbentuk teratainya pun sama menghilang, sehingga tubuh Jingmi langsung menabrak tanah dibawahnya.


“ibu.” Teriak Chen Yi yang tidak sempat menangkap tubuh sang ibu, karena terlalu takjub dengan apa yang dilihatnya.


“kekuatan asal mula yang sangat besar, Dewi Yin Yang, hanya dia yang bsia membolak balikan dunia ini dengan kehendaknya, tinggal kebangkitan sang Dewi Kebangkitan baru akan sempurnpa.”


Bai Cuan, apa yang kau katakan, Chen Yi mendengar apa yang di ucapkan oleh Bai Cuan, akhirnya Bai Cuan menceritakan  semuanya tanpa ada yang ditutup tutupi.


“Jadi ibuku adalah seorang dewi Yin Yang, atau lebih dikenal dengan Penguasa Hidup dan kematian, Bai Cuan katakanya padaku apakah ini nyata?”


“Maaf tuan muda, tidak ada yang sembunyikan sama sekali, ini seperti suatu kebetulan yang aku sendiri tidak dapat memahaminya.”


Jingmi masih terlelap, sedangkan Yin He dan Singa kepala Naga tersebut sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting.

__ADS_1


 


 


__ADS_2