
Yin He segera mendekati Shi Ren dan Xia Yuan, "Kalian mengerti resiko yang kalian ucapka, aku tidak ada waktu terlalu lama disini, aku harus segera menuju gerbang langit."Ujar Yin He.
"Sebaiknya kau ajari dan kau bawa Jingmi dalam perjalananmu, karena ada sesuatu yang nantinya hanya Jingmi yang bisa membantumu, ini adalah jalan takdir Yin He, aku harap kau bisa memikirkanya." Uja Shi Ren dan diikuti oleh Xia Yuan.
“Iya, mungkin inilah yang dinamakan jalan takdir, aku tidak berharap bertemu denganya, akan tetapi jalan langit mempertemukanya disini, baiklah aku akan mengajarinya juruh dewa racun, dan juga akan aku perbaikin jalan cakra dan meridianya, aku rasa dia juga sudah bisa menyerap energi hawa murni akan tetapi dia tidak mengerti apa yang diserapnya.” Yin He menghela nafas, karena terasa berat jika adanya wanita yang berada disampingnya, karena pasti akan lebihnya permasalahan yang harus dihadapinya, setidaknya itulah yang pernah dikatakan oleh Han Bing kepadanya, makanya Yin He selalu menghindar setiap kali berurusan dengan yang namanya wanita.
Yin He mendekati Jingmi, “Aku akan membantumu, akan tetapi kamu bisa tidak untuk mengendalikan amarahmu jika melihat seorang pemuda atau segerombolan pemuda, aku tahu masalalu mu sangat menyakitkan, sehingga tidak mudah bagimu untuk mempercayai seseorang, sekarang semua terserah padamu, kalau kau ingin aku menyembuhkanmu dengan mangajarimu jurus tubuh dewa racun, maka kau harus mematuhi dan mengikuti segala peraturan yang aku berikan, kalau kamu setuju, aku akan mengajarimu, sekarang semua terserah kepadamu nona Jingmi.” Yin He kemudian memberikan sebuah pil warna ungu kepada Jingmi.
Jingmi kemudian berdiri dan mengambil pil tersebut tersebut, dipandanginya wajah Yin He, “Bagaimana bisa kau mengetahui masa laluku, dan apa itu tubuh dewa racun, bedanya apa dengan tubuh dewi racun yang ada ditubuhku sekarang, kemudian ini untuk apa?” Jingmi menunjukan Pil pemberian dari Yin He.
“Jurus tubuh dewa racun adalah, sebuah jurus dimana tubuh yang menguasai jurus ini harus menyerap segala jenis racun sehingga dalam tubuhnya berubah menjadi racun yang sangat ganas, akan tetapi tubuhnya juga akan mengeleuarkan penawar dari racun yang diserapnya, jadi tubuh dewa racun dia adalah tubuh yang mengandung racun sekaligus penawarnya, sedangkan tubuh dewi racun tubuhnya benar benar murni beracu tanpa bisa menghasilkan penawarnya, tanpa penawar dalam tubuhnya, maka tubuh dewi racun hanya bertahan sekitar 5 tahun setelah tubuh tersebut aktif, dan akan meledak setahun kemudian, karena tubuhnya tidak akan mampu menampung racun dan qi yang ada dalam tubuhnya.”
“Oleh sebab itu hanya ada 2 cara, tubuh dewi racunmu dihilangkan dengan pemurnian, ini akan membutuhkan waktu dan bahan yang lama serta cara yang rumit, sedangkan waktu yang kau punya tidak kurang dari 2 tahun, maka hanya ada 1 cara yaitu kau harus segera mempelajari jurus dewa racun, agar tubuhmu bisa menghasilkan penawarnya, sehingga tubuhmu akan seimbang dan tidak akan membahayakan nyawamu, disini selain aku yang menguasai jurus dewa racun adalah Xiao Zhao, kau nanti bisa belajar banyak darinya.”
__ADS_1
Jingmi mengangguk pelan, dia mengerti apa yang dikatakan oleh Yin He, Jingmi memandangi Pil pemberian Yin He, Yin He pun mengerti apa yang menjadi keinginan dari Jingmi, “Itu adalah pil untuk menekan hawa racunmu keluar saat kau sedang marah atau emosi.” Ujar Yin He kepada Jingmi.
Jingmi segera menelan pil pemberian dari Yin He, dalam waktu sekejab, Jingmi merasakan tubuhnya merasa ada aliran dingin yang menjalari sekujur tubuhnya, kemudiam diikuti aliran yang hangat, Jingmi bisa merasakan tubuhnya sekarang tidak sedingin dulu, kini dia juga bisa merasakan bahwa tubuhnya juga lebih bugar dan lebih ringan.
Yin He menyuruh Jingmi untuk makan terlebih dahulu, dia tahu, bahwa kehiduapan dari Jingmi sebelumnya sangat keras, sehingga Yin He bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Yin He, dan juga Yin He meminta Xia Yuan dan Shi Ren untuk mencarikan baju perempuan buat Jingmi, “Baju perempuan ya? Hal yang mudah bagiku gadis cantik.” Shi Ren segera menjentikan jarinya dan dalam sekejab setumpuk pakaian wanita tiba tiba muncul dihadapanya.
“Jingmi, maaf kamu terakhir kali mandi kapan?” Xiao Yan dengan wajah polosnya bertanya kepada Jingmi, Jingmi pun hanya hanya menunduk malu, karena memang bau badan ditubuhnya sangat menyengat, hal ini diakibatkan adalah racun yang keluar dari badanya, membuat bau badanya sangat menyengat.
Yin He memberitahukan kepada ketiga Xiao bersaudara bahwa Jingmi akan ikut dalam rombonganya menuju gerbang langit, “Aku harap kalian bisa menjaganya, karena sebelum dia mengusai jurus dewa racun dia masih belum bisa melindungi dirinya secara mandiri, oleh sebab itu kita akan tinggal di hutan ini untuk beberapa waktu, selain kalian juga harus berlatih pemahaman jurus pedang kalian.” Ujar Yin He.
Ketiga Xiao bersaudara terkejut melihat kecantikan dari Jingmi, Jingmi memang cantik apalagi setelah mandi dan berpakaian rapi, aura kecantikanya memancar membuat pemuda pemuda pasti tidak tahan untuk tidak memandang kecantikanya.
“Ingat, Jingmi memang cantik dan jangan lupa dia adalah dewi racun, kalau kalian macam macam, bisa bisa kalian meleleh tinggal tulang saja.” Xia Yuan memperingatkan ketiga Xiao bersaudara agar tidak menggoda Jingmi.
__ADS_1
Pagi buta, Yin He sudah membangunkan Jingmi, dia mengajak Jingmi kesebuah batu yang besar, Yin He memberikan sebuah kitab tubuh dewa racun, “aku yakin kamu akan cepat menguasai jurus ini, karena beberapa yang ada di dalam buku ini tidak perlu kamu pelajari, kamu tinggal memperlajari bagian bab ini.” Yin He menjelaskan beberapa point penting yang harus dipelajari oleh Jingmi.
Sebelum memulai pelatihanya, Yin He melakukan pemerikasaan meridian dan juga beberapa jalur energi Jingmi, Yin He menemukan beberapa meridian yang sudah mulai tersumbat ditubuhnya, hal ini akan semakin banyak yang tersumbat jika Jingmi tidak melakukan pembersihan tubuh dewi racunnya atau mempelajari jurus tubuh dewa racun.
Yin He segera menyalurkan hawa murni ke tubuh Jingmi, jalur energi tenaga murni pun tidak luput dari pemeriksaan Yin He, setelah beberapa saat mengalirkan hawa murninya, Jingmi merasakan tubuhnya bergetar dan akhirnya dia memuntahkan darah kental kehitaman dengan bau yang sangat menyegat.
Nafas Jingmi sudah mulai teratur, dan nafasnya sudah lebih ringan, dia merasakan tubuhnya semakin ringan dan bugar. “Sekarang kau bisa memulai pelatihanmu, jangan memaksakan jika ada yang aneh dalam energi yang kau rasakan.” Jingmi mengangguk mengerti.
‘Kak Yin He, maaf aku sudah merepotkanmu, dan terima kasih telah menolongku, aku kira aku akan berakhir dengan hidup dalam dendam yang menghantuiku.” Yin He hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1