LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Ibu ! Jangan Pergi


__ADS_3

Saat para guru besar dan kakek Sion serta delapan pendekar naga mendekati Chen Yi, tiba tiba ada sinar merah yang muncul menghalangi mereka mendekati Chen Yi.


Kemunculan sinar merah tersebut membuat para guru besar mundur beberapa langkah, yang bisa bertahan hanya para delapan pendekar naga dan kakek Sion.


Setelah sinar merah tersebut menghilang, munculah sesesok wanita yang cantik, dengan dua tanduk kecil di dahinya.


"Jangan ganggu anakku, atau kalian akan mati." Teriak wanita tersebut.


Dan sebuah sinar ungu terang seperti pedamg langsung membabat para guru besar dan juga para pendekar naga yang hendak mendekati Chen Yi.


Chen Yi hanya terpaku, saat sosok wanita cantik tersebut berkata, "Jangan ganggu anakku."


Saat wanita tersebut berbalik dan melihat Chen Yi, pancaran amarahnya langsung hilamgz berganti dengan aura yang sangat teduh.


Para guru besar dan pendekar naga semuanya diam, mereka tidak ingin mengganggu moment pertemuan antara ibu dan anak yang sudah lama terpisah.


"Ibu." Panggil Chen Yi.


Tangan Jingmi bergetar saat akan meraih wajah anaknya, ada getaran perasaan yang selama ini hilang dan tidak pernah lagi Jingmi


rasakan semenjak ikut bersama Yin He.


Jingmi tidak kehilangan rasa dan perasaanya walaupun dia menjadi menjadi wanita iblis, akan tetapi dia tetap masih mempunyai perasaan, karena Jingmi tidak sepenuhnya menjadi iblis.


Pertemuan tersebut sangat mengharukan, Chen Yi yang setiap saat selalu memimpikan kehadiran sang ibu kini bisa langsung bertemu.


Tapi Ingatan Jingmi semua berada di Chen Yi hanya saat dia meninggalkan Chen Yi yang tidak diberikan pada Chen Yi.


Tapi saat para pendekar naga mendekat dan memanggil Jingmi dan Jingmi, maka Jingmi langsung menatap dengan tatapan sinis.


Jingmi menyeringai, dengan satu pukulan telapak tanganya, semuanya terpental dan membuat luka yang serius pada dada para pendekar naga.


Para pendekar naga menyadari bahwa Jingmi tidak mengngingat siapa mereka.


Jingmi anggap bahwa yang mendekati Chen Yi adalah sebuah ancaman.

__ADS_1


Tidak setelah itu Jingmi langsung melayang dan tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang pekat.


Dengan gerakan cuma satu jari telunjuk, asap asap tersebut bergerak seperti anak panah, dengan cepat langsung menyerang orang orang yang ditunjuk oleh Jingmi.


Para Pendekar naga tersebut langsung menghindar dan menangkis serangan Jingmi,


Akan tetapi dengan mudah, Jingmi langsung memberikan pukulan langsung untuk membuat para pendekar naga kuwalahan.


Melihat hal ini Chen Yi langsung mencegah Jingmi untuk melanjutkan penyerangan terhadap para pendekar naga.


Chen Yi menjelaskan kepada Jingmi bahwa mereka adalah orang orang yang menjaga Chen Yi selama Jingmi pergi.


Hal ini membuat Jingmi menangis, air matanya tidak dapat dibendung lagi.


"Anakku, kau telah memilih, dan ibu menghargao apa yang kau pilih, ini adalah mustika burung Hong, mustika ini adalah mustika terlarang didunia iblis.


"Mustika ini bisa menggabungkan semua jenis kekuatan, Ibu tahu pasti ibu akan mendapat hukuman dari raja iblis, akan tetapi buatmu akan ibu lakukan apapun."


Jingmi kemudian mengeluarkan mustika burung Hong dan langsung memasukan kedalam dada Chen Yi.


Chen Yi langsung menggelepar, semua orang panik melihat kondisi Chen Yi, akan tetapi tidak ada yang berani mendekat.


Keempat senjata langit tersebut bersatu dan membentuk satu senjata baru, sebuah pedang yang sangat kuat dengan pancaran yang sangggup menghancurkan


musuh dalam satu tebasan.


Tiba tiba cahaya itu menghilang dan kembali masuk kedalam tubuh Chen Yi, bersamaan itu sosok Jingmi pun menghilang.


Hilangnya sosok Jingmi menjadi pukulan yang paling hebat didada Chen Yi, ada rasa sakit dan kesedihan yang sangat mendalam.


"Ibu...Jangan pergi." Tangis Chen Yi yang tertunduk lirih.


Akan tetapi tiba tiba angin menjadi kencang, suara guntur seperti mengamuk.


Xiao Zhuang seperti mengerti apa yang menyebabkan ini terjadi, Xiao Zhuang mendekati Chen Yi dan memintanya untuk berhenti, jika tidak maka bencana alam akan terjadi sini.

__ADS_1


Setelah mendapatkan penjelasan dari pamanya, Chen Yi langsung berhenti menangis dan memeluk Xiao Zhuang.


Yang lain termasuk kakek Sion juga masih belum mengerti kenapa hal itu terjadi


Dan akhirnya Xiao Zhuang menjelaskan, hal tersebut akibat kekuatan empat senjata langit yang ada dalam tubuh Chen Yi, keempat senjata tersebut mewakili beberapa elemen yang ada didunia, saar kekuatan tersebut disatukan oleh mustika burung Hong maka terbentuklah pedang langit yang sesungguhnya, yaitu pedang Mahadewa.


Semua hanya terpanah dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Zhuang.


"Tapi kekuatan yang ada di Chen Yi baru berbentuk bayangan, dan aku tidak tahu butuh berapa lama untuk membentuk fisik dari Senjata langit Pedang Mahadewa." Ujar Xiao Zhuang.


Para pendekar naga tersebut mohon pamit kepada guru besar pertapa sakti, mereka datang karena terkejut merasakan segel yang disegel ditubuh Chen Yi 9 tahun yang lalu telah terlepas.


Chen Yi akhirnya menceritakan semua apa yang telah dilakukan, termasuk jurus Jiwa Langit, Hewan spirit pelahap mimpi dan juga Singa emas.


"Bagus, kau memang anak yang ditakdirkan, karena menurut legenda, sang penakluk iblis adalah penunggang Singa dan pelahap.mimpi sebagai pendampingnya." Ujar Kakek Sion.


"Jaga Pelahab Mimpi, kau akan terkejut dengan kemampuan yang dimiliki olehnya" Ujar tetua Xiao.


Chen Yi lega, bahwasanya apa yang dikhawatirkanya tidak terjadi, dia masih diberi kebebasan untuk memproduksi pembersih Yib dan juga penguat otot.


Akhirnya Chen Yi kembali ke paviliun guna persiapan pertandingan besok.


"Chen Yi istirahatlah untuk pertandingan besok, dan ingat jangan gunakan kekuatan kamu yang barusan didapatkan." Ujar Kakek Sion.


"Yi er dari mana saja kamu, kami mencari carimu dari tadi, kami khawatir terjadi apa apa denganmu." Ujar Kha Chung.


"Aku di ruang latihan kak, emangnya apa yang terjadi?" Tanya Chen Yi dengan mimik bingung.


"Tadi ada kejadian alam yang sangat mengerikan, awan hitan, angin yang kencang dan badai menghantam, semuanya diintruksikan untuk tidak melakukan apapun, dan para guru besar sedang memeriksanya." Chen Yi hanya mengangguk mendengar cerita dari Kha Chung dan Beng Ong.


"Bagaimana latihanmu, jangan sampai kamu kalah dengan kami, kami telah berlatih dan mengalami perkembangan pesat kali ini" Ujar Beng Ong.


Chen Yi hanya tersenyum, hari ini adalah hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan baginya, bertemu dengan iblis api yang hampir menghanguskan tubuhnya.


Dan bertemu dan sekaligus perpisahan yang menyedihkan dengan sang ibu.

__ADS_1


Untuk pertandingan besok, Chen Yi tidak ada rencana sama sekali, karena sekarang hari harinya pasti akan selalu dihantui oleh para iblis yang mencarinya atau orang orang yang mengincar senjata langit yang ada pada dirinya.


"Jadilah dirimu sendiri anakku" Chen Yi tiba tiba tersentak mendengar suara yang sangat dikenalnya tersebut.


__ADS_2