LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Klan Penjaga Gerbang Selatan


__ADS_3

Tubuh Yin He terus menghisap energi petir alam yang dahsyat, sampai akhirnya tubuhnya bersinar keperakan. Yin He melayang mendekati kakek Huang dan lainya, yang membuatnya terkejut adalah Kalden membungkuk dan memberi Hormat.


"Maafkan kami tuan kami baru sadar bahwa tuan yang selama ini kami tunggu." Kalden menceritakan kepada Yin He semuanya.


"Tuan, ikutlah bersama kami karena ada satu gerbang lagi yang harus tuan kunjungi, yaitu gerbang selatan atau gerbang bintang." Ujar Kalden


Sesuai dengan yang dicerikatakan oleh Kalden, bahwa ada dua gerbang yaitu gerbang utara dan gerbang selatan. Kedua gerbang ini adalah pilah utama kota lasha dari gangguan kekacauan luar, di kedua klan tersebut memang ada dua perbukitan terlarang dan amat dikeramatkan oleh kedua klan tersebut, hanya orang – orang yang diizinkan untuk bisa mendatangi dan melihatnya, di Gerban Utara ada rahasia di kolam petir dan di Gerbang Selatan ada rahasia di perbukitan bintang. Ada sebuah batu yang amat keras, batu yang dari jaman moyang terdahulu tidak ada satupun yang bisa mengancurkanya, keistimewaan dari batu tersebut adalah, batu itu memancarkan aura hawa murni yang sangat kuat, sehingga siapapun yang berlatih didekat batu tersbeut akan membantu untuk mempercepat dalam berkulktifasi adan meningkatkan kekuatanya.


Sebelum Kalden mengajak Yin He dan yang lainya gerbang selatan, Kalden melakukan ritual untuk menguburkan Tanseng ayahnya  dan anggota lainya yang terbunuh. Kakek Huang dan Yin He meminta maaf jika tahu dari awal seharusnya tidak akan terjadi hal seperti ini, setelah semua selesai, mereka bersiap ke Gerbang Selatan.


“Lapor ketua, Kalden telah dikalahkan, dan mereka rencana akan menyerang gerbang selatan, dan Kalden juga sekarang telah berganbung dengan kelompok tersebut.” Yan Fei melaporkan kedatangan Yin He, dan juga kematian Tanseng kepada tuan besar Klan penjaga gerbang selatan yaitu Yongten.


“Segera kebukit bintang, perintahkan semua amggota untuk kesana, jangan sampai meraka sampai terlebih dahulu.” Unhar Yongten.

__ADS_1


Yan Fei memerintahkan semua anggota untuk ke bukit bintang untuk berjaga di bukit bintang, dan benar saja setelah beberapa saat mereka tiba di bukit bintang, Kalden dan rombongan Yin He datang. Yin He dan kakek Huang terkejut melihat sikap dari tuan besar Yongten yang sangat terlihat tidak bersahabat.


“Kalden, apa maksud semua ini, dan siapa mereka? Aku sudah mendengar semuanya, dan jangan harap kau bisa mengalahkan kami, sampai kapanpun, bukit bintang ini akan aku pertahankan.” Ujar Yongten.


“Paman, aku mohon dengarkan aku dulu, sku tidak bermaksud apapun, seandainya jika aku ingin merebut bukit bintang , maka mungkin hanya aku dan rombongan tuan Yin He.” Ujar Kalden. Jawaban Kalden membuat Yongten hanya tertawa.


“Kau kira aku ini anak kecil yang tidak paham dengan taktik bodoh seperti ini, hanya dengan mereka berenam saja bisa menghancurkan gerbang utara dan berhasil merebut pedang halilintar.” Semua terdiam, memang betul apa yang dikatakan oleh Yongten.


Yin He pun melangkah maju, dengan sopan dia bertanya tentang keberadaan pedang bintang, karena sesuai dengan yang informasikan oleh kalden di gerbang selatan terdapat bukit bintang, dan sesuai informasi dari Xia Yuan dan juga Shi Ren, bahwa ada dua pedang yang kekuatanya sama dengan pedang matahari maupun pedang rembulan, yaitu pedang halilintar dan pedang bintang.


Dengan tenang Yin He meladeni serangan dari pemuda tersebut, mereka bertukar beberapa jurus, secara kekuatan tenaga dalam pemuda tersebut masih ditingkat kaisar petarung level perak yang akan mencapai level emas. Detelah beberapa saat, Yin He dapat mengetahui cela dari jurus tersebut, hanya dengan menambah sedikit kecepatan untuk mengecoh pemuda tersebut, Yin He dengan cepat langsung memberikan pukulan telak, sekaligus menotok beberapa titik dari akupuntur pemuda tersebut, sehingga dia langsung jatuh dan tidak dapat bergerak lagi. Yin He segera mendekati pemuda tersebut.”Kau terlalu bernafsu mengalahkanku bahkan ingin membunuhku, tapi kau melewatkan sesuatu, dalam jalan pedang butuh ketenganan walaupun kau terpancing emosi, sehingga lawanmu tidak bisa membaca kekuranganmu, dan kau juga bisa memirkan strategi pertempuran dengan lebih jernih.” Yin He kemudian melepaskan totokan pemuda tersebut.


“Tuan, aku tidak bermaksud hati untuk merebut bukit bintang, aku hanya mengambil harusnya menjadi kepunyaanku, tapi jika kau inginkan aku berbuat kasar maka akan akuu penuhi permintaanmu.” Yin He mengeluarkan aura naga aura kemerahan kemudian menekan Yongten dan semua anggota penjaga, semuanya tercekat, pendekar dengan level dibawah raja petarung langsung tumbang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Tiba tiba terjadi suara gemuruh seperti suara ledakan dari atas bukit bintang, Yin He dan yang lainya langsung menuju sumber suara ledakan tersebut. Baru kemudian disusul oleh Kalden, Yongten dan Jetsan, setelah semua tiba, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat, sebuah pedang  yang memancarkan sinar hijua keemasan. “Apakah ini pedang bintang tersebut, jadi selama ini ada pedang pusaka yang tersembunyi ditempat ini?” Gumam Yongten.


Jetsan langsung meluncur sesaat setelah mendapatkan aba aba dari Yongten, dengan cepat melesat mencabut pedang bintang tersebut. Kalden yang berada disitu tidak tinggal diam saat akan melawan Jetsan, akan tetapi tubuhnya seperti ada yang menahan, dan ternyata Yin He telah menggunakan aura naga agar Kalden tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan oleh Yin He.


“Kalau kau benar anak naga, maka seharusnya pedang ini akan memilihmu, bukan memilihku.” Jetsan langsung maju dan menyerang Yin He dangan pedang bintang, Yin He menggunakan jurus dari kitab pedang langit yaitu segel kematian.


Tubuh Yin He mengeluarkan hawa dingin yang sangat menusuk, dia menangkis sabetan dari pedang binytang hanya dengan kibasan tanganya, Yongten pun terkejut saat sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi karena benturan kekuatan dari kibasan tangan Yin He dengan pedang bintang.


Semua orang yang disana terkejut karena terkena hempasan kekuatan ledakan dari pedang bintang dan jurus segel kematian membuat bebatuan yang berada dekat sana dan pepohonan semua tumbang, para pendekar dengan kekuatan dibawa level raja petarung langsung terhuyung dan terhempas kebelakang beberapa meter.


Jetsan terpelanting, tubuhnya terpental kebelakang dan bergulung gulung beberapa kali, dan yang paling mencengangkan pedang bintang melayang dan bergerak kearah Yin He, setalah dihadapan Yin He pedang itu berhenti dan tak bergerak, saat Yin He memegangnya, aura hijau keemasan tersebut semakin kuat, Jetsan dan Yongten langsung membungkuk hormat.


“Maafkan kami tuan, kami hanya ingin memastikan bahwa tuan benar benar adalah anak dari Ras naga yang kami tunggu. Tapi tuan, sesuai dengan legenda, jika dua gerbang sudah terbuka, maka sekte iblis kuno juga akan bangkit, saya mohon berikanlah kami perlindungan untuk hal ini.” UjarYongten

__ADS_1


Yin He melihat kearah Kakek Huang, dan kakek Huang pun mengangguk, “Jetsan dan kau Kalden, kalian berdua kemarilah.” Yin He memanggil keduaya, dan oleh Yin He pedang halilintar dan pedang bintang diberikan kepada mereka, satu satunya cara agar mereka tidak ada pertarungan maka, untuk kota Lasha akan dipimpin langsung oleh kedua keluarga tersebut.


Setelah semua selesai tanpa meninggalkan permasalahan lagi, Yin He, Kakek Huang, Xioa bersaudara dan juga Jingmi segera meninggalkan kota Lasha, akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa kebangkitan iblis kuno sudah mengintai mereka.


__ADS_2