LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Jurus Pembelah Jiwa Bag. 02


__ADS_3

Sudah hampir 10 yang maju tidak dapat menundukan Beng Ong dalam pertandingan ini.


Kakek Sion akhirnya memberikan kesempatan yang lainya untuk maju, dan yang menang akan bertarung melawan Beng Ong.


Xia Huang yang awalnya akan maju menantang Beng Ong akhirnya pun maju, dan setelah itu ada beberapa orang yang maju akan tetapi dengan mudah dapat dia kalahkan, dengan jiwa spirit dari api dan angin dia membarakan sekitarnya, dan apinya jauh lebih besar dari yang di ciptakan oleh Minh.


setelah bebebarapa saat tidak ada yang mengalahkan Xia Huang.


Begitupun saat Xiahua dan Kha Chung serta Chen Yi maju, tidak yang mampu untuk mengalahkan mereka.


setelah itu yang terakhir adalah Tong Feng, lelaki ini pun membuat kejutan karena peningkatanya yang sangat pesat.


"Jurus jurusnya sangat sadis, dan hampir semua lawanya di buat tidak berdaya, dan raya rata mereka mereka mengalamo cacat fisik." Kejam sekali ujar bathin Chen Yi.


Kini sudah terdapat 20.


pemenang, dari 20 pemenang akan diambil 10 dafi 10 akan diambil 5 dan dari lima akan diambil 2 orang yang akan menjadi pemenang.


Kakek Sion akhirnya memutuskan untuk mengakhiri babak babak seleksi awal, dan meminta pada 20 pemenang untuk bersiap siap dihari yang kedua.


"Yi Gege, maaf mengngganggumu, aku cuma ingin mengucapkan banyak terima kasih atas bantuanya kemarin." Ucap Xiahua sambil malu kepada Chen Yi.


*** Belakang Paviliun Roh Bintang***


Chen Yi, Kha Chung dan Beng Ong belajat bersama waktu dua hari ini dibuat untuk melakukan penyempurnaan jurus dan pemahaman masing masing.


"Kakak, kalian harus berhati hati dengan Tong Feng, karena dia sepertinya akan menjadi musuh paling kuat."Ujar Chen Yi.


"Hahahaha, kami tidak takut sama dia, yang kami takutkam adalah saat bertarung melawanmu, sama saja kita setor nyawa." Ujar Beng Ong, dan disambut tawa juga oleh Kha Chung.


"Yi er, kami juga mengingatkanmu, jangan sampai kau berhadapan dengan "Dia" ?" Ujar Kha Chung memberikan tatapan tajam kepada Chen Yi.


"Siapa yang kalian maksud?" Tanya Chen Yi.


"Xiahua" Jawab Beng Ong dan Kha Chung.

__ADS_1


Jawaban kedua kakak tingkatnya membuat Chen Yi terdiam, dia baru menyadari bahwa Xiahua kemungkinan besar bertarung denganya, hati kecilnya tidak dapat di pungkiri, akan sangat sulit baginya saat berhadapan dengan Xiahua.


"Kami mengerti hatimu, tapi saran kami, kamu harus fokus pada apa yang menjadi keinginanmu." Ujar Beng Ong dan Kha Chung.


Sesuai dengan yang telah ditetapkan, bahwa hari ini akan dilanjutkan untuk pertandingan antar murid perguruan pertapa sakti


Chen Yi mendapatkan giliran pertama kali, dan yang dihadapinya adalah seorang remaja 15 tahun, secara fisik walau Chen Yi sekarang berumur 9 tahun, tapi fisik tidak jauh beda.


Jenius yang dihadapi oleh Chen Yi adalah tuan muda dari keluarga Feng.


Feng Hou memberi salam dan langsung memasang kuda kuda, pada saat yang sama Chen Yi pun menunduk memberi salam kemudian bersiap dengan kuda kudanya.


"Dia penguasa fikiran, jadi kosentrasilah." Ujar Chang Mao.


Keduanya langsung bertukar jurus, dan beberapa kali Chen Yi merasakan tubuhnya sangat berat, sehingga mengakibatkan gerakan tubuhnya sangat lambat.


Dengan lambatnya gerakan tubuhnya hal ini langsung dijadikan kesempatan oleh Feng Hou menyarangkan beberapa pukulan yang didaratkanya tepatnya diperut dan didada Chen Yi.


Chen Yi terpental, akan tetapi dengan kemampuannya yang sekarang dia mampu untuk melakukan penyembuhan dengan cepat.


Akan tetapi hal ini diluar dugaan Feng Hou, semua serangannya dapat ditangkis dengan cepat oleh Chen Yi.


Dan dengan cepat Chen Yi dengan serangan beruntun, mendaratkan beberapa pukulan ke dada dan perut Feng Hou.


Hal ini membuat Feng Hou terkejut, karena menurutnya seharusnya Chen Yi masih dalam pengaruhnya.


"Mungkinkah yang dikatakan oleh guru benar aku harus berhati hati saat berhadapan dengan Chen Yi, karena anak ini sudah berapa dilevel misterius." Gumam Feng Hou.


Belum sempat selesai rasa penasaran Feng Hou, dengan secepat kilat Chen Yi memberikan pukulan susulan, kali ini Feng Hou tidak bisa lagi bangkit.


Chen Yi pun sudah dipastikan untuk masuk ke 10 besar, dan setelah Chen Yi kini yang berada di arena pertarungan yaitu Beng Ong dan seorang wanita dengan senjata cambuk di tanganya.


Cambuk tersebut adalah cambuk kulit badak api, yang membuat cambuk tersebut mengeluarkan api saat dia diayunkan.


Beng Ong pun tetap waspada karena perempuan yang dihadapanya sepertinya mempunyai tatapan yang aneh kepada Beng Ong.

__ADS_1


Keduanya langsung saling menyerang, Beng Ong langsung mengeluarkan pedangnya untuk menangkis cambuk kulit badak api dari perempuan tersebut.


Perempuan tersebut memutar cambuknya dan dari cambuknya mengeluarkan api dengan pusaran yang sangat besar.


Dengan cepat Beng Ong langsung mengerahkan jurus tinju bintang untuk mengimbangi kekuatan cambuk tersebut.


"Aku tidak boleh terus menghindar, kalau seperti ini, yang ada aku akan semakin ditekan." UjaR bathin Beng Ong.


Dengan cepat Beng Ong melancarkan serangan tinjunya kearah perempuan dihadapanya, akan tetapi dengan cepat perempuan itu mengayunkan cambuknya.


Pertemuan kedua kekuatam tersebut membuat ledakan yang sangat dahsyat, dan mampu menggetarkan arena yang terbuat dari baru yang sangat kuat.


"Kau masih ingat Xue Liang?" Tanya Perempuan tersebut.


Beng Ong pun mengingat nama yang diucapkanya, dia adalah sosok dia kalahkan saat masuk kedalam seleksi masuk perguruan pertapa sakti.


"Aku mengingatnya, dan tidak ada urusanya denganku, karenanya aku terkena tapak es, dan hampir saja aku menjadi sampah, jika bukan aku menemukan teman yang mensuport aku." Ujar Beng Ong.


"Kau harus membalas atas kematian kakakku, karena kau kakaku harus bunuh diri menahan malu." Ujar perempuan tersebut.


"Jadi kau adalah adiknya? kau juga harus tau apa yang ku alami, setelah terkena tapak es yang kakakmu lakukan." Ujar Beng Ong.


Akan tetapi perempuan yang mengaku sebagai adik dari Xue Liang terus memutar cambuknya dan melingkarkan dalam ditubuhnya.


Kini dia mengerahkan sebuah formasi yang membuat mata Beng Ong terbelalak.


"Tapak Es, tidak aku harus segera menggunakan tinju langit puncak amarah." Bathin Beng Ong, dan lansung membuka kuda kuda, formasi tinju langit puncak amarah.


Keduanya langsung terlibat adu jurus dengan cepat, kekuatan keduanya beradu menimbulkan ledakan yang sangat kuat, sebuah pukulan hampir saja mengenai tubuh Beng Ong, akan tetapi dengan cepat Beng Ong menangkisnya dengan tinju langit puncak amarah.


Dan lagi lagi sebuah ledakan terjadi, dan tubuh perempuan itu terpental kebelakang dan juga tubuh dari Beng Ong juga terpental dan memuntahkan darah segar.


Beng Ong pun segera bangkit, dia melihat perempuan dari keluarga Xue tersebut terkapar dan tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Sekarang giliran dari Xuehua bertarung dengan orang yang membuat mata Chen Yi.

__ADS_1


__ADS_2