LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
API DAN ES BERSATU


__ADS_3

Wu Shan yang terkejut karena Pedang Phoenix Es telah berpindah tangan ke Yin He.


Pedang Phoenix Es, mengeluarkan hawa yang sangat dingin ketika berada di tangan Yin He.


lebih dingin 500x lipat dari pada saat di gunakan Wu Shan.


Dengan menggunakan Teknik Elemen Darah. Yin He berhasil menarik Pedang Phoenix Es.


"Es Abadi".. Wu Shang segera mengunakan teknik tertinggi yang dimilikinya,


Dengan teknik ini, Wu Shang dapat meningkatkan hawa dinginya hingga berlipat lipat, dan juga menciptakan pedang atau senjata pusaka hanya dengan lapisan es yang dia ciptakan.


Wu Shang menciptakan tongkat es dan menyerang Yin He, sekali putaran tongkat es tersebut dapat menciptakan ribuan jarum es dengan kecepatan cahaya.


dengan sigap Yin He mengeluarkan aura pelindungnya..nampak perisai es seperti kepompong ulat melindunginya dari ribuan jarum es Wu Shan.


Wu Shan menggunakan teknik menyerang dari jarak jauh, karena dia tahu, bahwa Yin He mempunyai sebuah Teknik yang bisa menariknya, sehingga dia menjaga jarak.


Wu Shan terus memutar tongkatnya, dan menghentakan tongkatnya ke tanah.


semua lapisan tanah disekitar Yin He berubah menjadi duri duri Es, sehingga memaksa Yin He keluar dari lapisan pelindung yang mulai retak.


Wu Shan yang melihat celah kesempatan ini segera melesat ke arah Yin He.


"Kena Kau" Yin He menyeringai ketika melihat Wu Shan mendekatinya.


sebelum Wu Shan mendekati Yin He, dia merasakan hawa dingin yang menjalar di sekelilingnya.


Tanpa disadarinya..kini sebagian dirinya sudah mulai membeku, tubuhnya udah mulai melemah badanya gemetar karena nafasnya tidak stabil.

__ADS_1


Hawa dingin itu mulai menjalar ke dalam tubuhnya dan beberapa organnya sudah mulai membeku.


sesaat persis dihadapan Yin He..Wu Shan sudah tidak sanggup bergerak.


"Kik Kik Kik Kik Kik" Yin He tersenyum menyeringai kepadanya.


"Aku akan mengantarmu kepada kematianmu." Kik Kik Kik Kik


"Tapi kurang menarik jika kau mati dalam 1 sentuhan kik kik kik kik."


Yin He mengalirkan hawa panas ke tubuh Wu Shan.


Wu Shan merasakan energi hangat di seluruh tubuhnya. bahkan aliran cakranya lebih kuat dari yang sebelumnya.


Wu Shang yang merasakan tubuh dan energinya pulih langsung menyerang Yin He.


Pukulan pukulan Wu Shan seperti menghantam sebuah bayangan.


"Teknik Ilusi..apa kau lupa dengan adikmu Si Iblis Ilusi?"


"akan lebih menyakitkan saat kau mati dengan membawa perasaan yang tidak tenang" kik kik kik kik.


Wu Shan terus menyerang, tapi setiap seranganya hanya lah sebuah bayangan.


"Cukup ku bermain dengan mu",, Yin He membuka telapak tangan dan diarahkan ke depan dan seperti meremas sesuatu dengan kuat.


Arrrgghh..Mata Wu Shan melotot dengan tajam, sekujur tubuhnya merasa sakit yang luar biasa


Byyarrrr.. jantung Wu Shan hancur..beberapa orang yang menyaksikan hal ini bergidik, melihat hal yang sangat mengerikan..

__ADS_1


Tubuh Wu Shang menjadi Es seluruhnya dan jatuh, hancur berserakan.


Yin He mendekati kakeknya..dengan kekuatan Es..dia menutup luka pada perut kakeknya..dan menyalurkan energi Phoenix Biru kepada Kakeknya.


Kakek..maaf karena terlambat, tapi aku sudah menghabisinya, sekarang kakek istirahatlah..aku akan membunuh mereka semua.


Yin He menggunakan energi angin yang membuat tubuhnya seperti terbang, hal ini bisa dilakukan olehnya setelah elemen angin dari jiwa naga sudah bangkit.


Yin He menuju ke sisi utara, dengan pedang Phoenix Es di sebelah kiri dan Phonenix Api disebelah kanan.


Yin He membabat semua anggota aliansi aliran hitam tanpa ampun, para anggota aliran hitam memilih kabur dari pada nantinya kepalanya akan terpisah dari tubunya.


Yin He mengamuk.dengan menggunakan 2 pedang phoenix..


"Bagus Yin He, satukan mereka sekarang" ujar Zhuanglong.


"baikla"..


Yin He segera turun dan memegang kedua pedang tersebut jadi satu..sisi kanan adalah api dan sisi kiri adalah es.


saat kedua pedang tersebut disatukan..terdengar gemuruh dsn kilatan cahaya yang sangat besar.


sressrrr,,stwr Bhuayrrrr...


penyatuan kedua Pedang telah berhasil, Yin He sudah kembali ke kesadaran semula kemudian berlari menolong kakenya..


"Kek, kakek tidak apa apa?"


"Tidak He'er..mari kita pulang saja"

__ADS_1


kemenanganmu ada di tangan kita..dan kau berhutang cerita pada kakek.mu ini tentang apa yang kau temukan di Pagoda 4 Elemen


__ADS_2