LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Identitas Daehan


__ADS_3

Hawa iblis ini adalah hawa yang terpancar dari darah Daehan yang tercampur dengan pedang matahari, hawa pedang matahari pun kini lebih pekat dan sangat menekan. Daehan pun tersenyum terkekeh melihat pancaran pedang matahari.


Daehan segera melesat menyerang Yin He, dengan cepat Yin He mengalirkan energi halilintar ke pedang rembulan, dan pedang rembulan pun memancarkan energi yang sangat dahsyat, pancaran hawa dingin dengan partikel partikel listrik yang ada disekitar pedang rembulan.


Saat pedang rembulan dan pedang matahari tersebut bertemu, sebuah ledakan pun tercipta ceruk yang cukup dalam, dan awan gelap pun tercipta di langit karena energi dari pedang rembulan.


Daehan yang terpental sangat jauh, terdapat luka hitam di dada karena kekuatan dari halilintar pedang rembulan.


"Sepertinya aku tidak bisa mengangapmu remeh." Daehan mengeluarkan sebuah pil hitam dari bajunya, setelah menelan pil tersebut, Tubuh Daehan pun berubah membesar, otot lengan dan tubuhya membesar, lengan bajunya sobek karena tidak muat dengan ukuran lengan Daehan saat ini, Wajahnya yang tampan kini menyeramkan.


Hawa yang di pancarkan oleh Daehan membuat Yin He hampir tidak bernafas karena tekanan yang sangat kuat, "Tekanan ini seperti yang aku rasakan saat bertempur dengan pria misterius di air terjun di lembah kesunyian." Yin He masih terkejut dengan aura kekuatan yang dipancarkan oleh Daehan.


Daehan melangkah menyerang, dia mengayunkan pedangnya, pedang matahari menyorotkan sinar merah ke arah Yin He, Yin He segera menghindar dengan cepat, sinar tersebut mengenai batu besar belakang Yin He, batu tersebut langsung hancur lebur seperti pasir.


Daehan terus menerus menyerang Yin He dengan sinar dari pedang mataharinya. Yang dilakukan Yin He sementara ini terus menghindar sambil memikirkan cara untuk mencari celah mengalahkanya.


"Jurus Bayangan." Yin He segera menggunakan jurus bayangan tersebut, dia ingin melihat jurus dari Daehan, akan tidak ada satupun gerakan yang terlihat, "Dengan jurus bayangan ini aku coba menyerangnya," Yin He mempunyai waktu 5 detik untuk menyerang, kecepatan dari jurus bayangan ini seolah oleh gerakan musuh menjadi sangat lambat.


Bhuk Bhukk Dhuar..!


Sebuah ledakan terjadi, Yin He tersungkur ditanah dengan darah segar dimuntahkanya, "Tidak mungkin, gerakanya bisa lebih cepat dari jurus bayangan." Bathin Yin He sambil memegangi dadanya.


"Hahahahaha, aku bisa membaca gerakan dan fikiranmu, jangan harap bisa lolos dariku."

__ADS_1


Dalam kondisi terjepit, Yin He teringat dengan beberapa jurus tenaga dalam yang diberikan oleh Xia Yuan kepadanya.


Yin He duduk bersilah, dia menghirup nafasnya dalam dalam dan mengalirkan beberapa energi Qi dalam beberapa titik cakra di tubuhnya, pedang rembulan yanh berputar berdesing diatasnya tiba tiba berhenti dan menancap di depan Yin He yang sedang duduk bersilah.


"Perisai Rembulan" Yin He mengangkat tanganya dan ada energi yang lembut semilir dan seju mengelilinginya. Dengan memegang pedang rembulan, Yin He bangkit dan dengan cepat dia memutar pedang rembulan, hawa dingin dan energi listrik terkumpul di diseliling Yin He.


Yin He segera menyorotkan sinar putih keperakan dengan energi petir saat sinar merah pedang matahari menyorot kepadanya.


Dhuarrr..Bhooomm


Ledakan yang sangat hebat, pohon pohon yanh berjaral 50 meter dari tempat bertarung langsung hancur tak bersisa, sungguh kekuatan yang sangat dahsyat.


Yin He langsung melayang dan menyarangkan pukulan ke tubuh Daehan, Daehan dengan tenang melakukan tangkisan dengan pedang mataharinya, desangkan tangan kirinya menghantam tubuh Yin He dengan pukulan pemenggal nya.


Daehan terpental jatuh, pedang mataharinya melesat keatas dan kembali jatuh didepan Yin He.


Daehan tidak menyangkah, kalau Yin He mempunyai perisai yang teramat kuat. Perisai rembulan tersebut mampu mengembalikan pukulan musuhnya berkali kali lipat kekuatan awal musuhnya. Hal ini lah yang membuat Daehan terpental dan wujudnya kembali seperti sedia kala.


Yin He melihat pedang matahari yang tertancap didepanya, dia mengangkat dan mengamati pedang yang berada di tangannya, pedang dengan pamor dan kekuatan yang sangat luar biasa. Daehan terkejut dengan apa yang dilihatnya, pedang matahari adalah pedang yang dapat mengenali siapa tuanya, dan siapaun selaain tuanya tidak akan bisa mengangkatnya bahkan memakainya.


Yin He mendekati Daehan dan memberikan pedang mataharinya. Daehan terkejut dengan yang dilakukan oleh Yin He.


"Apa yang kau lakukan? bunuh saja aku, agar aku bisa mati dengan terhormat." Daehan sudah pasrah dengan nasibnya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu dengan apa yang harus aku lakukan, sisi logikaku mengharuskan aku membunuhmu karena kamu musuh, akan tetapi hatiku, tidak membiarkanku membunuhmu, pasti ada alasan tertentu kau melakukan ini semua."


Daehan tertegun, ada airmata yang meleleh dipipinya, "Aku akan berkata alasanku mengapa aku melakukan ini, sebenernya aku bukanlah anggota sekte serigala merah, aku adalah seorang pendekar kelana yang tidak terikat apapun, akan tetapi tetua serigala tersebut dapat melumpuhkanku dan mengambil jiwaku sebagai jaminan bahwa aku akan setia kepadanya." Jawab Daehan.


"Oleh sebab itu aku ingin mencarimu agar aku bisa terbunuh dengan terhormat, kau tau hidup tanpa jiwa bukanlah hidup kau tidak bisa merasakan lagi sedih tawa dan apa itu bahagia, tapi kali ini aku bisa merasakanya kembali, yaitu aku bisa menangis dan sekaligus bahagia."


"Tolong aku Yin He, bunuh aku sekarang sebelum tetua tersebut menggunakan jiwaku untuk menguasai tubuhku, aku mohon, dan aku serahkan pedang matahariku kepadamu"


"Nanti setelah aku terbunuh, satukan darahku dan darahmu, agar pedang matahari mengenali tuanya yang baru."


"Cepatlah Yin He, dia akan mengendalikan tubuhmu, cepatlah aku mohon." Tubuh Daehan bergetar hebat tubuhnya mengejang, jari jarinya tumbuh kuku panjang dengan cepat.


Yin He yang melihat ini semua langsung menebas kepala Daehan, ada senyum saat kepala tersebut terpisah dari tubuhnya.


Kemudian Yin He mengambi pedang matahari tersebut dan mengambil darah daehan dan darahnya sendiri dan diteteskan ke pedang matahari, pedang tersebut bergetar, dan aurahnya kembali seperti semula dengan tambahan kekuatan petir.


Yin He mengambil sarung pedang tersebut dari tubuh Daehan, dan melakukan upacara penguburan jasad Daehan.


"Yin He, lebih baik pedang matahari jangan kau masukan kedalam ruang penyimpanan, jadilan dia senjatamu agar kau terbiasa dengan pedang langit nantinya." Ujar Xia Yuan.


Yin He menuruti kata kata Xia Yuan, pedang matahari sekarang berada di pinggangnya, dia memandang kuburan Daehan dan membungkuk memberi hormat yang terakhir kalinya kepada Daehan.


Yin He segera meninggalkan tempat tersebut Sekarang tujuanya adalah mencari markas sekte Seriga Merah untuk menghancurkan mereka. Yin He tak ingin lagi melihat orang tua yang kehilangan anak anaknya.

__ADS_1


Yin He sendiri tak menyadari bahwa gerak geriknya sudah diawasi oleh sekte sekte aliran hitam.


__ADS_2