LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Elemen Ke- 5 (Logam)


__ADS_3

Setelah meratakan markas dan membalas dendam atas kematian keluarganya, Jingmi segera melesat kearah berlawanan dari tujuan Yin He, akan tetapi ada satu pesan dari kakek Huang yang harus segera dilaksanakan yaitu mengambil mustika elemen logam digunung lima elemen, sedangkan gunung lima elemen sendiri berada di luat kekaisaran Song atau Tang, oleh sebab itu Jingmi segera melesat kearah gunung lima elemen, dimana salah satu dari unsur elemen tersebut tidak dimiliki oleh Yin He.


Yin He saat ini memiliki unsur 4 dasar elemen, dimana permasing masing mempunya sub elemen,yaitu Elemen Air, sub dari elemen air , maka dia bisa mengendalikan elemen yang berasal atau hampir sama secara esensinya yaitu  Es, Darah, sehingga seseorang yang mempunyai elemen air, akan dapat mempelajari subtansi dari Es dan Darah akan tetapi hal ini kembali lagi kepada kemampuan dan bakat masing masing.


Untuk elemen Tanah (Bumi) yang berkaitan dengan elemen Tanah adalah Kayu, Binatang, serta beberapa ungsur besi, sehingga pengendali unsur tanah bisa mengendalikan unsur yang berkaitan dengan Tanah, Kayu, Binatang dan juga beberapa ungsur Besi atau Logam, akan tetapi unsur elemen logam yang berada di Yin He belum mencapai esensi itu sendiri, sehingga kakek Huang, meminta Jingmi pergi ke gunung lima elemen, agar bisa mengambil esensi dari elemen logam tersebut. Dalam perjalanannya seringkali Jingmi mendapatkan ganggunan dari beberapa pendekar atau dari bangsa siluman, akan tetapi Jingmi dapat mengatasinya dengan cepat.


Sedangkan Yin He telah sampai di daerah yang menuju ke area gerbang langit, tidak ada petunjuk pasti dari lokasi gerbang langit, karena hanya orang – orang yang terpilih yang bisa menemukan lokasi dari gerbang langit, dan sudah hampir beberapa hari ini Yin He dan ketiga Xiao bersudara mencari keberadaan lokasi gerbang langit diarea hutan tersebut, hutan tapi bukan sepenuhnya hutan yang  dipenuhi oleh pepohonan, banyak tebing tebing tinggi yang berdiri ditengah tengan hutan tersebut, tebing tebing ini laksana pohon batu raksasa yang menjulan diantara pepohonan.


“Kakak, sampai kapan kita akan terus begini, apakah tidak ada petunjuk lain mengenai gerbang langit.” Ujar Xiao Yan. Kemudian Yin He mencoba melesat kepalong atas dan melihat adanya kepulan asap yang sangat tebal membumbung tinggi disisi utara tersebut, Yin He memberikan kode ke arah utara untuk ketiga Xiao bersaudara, maka dengan cepat ketiga saudara tersbeut melesat kearah tempat yang ditunjuk oleh Yin He.


Sesampainya mereka ditempat yang ditunjukan oleh Yin He, mereka menemukan bekas seseorang membakar rusa hutan, akan tetapi sepertinya mereka telah pergi sesaat ketika  ketiga Xiao bersaudara. “ Zhao ‘er awas dibelakangmu.” Yin He yang barusan menyusul ketiga Xiao bersudara menemukan beberapa orang yang sedang bersembunyi dibalik semak semak dengan pisau angin dan melemparkanya kearah Xiao Zhao dan kedua kakaknya, karena jarak Xiao Zhao yang paling dekat dengan para musuh yang sedang bersembunyi, makanya Yin He memberi teriakan kepada Xiao Zhao.

__ADS_1


Xiao Zhao langsung sigab dengan teriakan Yin He dengan cepat pisau terbang tersebut dipotong menjadi 2 bagian dengan pedang darahnya.  Dan tanpa berfikir lama, ketiga Xiao bersaudara segera melesat kearah pisau terbang di luncurkan, belum sampai dengan tempat musuhnya bersembunyi, 3 lelaki dengan kelapa plontos dan tasbih tengkorak melingkar dilehernya dapat menyerang ketiga Xiao bersuadara, ketiga yang bertukar jurus dengan ketiga Xiao bersaudara.


“Siapakah gerangan tuan – tuan ini sebenarnya, dan mengapa menyerang kami?” Tanya Yin He sopan, ketiga orang yang berpakaian Biksu akan tetapi berkain hitam, ketiga tidak menjawab pertayaan Yin He, akan tatapi menyerang Yin He dan ketiga Xiao dengan  tekanan aura yang sangat kuat, tanpa ragu ragu lagi Yin He membalas tekanan dengan aura naga, dalam sekejab tekanan aura dari ketiga orang tersebut langsung hilang, sekarang berbalik, aura naga milik Yin He langsung menekan ketiganya membuat ketiga seakan akan di tindih oleh batu yang sangat besar sekali.


Yin He terus menekan  menggunakan aura naga, semakin mereka mecoba untuk melepaskan tekanan uara naga tersebut , maka semakin kuat aura naga yang di keluarkan oleh Yin He, sampai dengan seseorang yang dengan jubah emas dengan tongkatnya menyerang Yin He, maka secera reflek Yin He menangkis serangan tersebut, sehingga aura naga yang di keluarkanya pun menghilang.


“ Yin He hat-hati mereka adalah para tetua pagoda iblis langit , tapi bukanya meraka telah kama sudah tidak pernah muncul lagi di pertempuran para pendekar, akan tetapi kenapa sekarang mereka muncul , apakah ini pertanda bahwa pertempuran besar kan terjadi.” Yin He segera menyerang balik seseorang yang berjubah emas dan membawa tongkat emas. Dan dengan cepat orang tersebut langsung menghindar, dan ketika pukulan mereka beradu, terdapat percikan kilat energi tenaga dalam yang saling beradu.


Jawabn Yin He membuat keempat orang tersebut sangat kesal  “Ketua Liu, ijinkan kami untuk membungkam mulut pemuda kurang aja tersebut.” salah satu tetua dari Pagoda iblis langit tersebut langsung mengerahkan tenaganya, tiba tiba suasana disekitar menjadi mencekam dan dingin, angin berubah menyeramkan, Tiba – tiba Xiao Yan segera meminta ijin kepada Yin He untuk menghadapinya, Yin He pun segera memberinya ijin.


Xiao Yan segera mengeluarkan pedang naga airnya, suasana pun berubah dengan sambaran petir yang menggelegar, dengan cepat mereka saling beradu jurus, lelaki botak tersebut menggunakan dua buah pedang kembar, membuat Xiao Yan harus berhati hati melawanya.

__ADS_1


Pedang kembar tersebut segera menyambar hampir terkena muka dari Xiao Yan, dengan cepat dia menghindar dengan menggerakan kepala kebelakang dengan cepat pula Xiao Yan mengayun kan pedangnnya  dan memberikan sayatan di pergelangan tangan Liu Chen, sayatan tersebut membuat pegangan pedang dari Liu Chen pun terlepas. Dengan mudah Xiao Yan mengayunkan pedangnya untuk membunuh Liu Chen, saat pedangnya hendak mencapai kepala Liu Chen, sebuah tongkat menahan pedang Xioa Yan.


Xiao Yan terpental akibat benturan energi dari tongkat tersebut, Yin He segera melesat kearah tetua Liu, dan memberikan sebuah pukulan, pulan Yin He membuat lelaki tersebut terpental dan mengeluarkan darah segar dimulutnya.


***


Jingmi yang hampir sampai di gunung lima elemen mendadak merasakan tekanan yang membuat dadanya tiba tiba terasa sesak. Sebuah tekanan hawa panas yang sangat kuat membuatnya langsung melesat jatuh di kaki gunung lima elemen. “sepertinya ada seuatu energi yang melindungi puncak gunung lima elemen, sehingga tidak semua orang bisa masuk kedalam puncak gunung tersebut.


Jingmi kembali mencoba untuk menembus perisai dari gunung lima elemen tersebut, seingat Jingmi, hanya ketulusan yang akan membuka jalan. Beberapa kali Jingmi mencoba akhirnya yang karena tubuh yang terlalu letih membuatnya dia jatuh dan tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya hingga kepala membentur tebing gunung lima elemen. Tiba tiba suara gelegar dari puncak gunung lima elemen, dengan sisa tenaganya Jingmi mencoba keatas punya gunung lima elemen dan disana dia melihat 4 mustika yang tidak bersinar dan hanya 1 yang berwarna hitam yang bersinar terang. “Elemen Logam.” Gumam Jingmi dalam hatinya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2