
Yin He lansung melesat kearah sekte bulan sabit, dalam perjalanan kearah sekte bulan
sabit Yin He bertemu dengan sekelompok prajurit pimpinan Han Bing. Han Bing terkejut dengan kemampuan terbang Yin He yang semakin cepat, sedangkan Han Bing dan kelompoknya yang menaiki naga Han Bing kalah cepat dengan Yin He.
Sesampainya disekte bulan sabit, semua tim sudah dibagi, tidak semuanya masuk di sekte akan tetapi tersebar dekat dengan istana, juga di hutan hutan, semua sudah dibagi bagi sesuai dengan pembagian dari hasil pertemuan aliansi.
Malam itu, Yin He dan ketiga Xiao bersaudara bergerak menuju istana, bebeberapa tetua dari berbagai sekte yang tergabung dalam aliansi keadilan, juga sudah berjaga jaga di beberapa sudut istana.
Mereka akan menunggu informasi dari tim Yen He, jika berhasil segera mereka akan melakukan
__ADS_1
formasi naga terbang dan jika kabar dari Yin He gagal maka akan melakukan formasi naga mengamuk. Yin He
segera melesat berempat dengan Xiao bersaudara ke istana kaisar Song, Suasana istana dijaga dengan sangat ketat, terdapat beberapa prajurit di melakukan penyisiran di setiap sudut istana kekaisaran Song, sebelum masuk kedalam istana, Yin He dan ketiga Xiao melakukan diskusi untuk melakukan penculikan Kaisar Song.
“Xiao Zhuang, aku butuh untuk melakukan sihir agar semuanya penjaga tertidur dan lakukan pengecekan, dimana yang tempat yang dilindungi oleh sihir, sedangkan kau Xiao Yan, aku butuh dirimu untuk membuka jalan buat kami sampai dengan kamar kaisar, dan kau Xiao Zhao, kau selalu berada dekat denganku, karena nantinya kita akan cek kondisi kaisar bagaimana, apakah perlu penananganan langsung, tolong langsung pengobatan disana, dan aku akan mengawasi kalian dan memasitikan keselamatan kalian.” Ujar Yin He.
“Kakak, kenapa bukan kakak yang menyembuhkan kaisar, bukankan secara pengalaman dan juga keahlian, kakak Yin He berada jauh diatasku, biar aku yang melakukan pengawasan dan memastikan keselamatan kakak dan kaisar.” Ujar Xiao Zhao.
Xiao Zhuang merapalkan mantera dengan kedua tanganya disatukan didadanya, dan seberkas sinar muncul membentuk beberapa formasi sihir kemudian sinar itu membias seperti kabut menyelimuti seluruh istana kaisar song. “Sepertinya ada yang bermain main denganku, sihir anak anak, tak akan mampu untuk membuatku
__ADS_1
tidur.” Guman selir Hua Xun, selir Hua Xun segera keluar dari kamarnya, dia melihat seluruh prajuritnya sudah tergeletak tidur seperti mati, karena dia sudah tendang akan tetapi prajurit tersebut tetap tertidur seperti orang mati
Hua Xun bergegas menuju kebelakang paviliunnya dan menggerakan beberapa formasi sihir untuk melepas segel sebuah dinding, dinding tersebut seperti terbelah dan muncul sebuah lorong pada dinding tersebut, Selir Hua Xun menuruni tangga keruang bawah tanah, dia sana penerangan hanya terbatas, dan hanya ada satu penjara yang di huni oleh kaisar Song dengan kedua kaki terpasung dan tangan sebelah
kiri dirantai ke dinding.
Kondisi kaisar sangat mengenaskan, pandangannya kosong, tubuhnya kurus kering, tidak ada respon dari sang kaisar saat selir Hua Xun mendekatinya, sang kaisar bagaikan mayat hidup, yang hanya bisa bernafas dan berkedip, fikiran dan kesadaranya tidak ada.
“Apa kabar suamiku sayang, hahahaha suka yang disini, diruang yang dingin seperti sampah yang tak ada harganya, sekarang kerajaanmu sudah ditanganku dan tunggu sebentar lagi, setelah sang pangeran kegelapan muncul, kau akan aku kirim ke nerakan untuk bertemu permaisuri bodohmu. Hahahahahahaha.” Selir Hua Xun menatap mata sang kaisar, akan tetapi dengan cepat kedua tangan sang kaisar mencekik leher dari selir Hua Xun. Sang selir menjerit dan dengan cepat tanganya memukul dada dan kaisar, sang kaisar langsung ambruk dan jatuh pingsan, Selir Hua Xun berteriak menahan marah kedua tanganya terkepal.
__ADS_1
Yin He segera melesat mengikuti Xiao Yan, dibelakangnya ada Xiao Zhao dan Xiao Zhuang, dia melihat sepertinya sihir yang dilakukan oleh Xiao Zhuang berhasil, seluruh penghuni istana telah terlelap, setelahnya di istana utama, Xiao Yan melihat bayangan seorang wanita keluar dari dinding istana di belakang sebuah bangunan didepanya.
Xiao Yan, memberikan isyarat kepada Yin He yang berada di belakanngnya, keempatnya segera turun dibelakang gerbang paviliun, Xiao Yan, memberi tahu apa yang tadi dilihatnya, bahwa ada seorang wanita yang keluar dari dinding dibelakang paviliun, dan sepertinya dinding tersebut telah disegel dengan sihir.