LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Perjalanan Menuju Gerbang Langit


__ADS_3

Yin He terkejut, ternyata Yan Hou bisa berpindah tempat dengan sekejap mata, dia menggunakan portal dimensi lain untuk berpindah pindah tempat.


"Sebenarnya siapa dia?" Yin He malayang mencari energi dari Yan Hou yang tiba tiba lenyap, tapi tanpa diduga Yan Hou muncul dari atas Yin He dan menghajar Yin He dengan pukulan petir.


Yin He jatuh meluncur ke tanah. Bhuukk,


Darah segar mengalir dari pelipis dan hidung Yin He, mata Yin He mulai berkunang kunng sehingga dia tidak dapat berkosentrasi melihat musuhnya.


Saat Yin He dalam kondisi yang begitu lemah, Yan Hao sekali lagi menyarangkan pukulanya kedada Yin He.


Darah segar memancar dan mengenai Yan Hao, kondisi Yin He sangat lemah, dalam kondisi seperti ini dia tidak dapat berubah ke wujud penjaga elemen.


"Ayolah anak naga, mana janjimu mau memberikan aku perlawanan yang memuaskan, baru beberapa kali saja kau sudah tumbang. hahahahahahhahahahha." Yan Hou mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, aura ini sangatlah pekat sehingga daub pepohonan dan rumput dengan jarang 20meter dari tubuh Yan Hou langsung layu.


"Yin He, dengan kondisi seperti inu kau tidak bisa menggukan elemen mu, cepat serap mana dan gunakan aliran tenaga dalam dalam untuk memulihkan tenagamu, aku akan menunggumu." Ujar Yan Hou.


Yin He hanya tersenyum, "Paman, aku berterima kasih, dengan bantuan paman, aliran qi ditubuhku menjadi lebih sempurna, aku bisa menggunakan elemen dan jurus tebaga dalam secara bersamaan." Yin He tersenyum puas.


Yin He kini bangkit dengan tubuh dan aura yang sangat kuat memancar, mambuat tubuh Yan Hao tertekan mundur beberapa langkah.


"Tidak mungkin sebenarnya apa maksud semua ini, kenapa dia bertambah kuat? " Bathin Yan Hou. akan tetapi keadaan ini membuat Yan Hou semakin berambisi untuk segera mengakhiri pertarungan, dan mengetahui siapa yang akan hidup.


Yan Yoh segera melesatkan pukulan ke arah Yin He kecepatan pukulan dari Yan Hu, tidak bisa dianggap remeh, untuk ukuran pendekar senior pukulan tersebut adalah pukulan super cepat, hampir tidak terlihat bayanganya.


Yin He dengan tenang menangkis bahkan memberikan perlawanan kepada Yan Hou, posisi Yan Hou pun terdesak, hingga beberapa kali pululan Yin He mampir ke dada dan perut Yan Hou.


Yan Hao mengeram, kini seluruh tubuhnya dilapisi oleh besi besi yang kuat, langkah tubuhnya menjadi berat tiap langkahnya menimbulkan jejak kaki nya, Tinju angin Yan Hou pun bisa merobohkan pohon disekitarnya dengan sekarang.

__ADS_1


Yin He pun bergerak cepat, "Tinjunya sangat berbahaya kondisi tubuhku masih dalam tahab penyesuaian karena Qi untuk jurus tenaga dalam harus aku seimbangkan dulu, akan ku hadapi dengan teknik angin, karena aku yakin paman Yan Hou tidak bisa bergerak cepat." Bathin Yin He.


Yin He menggunakan pisau daun, dia membuat tornado yang penuh dengan daun daun bambu kering dan yanh masih segar, tornado tersebut langsung mengelilingi tubuh Yan Hao, meskipun teknik tubuh besi dimiliknya akan tetapo goresan goresan kecil pisau bambu mampu menembus tubuhnya.


Dengan saat yang bersamaan, Yin He merubah tubuhnya menjadi manusia api dan berubah bentuk menjadi naga yang langsung melingkar ditubuh Yan Hou. Panas tubuh Yin He membuat beberapa bagian tubuh Yan Hou melepuh.


Yan Hou bergerak mencari celah agar keluar dari cengkraman tubuh naga Yin He, akan tetapi panas yang diberikan Yin He sedikit demi sedikit melelehkan bagian tubuh Yan Hou.


"Maafkan aku paman, bukan maksud aku untuk membunuhmu, akan tetapi hawa iblis yang ada ditubuhmu akan mengancam jiwa banyak orang."


Tubuh Yan Hou pun hangus, dan Yin He pun melepaskan lilitanya kepada Yan Hou, terlihat sebuah bayangan hitam keluar dari tubuh Yab Haou yang telah hangus, Yin He mencoba mengejarnya akan tetapi sosok bayangan hitam tersebut terlalu cepat melesat meninggal kan tempat tersebut.


Yin He menguburka jasad Yan Hou dengab upacara yang layak, sore hari telah berlalu, malam pun mulai merayap.Yin He melesat ke arah air terjun lembah kesunyian.


Yin He melakukan meditasi ditemani alunan kecapi Xia Yuan, malam semakin larut Yin He pun semakin larut dalam meditasinya.


Pagi hari telah terbit, matahari tampak cerah, ada bias pelangi yang indah, berada dipantulan air terju Lembah kesunyian.


Yin He berkelebat diantara pepohonan melesat kearah timur, kali ini Yin He hanya sendirian, tidak ada Han Bing yang biasanya menemaninya, perjalanan Yin He ke arah Daratan Song dengan terbang akan memakan waktu lebih cepat dari pada berkuda.


Akan tetapi adanya suara jeritan dari arah bawah, membuat Yin He segera mencari sumber suara jeritan tersebut, pada batang sebuah pohon yang rimbun, Yin He bersembunyi sambil mengawasi apa yang sebenarnya terjadi.


Dibawah nampak sebuah kereta kuda telah dirampok oleh oleh sekelompok orang dengan menggunakan topeng terngkorak merah.


"Cepat serahkan semua barang atau nasib kalian akan sama dengan para pengawal kalian, hahahahahahhahahahahahahha." Bentak lelaki tua dihadapan pemilik kereta kuda itu.


"Ampun tuan, ini adalah upeti kerajaan yang harus segera saya serahkan." Ujar lelaki tersebut.

__ADS_1


"*******, kau cari mati." Lelaki tersebut


mengayunkan pedangnya, dan tiba tiba pedangnya patah jadi dua dan jatuh ketanah,


"Siapa yang berani bermain dengan kelompok tengkorak merah." Sambil mencari orang yang telah mematahkan pedangnya.


"Tinggalkan tempat ini, atau kalian akan menjadi santapanku, Aaarrrrhhuuuuuumm." Yin He menggunakan teknik Hewan dan dia mengubah suara aumanya seperti auman singa besar yang sangat berbahaya.


Lelaki dari tengkorak merah tak bergeming, sampai dengan tiba tiba muncul seekor singa emas dengan suara auman yang sangat menyeramkan berada di belakang kereta kuda.


Tubuh Singa Emas sebesar kuda tersebut membuat semua anggota perampok tersebut merinding dan mulai mundur perlahan sesangkan singa emas mulai berjalan dan mengibaskan ekor dan surainya.


"Jangan takut ini adalah halusinasi, ini bukan Singa sungguhan." Pemimpin perampok menyuruh anak buahnya menyerang singa emas, dengan sekali auman, semua anak buah perampok tengkorak merah tubuhnya terbelah oleh suara auman singa emas tersebut, getaran auman singa emas sangat dahsat bagai sayatan sayatan pedang.


Pemandangan yang mengerikan membuat seluru anggota yang tersisah menyelamatkan diri, saat pemimpin tengkorak merah akan melarikan diri, singa emas terlebih dahulu menerkam tubuhnya dan mencabik cabiknya.


Kejadian tersebut membuat pengawal dan pemilik kereta ketakutan, mereka takut akan menjadi korban selanjutnya. Singa emas menatap mereka dengan tajam.


"Cukup, masuklah." Suara Yin He menghentikan langkah singa emas mendekati pemilik kereta kuda dan para pengawalnya.


Para pengawal dan pemilik kereta kuda itu terkejut melihat siapa pemilik suara tersebut, sesosok pemuda yang masih belia, akan tetapi aura dan wibawanya laksana seorang pangeran.


"Terima kasih anak muda, boleh kami tahu siapa kau dan mau kemana? Tanya lelaki pemilik kereta kuda tersebut.


"Nama saya Yin He paman, saya akan daratan kerajaan Song paman." Jawab Yin He sopan.


Lelaki tersebut menawarkan naik kereta mereka, akan tetapi ditolak dengan sopan oleh Yin He, karena waktu untuk mencapai kerajaan song dengan kereta kuda bisa memakan waktu 3 minggu, sedangkan dengan terbang akan memakan waktu.hanya 1minggu.

__ADS_1


Gerbang Langit..aku datang


__ADS_2