
Yin He menyalurkan hawa panas ketubuh Jingmi, dan tubuh Jingmi bereaksi dengan mengeluarkan obat perontok jiwa dan obat penahan jiwa melalui keringat tubuhnya dan Jingmi juga memuntahkan sisa sisa obat tersebut.
"Jingmi kau beristirahat dulu, aku akan menyuruh Xia Yuan menjagamu." Ujar Yin He, Yin He berkata kepada Xia Yuan untuk menjaga Jingmi, dan mengajak Shi Ren untuk membantu ketiga Xiao bersaudara, Shi Ren sangat antusian dan senang sekali diajak bertarung, karena sudah lama tidak bertarung.
Yin He melesat kedalam pertarungan Xiao Yan dan tetua menara emas, Tetua menara emas terkejut saat melihat kedatangan Yin He dengan aura naga yang mengerikan.
Sedangkan disisi lain Shi Ren mendekati Xiao Zhao, "Biar aku yang selesaikan ini ya ganteng." sambil memegang dagu Xiao Zhao.
Xiao Zhao langsung melesat kearah kakaknya Xiao Zhuang dan Xiao Yan, sekarang mereka menghadapi masing masing 2 pendekar bertopeng emas.
Shi Ren dengan cepat melakukan gerakan memutar dengan selendang merahnya, dan sekali sabet beberapa anggota Menara Emas langsung tewas ditempat, para anggota tersebut menjadi tidak kosentrasi dalam menyerang, karena sikap genit yang ditunjukan oleh Shi Ren, dan juga mengerlingkan matanya dengan genit. setelah para musuhnya tidak kosentrasi karena kecantikanya, segera Shi Ren menghabisi mereka seperti macan betina yang sedang mengamuk, dalam sekali hentakan Shi Ren dapat menghabisi lebih dari seperempat jumlah anggota menara emas yang tersisa. "Jumlahnya sedikit lagi, aku tidak boleh terlalu cepat membunuh mereka, aku masih ingin bermain main, aku udah lama tidak bergerak, hehehehe ini kesempatan emas untuk menggerakan tulang tulangku.
sementara itu ketiga Xiao bersaudara yang sekaranh masing masing menhadapi 2 pendekar bertopeng tanpa kesusahan dapat mengatasi pukulan pukulan mereka
"Kakak Zhuang dan kakak Yan, ini saat nya kita test kekuatan masing masing pedang kita." Kedua kakak Xiao Zhao pun mengangguk, mereka meningkatkan energi pedang mereka masing masing.
Xiao Yan memiliki pedang yang dinamakan Pedang naga, bahan pedang berasal dari mustika kera api dengan spirit pedang adalah naga air, pedang ini mempunyai kekuatan elemen salju dan air, akan tetapi tahan dengan energi api dan dapat mengembalikan energi api, hal ini dikarenakan bahanya dari kera api yang mempunyai elemen api sedangkan spiritnya adalah naga air yang mempunyai kekuatan es dan kibasa ekor listrik petir.
Xiao Yan dengan cepat beradu jurus pedang, jurus pedang seribu bayangan melesat bagaikan kilat, kedua pendekar bertopeng pun berkelit menghindari jurus dari Xiao Yan, beberapa kali mereka melepaskan jurus terhadap Xiao Yan, tapi Xiao Yan selalu bisa menghidarinya dengan jurus yang mereka pakai.
Hal ini membuat mereka menjadi kebingungan, sehingga memutuskan untuk menyerang dengan gerakan acak agar tidak dapat ditiru oleh Xiao Yan, hal ini membuat Xiao Yan tertawa sendiri, karena hal ini akan menbuat celah untuk mereka bertemu dengan dewa kematian.
" Rupanya kalian ini benar benar rindu ya?" Uajar Xiao Yan, kedua pendekar bertopeng emas tersebut saling pandang. " Apa maksudmu bocah sialan? Bentak salah satu pendekar bertopeng emas.
"Yang aku maksud adalah kalian sudah sangat rindu dengan dewa maut ya, baiklah kalau begitu aku segerakan kalian agar bertemu dengan sang dewa maut." Xiao Yan segera menebaskan pedangnya dengan cepat, hawa dingin segera membekukan kedua pendekar tersebut dan dalan satu kali tebasan kepala mereka sudah menggelinding.
Sedangkan pertempuran Xiao Zhuang pun tak kalah seru dengan Xiao Yan, Auman pedang singa emas mengeluarkan suara dengungan seperti suara tawon, akan tetapi membuat telinga kedua pendekar bertopeng emas berdenyut. Dengan segera Xiao Zhuang langsung menebaskan pedangnya, sambaran petir biru dari pedangnya menghantam kedua pendekar tersebut, membuat keduanya langsung menjadi abu. "Kalau petir biru dikombinasikan dengan elemen api, maka hasilnyan sangat mengererikan." Gumam Xiao Zhuang sambil memandangi Pedang auman singa emas.
Sedangkan Xiao Zhao menggunakan pedang darahnya membuat kedua lawanya terserang jiwa spiritnya mereka menjerit ketakutan sendiei, hawa pedang darah dengan spirit naga emas langsung memberikan efek yang sangat nyata, mereka masuk dalam dunia bayangan yang diciptakan oleh Xioa Zhao dan dalam keadaan ketakutan Xiao menebas kepala mereka.
Tetua menara emas terkejut, Keenam pendekar topeng emas adalah para pendekar dengan level raja dan kaisar petarung, akan tetapi ketiga Xiao bersaudara dapat mengalahkanya dengan mudah, "Pastinya pemuda didepanku ini mempunyai kekuatan yang lebih besar dari merekaz aku sendiri tidak dapat mengukur level dan energinya." bathin Tetua menara emas.
Tetua emas yang sudah merasakan kekuata. Yin He dengan jurus jurusnya Yin He mampu mematahkan semua jurusnya. "Bocah jangan aku sombong terlebih dahulu, akan kubuat kau bertekuk lutut meminta ampun kepadaku.
Tetua menara emas melayang dan dengan tekanan suara yang kuat dia melantukan sebuah syair kematian:
"Jangan ada suara kalau syairku sedang bicara
Karena suaraku ingin memutar balik cakra dunia
Kenapa orang bijak bicara dengan jumawa
__ADS_1
Tidak ada yang abadi di dunia ini
Kecuali ketidak abadian itu sendiri
Padahal duka hidupku abadi
Luka hatiku abadi
Pagi mengusir malam
Siang menghardik embun
Dan malam menelan matahari juga abadi
Dari waktu ke waktu
Sampai ratusan abad sejak alam mayapada
Digelar para dewa
Dendamku pada padamu juga abadi
oooh…
Akan kutebar gelembung dendam rasa
Menyebar keseluruh mayapada
Menutup kayangan di puncak angkasa
Yin He merasakan getaran aneh merasuk kedalam tubuhnya seakan terkunci, sehingga tidak bisa lagi bergerak, hal ini juga terjadi pada ketiga Xiao bersaudara, Shi Ren serta sisa sisa anggota menara emas yang belum dibunuh oleh Shi Ren.
Tetua menara emas turun dihadapan Yin He, dia mencekram dagu Yin He dan tertawa, "Aku menemukan tubuh yang lebih kuat dan lebih beracun dari pada dewi racun dan itu ada pada dirimu anak muda."
"Karena kau telah merusak rencanaku dan membawa kabur pemilik tubuh dewi racun, maka kau yang akan menjadi gantinya."
"Aku akan langsung menghisap energimu secara perlahan lahan, dan menjadikan tubuhmu sebagai senjataku." Tetua menara emas pun tertawa terbahak bahak.
Segera tetua menara emas langsung menyerap energi tubuh dari Yin He, matanya terbelalak karena marasakan hawa murni yang sangat murni dan kuat.
Yin He hanya terpejam, karena dia bisa berbuat apapun saat tetua menara emas tersebut menghisab sebagian kekuatanya. dia melibat tubuh tetua menara emas mengeluar aura naga emas, tubuhnya dikelilingi sinar aura merah ras naga.
__ADS_1
"Hahahaha, aku tidak usah tergesa gesa menghisap energi anak muda inu, karena tubuhku tidak akan bisa menampung kekuatan sebesar ini." Gumam tetua menara emas.
Jingmi yang sudah pulih mencoba melihat kondisi, alangkah kagetnya saat melihat kondisi Yin He dan teman teman yang lain.
Jingmi segera mendekati Xia Yuan yang sedang bermeditasi, Jingmi menceritakan semuanya, Xia Yuan terbelalak, dia merasa bersalah karena teledor dan malh bermeditasi.
"Bibi, aku akan pancing orang tua tersebut, bibi Xia tolong kaka Yin He." Xia Yuan mengangguk mengerti.
Dengan cepat Jingmi melesat kearah tetua menara emas, dan langsung mengarahkan tinju ombak yang dipadukan dengan senjata cakram yang dimilikinya.
Jingmi beradu jurus dengan tetua menara emas, dan bertahan selama mungkin sampai dengan Xia Yuan dapat membebaskan Yin He dan yang lainya.
Tetua menara emas merasa kerepotan dengan serangan yang dilancarkan oleh Jingmi, cakram cakram tersebut formasinya sangat kuat, membuat tidak ada celah untuk menyerang balik, malah hal tersebut membuat jingmi semakin yakin dan langsung membuat formasi serangan yang menekan.
Xia Yuan berhasil membuka meridian dan bebrapa titik ditubuh Yin He dan Yin He langsung bangkit dan menyerang tetua menara emas dia mencemaskan keadaan Jingmi.
"Kakak, beri aku kesempatan aku akan membunuhnya, kalau aku kerepotan kakak bisa langsung membantuku." Yin He langsung mundur dan segera melesat ke arah Shi Ren dan membuka meridian yang ada di tubuhnya karena syair dari tetua menara emas.
Jingmi, dengan cepat mengarahkan tinju ombak yang dikombinasikan dengan cakram dari sisik naga emas, membuat beberapa luka ditubuhnya, "Hahahahhaha kerahkan semua racunmu, aku sudah kebal dengan segala racun." Jingmi hanya tersenyum, "Baikla kau yang minta ya, akan aku kabulkan." ujar Jingmi.
Jingmi menyibakan kedua lengan tanganya dan membentuk sebuah lingkaran, cakram cakram tersebut mengikuti gerakan formasi dari Jingmi.
Jingmi terpejam dia merasakan amarahnya yang sangat kuat, matanya terbelalak ekspresi marahnya membuat tenaga racunnya meledak ledak dosisnya juga bertambah.
Dengan cepat Jingmi melesat kearah Tetua menara emas, dan Jingmi langsung menggoreskan beberapa cakramnya kearah tetua menara emas.
Mata tetua emas terbelalak, dia merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya sebuah dosis racun yang belum pernah dia rasakan, tubuhnya mulai melepuh dan kemudian meledak, tubuhnya hancur meleleh.
Yin He tersenyum melihat Jingmi bisa mempunyai kekuatan dan semangat yang luar biasa.
"Kenapa bisa Jingmi mengalah lelaki tua tersebut, sedangkan lelaki tua tersebut sudah menghisap sebagian energimu, seharusnya lelaki tua itu dengan mudah mengalahkan Jingmi ataupun kita yang ada disini." Yin He hanya tersenyum mendengar pertanyaan Xia Yuan dan dibenarkan oleh ketida Xiao bersaudara serta Shi Ren.
"Memang benar lelaki tua tersebut menyerap energiku, tapi kesalahanya adalah dia juga menyerap aura nagaku, sepertinya aura nagaku akan menjadi racun bagi energinya, sehingga setiap dia akan menyerang maka energinya akan semakin habis, itu sebabnya setiap seranganya dapat dipatahkan oleh Jingmi, dan lelaki tua tersebut juga tidakan bisa menemukan celah kekuatan formasi dari cakram yang Jingmi, kecuali dia mempunyai energi yang cukup untuk menghancurkan cakram cakram tersebut." Xia Yuan mengangguk mengerti.
Jingmi melangkah ke arah Yin He dan semuanya, "Ayo kita berangkat sekarang." Ajak Jingmi dengan penuh semangat. Yin He yang melihat semangat Jingmi tertawa dan juga diikuti Xiao bersudara, Xia Yuan dan Shi Ren.
Sebelum meninggalkan menara emas, Yin He memeriksa beberapa ruangan dan menemukan beberapa kitab dan harta pusaka menara emas, Yin He memasukan semuanya kedalam ruang hampa.
"Yin He sepertinya kita bukan di dataran Song, ini adalah kekaisaran Qing, dilihat dari beberapa kitab sastra yang mereka punya, Shi Ren menunjukan beberapa kitab sastra milih aliran menara emas.
"Bawa saja siapa tahu nanti kita membutuhkanya, kita harus kembali ke daratan song, ke gerbang langit." semuanya mangganguk dan melesat terbang ke arah timur untuk kembali menuju gerbang langit
__ADS_1