
"satu persatu anak buah Yan Shu dibunuh secara mengerikan, darahnya dipaksa keluar dari pori pori kulitnya, sehingga tubuhnya tinggal kulit kering, karena kehabisan darah, proses ini sangat menyiksa dan mengerikan, dan ini keinginan Yin He membunuh semakin kuat, dan merasakan sensasi yang berbeda
Yin He..Hentikan..!!!
Yin He tidak memperdulikan lagi teriakan Zhuanglong maupun Zhuangfeng, setelah membunuh anak buah Yan Shu yang terakhir, Yin He mendekati arah pertarungan Yan Shu dan Han Bing.
Tanpa sepatah kata, Yin He berdiri ditengah tengah antara Yan Shu dan Han Bing,
Yan Shu yang melihat ke arah Yin He merasakan aura yang sangat menakutkan dari tatapan mata Yin He.
saat pandangan Yan Shu dan Yin He bertemu, tiba tiba tubuhnya tidak bisa digerakan, dia merasakan aliran darahnya kacau, dan nafasnya mulai sesak.
Han Bing yang melihat keanehan pada Yan Shu menatap curiga kepada Yin He, "apa yang dilakuka anak ini" aura membunuhnya sangat kuat, sampai sampai aku merinding menatapnya.
**kik kik kik kik kik ** Yin He terkekeh melihat Yan Shu yang kesakitan dikarenakan beberapa aliran darahnya ditahan oleh Yin He.
"Aku akan membunuhmu, dan setelah itu kamu..kikikikikikiki, sambil menoleh ke arah Han Bing
"apa !,,apa yang terjadi pada anak ini" Yin He kebingungan dengan sikap Yin He yang berubah drastis
__ADS_1
Darah mulai meneter melalui pori pori Yan Shu,,,Han Bing yang berada di didepan Yan Shu sampai tidak bisa menahan mual karena mau muntah tidak tahan melihat kejadian mengerikan
Otot otot dan pembuluh darah Yan Shu pecah, matanya melotot mulutnya menganga dan darah keluar dimana mana, akhirnya Yan Shu tewas dengan sangat mengerikan.
Yin He menoleh kearah Han Bing, keringat dingin menetes dari sekujur tubuh Han Bing.. "Yin He...ini aku paman Han Bing"
didalam ruang jiwa, Zhuanglong dan Zhuangfeng, berdiskusi mencari solusi atas apa yang terjadi kepada Yin He sekarang.
" Bodoh, Ceroboh, sudah aku bilang jangan digunakan sembarangan" Zhuanglong meraung..
Yin He menatap ke arah Han Bing, tubuh Han Bing merasakan sesuatu yang menjalar ke tubuhnya, tubuhnya mulai tidak bisa digerakan..Inikah rasanya menghadapi kematian"
seketika itu Liontin Phoenix yang ada di Yin He, juga bereaksi dan mendorong aura di tubuh Yin He yang dingin menjadi netral.
Tubuh Yin He mulai oleng,,dan brukkkk! Yin He terduduk, dia mulai sadar dan berkata, "maafan aku paman".. Yin He menangis, dia tidak mau kelihalangan seseorang yang baik, sudah cukup dia kehilangan sang ayah..
Sudah lah,,segeralah berkemas,,kita sudah dekat di Wisma Giok,
"paman, apakah nanti saya boleh tinggal di Wisma Giok"
__ADS_1
Han Bing, mengambil nafas panjang sambil menepuk pundak Yin He.. berusahalah,! paman akan bantu
Terima Kasih paman...
Yin He dan Han Bing meneruskan perjalanan ke Wisma Giok.
dalam perjalanan Yin He hanya diam..dia menyesali apa yang dia lakukan.
"Yin He..kita udah sampai". ujar Han Bing
Yin He memandang ke depan..sebuah gerbang yang besar bertuliskan Lembah Rumah Giok.
Kedatangan Han Bing disambut 2 orang penjaga gerbang.
"Hormat kami senior Han." Han Bing segera masuk ke Wisma Giok..disetiap perjalanan mereka menjadi pusat perhatian..bukan karena Han Bing yang sukses dalam misi. akan tetapi kehadiran Yin He dan Singa Emas.
Tentunya wajah yang tampan hidung mancung dan perawakan tubuh yang gagah menjadikan daya pikat tersendiri bagi kaum hawa.
"Yin He..aku merasakan aura dari Amarah Phoenix..kamu dijalan yang tepat" ujar Zhuanglong
__ADS_1