
Singa kepala Naga, sontak terkejut melihat fenomena yang diluar jangkauan fikiranya. Sang Singa menoleh mengarahkan pandanganya kepada Yin He yang dengan tenang tetap memegang pedang langit dalam gengamanya
Yin He terus mengontrol kekuatan dari pedang langit, sepertinya pedang langit menjadi pemicu naiknya kultivasi dari Chen Yi, dan oleh sebab itu Yin He tetap mengontrol sembari mengamati perubahan pada diri Chen Yi.
Ada perasaaan haru yang mengalirinya, ingin rasanya dia berlari memeluk sang putra yang dari kecil tidak pernah merasakan hangat pelukan dan kasih sayang darinya.
Sementara itu, kekuatan lain dalam tubuh Chen Yi terpicu oleh kekuatan pedang langit mulai menampakan entitasnya, tulang, daraha meridian dan Qi yang ada dalam tubuh Chen Yi ditempa ulang, menjadi sebuah tubuh yang baru.
Hal ini membuat Chen Yi meraung dengan sekuat tenaga menahan rasa sakit yang sangatlah sakit, tulangnya di hancurkan dan di bentuk ulang, meridian dan juga lautan Qinya juga semua di tempa ulang.
Jingmi mencoba untuk tidak menangis melihat putranya harus berjuang menghadapi tempaan fisik dari tubuh yang baru, sedangkan Yin He terus mengontrol kekuatan dari pedang Langit.
Tiba tiba tubuh Yin He bergetar hebat, dan ketiga pusaka langit yang lainya muncul di mengitari tubuh Yin He, dan dalam waktu yang bersamaan sinar mereka langsung bersatu dengan pedang langit menerpa tubuh Chen Yi.
“Kalian semua berlindung.” Yin He menghentakan kakinya, membuat tubuh Jingmi yang berada disampingnya terpental kebelakang. Sedangkan Yin He langsung membuat Array perlindungan buat Jingmi, sedangkan Bai Cuan, Nana dan Singa kepala naga langsung sadar dan membuat array terkuat mereka.
BOOMM.. BOOMM
Ledakan hebat dari kekuatan kultivasi Chen Yi begitu kuat, hingga goa yang dipenuhi array perlindungan bergetar, “Sebenarnya seberapa kuat kultivasi putraku ini, mengapa ada sebuah rasa yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya.” Bhatin Yin He setelah tidak bisa lagi merasakan tingkat kultivasi putranya.
Setelah satu hari penuh, akhirnya kekuatan kultivasi dari Chen Yi mulai menunjukan tanda tanda stabil, dan tiba tiba keempat pusaka langit tanpa bisa dicegah dan lepas dari kontrol Yin He.
Saat Yin He akan mengambil lagi empat pusaka langit tersebut, akan tetapi Singa kepala Naga langsung mencegahnya. “Tuan, biarkan, karena empat pusaka tersebut sebenarnya adalah bagian dari sebuah pedang yang akan menjadi pedang dari Chen Yi Sang Penghukum.”
Yin He dan Jingmi, yang memang belum mengetahui tentang jati diri dari Chen Yi hanya bisa terkejut, karena yang mereka tahu, bahwa Sang Penghukum adalah salah satu entitas yang berdiri sendiri.
“Seperti yang kalian ketahui sekarang, bahwa Chen Yi adalah reinkarnasi dari Sang Penghukum, yaitu sebuah entitas yang lahir untuk menyeimbangkan hukum alam, karena dialah yang tidak mengenal batasan ruang dan waktu, awal dan akhir dan juga dia adalah sang hukum sebab akibat.”
“Pedang langit dan pusaka yang lain, adalah sarana untuk membangkitkan pusakan dari sang penghukum, yaitu pedang mahadewa, sebuah pedang yang bisa menbela langit dan juga sebuah galaksi dengan sangat muda.”
__ADS_1
“Sepertinya pedang mahadewa ini pernah bangkit, saat semua pusaka langit berada dalam tubuhnya, dan sekarang keempatnya berada padamu, maka dia harus sanggup membangkitkan pedang mahadewa dengan kekuatanya sendiri.”
Yin He menatap putranya dengan lekat. “Aku yakin, dia baru membuka gerbang pertama, yaitu Entitas dari hukum ruang dan waktu.”
“Benar sekali, ada beberapa gerbang lagi yang harus dia buka, untuk mendapatkan semua kesempurnaan kekuatan sang penghukum.” Ujar Singa kepala Naga.
“Sang Penghukum, adalah Entitas atau wujud yang berdiri sendiri dan berdampingan dengan hukum alam?” Tanya Yin He
“Benar sekali tuan, Sang Penghukum ada, karena keseimbangan atas hukum alam sudah mulai tidak seimbang, dan hal itulah akan muncul sang penhukum atas semua itu.”
“Dan bagaimana akhir dari sang penghukum tersebut? apakah masih terikat dengan hukum awal mula?”
“Sang Penghukum masih terkena hukum asal mula, tubuh abadinya tidak menjamin keabadian hidupnya, karena saat hukum alam asal mula di putar kembali, maka semua yang berasal dari hukum dasar tersebut akan hilang, dan kembali untuk menyeimbankan dan beriringan dengan hukum alam.”
Setelah hampir satu bulan lamanya, ChenYi dalam meditasinya, sebuah aura yang sangat kuat menyelimutinya.
“Sepertinya Yi Er akan bangun dari meditasinya, semoga hasilnya sesuai yang diharapkan, aku sudah tidak sabar untuk memeluknya.” Ujar Jingmi sambil bersandar kepundak suaminya.
BOOMMM..BOOMMMM..!
Naga Yin Yang terlihat muncul dan melingkari tubuh Chen Yi, dan keempat pusaka langit yang mengelilingi Chen Yi langung melesat kearah Yin He dan masuk kedalam tubuh Yin He.
Secara perlahan lahan, cahaya yang menyelimuti tubuh Chen Yi pun memudar, mata Chen Yi mulai terbuka, semua orang terkejut dengan perubahan tubuhnya, kini dihadapan mereka berdiri sosok pemuda yang sangat tampan, dengan wajah yang putih seperti pualam dan sehalus batu Giok.
Mata Chen Yi langsung tertuju pada satu sosok yang membuatnya bergetar, ya! Sosok seorang ibu yang telah lama ia tunggu – tunggu kini sosok tersebiut berdiri dihadapanya, Jingmi langsung berjalan menuju Chen Yi yang masih tertegun seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Ini ibu Nak, tidakah kau ingin memeluk ibumu ini?”
Chen Yi langsung menghamburkan tubuhnya kepelukan sang ibu, walau tubuhnya berperawakan pemuda 20 tahun, akan tetapi dia masih 15 tahun, sosok yang selama ini ingin dipeluknya kini mendekapnya.
__ADS_1
Mereka hanyut dalam suasana yang tidak dapat dilukiskan, sampai dengan Yin He batuk agar kehadiranya dihiraukan oleh istri dan anaknya.
Mendengan batuk lirih dari sang suami, Jingmi pun melepas pelukanya, dan memberitahukan kepada Chen Yi, bahwa ayahnya juga ada disini, akan tetapi sepertinya Chen Yi tidak menghiraukanya, sampai dengan Jingmi menyentikan ujung telunjuknya di kening Chen Yi.
Sebuah sinar putih masuk kedalam kepala Chen Yi, dan beberapa saat kemudian Chen Yi yang mendapatkan ingatan ibunya pun akhirnya menoleh kearah sang ayah.
Yin He pun hanya tertegun, mereka hanya saling tatap, tidak tahu apa yang harus dilakukan, hanya saling menatap, dan pada akhirnya Jingmi menuntun Chen Yi kearah ayahnya.
“Dialah ayahmu, sosok yang menyayangimu dengan resiko apapun dia korbankan.”
Kedunya saling memeluk, sebuah perasaan hangat pun mengalir pada keduanuya. “ Yi Er, sekarang kau sudah besar, sudh 15 tahun tidak bertemu sama kamu, tapi kamu menjadi seseorang yang kuat, bahkan lebih kuat dariku.” Ucap Yin He sambil menepuk nepuk pundak Yin He.
Setelah 2 minggu kebersamaan mereka, Yin He dan Jingmi menceritakan tujuan mereka, dia kan mengajak Chen Yi untuk kembali ke Sekte Wisma Giok, sebelum nantinya Yin He dan Jingmi harus pergi kedunia Asura untuk menyembuhkan luka Jingmi.
Chen Yi yang terkejut karena mengetahui Jingmi sedang mengalimi luka pada jiwanya, jika tidak dilihat dengan seksama, maka tidak akan ada yang tahu bahwa jiwa Jingmi sedang terluka, hanya dengan buah Jiwa yang bisa menyembuhkanya.
“Ayah, apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkan ibu?”
Yin He hanya menggelengkan kepala, yang menandakan, bahwa tidak ada cara lain selain itu.
“Baiklah, kalau begitu aku akan ikut ke dunia Asura.” Hal ini membuat Jingmi dan Yin He saling pandang, akan tetapi Singa kepala Naga langsung menjelaskan sesuatu kepada Chen Yi.
“Kau nantinya pasti harus kedunia Asura dan juga Nirwana, karena ada beberapa hal yang harus kau dapatkan disana , dan hanya ada disana.”
“Dan untuk saat ini, kau harus mencari 3 gerbang sang penghukum untuk meyempurnakan semua kekuatanmu, saat ini kau baru saya mendapatkan hukum ruang dan waktu, sebaiknya kau belajar dulu sampai benar benar bisa menguasainya.”
Jingmi dan Yin He hanya mengangguk dan tersenyum, hal ini membuat Chen Yi hanya terdiam, keinginan untuk bersama dengan kedua orang tuanya hanya akan menjadi sebuah angan angan.
__ADS_1