LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Api Suci Raja Serigala Merah


__ADS_3

Yin He segera melesat kearah belakang bangunan megah tersebut, menuju ke arah bukit dibelakang istana raja serigala merah, saat Yin He akan mendekati area perbukitan tersebut tiba tiba tubuhnya terjungkal beberapa kali kebelakang, seakan akan dia baru saja menghantam tembok raksasa yanh besar dan kuat.


"Sial, tapi siapa yang membuat perisai seperti ini, biasanya aku dapat langsung menembusnya." Gumam Yin He.


Yin He mencoba membuka perisai yang melindungi istana raja serigala merah tersebut, perisai ini belum pernah ia temui sama sekali sebelumnya, sehingga, beberapa kali mencoba Yin He gagal, dan kekuatan yang di pukulkan untuk menjebol perisai itu berbalik arah kembali kepadanya dengan kekuatan 3x lipat yang lebih kuat.


Tiba - tiba Xia Yuan keluar dari ruang jiwa, "Perisai ini adalah perisai dari api suci tingat 3, kau tak akan pernah bisa menjebolnya." Ujar Xia Yuan.


"Terus bagaimana caranya agar aku bisa masuk kedalam istana raja serigala merah tersebut, kalau aku tidak bisa masuk bagaimana aku akan membunuhnya?" Ujar Yin He.


"Api suci mempunyai karakter masing masing, jiwa api suci seperti mempunyai fikiran, untuk tingkat tiga api suci memang unik, dia tidak akan menyerang orang yang tidak mempunyai niat menyakiti pemiliknya atau tidak ada niat atau aura membunuh, akan tetapi saat kamu ingin menyakiti atau membunuh pemiliknya maka jiwa api suci tingkat tiga ini tidak akan pernah melepaskanmu." Yin He mengangguk pelan mendengarkan penjelasan dari Xia Yuan.


Yin He sekarang sudah paham dengan penjelasan dari Xia Yuan, Yin He menarik nafasnya pelan dan dikeluarkan dengan pelan, hal ini untuk menekan keinginan dan aura untuk membunuh kepada raja serigala merah, setelah hatinya tenang fikiranya pun tenang.


Yin He segera melesat menuju istana rja serigala merah, perisai penghalang tersebut tidak lagi menghalangi Yin He, akan tetapi beberapa pertanyaan melintas dalam fikiranya.


Sebuah pertanyaan yang hampir saja membuat kosentrasinya buyar, "Bagaimana caranya mengalahkan api suci tersebut?" Bathin Yin He.


Baru kali ini detak jantung Yin He berdetak kencang sekali, ketidaktahuan dia tentang api suci membuat pikiranya melayang layang, ingatan dari kakek zhao pun tidak ada tentang informasi mengenai api suci tersebut.


Suasana di istana raja serigala merah sangat sepi, lebih kearah mencekam, pohon pohon besar mengelilingi bangunan tua yang besar dan megah, dari auranya yang keluar istana tersebut lebih banyak menyimpan aura kesedihan, tidak serupa dengan aura istana istana pada umumnya.


Pedang matahari yang berada dipinggang Yin He bergetar, sepertinya ada energi lain yang membuat pedang matahari tersebut bergetar.


Yin He sampai didepan Istana tersebut, pintu istana yang besar dengan tulisan diatas pintu yang membuat gemetar yang membacanya "Paviliun Darah".


Memang bangunan yang sekarang didepanya tidak semegah dan sebesar bangunan yang dijaga oleh pasukan khusus serigala merah, tapi yang mengherankan mengapa justru bangunan yang lebih kecil dengan jalanan yang sulit ditempuh menjadi istana pusat raja serigala tinggal, sebenarnya apa istimewanya istana ini, pasti ada alasan khusus kenapa raja serigala tinggal ditempat seperti ini.

__ADS_1


Yin He mendorong pintu istana tersebut, suara dari bunyi pintu tersebut berdenyit sangat berat dan terasa menyeramkan, hawa hitam pekat membias keluar saat pintu tersebut dibuka.


Yin he melangkah masuk, ruangan yang minim akan pencahayaan membuat suasananya mencekam, ditambah bau amis darah yang menyeruak saat Yin He berada di dalam ruangan tersebut.


"Apa ini sebabnya bangunan ini diberi nama paviliun berdarah?" Yin He bertanya pada dirinya sendiri.


Belum jauh kakinya melangkah, dia dikejutkan bunyi seperti tulang tulang yang patah, dan betapa terkejutnya Yin He melihat pemandangan dibawah kakinya, banyaknya tulang belulang manusia, dan setelah dilihat secara seksama tulang belulang tersebut adalah tulang belulang anak anak.


Yin He mengepalkan tanganya, emosinya memuncak melihat pemandangan tersebut, akan tetapi tiba tiba tubuhnya dihempaskan dengan sebuah pukulan yang sangat dahsyat.


Yin He jatuh kebelakang dan menabrak dinding pavilun tersebut, dadanya sangat panas dan sesak, darah mengalir dari bibirnya, seketika, tubuhnya membiru nafasnya tersengal-sengal menahan rasa sakit karena dadanya tidak bisa bernafas dan rasanya mau meledak.


Xia Yuan segera keluar dan membawa mutiara rembulan, "Cepatlah kau serap energi mutiara rembulan ini, agar bisa sedikit membantumu untuk bisa bernafas kembali, ini yang ku takutkan, saat kamu mempunyai keinginan membunuh yang kuat, maka api suci akan langsung menyerangmu." Ujar Xia Yuan kepada Yin He, terlihat dengan jelas, gurat kecemasan diwajah Xia Yuan ketika melihat keadaan Yin He.


Yin He segera menyerap energi mutiara rembulan tersebut, segera hawa dingin menyelimuti tubuhnya dan merasuk ke dadanya dia merasakan pusaran hawa dingin yang berputar putar dan masuk kedalam dadanya pelan tapi pasti, Yin He mulai bisa bernafas seperti biasanya, walaupun rasa nyeri dan panas didadanya masih sangat terasa.


Yin He menunduk ada rasa tidak percaya diri yang menyelimutinya, tiba tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.


PLAAAAKKKK..!


"Sejak kapan kau menjadi lemah begini Yin He?" suara Xia Yuan menggelegar mengagetkan Yin He. "Kau penjaga empat elemen, kau pasti bisa mengatasinya."


Yin He bangkit, matanya memancarkan sinar, sepertinya dia mempunyai ide untuk mengalahkan raja serigala merah tersebut. Yin He segera mengerahkan tenaga dalamnya, hawa dingin terbentuk disekitar tubuhnya kemudian dia mengangkat kedua tanganya, dan hawa dingin kemudian berputar seperti membersihkan pengapnya udara diruangan tersebut, dan dengan sekali kibas seluruh tulang belulang pun melesat keluar paviliun, saat diluar tulang tulang tersebut langsung dibakar oleh Yin He sampai menjadi debu debu dan berterbangan.


Yin He melangkah masuk kembali ke pavilium darah, dia melihat ada pintu masuk disebelah kiri, pintu tersebut tidak akan terlihat jika tidak melihat dengan seksama karena adanya lemari besar disampingnya dan juga minimnya penerangan diruangan tersebut.


Yin He segera memasuki ruangan berikutnya melalui pintu tersebut, ternyata ruangan tersebut adalah ruangan penghubung dengan sebuah goa, tepat di ujung ruangan tersebut terlihat mulut gua, Yin He berhati hati melangkah masuk, karena diruangan ini udara tiba tiba sangat berat, langkah kaki Yin He pun diperingan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, agar langkah kakinya tidak menimbulkan suara yang akan membuat penghuni paviliun ini curiga.

__ADS_1


Dengan ilmu meringankan tubuhnya Yin He melesat dengan lincah masuk kedalam gua tersebut, gua tersebut memiliki sebuah lorong yang lembab dengan stalakmit dan stalaktit yang indah, Yin He terus melesat sampai disebuah aula yang sangat besar didalam gua tersebut.


Pemandangan digua tersebut sangat sangat mengerikan, di sekeliling dinding gua itu, dibuat sebuah penjara yang berukuran besar, disana anak anak yang dibawah dari hasil penculikan ditempatkan, dan pojok ada sebuah batu besar dan datar menyerupai meja, terbujur sesosok mayat anak anak dengan darah yang masih segar, dan separuh dari tubuhnya telah hilang dimakan oleh raja serigala merah.


Seseorang dengan bulu merah diseluruh tubuhnya, tangan dan mulutnya masih dipenuhi oleh darah korban yang masih belum sepenuhnya disantap olehnya, menatap dengan tatapan yang sangat tajam, matanya yang merah, dia menyeringai dan memamerkan taringnya yang panjang.


"Yin He, yang kau hadapi sekarang manusia setengah iblis, dia mempunyai hawa manusia dan siluman, kau harus berhati hati, aku kira raja serigala merah hanya sebuah julukan, akan tetapi dia benar benar seekor serigala merah buas.


Tanpa disadari oleh Yin He raja serigala tersebut sudah berada didepan Yin He, sebuah pukulan api biru mendarat dengan telak diperut dan dada Yin He, membuat dada Yin He semakin nyeri akibat pukulan tersebut.


"Aarrruuummhmmghhh..ternyata hanya seperti itu kemampuanmu anak muda, aku akan membalas kematian tetua mawar hitam, tubuh raja serigala tersebut memancarkan kilauan api biru, membuat tubuh Yin He gemetar, "Raja serigala ini sudah dilevel kaisar pendekar, tidak mudah untukku langsung berhadapan dengannya, aku harus menggunakan tak tik untuk melawanya."


Yin He segara mencabut pedang matahari dan pedang rembulan, pedang rembulan adalah pedang dengan hawa dingin yang sangat kuat dan bergerak sendiri, karena dia sebuah benda kemungkinan untuk jiwa api tidak akan menangkisnya atau melawanya.


Yin He segera melemparkan pedang rembulan tersebut, sebelumnya Yi He telah merubah bentuk bulan sabit menjadi bulat penuh untuk bentuk pedang rembulan. pedang tersebut perputar dan mengeluarkan suara desingan yang memekakan, raja serigala terus menangkis dan menghindar dari serangan serangan pedang rembulan.


Saat raja serigala disibukan dengan menghadapi serangan. pedang rembulan, Yin He memerintahkan anak anak yang berada dalam kurungan tersebut menepi dia akan menggunakan pedang matahari untuk melepaskan mereka dalam penjara


Dengan sekali tebas penjara tersebut dapat dihancurkan, dan Yin He segera menyuruh mereka keluar dan menunggu dihalaman paviliun.


Satu persatu anak anak yang jumlahnya ratusan segera keluar, banyak yang trauma dilihat tatapan mereka yang terlihat kebingungan.


Setelah memastikan meraka telah keluar semua, kemudian Yin He menyerang raja serigala merah dengan pedang mataharinya,


Energi panas dari pedang matahari bertemu dengan panas dari api suci tingkat tiga dan langsung membuat beberapa cerukan didalam gua tersebut.


Dengan adanya 2 serangan sekali gus yang mengepungnya membuat beberapa kali pedang rembulan dapat menggoreskan luka dibeberapa tubuh raja serigala.

__ADS_1


__ADS_2