
Bai Cuan yang serba salah karena tatapan Chen Yi, dan juga Nana yang menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
"Aiio Tuan.. Apa tuan tertarik padaku sampai sampai tuan menatapku seperti itu." Kelakar Bai Cuan untuk mencairkan suasana.
Akan tetapi tetap saja Chen Yi menatapnya seakan minta secepatnya untuk dijelaskan.
"Hemmbb baiklah tuan, setelah semua ingatan dan kekuatan hamba terlepas dari segel, saya adalah Bai Cuan, nama yang diberikan oleh tuan dan nama saya sama."
"Hamba adalah salah satu penjaga nirwana, dan karena kecerobahan hamba saya dihukum oleh Singa Nirwana, dikarenakan hamba lalai sebagai penjaga kitab Jiwa Hitam dan Putih, yang menyebabkan buku tersebut hilang.
"Karena kitab ini adalah kitab inti kekuatan Yin dan Yang, jika seseorang dengan jiwa yang lemah akan menjadi iblis yang tak terkalahkan, dan jika dia mempunyai hati baik maka dia akan menjadi dewa yang tak terkalahkan."
"Akhirnya terjadi perebutan antar para dewa dan kedua kitab tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yang Jiwa Hitam akhirnya dipelajari oleh dewa dan akhirnya menjadikanya sebagai Kaisar Iblis, dan seorang dewa lainya menjadikanya sebagai kaisar langit."
"Sedangkan sebenarnya buku tersebut seharusnya dipelajari secara bersamaan, karena kekuatanya harus saling imbang tidak bisa ada yang lebih lemah atau lebih kuat."
"Jadi Singa Nirwana yang melakukan penyegelan tersebut? makanya dia tahu keberadaanmu walau kau bersembunyi di ruang jiwaku." Tanya Chen Yi dan dibalas anggukan Bai Cuan.
"Paman Cuan, sekarang giliranku bertanya, kenapa tubuhmu berbau busuk, dan keluar cairan hitam saat kita menyerap Qi Nirwana?" Tanya Nana kepada Bai Cuan.
"Itu adalah ini racun yang telah aku hisap selama ini, untuk bertahan hidup aku harus menyerap qi disekitarku, dan qi tersebut telah dimurnikan oleh mawar nirwana tersebut."
"Tuan, pertandingan dibenua hitam masih sekitar dua bulan lagi, bagaimana jika sekarang kau berlatih jurus pedang nirwana, sampai saat ini belum ada yang bisa mempelajarinya karena pedang nirwana memerlukam dua kekuatan Qi secara bersamaan, dan hanya kamulah yang mempunyai elemen Yin Yang sekarang."
Chen Yi pun mengangguk setuju, karena ada mawar nirwana yang bisa dengan mudah meningkatkan kekuatan qi dan juga spiritualnya.
"Tuan, ingatanku juga sudah kembali, kau bisa mengandalkanku untuk pergi kebenua hitam." Ujar Nana.
__ADS_1
Chen Yi pun terkejut, sebenarnya dia sudah mengetahui dari naraz bahwa Nana adalah peri agung dari ras peri, yang telah hilang kekuatan dan sebagian ingatanya saat menyegel dunia peri agar bisa terhindar dari kehancuran, oleh karena itu wujudnya berubah menjadi pelahab mimpi.
"Baiklah kalau begitu, karena kemampuan teknik ruang dan waktuku tidak bisa menembus array dari benua hitam, sehingga aku terbang."
Nana dan Bai Cuan mengangguk, Bai Cuan mengintruksikan kepada Chen Yi untuk bersilah. "Tuan, dengan kau mempelajari jurus pedang Nirwana maka kau secara otomatis bisa menggunakan jurus pedang langit, golok neraka, pedang hati es dan juga tombak api."
Bai Cuan pun menyentuh dahi Chen Yi dan beberapa warna seperti pelangi masuk kedalam kepala Chen Yi, seketika itu juga Chen Yi menahan rasa sakit yang sangat kuat.
Rasa sakit hanya berlangsung beberapa detik kini otaknya dialiri ingatan jurus jurus pedsng nirwana.
Chen Yi memanggil pedang mahadewa, untuk belajar teknik pedang nirwana, sebelumnya Bai Cuan telah membuat Arrai pelindung disekitar agar bisa menahan guncangan atas pedang mahadewa.
Setelah 1 bulan penuh Chen Yi telah mengusai tahap terampil pedang mahadewa, yaitu level paling rendah, akan tetapi dia telah mencapai tahap esense untuk empat pusaka langit.
Sedangkan Nana pun sekarang sudah benar benar mencapai tahab dewa bumi level akhir, sedangkan Bai Cuan sudah mencapai tahab Dewa Jendral.
"Tuan aku dengar, rata rata disana sudah ditahab nirwana dan penguasa, tapi untuk mengalahkan iblis bumi, tuan harus meningkatkan kuktivasi tuan, karena ranah iblis bumi sudah mencapai tingkat seperti tingkatan dewa.
Dengan teknik hati sejati Chen Yi membekukan mawar nirwana dan menggambilnya dan ditaruh di ruang jiwa miliknya.
Diruang jiwa miliknya dia menanam ulang mawar nirwana dengan berdekatan dengan batuan roh yang diambilnya sebelum menemukan mawar tersebut.
Setelah itu Nana membuat Array dengan pola dna rune aneh yang belum pernah dilihat oleh Chen Yi.
"Sebaiknya kau cari tempat keluar di hutan dekat kota, agar tidak yang curiga, aku yakin mereka memasang berbagai pertahanan karena akan ada pertandingam tersebut." Ujar Chen Yi pada Nana.
Setelah masuk kedalam portal yang dibuka oleh Nana, dalam sekejab mereka telah sampai di tengah hutan dekat kota Hitam.
__ADS_1
Saat mereka akan melangkah menuju kota, mereka dihadang oleh segerombolan lelaki bercadar, mereka menghadang Chen Yi karena mereka merasakan ada aura pedang hati es yang keluar dari tubuh Chen Yi.
"Rupanya benar, aura pedang hati es berada disini, serahkan pedang tersebut atau kami akan memaksamu?" Ujar salah satu dari para lelaki bercadar tersebut.
Chen Yi memandang kearah Bai Cuan dan Nana, dia mengirimkan pesan melalui telepati. " Tuan kau lupa untuk memnyembunyikan aura empat pusaka langit, hal ini pasti akan mengundang banyak pendekar mengejar dan merebut pusaka langit." Ujar Bai Cuan.
Chen Yi pun mendekati para lelaki bercadar, dengan cepat dia mengeluarkan aura dari pedang hati es, suhu ditempat tersebut langsung turun ke titik terdingin, rerumputan dan dendaunan disekitar Chen Yi langsung membeku.
"Dari mana asal kalian, agar aku bisa mengirimkan kepala kalian pulan." Ujar Chen Yi, tekanan hawa dingin dikembalikan oleh para pendekar bercadar tersebut.
"Kami dari teratai es, pedang tersebut adalah pusaka perguruan kami yang telah lama menghilang, aku harap kau dengan senang hati menyerahkan pedang tersebut dan kau hancurkan kultivasimu, maka kami akan membiarkanmu hidup.
"Kurang ajar, beraninya kalian pada tuan kami." Nana langsung menyerang keenam lelaki bercadar tersebut, dengan kecepatan yang mencengangkan, Nana berhasil menendang dua dari lelaki bercadar tersebut.
Yang lebih mencengangkan, kedua lelaki bercadar yang terkena serangan Nana langsung membusuk dan tubuhnya mencair.
Melihat hal tersebut keempat lelaki bercadar yang tersisa langsung menyerang Nana.
"Perempuan Jal*ng akan kuhabisi kau." Salah seorang dari lelaki bercadar tersebut menyerang dengan pedang es yang tiba tiba muncul dari tanganya.
Tapi dengan mudah Nana menangkisnya ranting kayu yang diambilnya di bawah kakinya, saat kedua kekuatan tersbeut beradu, lelaki bercadar tersebut terpental dan pedang esnya hancur.
Darah segar pun langsung keluar dari dada lelaki tersebut. Dan tiba tiba tubuh lelaki tersebut membusuk dan mencair.
Hal tersebut langsung membuat ketiga lelaki yang tersisa mundur.
"Kau wanita Jal*ng dan kau juga anak muda, kami akan membuat perhitungan atas kematian teman teman kami." Lantas ketiganya mundur dan akan segera melesat.
__ADS_1
Akan tetapi sebuah sinar merah dari tangan Bai Cuan langsung melesat dan memisahkan tubuh mereka.
"Kalian benar benar sadis, tapi aku menyukainya hahahahahaha."