
Feng Yin melotot menatap Tuoli, baru kali ini ada seorang laki – laki yang menghinanya.
Dasar kau lelaki cabul, aku akan segera mengirimmu ke neraka, sontak saja, tubuh Tuoli diselimuti akar akar yang entah dari mana datangnya, semakin Tuoli bergerak semakin kuat lilitan akar akar tersebut,
“Hey nona, kamu kan sudah berjani, kenapa kau tidak menepati janjimu” teriak Tuoli sambil ngos ngosan, menahan dadanya yang semakin tertekan karena lilitan akar tumbuhan.
“Aku kan hanya minta, bolehkan aku berkenalan dengan mu” dan seketika tubuh Tuoli jatuh, akar tumbuhan tersebut tiba tiba hilang begitu saja.
“Apa maksudmu laki laki cabul?” Feng Yin yang melangkah ke arah Tuoli. “Nona, kumohon dengarkan aku, namaku Tuoli dari Wisma Giok, aku tadi tidak bermaksud mengintipmu, aku hanyalah peserta dari Festival 4 elemen ini, dan aku hanya berjalan-jalan ingin menikmati keindahan dari Bambu Hitam”.
Tatapan Feng Yin kemudian berubah kepada Tuoli, “maafkan aku Tuan Tuoli, namaku adalah Feng Yin, dari Bambu Hitam, sebagai permintaan maaf aku akan menemanimu untuk melihat lihat Sekter Bambu Hitam.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap kearah Tuoli dan Feng Yin, “siapa yang bersama adik Feng "er’?
Tuoli dan Feng Yin menjadi dua kandidat yang paling kuat di Festival 4 elemen, Feng Yin dengan teknik pengendalian elemen tanah, dan Tuoli dengan pengendalian Elemen Api.
Feng Yin dan Tuoli keduanya sudah sampai dengan tahap penciptaan dengan sempurna, tapi yang lebih membuat semua orang terperanjat yaitu teknik perubahan bentuk oleh Feng Yin dengan elemen tanahnya, ,membuat dia bisa berubah menjadi berbagai bentuk pada elemen tanah.
Besok adalah pertandingan final antara Wisma Giok di wakili oleh Tuoli dan tuan rumah penyelenggara yaitu Feng Yin, malam hari sebelum pertandingan final, Tuoli dan Feng Yin bertemu
“mereka sepertinya sudah mempunyai hubungan lebih dari sekedar teman, akan tetapi bisa dikata mereka sedang memadu kasih” gumam Shaosheng, sambil menatap nanar ke arah Tuoli dan Feng Yin.
“Feng‘er, malam ini adalah malam terakhir kita bersama,kalah atau menang besok aku akan kembali ke Wisma Giok” ucap Tuoli lirih, ada rasa yang berkecamuk didalam dadanya, yang tidak bisa diucapkanya
"apakah kamu tidak bisa kembali lagi kesini menemuiku kembali? apakah hanya sebatas ini hubungan kita? Feng Yin menatap Tuoli yang sedang melamun menatap bintang, sorot mata Feng Yin mengharapkan sebuah kepastian akan jawaban yang diharapkan.
"sebenarnya aku ingin kembali, tetapi bukankah kamu sudah punya tunangan? tanya Tuoli,
maksudmu kakak Shao? hehehehehe, kita itu seperti pasangan merpati, dimana ada aku pasti ada dia, dan yakin sekarang atau kemarin pun, ada dia dibelakang kita." jawab Feng Yin.
"tapi sunggu aku hanya sama kakak Shao hanya berteman, kakak shao anak dari tetua Bambu Hitam, mana mungkin aku berharap lebih, dan hatikupun bukan untuknya" Feng Yin menghela nafas panjang, sambil merebahkan tubuhnya dipangkuan Tuoli
"Jadi selama ini, kau hanya menganggapku sebagai teman" Shaosheng yang mendengar hal itu secara langsung, menahan amarah, jika bukan Feng Yin yang berucap, tentu orang itu akan habis ditanganya.
Shaosheng segera melesat meninggalkan tempat dimana Tuoli dan Feng Yin..
Feng Er, sebagai bukti aku serius mencintaimu, aku berikan Liontin Api ini padamu, Tuoli mengeluarkan sebuah liontin berwarna sebagian Biru dan sebagian Merah, ini adalah Liontin Phoenix, lambang dari sekte Wisma Giok
kemudian Tuoli memberikan bagian yang berwarna biru kepada Feng Yin, kemudian mengalungkanya kepada gadis yang telah mengisi hatinya,,
para penonton pada Festival 4 Elemen sangatlah banyak, wajar saja karena ini adalah pertandingan final antara Wisma Giok dengan Bambu Hitam,
pada sisi timur para pendekar dari seluruh perguruan di kekaisaran Tan, sedang duduk, mereka memperbincangkan siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya. " aku bertaruh untuk Tuoli, jurus Phoenix penghancurnya sangatlah kuat, ditambah penciptaan elemen api yang dikuasainya sudah mencapai tahab sempurna. ujar lelaki bertumbuh tambun dengan muka masih seperti anak anak, pendekar dari Lembah pedang suci Ang Bo
__ADS_1
Saudara saudara sekalian, kita akan menyaksikan siapa dari pemenang festival 4 elemen yang ke -10 ini, kita sambut, Feng Yin dari Bambu Hitam, dari sisi barat, seorang gadis dengan wajah yang sangat cantik melesat ke arena pertandingan, penonton yang kebanyakan laki laki langsung bergemuruh mendukung Feng Yin.
"Dan kita sambut juga perwakilan dari Wisma Giok ,Tuoli"!. dari sisi selatan Touli meloncat dengan lincah melewati tribun tribun penontong, dan yang paling Histeris adalah para wanita yang menonton pertandingan ini. "Tuoliiiiiii,..semangat ya..!"
"Kalian sudah siap,?" siap, jawab Tuoli dan Feng Yin serempak
Tuoli dan Feng Yin saling berhadapan, Feng Yin menggunakan penciptaanya, seekor elang tercipta dari dedaunan disekitar arena.
Elang tersebut terbang keatas dan mengelilingi sekitar arena pertandingan, Tuoli tidak tinggal dia, dengan kemampuan penciptaanya dia menciptakan seekor hariamau api. harimau tersebut melompat menyerang ke arah Feng Yin, "tembok penghalang"...tiba tiba tanah disekitar membentuk sebuah dinding menjulang, sehingga api yang disemburkan oleh harimau tersebut tidak dapat menyentuh Feng Yin,
Tanpa diduga oleh tuoli, Elang yang dari tadihanya terbang disekitar tiba- tiba membesar dan dari cakarnya keluar seperti akar pohon yang bergerak cepat ke arah Tuoli, segera dia melompat menghindar, sembari tetap memainkan kosentrasinya agar harimau api nya tetap bisa menyerang Feng Yin.
Elang Feng Yin terus mengejar Tuoli, kali ini elang tersebut mengeluarkan jarum dari ranting ranting kecil, ribuan jarum terbang ke arah Tuoli.. "sial.aku harus menghalanginya dengan Phoenix Penghancur", api biru yang dikeluarkan menghancurkan ribuan jarum yang di keluarkan oleh elang Feng Yin, akibat serangan dari Tuoli akhirnya elang ciptaan Feng Yin hancur terbakar..
Disaat yang bersamaan, harimau api milik Tuoli berhasil dibabat Feng Yin dengan tapak penghancur miliknya.
pertarungan ini imbang, teknik yang mereka gunakan sepertinya sudah terbaca oleh lawan masing-masing, ujar salah satu pendekar di tribun timur arena. "tapi Tuoli lah yang akan menang, sahut Ang Bo
"aku rasa tidak, Feng Yin lah yang akan menang, lihat saja, seorang pemuda yang duduk di belangkang Ang Bo, yang dari tadi mengamati jalanya pertandingan.
Feng Yin, menciptakan Besi dari kekuatan elemen Besi yang dikuasainya, yang di buat oleh Feng Yin, bukanlah dari elemen besi biasa tapi titanium yang ujungnya dilapisi dengan diamond..." wah pedang yang hebat.. benar benar keren" gumam para penonton yang menyaksikan pertandingan final ini
Feng Yin menyerang Tuoli dengan menggabungkan elemen Besi dan juga Fauna, sehingga serangan yang lancarkan ke arah Tuoli sangat mematikan, hal ini membuat tuoli tidak tinggal dia, dia menggunakan energi petir untuk mengalahkan Feng Yin,
"Tuan Touli, janga heran,..ini lah keistimewaan elemen tanah kami, sebagai elemen dasar, elemen tanah juga penampung dan penetral, jadi petir yang kamu pakai tidak berpengaruh." ujar Feng Yin
kemudian Feng Yin menyerang Tuoli dengan Jurus Elang Besi, tubuhnya lincah bergerak kesana kemari tapi energi yang dikeluarkan sangat dahsyat, berulang kali tubuh Tuoli menjadi samsak empuk Feng Yin,
Tiba - tiba Tuoli mengeluarkan jurus pengendali Magma, tiba tiba tribun dibelakang Tuoli ambruk, penonton yang kaget, langsung meloncat, karena tiang penyangga tribun lebur karena panas lava. Tuoli menghujani Feng Yin dengan lava lava panas , dengan sekejab arena petarungan menjadi banyak lobang disana sini terkena lava panas.
Dengan melesat cepat, Tuoli menggabungkan elemen magma dengan elemen petir, Feng Yin mundur kebelakang dan menangkis dengan pedangnya, tapi tapak petir dan lava itu sangat cepat dan segera satu lemparan ke arah tubuh Feng Yin,
Terdengan ledakan yang sangat Dahsyat,,dan kepulan asap membumbung tinggi, wajah Tuoli sangat cemas, dia yang dari tadi terbawa emosi sekarang sadar, bahwa yang dilawan adalah gadis yang sangat dia cintai..
Tetapi di luar dugaan tiba tiba tubuh Feng Yin melayang dengan memancarkan aura kebiruan, "apa..ini tidak mungkin..ini aura phoenix..wajah Tuoli masih tidak percaya dengan yang dilihatnya, "apakah kekuatan liontin tersebut ..? bagaimana dia bisa mengaktifkanya?".
Kini pedang yang di pegang oleh Feng Yin sekarag dikelilingi Api dan Petir..Feng Yin turun dengan anggun, dia merasakan perubahan energi pada tubuhnya.
tanpa menunggu lama, Feng Yin meyerang Tuoli, dan benar saja, sekarang Tuoli tidak bisa menghindar sama sekali. tubuh Tuoli ambruk dan tidak sadarkan diri
"pemenangnya adalah Feng Ying dari perguruan Bambu Hitam" setalh di umumkan, sambil menangis Feng Yin berlari menghampiri Tuoli yang masih pingsan, "Tuoli bangun aku mohon kepadamu" jerit Feng Yin
__ADS_1
Tim Medis dari festival 4 elemen segera mengevakuasi tubuh tuoli yang tidak berdaya.
Keseokanya setelah pertandingan final, Feng Yin mengunjungi Wisma dimana Tuoli dirawat, dia melihat tuoli masih lemah di tempat tidurnya,
"maafkan aku." air mata Feng Yin jatuh mengenai lengan Tuoli, tiba - tiba Tuoli sadar dan mengusap air mata gadis yang ada disampingnya .." bodoh,,aku ngga papa kok, aku bangga ternyata gadis yang aku sayang dan cintai bukanlah gadis yang lemah..
besok aku balik ke Wisma Giok, aku harap kamu mau menungguku, maksimal 7 purnama aku akan kembali kepadamu ujar Tuoli sambil memegang tangan Tuoli..
6 Purnama berlalu...
Feng 'er..kamu dimana? Shaosheng mencari Feng Yin, sejak beberapa bulan ini wajah dan tubuhmu berubah, dan kau sekarang lebih mengurung diri kenapa? Feng Yin hanya diam menunduk, dan langsung memeluk Shaosheng sambil menangis.
"kakak Shao, aku takut,,aku takut Tuoli tidak hadir, sudah hampir 7 Purnama tapi dia tidak ke Bambu Hitam" Feng Yin menangis
"kamu kenapa takut Feng 'er? katakan padaku... "Aku ..sambil berbisik ke telinga Shaosheng, mata dan tangan Shaosheng menahan amarah, tapi dia tetap bersikap tenang.. "dia pasti datang Feng er" kembali Shaosheng mencoba menenangkan Feng Yin.
mereka tidak sadar ada sepasang mata yang memperhatikan meraka....
__ADS_1