
Yin He segera meminta Xue Zhuang mundur, karena tapak racun yang dimiliki oleh kedua biksu tersebut sangatlah berbahaya, hal ini juga dirasakan oleh Xiao Zhao sebagai ahli racun.
Yin He segera menghunus pedang rembulannya, tapak racun pada hawa yang dingin tidak akan bisa menjalar sampai dengan jarak 5 meter.
"Aku belum tahu seberapa kuat racun yang dimiliki oleh kedua biksu tersebut, racun harus aku lawan dengan jarum racun dewa kematian." Bathin Yin He.
Yin He beberapa kali menghindar dari tapak racun biksu tersebut, sehingga saat Yin He lengah, salah satu biksu tersebut melontarkan racun melalui mulutnya san mengenai leher Yin He yang terbuka.
Yin He merasakan kulitnya seperti disengat dengan aliran yang sangat panas..dengan cepat dia mengalirkan hawa dingin dan tenaga dalamnya untuk menahan racun tersebut.
"Boleh juga racun kalian biksu iblis, kamu memang pantas dijuluki biksu iblis." Ucap.Yin He dalam keadaan emosi.
Yin He segera mengeluarkam jarum beracun dewa kematian dari ruang hampa miliknya. Sebelumnya Yin He mengecohnya dengan serangan pedang rembulan, hal tersebut dapat mengecoh kosentrasi mereka dan saat mereka berdua lengah, beberapa jarum melesat ke tubuh mereka , dan mereka pun terpental karena penahan rasa sakit yang teramat sangat saat racun tersebut mengenai kulit mereka.
Jerit kasihan mereka membuat bulu kuduk merinding, Xue yang melihat hal tersebut, saat dia melangkah mendekat ke dua biksu tersebut, Xiao Zhao mencegahnya, karena ditakutkan mereka masih menyimpan sedikit kekuatan akan nekat untuk melukai atau bahkan meracunimu.
Dan benar saja saat Xue Zhao hendak mendekati mereka, para biksu sudah bersiap siap dengan racun yang ada di dalam mulutnya. Yin He yang mengetahui hal tersebut segera memberikan totokan angin, yaitu totokan lewat jarang jaug dengan memadatkan tekanan angin ke arah titik yang akan dituju.
"Tuan Zhao, silahkan kau melampiaskan amarah dan dendammu, karena reaksi pertama racun tersebut adalah melumpuhkan sendi sendi sehingga mereka tidak bisa bebas bergerak. dan aku juga sudah melumpuhkan otot leher keatas, sehingga dia tidak akan bisa melontarka racun mereka.
Kondisi kedua biksu iblis sangat mengenaskan , beberapa luka pedang akibat bertarung dengan Xue Zhao ditambah lagi dengen beberapa jarum dewa kematian yang menancap ditubuh mereka sehingga mereka benar benar tidak berdaya.
Xue mendekat dan tertawa melihat kondisi kedua biksu tersebut, matanya berkaca kaca saat mengenang pembantaian kedua orang tuanya oleh kedua biksu dan lelaki tua sebelum masuk kedalam.pagoda. hitam. Xue menendang dan memaki kedua biksu tersebut.
"Tuan Zhao, tidak ada gunanya, kemarahanmu tidak akan mengembalikan kedua orang tuamu, atau bila kau ingin. aku bisa langsung mengahiri kehidupan mereka." Ujar Yin He
"Terima Kasih Tuan He, akan tetapi biarlah mereka merasakan racun tuan, biar mereka merasakan penderitaan orang sekarat sampai dia bener benar merasakanya sakit itu,
Sementara itu rintihan kedua biksu tersebut makin menyanyat kulitnya udah mulai terkelupas dengan cara seperti ada cairan yang meletus di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Daging yang terlihat kini mulai rontok.dan jatuh dilantai, proses yang sangat mengerikan dialami kedua biksu tersebut. melihat hal tersebut Xue Zhao sangat puas hati, dendamnya sebagian telah terbayar.
Yin He memeriksa seluruh ruangan tersebut untuk menemukan petunjuk cara untuk naik ke lantai pagoda.
Mereka meraba semua dinding pagoda dan tidak sengaja Xue Zhao menekan bagian dari ornamen kepala naga yang menempel didinding dan dari atap pagoda..turunlah sebuah anak tangga yang mrnghubungjan antara lantai 2 dengan lantai 3 , dimana pagoda hitam ini hanya berjumlah 3 lantai.
Semuanya segera bergegas menaiki anak tangga tersebut, sesampainya di dalam ruangan yang ketiga tidak siapapun didalam ruangan tersebut, akan tetapi di ujung sebelah kanan ruangan tersebut sepertinya ada pintu masuk portal dimensi lain.
Yin He menyuruh lainya mundur, dia tidak ingin yang lain terlibat dalam pertempuran ini, karena ini merebutkan api suci tingkat empat dan lima. Yin He berpesan kepada Xiao bersaudara, jika dalam waktu 1 munggu dia belum kembali, anggap bahwa dirinya sudah mati, kalian harus menjadi orang yang baik.
Yin He segera masuk kedalam pintu portal dimensi lain untuk menemui panglima iblis hitam dan putih, tubuhnya langsung tersedot masuk meninggalkan Xiao bersaudara.
Xiao Zhuang mencoba dengan sihirnya untuk membuka portal ke dimensi lain, akan tetapu tidak berhasil, rupanya hanya orang yang mempunyai api suci yang dapat menembus portal tersebut.
Sesampainya didimensi lain, Yin He terkejut dengan pemandangan yang mengerikan, dua orang dengan keadaan yang sangat mengerikan tergeletak tanpa tenaga menatap kearah Yin He dengan tatapan yang penuh harap.
"Siapa kalian? dan apa yang terjadi dengan kalian, sampai kondisi kalian seperti ini?" Tanya Yin He.
"Kami adalah Panglima Iblis, kami menjadi begini karena api suci telah mengambil semua yang ada pada kami, dia tidak menginginkan kematian kami, karena dia tidak dapat melakukan apapun tanpa ada jasad yang mereka rasuki, kami hanya inang baginya." Ujar salah satu panglima iblis kepada Yin He.
Yin He mengepalkan kedua tanganya, sambil menahan amarahnya ketika mengetahui bahwa didepanya adalah 2 panglima iblis yang dicarinya, akan tetapi mendengar ceritanya bahwa api suci menjadikan inangnya adalah cerita yang tidak masuk akal.
"Aku tidak percaya dengan kalian, bagaimana mungkin api suci bisa menjadikan kalian inangnya, kalian adalah tuanya, seharusnya kalian bisa mengendalikanya." Ujar Yin He
Akhirnya kedua panglima iblis tersebut menceritakan kepada Yin He asal muasal permasalahan ini bisa terjadi.
Api suci adalaha api yang mempunyai keunikan tersendiri selain kekuatanya yang setungkat dengan senjata langit, akan tetapi apu suci juga mempunyai jiwa yang bisa berkehendak sesuka mereka, mereka sepertinya mempunyai akal dan juga insting sama seperti manusia. tapi tidak tahu bagaimana, ternyata mereka juga menyerap jiwa iblis dari setiap kali persembahan yang kami lakukan untuk dewa iblis, lama lama jiwa iblis yang api suci serap mempengaruhi mereka.
"Sekarang api suci yang sudah dirasuki oleh jiwa iblis hanya bisa dimurnikan kembali dengan mustika matahari, sebelum kau menemukan mustika matahari bekukan mereka dalam mustika rembulan." Yin He terkejut rupanya panglima iblis mengetahui mustika rembulan yanh ada pada tubuhnya.
__ADS_1
tiba tiba ruangan berubah panas, tubuh kedua panglima iblis tiba tiba berdiri,.matanya memerah dan sebuah tanduk keluar dari kepala mereka.
Tubuh dan wajah mereka pun dipenuhi dengan sisik sisik berwarna merah darah, bebeapa tulang tangan dan dahi mereka menonjol keluar, perwujudan sosok iblis mulai tampak pada diri mereka.
Hawa panas yang mereka keluarkan membuat Yin He meningkatkan hawa dingin untuk melindungi suhu tubuhnya, bisa saja dimenggunakan tubuh apinya, akan tetapi dia belum mengetahui kemampuan dari api suci, ditakutkan malah akan diserap dan menjadikanya lebih kuat.
Kedua panglima iblis yang sepertinya sudah dikendalika oleh api suci menggunakan pedang dari energi api dan menyerang Yin He.
Dengan cepat Yin He menangkis dengan pedang mataharinya, kekuatan pedang matahari yang sudah dialiri dengan api suci biru membuta lidah api hitam dengan cahata kebiruan itu menghantam pedang energi dari panglima iblis, kedua panglina iblis terdesak kebelekang oleh energi dari pedang matahari.
Yin He terus menyerang dengan jurus tapak matahari, beberapa kali Yin He dapat menebaskan pedangnya ke arah tubuh panglima iblis, akan tetapi luka akibat sabetan tersebut langsung menutup tanpa bekas dan kekuatan pemulihan tubuh kedua panglima iblis tersebut sangatlah cepat.
"Tidak, kalo bagini terus tenaga ku akan terkuras habis dan yang ada aku akan menjadi salah satu korban mereka." ujar Yin He.
Yin He segera mengeluarkan seruling peraknya, dia meniup seruling tersebut, suara seruling yang mendayu dayu tapi mengandung daya tekan yang mematikan, kedua panglima iblis tersebut mencoba dengan menekan energi suara seruling tersebut akan tetapi hal tersebut sia sia, kemudian mereka berdua menutup kedua telinganya dengan kedua tanganya akan tetapi suara seruling perak terus menggema di telingahnya.
Yin He meningkatkan energi seranganya dengan kekuatan tiupan badai kematian dengan menambahe energi dari api suci biru, tiupan seruling tidak hanya membuat pecah saluran telingah, juga saluran meridian dalam tubuhpun pecah, membuat kedua panglima tersebut tidak lagi mengontrol energinya dan tubuh keduanya meledak.
Ledakan kedua tubuh tersebut memaksa kedua api suci yang tidak mempunyai inang. hanya berupa jiwa mencoba memasuki tubuh Yin He.
Yin He yang sudah mengerti maksud dari api suci tersebut mengeluarkan mustika rembulan untuk menyerap kedua api tersebut kedalam mustika tersebut.
Beberapa kali Yin He mencoba untuk manarik kedua api suci tersebut akan tetapi selalu gagal, perwujudan api hitam dan putih adalah seekor naga dan elang api. keduanya memberikan perlawanan yang sangat sengit tidak hanya perlawanan mereka juga mencoba untuk masuk mengusai tubuh Yin He hal itu membuat Yin He harus memasang strategi bagaimana dia menyerang juga mempertahankan kesadaranya agar tidak muda dipengaruhi kedua api suci tersebut.
"Aku harus minta bantuan Xia Yuan." Yin He memanggil Xia Yuan, akan tetapi Xia Yuan tidak mau keluar karena kalau dia sampai keluar maka energinya akan menarik kedua api suci tersebut dan Xia Yuan bukanlah lawan kedua api suci tersebut.
Yin He yang kebingungan akhirnya mencoba dengan menggunakan jurus es abadi, seluruh ruang dimensi dibuat beku oleh Yin He dengan ketebalan dan kepadatan yang kuat, hal membuat suhu dalam ruangan tersebut menurun drastis, saat pergerakan dari kedua api tesebut melamban, Yin He mengurung mereka satu persatu dalam balok es salju abadi, dan akhirnya karena suhu yang semakin turun wujud naga dan elang api suci berubah menjadi sebuah bentuk teratai. Yin He menyegel keduanya kedalam mustika rembulan, energi dingin mustika rembulan untuk sementara waktu dapat membekukan semuanya.
Yin He segera kembali masuk pintu portal untuk kembali, saat sampai di lantai ketiga, Yin He tidak menemukan tiga Xiao bersaudara dan pendekar camar Xue Zhao
__ADS_1