
Yin He sangat terkejut karena perisai penolak iblis meledak, berarti ada iblis yang akan masuk, akan tetapi betapa terkejutnya mereka manakala mereka melihat Wei Ryuza dan juga Wei Hanzu melangkah dari asap bekas ledakan, para pengawal keluarga penjaga gerbang utara pun mengepung Wei Hanzu dan Wei Ryuza, akan tetapi saat para pengawal tersebut akan menyerang Kalden dengan cepat menghentikanya, akan tetapi saat mereka akan melangkah mendekat, Yin He pun berbicara "Siapa Kalian." Wei Hanzu dan Wei Ryuza pun terkejut.
"Apa maksud Tetua, Kami adalah Wei Ryuza dan Hanzu, apakah tetua tidak mengenali kami? Yin He merasakan ada energi yang lain yang Lebih kuat dari pada energi pangeran kegelapan, dan energi tersebut datangnya Dari Wei Ryuza dan Wei Hanzu.
Kalden juga merasakan hal yang sama, bahkan mata langit Yin He pun tidak mampu untuk menembusnya, setelah dapat kode maka Kalden langsung menyerang Wei Ryuza dan Wei Hanzu.
Kedua Wei bersaudara pertama tama hanya berusaha untuk menghindar dan mencoba untuk menjelaskan yang semestinya, pada saat yang sama Jetsan datang karena adanya laporan perisai iblis terlah hancur, akan tetapi setelah dia kesana betapa terkejutnya Kalden sedang bertempur dengan dua orang yang dikenalnya yaitu Wei Hanzu dab juga Wei Ryuza, Jetsan mendekat kepada Yin He, setelah diberi penjelasan oleh Yin He, maksud hati Jetsan ini segera membantu tapi Yin He ingin memastikan terlebih dahulu kembali, disisi lain dia sangat yakin mereka adalah Wei Ryuza dan Wei Hanzu, apalagi mereka datang tidak bersama Han Bing dan juga Wei Yanzu, karena sesuai dengan rencana mereka akan kembali bersama.
__ADS_1
Kalden mulai kewalahan menghadapi Wei Ryuza dan Wei Hanzu, karena keadaan yang mendesak akhirnya menggunakan tubuh api dan juga pengendali fikiran. Jetsan segera membantu Kalden dengan menghalau pengendali fikiranya Wei Ryuza dengan menggunakan pedang bintang, dan kalden juga mencaput pedang petirnya, Wei Hanzu pun mencabut pedang matahari, kedua pedangpun beradu, kekuatan yang sama sama besar membuat guncangan yang sangay kuat, hal ini membuat Yin He sadar bahwa setelah Wei Hanzu mengeluarkan pedang matahari, maka dengan segera di menghentikan mereka bertarung.
Yin He mendekati Wei Hanzu dan juga Wei Ryuza, dia memberitahukan alasanya mengapa dia tidak percaya kalau mereka adalah Wei Ryuza dan Wei Hanzu, karena adanya tekanan kuat energi iblis dan juga mereka seharusnya kembali bersama Han Bing, kedua Wei bersaudara pun akhirnyan mengerti dibalik alasan mereka melakukan penyerangan terhadap dirinya.
Tapi semakin Yin He mendekat, getaran iblis begitu sangat terasa saat Wei Ryuza mendekat kearah Yin He, "Kenapa getaran iblis ini semakin terasa saat kamu mendekat Ryu er." Tanya Yin He dengan mata yang sangat tajam, Wei Ryuza kemudian tersenyum dan menyerahkan sebuah bungkusan kain merah kepada Yin He. "oh iya tetua, saya sampai lupa ada titipan dari tetua Kuil Perak, saya akan ceritakan nanti setelah sampai didalam rumah, kemudian semuanya masuk kedalam rumah Kalden, Wei Hanzu dan Wei Ryuza menceritakan detail saat mereka kembali ke Wisma Giok, saat bertemu dengan Jain Lie, tetua lembah es yang sedang mencari Han Bing dan juga Yin He, pertempuran mereka dengan para iblis yang menyerang kuil perak, guna merebut sebuah mutiara iblis. Yin He pun terbelalak mendengar mutiara iblis tersebut, Wei Hanzu kemudoan melanjutkan cerita mengenai mustika iblis yang ada kaitanya dengas mustika rembulan yang sekarang menyatu dengan tubuh Yin He, Lalu Wei Hanzu menceritakan mengenai sejarah awal mula mustika iblis tersebut dan ada kaitan hubungan apa dengan mutiara rembulan miliknya.
Kemudian Wei Ryuza membuka sebuah benda dari kotak kayu dengan ukiran burung Hong yang sangat indah, didalamnya sesuatu terbungkus dengan kain merah. Yin He kemudian mengambil dan membuka bungkusan kain merah tersebut.
__ADS_1
Dalam kondisi pingsan, Yin He masuk kedalam ruang jiwa miliknya , ruang jiwa tersebut terdapat sesosok laki laki yang sedang dililit oleh naga langit, sosok lelaki tersebut menatap lekat kepada Yin He, akan tetapi langsung ditepis oleh Yin He.
"Siapa dia Zhuanglong? Akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu." Naga yang sedang melilit laki laki tersebut langsung berubah menjadi seorang laki laki, yang ditemui oleh Yin He saat berlatih Jurus Pedang Langit, ternyata laki laki tersebut adalah pecahan jiwa dari naga langit, jiw Naga langit terpecah menjadi 4 bagian, yang pertama di Liontin milik ibunya Yin He, kedua adalah saat menjadi penjaga elemen, ketiga adakah penjaga kitab jurus pedang langit serta pecahan yang ke empat adalah pedang langit iku sendiri.
Zhuanglong mendekati Yin He, dia dan berkata kepada Yin He "Dia adalah Raja Iblis, satu hal yang perlu kau ingat, karena kau telah menyerap jiwa dari raja iblis maka ada beberapa yang perlu kau ketahui, yang pertama, sekarang ditubuhmu ada kekuatan dari raja iblis, bahkan kau bisa masuk ke dunia bawah sesuka hatimu, yang kedua, dengan kekuatanmu sekarang bisa menghadapi pangeran kegelapan, tapi jika kau menggunakan kekuatan dari raja iblis, maka lama kelamaan jiwa mu akan melebur dna kau akan menjadi bagian dari iblis tersebut, ingat itu Yin He, untuk ada pedang Langit berada di tubuhmu, sehingga jiwa raja iblis tidak dapat kau serap, tapi saat kau menggunakan pedang langit di luar tubuhmu krmungkinan besar kau akan menyerap jiwa iblis akan besar, hembb..ini adalah takdir dan karma atas masa lalu kau harus bisa menjaga agar kau bisa menjaga jiwamu tetap murni Yin He." Zhuanglong kemudian lenyap dan diikuti oleh tersadarnya Yin He dari pingsanya.
"Berapa lama aku pingsan, ada apa saja yang terjadi?" Yin He mengerti bahwa dia barusan telah bertemu dengan Zhuanglong di alam ruang jiwa miliknya, sekaranng ditubuh Yin He terdapat sebuah kekuatan yang sangat besar, akan tetapi jika dia menggunakanya maka sebuah monster dari kegelapan akan menguasainya.
__ADS_1
Yin He hanya tertegun, seperti dua mata pisau dia harus memilih mana yang harus dikorbankan, sebuah dilema yang sangat dramatis, disisi lain adalah tentang kehidupan umat manusiaz disisi lain adalah tentang kehidupanya sendiri, tidak bisa dipungkiri, dengan bertambahnya umur maka secara normal naluri dia ingin hidup seperti manusia yang lain, berumah tangga dan dia juga tidak akan mau kehilangan sang istri maupun anak dan anggota keluarganya.
"Tetua ada apa denganmu? apa yang sebenarnya terjadi dan dimana mutiara iblis itu?" Tanya Wei Ryuza, Yin He menjelaskan detail kepada semua, tentang tubuhnya telah menyerap mutiara rembulan dan kedua mutiara tersebut adakah berhubungan, sehingga kedua mutiara melebur jadi satu ditubuhya, dan mengapa dia sampai pingsan karena ada proses penyatuan keduanya, tapi masalah raja iblis, Yin He menyembunyikan dari siapapun