LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Bidadari Pencabut Nyawa Vs Ratu Manusia Ular


__ADS_3

Melihat Nailing yang menjadi abu, Cailing sangat murka.."Mati kau manusia." sambil mendekati tubuh Nailing. Cailing segera mennghisap para anak buahnya yang sedang berperang, tenaga anak buahnya diserapnya sehingga semuanya menjadi debu karena kekuatan mereka telah serap Cailing.


Setelah menyerap kekuatan dari hampir separuh lebih dari para pasukan manusia ularnya, Tubuh Cailing bersinar merah darah dan kekuatan dari racunnya pun semakin kuat, tubuhnya pun kini berubah menjadi sosok setengah ular raksasa, kecantikanya pun kini tergantikan dengan wajah yang menyeramkan dengan kulit yang bersisik dan sedikit berlendir.


Jingmi yang merasakan keanehan atas kekuatan tubuh Cailing yang berubah drastis, aura kekuatan yang sangat menekan spiritnya, "Apakah ini kekuatan dari sang ratu ular ini, bahkan jiwa nagaku bergetar hebat," Ujar Jingmi dalam hatinya.


Apa yang menjadi kekhawatiran Jingmi pun menjadi kenyataan, ekor dari Cailing menyambar tubuh Jingmi yang masih dalam wujud penjaga elemen logam, Akibat hantaman tersebut, tubuh Jingmi terpental dan menghancurkan karang besar dibelakangnya, Hal ini membuat semua pertempuran berhenti akibat kerasnya benturan karang dan tubuh logam milik Jingmi, Saat Xioa Zhuang dan Jetsan ingin membantu akan tetapi Yin He telah mencegahnya dengan sebuah hembusan angin melintas kearah keduanya, hal tersebut adalah kode dari Yin He agar keduanya tidak ikut campur pertarungan yang lain.


Jingmi pun bangkit dari reruntuhan yang menutup semua tubuhnya, tapi Jingmi merasakan sebuah aliran kekuatan yang sangat kuat, sebuah kekuatan spirit aneh yang seperti mau meledak keluar dari dalam tubuhnya, dan tiba tiba semuanya berubah, aura yang keluar dari tubuh Jingmi berubah menjadi biru, mata dan kulitnya berubah menjadi biru, aura yang terbentuk adalah aura dari racun sangat kuat, dan lebih mengejutkan lagi sepertinya tubuh Jingmi benar benar bermetamorfosa menjadi dewi racun tingkat sempurna, hal ini juga mengejutkan Yin He.


"Jadi ini yang kau rahasiakan Chang Mo? jadi kau ingin Jingmi benar benar berada dititik paling akhir kekuatanya sehingga dia akan membuka titik kekuatanya yang selama ini hanya bisa di bangkitkan pada saat antara hidup dan mati, seperti halnya saat dia berubah menjadi dewi racun karena mau diperkosa sehingga kekuatanya bangkit? Ujar Yin He kepada Chang Mao, dan balas dengan datar dan anggukan oleh Chang Mao.

__ADS_1


Cailing juga merasakan aliran getaran aneh yang mulai mengaliri tubuhnya, dan seketika Jingmi melayang dan melayangkan Tinju ombak secara bertubi tubi, sehingga Cailing hanya bisa mengelak tanpa bisa melakukan perlawanan. "Sial kenapa kekuatanya semakin kuat, dan ada naluri yang aneh setiap kali aku memandangnya seperti aku melihat musug besarku yang paling ku takuti." Ujar hati Cailing.


Pertempuran mereka sudah mencapai hari kedua, anak buah Cailing sudah dihanguskan oleh pendekar yang lain, yang tersisa adala Cailing yang mencoba untuk tetep bisa menahan setiap pukulan dari Jingmi. Jingmi yang masih meraba raba atau mengenali sebenarny kekuatan yang mengalir dalamnya, selamaa bertarung dengan Cailing, rupanya Jingmi juga belum mengeluarkan seuruh kemampunya, dia masih dalam tahap penyesuaian jurus dan tenaga dalam yang memancar luas dalam dirinya.


"Aku bingung, kekuatan ini, dan bagaimana aku bisa mengendalikanya."Jingmi pun yang sebenarnya masih dalam penyesuauan jurusnya pun agak ragu dengan kekuatanya sendiri dia takut kekuatanya akan berakibat sangat fatal pada dirinya sendiri.


Walau secara gerakan dan kekuatan Jingmi sangat unggul dari pada Cailing, kan tetapi.tidak akan mudah menghadapi Cailing yang sesungguhnya mempunyai sembilan pasang kepala, Walaupun dia diserang dengan kekuatan yang sangat kuat, jika belum membunuh kepala yang ke sembilan maka, dalam waktu beberapa jam, maka ke delapan kepala tersebut akan tumbuh lagi, dan hal ini hanyalah Chang Mao yang mengetahuinya, akan tetapi dari beberapa jurus sebelumnya, keanehan ini telah terbaca oleh Yin He. "Chang Mao, sepertinya kau merahasiakan sesuatu dariku? apa Cailing ini makhluk immortal?" Yin He menatap tajam kearah Chang Mao.


"Jadi bagaimana caranya agar Cailing bisa dibunuh." Ujar Yin He, Chang Mao pun menunjuk sebuah bayangan yang berada diatas awan. Sebuah bayangan burung Hong atau Phoenix, "Saat dia bisa bersatu dengan Burung Hong tersebut, maka baru dia bisa membunuh Cailing, secara hukum alam, ular adalah makanan alami dari burung Hong. oleh sebab itu dia harus bisa menyatu dengan tungganya tersebut." Ujar Chang Mao.


Tanp fikir panjang lagi Yin He mengirim sebuah pesan melalui telepati yang lansung ditujukan kepada Jingmi, Jingmi yang terkejut dengan informasi dari Yin He, langsung paham, kenapa jurus yang dipakainya kok sepertinya ada yang kurang akan tetapi dia tidak tahu apa yang kurang tersebut. Setelah mengetahui informasinya, Jingmi mengerti dan langsung melihat bayangan yang diatas awan, Jingmi mencoba berkomunikasi dan menyatukan kekuatannya dengan burung Hong tunggangan, dan setelah penyatuan itu dilakukan maka kekuatan yang sebenarnya dari penyatuan tubuh dewi racun dan burung Hong menciptakan sebuah aura yang sangat menekan seperti halnya kekuatan Yin He.

__ADS_1


Cailing segera menyerang Jingmi, akan tetapi dengan kekuatanyanya yang sekarang, tubuh Cailing diangkatnya dan diputarnya beberapa kali dan mengahantamkanya beberapa kali, yang kesembilan kalinya tubuh Cailing akhirnya tak bergerak lagi. dan segera Yin He turun dan mengambil mutiara dari tubuh Cailin dan menetralkanya.


Setelah kematian darI Cailing, Yin He segera memberikan mutiara dari manusia ular tersebut ke Lutita, semua manusia duyung bersorak sorai atas kemenangan yang diraih Oleh Yin He dan kesembilan pendekar naganya.


Yin He dan yang lainya pun segera meninggalkan negeri samudera, dan segera menyusun untuk langsung menyerang pangeran kegelapan, semuanya langsung menuju kota Lasha ke kediaman Kalden dan Jetsan.


"Semua dengarkan aku, purnama kedua kita akan melakukan penyerangan ke Sekte Iblis Hitam." Yin He dan semua berdiri dan sama sama mengepalkan tanganya keatas.


"Yin He Sang Raja Iblis." Bisik Chang Mao.


Reader yang terhormat.

__ADS_1


Mohon maaf jarang update. mohon doanya untuk kesembuhan putra saya yang sekarang masih di ICU, dan semoga saya masih tetap bisa menulis walaupun dengan kondisi hati yang kurang bagus. mohon maaf atas keterlambatanya. dan jangan Lupa Like Coment dan vote ya para reader yang budiman.


__ADS_2