
Yin He segera menolong Han Bing disaat yang tepat.
"Paman, beristirahatlah, biar saya yang menghadapi nenek itu" ujar Yin He, raut muka Han Bing terkejut, siapa sebenarnya anak ini, dari postur tubuhnya dia benar masih muda, tapi dari aura dan kekuatan cakranya sangat luar biasa.
Jian Li tesentak tubuhnya berhasil di hempaskan sosok yang bahkan kecepatanya tidak dapat dilihatnya,
dan lebih terkejut lagi, sekarang dihadapanya berdiri sesosok anak laki laki yang bertubuh tegap berdiri dihadapanya.
"hey anak kecil, siapa kau, minggir, atau aku akan menghajarmu" mata Jian Li melotot ke arah Yin He,
"Maaf Nek, nama saya Yin He, saya kasihan paman ini, udah tidak berdaya kenapa nenek masih tega membunuhnya" ucap Yin He Polos
"Nenek.! ? " amarah Jian Li semakin memuncak, dengan susah payah dia mempertahankan kecantikanya, tapi sekarang seoaranga anak kecil memanggilnya nenek.
"Iya Nek, saya kan masih kecil, tidak sopan kalo saya panggil anda dengan nama saja," Yin He bingung dengan menggaruk garuk kepalanya, walaupun Yin He punya pemikiran orang dewasa, tapi kalo masalah seperti ini tidak semua orang akan paham.
sedangkan Zhuanglong dan Zhuangfeng, tertawa terkekeh di dalam ruang jiwa, " Yin He, seorang wanita paling tidak suka kalo menyinggung masalah umur, apalagi dengan tetua lembah es, dengan cakranya dia mempertahankan agar dia tetap terlihat muda dan cantik" ujar Zhuangfeng kepada Yin He melalui telepati.
"maksudnya?? aku kok ngga mengerti ya" Yin He yang masih bingung tiba tiba di kejutkan dengan teriakan dari Jian Li,
"Kau bocah, sungguh menyebalkan"ujar Jian Li dan sambil melempar selendang putihnya ke arah Yin He, Yin He yang sedari tadi tetap waspada walaupun sedang berbicara dengan Zhuanglong dan Zhuang Feng segara melompat keatas dan menahan serangan selendang Jian Li dengan memuat lantai restoran tiba tiba membuat sebuah perisai.
"hembb boleh juga kau bocah", Jiang Lin mengakui kekuatan Yin He dengan umur yang masih muda, tapi pengendalian elemen tanahnya sudah mencapai tahab sempurna.
Tiba tiba seluruh tubuh Jian Li rambati sulur sulur akar yang segera menyelimutinya. dan dengan satu jentikan jarinya sulur sulur tersebut menjadi Es dan dengan muda Jian Li menghacurkan serangan Yin He
Jian Li segera melompat dan terbang serta mengeluarkan hawa dingin yang teramat menusuk, lantai lantai tanah disekitar Jian Li berubah menjadi stalakmit stalakmit Es yang tajam.
__ADS_1
dan tiba tiba ujung ujung runcing dari stalakmit tersebut melayang ke arah Yin He, Yin terperanjat da segera mengatifkan "Tubuh Diamond", tubuh Yin He di hantam stalakmit statlakmit bertubi tubi.
"Apa.!? siapa bocah ini, kenapa tapak es ku tidak bisa menembus kulitnya, karena hanya pendekar tingkat raja pun akan terluka. Sial..!
"sekarang gilaran ku,, Singa emas tunjukan pada nenek ini kemampuanmu, sambil menatap kearah seekor anak singa yakni perwujudan Singa Emas.
tadi setelah menghadang serangan dari Jian Le, Singa Emas berubah bentuk kembali menajdi seeokor anak singa dan tiduran di lantai restoran sambil melihat Yin He bertarung
Jian Li tertawa, hihihihihihii...apaaku tidak salah anak kecil, seekor anak singa akan melawanku. belum juga selesai tertawanya, Jian Li melotot melihat perubahan dari Singa Emas, yang sekarang menjadi singa dengan tubuh sebesar seokor banteng.
Auurrrrmmmggghhhhhh..Auman Singa Emas menghempaskan Jian Li sampai dengan luar penginapan teratai
Singa Emas tidak melewatkan moment Jian Li terhempas, dia langsung dan melompat ke arah Jian Li, dam Jian Li, segera menghadang dengan tapak es, yang membuat tubuh Singa Emas menjadi beku seketika
"ternyata tidak seperti yang ku bayangkan" teriak Jian Li kepada Yin He, tetapi apa yang ada dalam fikiran Jian Li salah, Singa Emas bisa menghancurkan Tapak Esnya dengan mudah, dan tubuhnya sudah tidak lagi membeku.
"Nenek tua, jangan salahkan Singa ku, dia adalah binantang, instingnya adalah siapapun jadi lawanya akan langsung di terkam, dia bukan curang, tapi kau yang lengah" ujar Yin He kepada Jian Li.
kamu pasti heran ya nenek tua, kenapa kau tidak bisa mendeteksi aura dan kekuatan dari Singa ku, itu karena kekuatan singa itu adalah aku, sehingga saat dia ada dibelakang dan tiba tiba menyerangmu, kau tidak bisa mendeteksinya..
"kurang ajar kau bocah"..Jian Li merintih kesakitan..menahan luka akibat cakaran Singa Emas.
Yin He berjalan ke arah Jian Li yang sudah tidak berdaya kemudian memengang punggung Jian Li. 'apa yang kau lakukan anak setan" Jian Li mencoba menggerakan tubuhnya, akan tetapi dia tidak bisa bergarak.
"tenang nenek, aku hanya melihat luka mu" sambil menaburkan serbuk obat di punggung dan bedan Jian Li,
Jian Li merasakan perih dan rasa sakitnya hilang, tapi dia tidak punya kekuatan untuk bangikit, dia melihat Yin He mengeluarkan sebuah Pil dan memaksanya untuk menelan PIL tersebut.
__ADS_1
"itu adalah Pil ramuanku, semoga kau cepat pulih, dan nantinya kita bisa betarung kembali" Yin He pergi meninggalkan Jian Li yang sekarang sudah bisa duduk untuk memulihkan tubuhnya.
"*******,,! apa yang terjadi dengan kekuatan ku?" ujar Jian Li
Yin He masuk dan mendekati pemilik Penginapan Teratai, "ini paman untuk ganti rugi penginapanmu" sambil membrikan 25 keping emas.
"apa ini cukup? jika tidak cukup kamu bisa minta kepada nenek yang ada di depan, tenang saja dia sudah tidak berdaya" Yin He melihat kedepan penginapan, dia sudah tidak menemukan Jian Li disana.
" hehehehehehe rasakan kau nenek tua" gumam Yin He,
setelah memberikan uang kepada pemilik restauran, Yin He mendekati Han Bing, yang sudah terlihat lebih baik.
"Maaf paman lama menunggu, apakah paman baik - baik saja?" tanya Yin He kepada Han Bing
"aku baik baik saja. terima kasih telah menolong ku, nama kamu siapa dan asal kamu dari mana anak muda?
"nama saya Yin He paman, dan saya berasal dari Lembah Angin" Yin He membungkuk sopan sebagai tanda orang yang lebih muda.
"jangan begitu, pasti kamu anak orang terhormat, dari tutur katamu, kamu anak yang pintar dan terpelajar, kamu kemana dan dimana pengawalmu"
"saya sendirian paman, Ayah dan Ibu saya juga sudah meninggal, saya sekarang sendiri dan mau keselatan"
"kita searah, juga mau ke selatan tepatnya di Wisma Giok, kalo tidak keberatan kamu bisa berangkat denganku Yin He"
"baiklah paman, tapi alangkah baiknya kita berangkat setelah paman benar benar pulih, sekarang paman silahkan beristirahat, saya juga akan mengemasi barang-barang saya.
anak yang luar biasa.."baiklah Yin He, kita bertemu besok disini" Han Bing, melangkah menuju kamarmya di kelantai 2
__ADS_1