
Petir naga turun dengan suara gemuruh yang bersaut sautan, jika area aula tersebut tidak dilindungi oleh kekuatan dari Phoenix Biru, maka bisa jadi separuh dari dunia peri bisa luluh lantak.
Petir naga menyambar sembilan kali, setiap sambaran petir petir akan turun seperti benang benang merah raksasa yang menghantam tubuh dari Chen Yi.
Chen Yi merasakan kekuatan yang mengalir dalam darahnya, kini ada ada satu kekuatan lagi yang aneh muncul dalam tubuhnya dan bertambah besar mengikuti dari hantaman kekuatran dari petir petir yang turun kepadanya.
“Tuan, tuan harus hati hati dengan sambaran petir yang kesembilan, saya usulkan, tuang langsung menyerapnya dan alirkan langsung ke golok neraka untuk membuang semua sifat korosi dan juga sifat dari iblis yang masih menempel pada golok naga tersebut.” Ujar Bay Cuan pada Chen Yi.
Dan benar saja , pada petir naga kesembilan, seolah olah langit menumpahkan semua kemarahanya kepada Chen Yi, sehingga kekuatan dan juga benang petir yang turun berjumlah ribuan.
Dengan cepat Chen Yi langsung mengalirkan semua aliran kekuatan petir dalam tubuhnya dan menyerap sebanyak banyaknya, akan tetapi sepertinya kekuatan petir itu lenyap tersedot saat dia mengalirkan kedalam golok neraka yang ada dalam tubuhnya.
Hampi 90 persen semua diserap oleh golok neraka dan hanya 10 persen yang berhasil diserap oleh tubuh Chen Yi dan menghasilkan satu vena lagi yaitu vena Petir Naga.
“Tuan Putri nampaknya pengangkatan derajat sudah selesai.” Ujar wanita cantik disebelah Nana tersebut.
“Kau benar Peri Naraz, nampaknya semua sudah selesai.” Akan tetapi belum sempat Nana akan mengucapkan sebuah kalimat lagi, tiba tiba dilangit nampak sebuah cahaya ungu yang sangat besar turun.
Rupanya itu adalah teratai ungu, hal ini menandakan bahwa orang yang mengalami pengangkatan derajat, sampai dengan munculnya teratai ungu, maka orang tersebut bukan lah orang sembarangan.
Hal ini membuat Naraz dan Nana tercengang dan langsung bersujud semua kearah Chen Yi.
“Teratai ungu, hampir 1 juta tahun yang lalu, sebelum dunia peri terbagi menjadi 2 dua dunia peri, yaitu peri putih dan peri hitam, saat itu semua peri patuh pada satu pemimpin yaitu Peri Agung , hanya dialah yang mempunyai kekuatan mutlak setara dengan kekuatan Dewa.”
Peri Naraz dan Nana terus melihat proses dari teratai ungu tersebut turun sampai dengan kelopak dari teratai ungu terbukan, dan total kelopak yang terbuka adalah 16 kelopak.
__ADS_1
Setalah kelopak itu, bunga teratai ungu berputar diatas kepala Chen Yi dan lama kelamaaan terserap semuanya oleh Chen Yi.
Setelah semuanya selesai, Tubuh Chen Yi berubah, rambut hitamnnya kita berubah perak, pupil matanya kini berubah menjadai pupul seperti pupil Naga dengan warna abu abu, tidak ada yang bisa menolak ketampanan Chen Yi saat ini, dengan wajah yang putih bersih dan tatapan mata abu abu kebiruan dan rambut perak panjang. Ditambah dengan enam pasang sayap yang ada di punggung Chen Yi
Nana dan Naraz segera mendekat, kemudian mereka langsung membungkuk hormat dihadapan Chen Yi.
“Selamat datang Peri Agung, akhirnya hal ini bukanlah sebuah mitos, kami percaya sang peri agung akan datang untuk menyatukan semua golongan peri.” Ujar Peri Naraz.
Chen Yi masih tidak mengerti dengan sebutan yang disematkanya kepadanya, “Peri Agung? Nana, katakan padaku apa maksud semuanya, aku kesini bukan untuk menjadi peri agung, aku kesini hanya mengantarkanmu, agar mempunyai tubuh sejati seoarng Peri.” Ujar Chen Yi.
“Maafkan kami Tuan Peri Agung, hamba sendiri tidak mengetahui, akan tetapi dengan telah diturunkanya pengangkatan derajat oleh langit, dan juga beberapa tanda yang tuanku miliku, bahwa benar tuan adalah Peri Agung.”
“Peri yang di tunggu kedatanganya untuk bisa menyatukan dua peri yang berbeda yaitu peri hitam dan peri putih, kedua ras peri ini tidak lagi bisa bersama, semenjak pemimpin meraka tidak ada, sehingga sekarang mereka menjadi saling serang.” Ujar Naraz menjelaskan kebingunngan yang dialami oleh Chen Yi.
“Iblis Bumi, dengan kemampuan yang mulia saat ini akan sangat mudah untuk mengalahkan Iblis Bumi, karena yang mulia sudah ada disini, aku harap, yang mulia bisa mengaktifkan 4 pilar kehidupan disini, agar kami bisa keluar lagi dan tidak terperangkap di dunia peri yang kecil ini.” Ujar Naraz.
“Maksudmu? Ini hanya sebuah banyangan ilusi?” Tanya Chen Yi.
“Benar Tuan, tuan berada dunia cermin milik para peri, kami sengaja tinggal disini karena kami sebagai ras yan paling sedikit jumlahnya, selalu mendapatkan perlakuan yang kurang mengenaskan dari bangsa yang lainya.”
“Tapi kalau aku mengaktifkan segel yang ada dipilar tersebut, maka kalian akan dalam keadaan bahaya, tidak, aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi.” Naraz dan Nana pun hanya terdiam.
“Apa yang bisa aku lakukan selain membuka segel keempat pilar tersebut?” Ujar Chen Yi yang tidak tega melihat ekspresi dari Naraz dan juga seluruh rakyat peri putih.
“Peri Agung, sebenarnya dengan membuka segel dari keempat pilar itu, kita juga tidak tahu apa yang ada dalam segel tersebut, tapi yang kami percayai adalah, dengan membuka segel dari keempat pilar maka kekuatan dari para peri akan meninggkat, karena segel tersebut hanya berpengaruh dengan tubuh peri sendiri.”
__ADS_1
“Baiklah, aku percaya dengan hal ini, aku akan disini beberapa saat, untuk memastikan semuanya baik baik saja.” Kemudian Chen Yi pun kembali ketengah tengah untuk mencoba membuka segel empat pilar tersebut.
ChenYi memejamkan mata, didepanya bukan sebuah pilar lagi akan tetapi adalah empat buah gumpalan cahaya Miasma yang yang sangat kental sekali. Pemahaman Chen Yi langsung terkoneksi dengan keempat cahaya Miasma tersebut.
Dari dalam keempat cahaya tersebut tiba tiba muncul empat bola dengan warna yang mewakili keempat pilar tersebut, keempat bola tersebut langsung memasuki kepala Chen Yi dan sebuah rasa sakit yang teramat sangat, akan tetapi hanya beberapa detik yang dia rasakan.
Chen Yi kini lebih jelas dalam memahami struktur dan pola formasi dari keempat pilar tersebut, dengan, dengan mengangkat tanganya, dan kemudian tubuhnya terangkat dan berputar pelan.
Kemudian keempat pilar pun memancarkan energi Qi yang teramat kental, sehingga langsung bisa dirasakan oleh semua yang ada disana.
Satu persatu, semuanya berkultivasi secara serentak dan bahkan bagi peri yang sudah lama tidak bisa naik tingkat kultivasinya, bisa langsung membuka naik ketingkat berikutnya.
Setelah beberapa lama Chen Yi disana untuk mengamati beberapa hal yang tidak diinginkan, semua sesuai dengan apa yang diharapkan, kini Nana pun sudah berada di level pertama tahap menuju kedewaan.
Saat Nana, Naraz dan juga Chen Yi sedang berbincang bincang, tiba tiba gemuruh langit terdengar sangat keras, sebuah cahaya merah tiba tiba muncul dilangit dunia peri.
Bay Cuan yang berada dialam Jiwa milik Chen Yi langsung keluar, kemunculan dari Bay Cuan membuat Narza terkejut dan hampir akan melakukan penyerangan terhadap Bay Cuan, akan tetapi hal tersebut langsung dihadang oleh Chen Yi dan juga Nana.
"Maafkan aku tuan, sepertinya kita akan kedatangan tamu penting, yaitu keenam iblis, yang ingin membalaskan atas kematian dari iblis darah."
"Hahahahahahahaha, mari kita sambut mereka, sepertinya aku sangat beruntung bisa langsung mencoba kekuatan baru ini." Chen Yi menyeringai dingin, ada sesuatu yang tersembunyi dibalik senyumanya tersebut.
__ADS_1