
Yin He terkejut dengan apa yang terjadi.
seperti ada sebuah kekuatan yang membuatnya terpental jauh.
Yin He yang terpental, kini meloncat dan menghantam perisai tak kasat mata tersebut dengan pukulan petirnya.
Tapi saat tanganya menyentuh perisai tak kasat mata tersebut, tiba tiba pukulan petirnya seakan hilang lenyap terhisap sebuah kekuatan yang aneh.
Yin He mencoba dengan pukulan es abadi dan semua teknik yang dimilikinya namun satupun tidak ada berhasil.
"perpindahan dimensi" .
Bhukk....
sebuah tekanan yang sangat kuat menghantam dada Yin He, saat dia menggunakan teknik perpindahan dimensi ataupun telportasi.
"Sial, bagaimana caranya aku bisa masuk kewasan Kaldera tersebut?"
Yin He sudah mencoba berbagai hal, tapi tidak satupun cara dapat membuatnya masuk.
"Yin He! lihatlah burung itu, bagaimana dia bisa masuk kedalam kaldera tersebut" suara Zhaofeng menggema di ruang jiwanya.
Yin He segera melakukan teknik hewan buas, dan menukar penglihatanya dengan salah satu burung yang terbang diatas kaldera tersebut.
Tampak olehnya sebuah aura merah yang menyelimuti permukaan sampai dengan bawah Kaldera tersebut.
__ADS_1
bentuk pelindung itu seperti cangkang telur yang menutup kaldera.
"tapi bagaimana burung burung tersebut bisa masuk kedalamnya? bathin Yin He.
Dia melihat seekor burung lainya menukik disebuah sisi barat kaldera, dan ternyata disana ada sebuah seperti pusaran yang berputar berwarna merah keemasan.
"Mungkin itu pintu masuknya." Pikir Yin He
Yin He melompat ke arah pusaran tersebut, dan
Bhukkk...!
Lagi lagi tubuh Yin He terpental.
"Sungguh aneh, apa yang sebenarnya terjadi?
Singa Emas, yang dari tadi berada pundak Yin He mengaum, dan berubah menjadi bentuk yang lebih besar.
Yin He mengerti apa yang dimaksud dari Singa Emas, segera di melompat dan tidur tengkurap di punggung singa emas dan sambil memegang surainya.
Singa Emas pun melesat ke arah pusaran perisai dari kaldera tersebut,
Srruutttt..
Yin He dan Singa Emas berhasil masuk kedalam kawasan Kaldera tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, Han Bing ditemani oleh naga biru sedang berlatih untuk menciptakan sebuah formasi menyerang dan juga bertahan.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah keselarasan jurus dalam formasi dan juga saling percaya antara Han Bing dan naganya.
seorang prajurit yang sedari tadi melihat Han Bing berlatih dengan Naga Biru, mendekat saat Han Bing berhenti.
Dengan tergopoh gopoh, dia menyampaikan sebuah pesan dari Jendral Jie Kun.
"Tuan, maaf mengganggu, anda disuruh ke tempat Jendral Jie kun segara."
Han Bing segera menoleh ke arah prajurit tersebut dan mengangguk, Sang Naga segera berubah bentuk dan melingkar kembali di leher Han Bing.
"Ada apa kiranya, hingga jendral Jie Kun memanggilku? bathin Han Bing.
Sesampainya Han Bing tiba di tempat Jenfral Jie Kun, disana juga telah berkumpul beberapa pendekar dari sekte yang lain.
"Tuan Han Bing, maaf mengganggu latihanmu dan juga para pendekar yang lain."
"Ada kabar penting yang hendak saya sampaikan" wajah Jie Kun berubah serius.
"Mata mataku telah menemukan markas dari kelompok pembunuh Harimau Hitam."
"Akan tetapi untuk saat ini akses kesana mendadak hilang" Jie Kun menhela nafasnya
"Kenapa bisa menghilang jendral? apakah mereka ingin menutup akses. Atau ada rencana lain yang mereka sembunyikan? tanya pendekar Kun Yi dari Sekte Elang Putih.
__ADS_1
"Bisa saja itu sebuah jebakan Jendral, kita harus hati hati untuk situasi ini" Kun Yi menatap kosong ke arah perbukitan Mong